Hi Tumblr, lama ya ga jumpa. Sampe bingung mau numpahin drmn saking banyaknya yg ketumpuk dan dibiarkan lupa :')

if i look back, i am lost

PR's Tumblrdome

roma★
we're not kids anymore.
Mike Driver

⁂
h
YOU ARE THE REASON
sheepfilms

titsay
Today's Document

★
Stranger Things
NASA
Monterey Bay Aquarium

izzy's playlists!

Discoholic 🪩
$LAYYYTER
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from Spain
seen from Italy
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States
seen from Italy

seen from Georgia

seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Indonesia
@chacaaa17
Hi Tumblr, lama ya ga jumpa. Sampe bingung mau numpahin drmn saking banyaknya yg ketumpuk dan dibiarkan lupa :')

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hi tumblr, balik lagi setelah sekian lama ya. Tapi kali ini aku membawa berita duka kepergian Ayah yang belum bisa aku terima sampai hari ini. Mungkin begitulah hakikatnya kematian, dia tiba-tiba datang tanpa pandang bulu. Ketika manusia dipanggil oleh pemilik alam semesta gaada yang bisa menolak takdir-Nya. Aku paham tapi sulit menerimanya.
Hari ini tepat 10 hari selepas hari kepergian Ayah ke Syurga. Mengenang cerita dari teman ayah tentang ayah aja aku hampir ga sanggup nahan air mata, tapi tiba-tiba teringat Ayah selepas solat ashar membuatku terisak-isak tak berdaya. Aku masih belum sanggup Ayah tinggal pergi, pun lagi-lagi aku egois. Tuhan, aku ga sanggup rasanya..
Orang-orang yang mengelilingi Ayah orang-orang baik, maka mereka baik padaku juga keluargaku. Aku bersyukur karenanya Ya Rabb.. Padahal aku merasa diriku tak cukup baik untuk mereka. Aku ingin seperti Ayah. Menjadi baik untuk orang lain dan berbalik baik pada sekitarnya.
Yah, siapa lagi yah tempat kaka bersandar?
Yah, siapa lagi motivasi terbesar kaka buat sembuh dari penyakit ini?
Banyak cita yang belum tersampaikan buat Ayah..
Banyak waktu yang belum bisa dihabiskan lebih lagi sama Ayah..
Andai tanda-tanda itu bisa kuliat pasti aku gaakan lepas sedetik pun dari Ayah.
Ayah orang baik. Itu yang selalu kudengar dari orang-orang yang mengenal Ayah. Tak heran ga hanya aku yang sedih atas kepergian Ayah. Mengingat penuhnya rumah oleh orang-orang baik yang mendoakan Ayah. Lagi dan lagi aku ingin seperti Ayah kelak.
Yah, aku cuma pengen Ayah tau bahwa kaka bahagia jadi anak Ayah jadi tolong nanti Ayah tunggu kaka di Syurga ya yah kaka janji kaka gaakan ninggalin solat dan nikah suatu saat nanti. Membangun rumah tangga karena Allah mengharap ridha-Nya dan beribadah selalu seumur hidup tapi tolong jangan tinggalin kaka di sana nanti ya yah kaka juga gamau lama-lama di dunia ini yah, kaka kangen sama Ayah.
Chandra kamu bisa sembuh. Semangat yuk!
Hari Ulang Tahun adalah Hari Terburuk
Hari ini 17 September, iya hari lahir gue. 25 tahun lalu tepatnya di hari Jumat dan bener kalo zodiak gue virgo. Katanya sih, pribadi anak-anak virgo pasti ceria dan supel padahal gue ga ngerasa gitu. Gue selalu punya sisi menutup diri lebih kuat dari pada orang lain, jadi menurut gue extrovert bukan gue banget. Karena harus ada gejolak batin dulu setiap gue menyapa orang lain atau kenalan sama temen baru bahkan hal itu terjadi di keluarga besar gue pertemuan keluarga tidak pernah jadi hal menarik yang mana selalu membuat gue jadi orang bisu untuk waktu lama.
Biasanya kebanyakan orang mungkin bahagia sama hari lahirnya. Entah itu dapet hadiah-lah, spesial surprised lah, atau kejadian baik lainnya tapi enggak begitu halnya dengan gue. Tepat hari ini, setelah maupun sebelumnya gue pasti ngalamin hal yang buruk.
