Masih teringat. Hari itu kamu mengirimiku dm via instagram, meminta nomor whatsapp-ku. Aku memberikannya dengan cuma-cuma, karena kita memang sudah berkenal sejak awal kuliah. Kamu menghubungiku, mengirimkan pesan singkat berisi perhatian kecil untuk menarik perhatianku. Dan itu berhasil.
Pertama kalinya kita bertemu, terasa canggung. Kamu bilang aku berbeda dengan yang difoto, ya aku se-fotogenik itu. Aku hanya tersenyum, kamu juga. Kita berdua menonton film di bioskop. Kamu dengan beraninya menggenggam tanganku, dan aku dengan kebingunganku hanya mendiamkan.
Tidak butuh waktu lama, kita memutuskan untuk berkomitmen. Kamu berbekal jus datang ke kossanku, dan menyatakan perasaanmu. Aku yang bingung hanya mengiyakan.
Dengan berjalannya waktu, aku semakin memahamimu. Kamu yang pekerja keras, kamu yang gigih, dan kamu yang tidak pantang menyerah. Aku kagum kamu membiayai kuliahmu dengan hasil keringatmu sendiri, dan itu membuatku sedikit iri.
Aku mencoba mengerti ketika kamu tidak mengabariku karna kesibukanmu dengan bekerja. Aku selalu mengerti ketika kamu bilang, kamu tidak bisa memanjakanku karna keterbatasan waktu serta materi. Aku selalu mengerti, karna aku pikir berjuang bersama mungkin akan terlihat lebih hebat. Aku akan menjadi pendorongmu ketika kamu mundur, dan aku akan menjadi penolongmu ketika kamu jatuh.
Hingga beberapa waktu lalu, aku mulai menyadari. Ternyata banyak perbedaan yang tidak kita sadari. Kamu yang selalu bercanda disaat aku serius, dan kamu serius ketika aku bercanda. Akhirnya kita bertengkar, walau hanya bebera saat. Tidak dalam waktu yang lama.
Aku percaya padamu, mencoba untuk sepenuhnya. Berpikir kamu beda dengan lelaki lain, walau akhirnya kamu berhasil mematahkan kepercayaanku.
Lucu ya... Ketika orang-orang nonton live music, aku nonton kamu jalan dengan wanita lain. Aku sakit hati? Tentu. Aku kecewa? Pasti. Walau kamu mencoba menjelaskan, apa yang tadi terlihat salah, akan terus terlihat salah.
Kamu bilang, kamu sudah menganggapnya sebagi adikmu, tapi aku merasa wanita itu berharap lebih. Kamu tahu, aku tidak menyukai wanita itu, tapi mengapa kamu malah pergi berdua dengan dia. Ini aku yang tidak mau memgerti, atau kamu yang memang ingin dimengerti?
Kalau sudah seperti ini, aku harus tetap memelukmu atau melepaskanmu?
-Tasikmalaya, 1 Desember 2018.