Sebuah Surat
Mungkin saat kamu membawa tumpukan buku, surat itu terselip sehingga tergelincir bebas. Suratmu untukku kutemukan tepat di depan meja kerjaku. “Hi, kabarku baik-baik saja.”
Begitu pun kiranya aku yakin sekali dengan kabarmu. Kau pasti akan menjawab kabarmu luar biasa baik, walau kenyataannya belum tentu seperti itu.... Sebetulnya ingin sekali ku balas suratmu. Bahwa Aku rindu... Rindu menjadi rumah, di tiap bahagia, lelah, gundah, amarah, serta rasa nyamanmu untuk tetap setia kembali pulang. Namun, Kita terdiri atas gengsi-gengsi yg didongakkan terlalu tinggi. Kemudian diakhiri sesal, yang baru kita sadari saat ini. - Camil - Pondok Gede, 6 May 2014.
11:04pm
*ketemu tulisan-tulisan lama, terus gatel pengin posting. Biar tumblr-nya gak ada sarang laba-labanya*