Belajar dari penerapan nilai kedua orang tua gue yang mana mengasaskan pendidikan agama bahwa lebih baik untuk tidak merayakan ulang tahun karena dinilai konon mengikuti ajaran agama lain. Mungkin di sinilah keluarga gue yang tidak pernah saling berucap selamat ketika ulang tahun atau memintakan hadiah pada hari itu karena kebiasaan sedari gue kecil. Ayah mendidik gue lumayan keras dengan prinsipnya sehingga melahirkan karakter yang ada pada diri gue sekarang.
Nyatanya gue pribadi dulu sering ga paham kenapa orang-orang harus saling ingat tanggal lahir mereka terlebih pada yang disayangi atau yang berarti buat mereka dan seakan-akan lupa adalah dosa.
Dari buang-buang telor atau ngerjain si tersangka yang berulang tahun diiket di pohon atau tiang abis itu diguyur air. Masih bersyukur sekali kalau-kalau air yang dipakai hanya air pam bukan air capuran kecap dengan garam, cuka dan cola bahkan air bekas cuci piring.
Gue ga pernah mencoba untuk berbicara pada hari ini atau berusaha bersikap baik mungkin supaya ga ada yang inget hari ini sebagai hari lahir gue. Terkadang berhasil tapi sering juga tidak.
Pernah denger jawaban seorang temen ketika gue tanya kenapa mengingat hari lahir adalah keharusan mereka dan gue dapet jawaban bahwa mengingat hari lahirnya menandakan kamu berarti untuk teman atau sahabat dan siapa sih yang mau dilupain? Untungnya gue selalu diselamatkan oleh keberuntungan dan teknologi sosial media yang sering mengingatkan tanggal lahir mutual friends gue atau orang-orang yang lebih dulu.
Dalam benak gue kenapa berteman atau bersahabat harus selalu serumit ini untuk orang macam gue.
Keyakinan gue kenapa juga kita harus senang dengan memendeknya umur teman kita. Tapi gue berusaha melawan yakin gue itu dengan keyakinan lain bahwa mengucapkan berarti memberikan doa terbaik untuk mereka dan sebaliknya dan juga itu adalah hadiah terbaik bagi gue karena bukan hadiah membebani dengan timbal baliknya kelak.
Mungkin gua emang aneh tapi di umur ke-25 ini dengan keyakinan gue itu tapi pertemanan gua emang bener makin mengerucut jadi it's okay kalo berefek negatif ke diri gue pribadi. Toh kita ga bisa memaksakan atau terpaksa berteman baik dengan semua orang yang mungkin dia sebenernya benci berteman dengan kita, ya jadi gausah terlalu mempertahankan apa yang sulit untuk tetap tinggal simple-nya.
Hari terburuk selain berkurangnya usia adalah kejadian ditiap hari tersebut yang baru belakangan gua sadari. Ketika gue smp gua sakit dan mengidap bronchitis sampe hampir ga bisa UN waktu itu dan masuk RS bulan September tgl 18 sehari setelah ulang tahun gue. Kelas 1 intensive gue masuk club passus ngelukis yang jadi hobby gue, tapi karena satu dan lain hal yang ga bisa gue describe gue memutuskan hobby menggambar gue pada hari itu 14 September di wartel pondok. Kemudian tepat sebelum hari ulang tahun gue 16 September waktu kelas 6 keluarga gue hampir goyang, lalu ketika gue kuliah semester 5 gue patah hati sama seseorang di hari ulang tahun itu gue memutuskan buat pergi menghindar dari orang tsb walaupun ga gampang. Dan hari ini ketika di kantor gua mengalami hari buruk dari kehilangan kunci motor, terjebak diantara pertengkaran keluarga klien gue dan perasaan bersalah juga shock karenanya sampe rasa terintimidasi dari temen-temen deket atas cengcengan mereka yang biasa aja harusnya malah jadi meledak di hari ini. That's why birthday it's not special day for me.
Emang sekuat apapun w mencoba pasti aja sulit bgt ngebendung air di mata yg udh sekian lama w tahan utk ga keluar dan selalu hari ini yg paling buat w sedih

