The Art of Pretending
Pada akhirnya, kita akan berpura-pura.
Kamu berpura-pura tidak mengenalku dan aku akan berpura-pura kalau kita tidak pernah saling jatuh cinta.
Semua hal tentangku akan kau lupakan seakan-akan kau tidak pernah tahu itu, seperti novel favoritku, ataupun tanggal lahirku.
Aku juga akan melakukan hal yang sama, berpura-pura tidak pernah tahu tentang keinginan terbesar dalam hidupmu ataupun rasa tidak sukamu terhadap kuning telur.
Kamu akan berpura-pura kalau apa yang dulu kita punya hanyalah ilusi.
Sedangkan aku akan berpura-pura kalau aku tidak merindukan ekspresi bodohmu itu.
Jika nanti kita berpapasan di jalan, aku akan berpura-pura sedang melihat ke arah lain dan kamu akan berpura-pura sedang sibuk dengan ponselmu.
Saat temanmu menanyakan kabarku, kamu akan berpura-pura kalau kamu tidak mendengar pertanyaan itu. Kamu akan berbohong kepada dirimu sendiri dengan meyakinkan hatimu bahwa aku bukanlah yang selama ini kamu cari.
Dan tentu saja, aku akan berpura-pura bahwa aku lebih baik tanpa adanya dirimu di hari-hariku, meskipun sebenarnya aku akan melakukan apa saja agar bisa mendapat tambahan satu hari berada di pelukanmu.
Seperti itulah kita akan berpura-pura,
berpura-pura sudah baik-baik saja, berpura-pura sudah move on.
Dua hati yang sebenarnya (masih) saling mencintai,
malah berpura-pura,
seakan kita tidak ditakdirkan untuk bersama.
A.W.
Jakarta, 14 Juni 2018.














