3 maret 2025, Senin. Puasa ke 3 Ramadhan
Pagi tadi, setelah sahur debit air PAM di komplek mengecil sampai kemudian mati, lalu di grup ibu2 rame bertanya perihal PAM ini. Sejak pagi, siang, hingga sore ini tak ada berita kapan PAM akan kembali normal. Dan katanya katanya, akibat hujan besar (banjir) di Bogor semalam
Ini membuat ku tak nyaman, gusar. Karena ketidakpastian ini bikin overthink, mikir kemana mana. Sampe udah mikirin, apa ngungsi ke hotel ya, deket rumah Alhamdulillah banyak hotel dengan budget friendly. Tapi masalahnya, kondisi badan lagi gak karuan. Asma kumat, batuk2. Jadi otak bekerja keras, semacam ada dalam mode siaga sejak habis sahur tadi.
Yang kemudian jadi bikin tenang, adalah rasa bersyukur.
Ditengah rungsing hati dan pikiran, anak2 ingin dibelikan kue.. lalu, meluncur lah ke hp, pesan aplikasi. Cari2, anak2 pilih kue kesukaan. Aku yang tadinya mau "hemat", karena pengeluaran bulan ini sampe lebaran kok kayaknya amazing, Jadi mikir lagi, beli aja lah. Buat meredam emosi hahaha aslinya ini impulsif ya, dalam kondisi lapar, rungsing dll..
Akhirnya, tetap beli lah itu kue, untuk Ibu 1 dan anak anak masing masing 1.
Setelah kue sampai, tetiba hati menjadi hangat. Bersyukur, karena walaupun harus sabar dalam ujian PAM di ramadhan kali ini, tapi Allah tetap memberikan kelapangan Rezeki.
Allah yang kasih ujian, Allah pula yang kasih kebahagiaan.
Semua mudah bagi Allah. MasyaAllah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Terimakasih banyak yaa Ya Allah..
Haadza min Fadli Robbi :))
-Rumah, 17.47wib menjelang adzan maghrib-