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Terkadang kita sesekali perlu memutar jalan lebih jauh untuk menikmati perjalanan dan waktu yang tak pernah bisa diulang kembali.
CC3819
Berpura-Pura Baik-Baik Saja Itu Melelahkan -Sohibul Menara-
Saya telah menyelesaikan keinginan saya menamatkan serial drama 5 Menara yang diangkat dari karya besar seorang Anwar Fuadi, teman seangkatannya almukarom Ustad Ujang Musa guru saya ketika di pondok dahulu dalam dua malam penuh yang tak lepas dari rentetan keseharian saat ini. Saya cukup ingat akan getaran pembuluh nadi saya saat itu ketika membaca novelnya. Cita-cita lama yang terngiang kembali.
Saya meledak dalam sunyi, yang bahkan tidak pernah saya sangka bisa sedemikian terisaknya. Apakah karena beberapa quotes di dalamnya, ataukah nilai-nilai yang terkandung di sana malah bahkan beberapa memori yang saya hubungkan dengan kisah pribadi. Entah.
Sejak episode tentang selepas Baso pergi hati saya ikut larut dalam kekecewaan yang Alif rasakan. Seakan-akan saya tahu benar bagaimana rasanya sahabat yang selalu membantumu berjuang tapi dirimu bahkan tak mampu memperjuangkannya tetap tinggal. Pada hakikatnya saya yakin Allah-lah yang Maha mengatur apa yang tidak bisa kamu atur dengan rencana terindahnya. Maha Suci Allah dengan segala nikmatnya.
Lebih dalam dari itu teriakan dari hati saya makin terpacu melihat sederet nama sekolah disetiap ending episode. Entah.
Mungkin teriakan sesal dan marah, atau bisa jadi kejujuran dari diri ini yang masih berjuang mengikhlaskan sesuatu. Sesuatu yang bisa jadi seseorang atau bisa jadi keadaan yang tak seindah potret sebuah kamera semu.
Saya pernah berharap ditampar. Guna membangunkan saya dari lamunan dan kesia-siaan yang saya hadapi. Sepertinya sebatas mimpi, karena tampaknya tak ada yang sepaham itu untuk melakukannya sampai pada akhirnya semua makin terjatuh. Jatuh terlalu dalam sampai lupa bagaimana caranya mendaki hingga di atas lagi dengan sebuah senyuman, makanya saya iri melihat perkelahian mereka yang selalu berakhir manis selain kenangan.
Saya memang sekurang ajar itu lebih dari Alif yang pada akhirnya dia bisa kembali kepelukan Amak-nya, tapi saya belum. Terlihat normal ternyata bobrok. Bagaimana pun saya berusaha belajar mengambil inti setiap episode hidup, pada akhirnya pesimis melahirkan kecewa demi kecewa perusak hati. Saya memang tidak sepiawai itu untuk berlapang dada ataupun berdamai dengan keadaan. Nyatanya yang saya lewati hanyalah sebuah ketidakjelasan belaka.
Kecewa lagi-lagi pada diri sendiri akan ketidakpuasan pada pilihan yang telah saya tetapkan hingga membandingkan menjadi lumrah halnya.
Saya sering menyebut nama Tuhan, namun prasangka ini membuat jarak dari-Nya. Memperbaiki memang tak semudah mendapatkan yang baru. Pada-Nyalah harusnya diri ini bersandar tapi entah bagaimana meluruskannya, padahal jiwapun saya bingung di mana berada. Ada yang salah sepertinya, tapi jawaban belum jua dapat saya raih guna pemuas pada lara jalan yang saya tempuh. Ambruk memang dan amat berantakan. Rasa ingin lompat tapi sadar, itulah hal yang paling salah. Kadang mentertawakan ketidakdewasaan sendiri adalah pelipur. Dengan tidak menjadi diri sendiri dan berpura-pura tak ada masalah saat ini lebih aman bagi saya dari cemooh maupun kata pemanis dari kerabatmu. Seperti halnya Baso, kamu ga mungkin menyeret sahabat sendiri pada kesulitan tersulitmu. Berusaha tak ada apapun memang kunci. Untuk bisa lebih tegar juga mendewasakan sikap.
Alif sudah hampir di puncak tapi kamu masih berenang menemukan tepian, sulit tapi bukan hal mustahil. Kadang hal yang membuatmu banyak belajar datang dari sesuatu yang tidak kamu sangka sebelumnya. Syukron Akhi Ajil, antum mengingatkan saya lewat sosial mediamu dalam karya seni ini. Man Jadda Wa Jadda. Semoga.
