Selamat jalan, kekasih?
Pagi itu, 14 Agustus 2018. Saya buka timehop, aplikasi untuk melihat kenangan di masa lampau. Ada foto sewaktu saya di Bali, 2 tahun yang lalu bertempat di Uluwatu yang kamu bilang "oh Uluwatu, banyak batu" 😌
Ada pesan whatsapp dari ibu mami "Bren, kalo diundang 'kamu' datang ga?" aku sudah ga kaget denger itu, aku cuma bergumam "the day is come" hari yang pernah sangat aku takuti untuk tiba. Hari dimana kamu akan menikahi perempuan lain yang bukan saya. Saya membalas dengan "dateng atuh mi kalo diundang" for God sake, saya baik-baik saja kala itu, tidak ada basa-basi yang hanya untuk meyakinkan ibu mami bahwa saya bersedia datang. Saya memang akan bersedia untuk datang jika kamu mengundang saya. Saya baik-baik saja. Tiba-tiba komputer saya melantunkan lagu:
"Selamat jalan kekasih, kaulah cinta dalam hidupku.. Aku kehilanganmu, untuk selama-lamanya"
Konspirasi alam semesta.
Lalu saya juga sampaikan ke ibu mami bahwa saya akan pergi keluar kota, yang mana ternyata hari itu adalah hari kamu menikahi perempuan itu, perempuan pilihan (ibu & kakak)mu. Konspirasi macam apalagi ini? Batin saya
Kemudian saya ingat pernikahanmu ditunda satu hari dari hari yang telah ditentukan sebelumnya. Seharusnya kamu menikah 18818 bukan di tanggal keberangkatan saya keluar kota. Ada apa ini, Tuhan? Jangan biarkan saya berpikir bahwa semesta sedang bersenda gurau dengan takdir saya:')
Saya ikut senang kamu sudah menemukan perempuan untuk menemani hidup kamu kelak, sampai tua, sampai jadi debu. Saya hanya bisa mendoakan dari kejauhan semoga semua rencana kamu dan pernikahan kamu kelak akan berjalan dengan semestinya. Selamat berbahagia, Muhamad Alfian Wibowo. Tak perlu risaukan saya, saya baik-baik saja. InsyaAllah saya ikhlas, lillahita'ala. Saya sadar kita tak akan pernah satu, kamu tidak bisa menerima kekurangan saya dan saya tidak bisa terima itu. Tapi tenang, saya sudah memaafkan diri saya sendiri yang tidak bisa menerima itu. Saya harus berdamai bahwa memang bukan kamu orangnya. Dan memang bukan saya juga orangnya.














