Kita bertemu lagi dalam mimpi.
Sebelum mimpi itu berakhir (seakan aku tau akan berakhir), aku pergi berlari mencarimu untuk memeluk dan mengatakan "sudah lama sekali kita tidak bertemu, pertemuan terakhir kita terasa sangatlah menyedihkan bagiku."
Kuharap itu memang dirimu masuk ke dalamku. Merindukanku. Aku pun juga begitu.
Perlu kamu tau. Perasaan ini masih sama. Akan selalu sama. Dirimu mungkin tidak pernah kusebutkan namanya, namun kamu rapi tersimpan dalam satu ruang di hati. Yang jikalau suatu saat kurindukan aku mampir kesana.
Kamu tidak perlu membalasnya, karena perpisahan kita adalah kehendak aku juga. Biarkan ini menjadi deritaku selamanya atas ketakutan dan jalan hidup yang kupilih.
Hanya satu hal yang kuharapkan, semoga kamu baik-baik saja.