Melatih Bercukup
Tiap tanggal 1 awal bulan biasa jadi rutinitas saya tuk mengatur pos-pos alokasi keuangan keluarga.
Prinsip keuangan kami sederhana, tiap pendapatan bulanan dibagi 4 : pengeluaran harian 25%; investasi dan tabungan 25%; infaq zakat hadiah 25%; dan pos campuran (cicilan, pendidikan anak, upgrade rumah) 25%.
Selebihnya jika ada pendapatan tambahan sekecil apapun itu, langsung dibagi dengan 1/3 kebutuhan harian/bulanan, 1/3 ziswaf, dan 1/3 investasi.
Alhamdulillah pola ini sudah konsisten diterapkan sejak 3-4 tahun lampau. Dan bekerja mengendalikan dan melatih kami belajar “mencukupkan diri”.
Porsi pengeluaran harian yang besarnya 25% itu bukan hanya belanja harian aja. Ia terdiri dari pos seabreg : belanja harian, peralatan&perlengkapan rumah tangga, jajan ayah, jajan bunda, jajan azima, transportasi, kesehatan, liburan, dan pendidikan (beli buku/ikut course).
Mekanisme ini memaksa saya harus pandai mengatur pengeluaran. Terutama pos jajan saya personal. Maklum pos ini biasanya yang kita sering khilaf kalau punya uang lebih. Beli hape, beli baju, barang-barang hobi, dll.
Contoh tahun 2018 saya beli banyak peralatan olah raga dan susu protein. Akhirnya terealisasi karena saya irit-irit pemakaian pos pribadi saya bulan-bulan sebelumnya. Sepertinya gak akan bisa beli kalau pos bernama jajan ayah ini ga dihemat dan ditabung.
Menjadi masalah kalau jatah pos tersebut sudah minus. Tanda peringatan bagi kami. Kalau tetap dipaksakan, minus akan semakin luber-luber. Minus juga akan terbawa berkelanjutan ke bulan-bulan selanjutnya. Tidak diputihkan sebelum memang bisa normal sendiri.
Akhirnya disitu kami belajar tuk mencukupkan diri. Cukup itu menurut saya bukan tindakan pasif, tapi ia aktif. Ia harus dilatih dan dibentuk. Selagi kita masih mampu mengendalikan diri terutama.
Mengendalikan diri bisa bercukup dalam materi selalu menantang. Di kala lapang maupun sempit. Mencukupkan diri kala sempit tantangannya bersabar, mencukupkan diri kala lapang tantangannya nafsu.
InsyaAllah kita selalu percaya rezeki dari Allah cukup. Nikmat Allah cukup, bahkan berlimpah. Yang buat suka ga cukup itu menggantungkan kepuasan pada nafsu kita.
Betapa indah doa dalam hadits ini : Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563)
Mengingatkan kembali pada kita tuk bergantung pada Allah semata, bukan yang lain. Apalagi jika hanya kepuasan pada pemenuhan nafsu.
Memohon kepada Allah tuk mampukan kita bercukup hanya dari yang halal. Hal yang sulit di tengah beragam sumber syubhat dan yang dilarang Allah berseliweran.
Melatih diri tuk bercukup dengan membatasi diri bukan berarti pelit dan menyusahkan diri. Tapi kita melatih nafsu tuk tidak selalu jadi panglima pengambil keputusan.
Dengan mencukupkan diri, kita bisa lapangkan yang dititipkan Allah tuk membantu melapangkan urusan orang lain. Tuk mempersiapkan masa depan seperti yang Allah perintahkan. Dan tuk lebih banyak beramal di jalan yang Allah muliakan.
Semoga kita semua dimudahkan Allah tuk mencukupkan diri dengan yang halal dan berkah. Juga dengan melatih kedisiplinan dan pengendalian diri kita atas nafsu kita sendiri.
Truly a place of return. (at The Holy Mosque - Makkah الحرم المكي الشريف) https://www.instagram.com/chacaaa17/p/BvpU-1pBRMR/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=10oqekg0bcogj
Kadang kita harus tahu sampai manakah kita mampu memperjuangkan sesuatu, sampai mana kita harus berani menerima mana yang harus kita perjuangkan mana yang harus dilepaskan dan diikhlaskan, menyerah bukan berarti putus asa tapi bisa jadi memulai sesuatu yang baru, seperti pergantian hari di mana matahari akan bersinar menggantikan malam.
- Matahari 1/2 Lingkar -

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
HI, Tumblr.
Me : Hi love, feels so long no login here :')
Tumblr : Just staying here with me :)
Me : Ofcourse, because my fingers can't wait to incised a great story
Happy Father's Day
saat hidup mulai terasa amat monoton bak jalan lurus yang kering, Tuhanku selalu punya cara mengejutkan tentang qada maupun qadarku. Tentang jalan yang kutempuh maupun sudah kulewati, aku beruntung menjadi manusia dengan mengenal Tuhanku sejak kecil. Aku mungkin dulu tak mengerti tentang keyakinan ini, namun beranjak dewasa tak pernah sedikitpun aku meragukanMu meski ingin rasanya mencoba berpaling namun sekali lagi nuraniku tak mengizinkanku pergi mengkhianati Tuhan yang sudah sebegitu Agung, Pengasih, Penyayang, dan Maha baik lainnya..
Tuhan, kali ini kau coba aku dengan ujian kesehatan ayahku,, aku merasa akan baik-baik saja bahkan awalnya kukira hati ini telah mati untuknya setelah seperkian kali percekcokan kami tempo hari.. namun mengingatnya hatiku hancur mendengar kabar waktu itu dan kecewaku musnah seketika.. apakah masih ada waktu untukku dan untuknya memperbaiki ini?
aku menyesal ya Rabb..
sesalku sepertinya tak mengubah apapun..
tetap saja aku anaknya yang durhaka..
mataku gelap oleh rasa kecewa dan pembenaran-pembenaran dalam kepalaku yang telah kubangun tentangnya belakangan tahun terakhir kami..
ayah tau ga? mungkin aku putri ayah yang kurang ajar yang ga pernah bisa membanggakan di mata ayah.. tapi like a princess story, her dad is always being her first love. kekecewaan yang timbul akibat terlalu dalam cinta aku buat ayah dan tingginya ekspektasi yang kubangun udah ngancurin tembok kasih sayang yang harusnya bisa lebih aku ekspresikan. Sekarang, feels too late untuk bisa bersikap baik. Cepet pulih yah, kakak sayang Ayah selalu.
Cita-cita
Dulu, sewaktu kecil. Cita-citaku lebih mudah kugambarkan dalam bentuk pekerjaan. Karena seperti itulah yang diajarkan di sekolah-sekolah. Seperti menjadi guru, pilot, dokter, polisi, dan aneka profesi yang umum dikenal. Dua puluh dua tahun sudah sejak sekolah dasar, kini aku menjalani profesi yang tidak umum, sulit dimengerti oleh para tetangga di desa.
Tumbuh dirantau membuatku paham kalau cita-cita itu bukanlah profesi. Cita-cita itu lebih besar, lebih dalam, lebih dari sekedar profesi. Profesi hanyalah alat untuk mencapai cita-cita tersebut. Jadi, apapun bentuk profesinya asalkan itu bisa menjadi alat dan mengantarkan ke cita-cita, kenapa tidak?
Kini aku paham kalau aku menjelaskan cita-citaku kepada orang lain. Tidak semua orang akan mengerti dan paham dengan cita-cita yang ku maksud. Mungkin perlu untuk duduk berdiskusi lebih lama dan mendalam.
Tapi, untuk apa menjelaskan kepada orang lain? Untuk apa sibuk menjelaskan kepada semua orang? Lebih baik, sibukkan diri dalam perjalanan menuju cita-cita. Pasti akan ada yang bertanya-tanya, merendahkan, bahkan meragukan. Yang terpenting bukan mereka, melainkan diri kita sendiri. Kita paham tujuan kita, kita yakin dengan tujuan kita, dan kita menghargai cita-cita tersebut dengan baik. Yogyakarta, 1 Agustus 2018 | ©kurniawangunadi
This is the right way to understand
Mengenal diri sendiri sangat penting. Yap, hal itu jauh lebih penting diatas segalanya. Kenapa? Soalnya kita bisa berkembang jika kita tau mana batas minimum dan maximum diri kita. Tanpa itu semua kita gaakan bisa berkembang, yakin dari beberapa artikel yang saya baca, buku pengembangan diri yang saya beli dan seminar yang pernah saya ikuti meskipun jumlahnya tidak sebanyak professional ataupun dosen yang mengoleksi ratusan buku dan ribuan bacaan, 4:5 mengatakan mengenal diri sendiri adalah suatu keharusan yang penting. Setidaknya jika membicarakan orang lain kamu harus paham bahwa dirimu pun jauh dari kata sempurna. Self reminding aja karena saya pun masih suka terbawa emosi maupun lingkungan yang sering kali menggiring kesana maka dari itu tulisan ini saya buat untuk diri sendiri agar selalu mengingatnya. Hari ini saya berfikir tentang banyak hal dan tentu saja mengalami beberapa kejadian. Anggaplah saya sensitive atau milenial katakan ini baper, yak! saya mengalaminya dengan diri saya dan Tuhan saya. karena Tuhan terlalu baik memberi nikmat sebanyak ini untuk hambaNya yang begitu penuh dengan dosa, bahkan merasakan seburuk-buruknya perasaan adalah karunia Tuhan bukan? “Maka nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan?”. Janganlah kamu merasa sombong dan angkuh karena sesuatu. Setinggi-tingginya gedung ini ada monas dan setinggi-tingginya monas masih ada langit, setinggi-tingginya pejabat masih ada presiden dan setinggi-tinggi presiden masih ada ketua partai karena diatas langit masih ada langit kecuali Tuhan, gaada Tuhan diatas Tuhan. Jadi, jangan pernah sombong kecuali kamu mengaku Tuhan. Hal lain yang saya sadari sungguh jauh diakhir perbuatan adalah terkadang saya pun ga sadar dalam menilai sesuatu bahwasannya hal tersebut termasuk judging something yang sering kali berkonotasi negative, padahal saya sendiri ga suka asal dijudge seseorang maka dari itu saya ga boleh cepat dalam menilai sesuatu. Sesungguhnya asumsi adalah seburuk-buruknya tindakan jadi jauhilah. Berbicara tentang hal yang kamu tidak sukai bisa jadi hal tersebut adalah bagian darimu, bukankah begitu? ungkapan Ali bin Abi Thalib yang berbunyi kurang lebih seperti ini “never explain yourself to everyone, because your friends wouldn’t need it and your enemies wouldn’t believe it”, so kurang-kurangin bercerita ke orang lain tentang apa yang menjadi masalahmu dan keluh kesahmu kecuali kamu benar-benar yakin dia bisa menyelesaikannya. Walaupun sebenarnya sebaik-baiknya hal itu lebih baik berkeluh kesah dan bercerita serta mengadu pada Tuhanmu saja karena hanya Dialah yang bisa membantumu sepenuhnya tanpa kamu tahu caranya ketimbang manusia yang berpotensi membuatmu kecewa. Pernahkah kamu mengalaminya? Percayalah bahwa keluargamu pun gaakan disampingmu sampai liang kubur. In the name of Allah, I’m so grateful to be a moslem. This religion is the most make sense in me and my mind too. I’m ever think about leave this one and enter to others for test my self that I’ve choose the great choices not only born from my family, but I’m not. It’s about feeling and make sense in you.
TENTANG CITA
Pernah ga kamu gonta ganti mimpi mau jadi apa ketika besar nanti? Dari TK, SD, SMP trus SMA smpe masuk Perguruan Tinggi nerusin ke jalan mana? Dikit dikit ganti, dikit dikit ganti. W yg plin plan atau smua orang pernah ngerasain perubahan cita cita setiap naik jenjang ya? Wktu w TK ditanya sama guru cita-citanya mau jadi apa? Standard jawaban anak-anak kala kecil mau jadi dokter soalnya mamah pengen anaknya jdi dokter trus pas masuk SD ada kegiatan Dokter Kecil tiap rabu, dirasa seru w ikut2an masuk pas waktu diterangin dokter ada macem2 spesialisasi, milihlah jadi dokter hewan sampe nemuin anjing kecil di got yg agak lembab lg sakit gaada ibunya w pegang2 trus ketika cerita dgn bangganya berasa super hero sama nyokap ternyata diomelin karena selain nyokap pengennya w jadi dokter bedah pdhal w paling lemes liat darah dlm jumlah banyak adalah kepercayaan keluarga klo ga boleh pegang anjing karena itu najis dan karena w gamau disiram pake air got jijik w ngeles gajadi dipegang sama nyokap pdhal udah w elus elus anjingnya tanpa w kasih obat (ya Rabb maapin hamba 😭) sbg dokter cilik w merasa gagal. Dirasa gbsa lanjutin trus w ganti cita-cita pengen jadi polisi hutan karena ga kesampean ketemu hewan hewan lucu dan langka diceritain lagi klo jdi PolHut nnti digigit macan sama om, gara-gara takut mati muda w ganti lagi pengen jadi arsitek ngeliat bokap suka gambar desain rumah tata bangunan & apartemen di blueprint w tertarik bgt karena emang suka gambar dr jaman sd (modal demen nnton dakocan tiap minggu pagi di indosiar) eh gegara ga begitu suka matematika akibat dpet gurunya gaenak w ganti lagi pengen jadi penulis pas kelas 1 SMP, semangat jadi suka baca novel nonton film adaptasi novel gtu sampe nyoba buat novel ama temen yg ga kelar-kelar ngatung aja trus smpe masuk Ponpes daerah Bogor. Disana w ga betah gitu, w cari aja area enjoy buat diri sendiri drpda mewek mulu nangis pengen pulang kangen orgtua, terjunlah w di club IT dimana taun pertama itu terbentuk dgn segala macem proses seleksi yg ada, finally masuk diwaktu bersamaan jg ikut seleksi masuk club Buletin Al-Ma'had dgn bikin berita ala kadarnya w yg memadupadankan unsur berita dan banyolan di kelas waktu itu w jga ikut kesaring masuk dgn belasan orang ddlemnya (skrg udh jadi majalah pondok 😂) dgn segala macam cerita seru, tawa smpe tangis ada disana w netapin hati buat lanjutin karier jadi jurnalis dgn mimpi bisa menghasilkan bnyak berita yg manfaat buat orang bnyak. Ternyata angan dan mimpi itu gbsa padu jadi realita kalo gaada tetesan keringat dr kekuatan langkah ke jalan yg tepat.. Entah ini nyasar, atau belok ke arah yg salah, atau malah ini jalan yg terbaik Tuhan kasih buat w entahlah, rasa nyaman emang kadang suka membelenggu. Mereka menarik tapi bisa menjerumuskan. Ya terkadang, atau w yg khilaf lupa sama tujuan lagi-lagi emang diri sendirilah tombaknya. Foto silam ini cukup membuka mata saya, bahwa mimpi itu memang harus dikejar bukan dilewatin dgn pesimis, terlepas dari keberadaan pada zona tertentu saya berupaya membentuk girah lagi pada apa yg sebenarnya di hati dan nadi inginkan. Ketika keraguan muncul pasti akan selalu ada pilihan. Bismillah, Agustus 2018
-28 Mei 2018-

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Semakin jauh dibuang, semakin dekat ia melekat
Sth yg baru disadari siang tadi 4/5/18
“Mungkin yang paling menyakitkan adalah ketika kau terbangun di pagi hari, dan kau teringat tentang sesuatu yang sangat ingin kau lupakan di malam hari sebelumnya.”
— (via mbeeer)