SUPERHEROES DECODED Highlights (Review Part 2) Di bagian ini aku udah catet beberapa poin yang jadi highlight dari dokumenter ini. Sejujurnya, selama nonton aku spontan ambil note dan catet poin-poin penting haha (what a nerd!) Berikut beberapa poin wawasan yang aku dapat dari dokumenter ini: -Inspirasi penciptaan tokoh Man of Steel alias Superman berawal dari sebuah mimpi (Lupa entah Joe atau Jerry yang mengalami) adanya alien yang datang ke bumi menyelamatkan dunia dari kekacauan. Ada juga isu imigran di dalamnya. Sama seperti kisah hidup kreatornya, Joe Shuster dan Jerry Siegel. Ayah Joe merupakan imigran dari Rotterdan, dan ibunya berasal dari Ukraina. Sedangkan keluarga Jerry merupakan imigran dari negara pecahan Rusia yang sekarang kita kenal dengan Lithuania. Superman dianalogikan sebagai imigran (datang dari planet lain-Krypton) untuk menjalani kehidupan di tempat lain (Bumi) pada masa “The Great Depression” (peristiwa menurunnya tingkat ekonomi secara dramatis) tahun 1930-an di Eropa dan Amerika Serikat. Joe Shuster berperan sebagai pembuat ilutrasi gambarnya, sedangkan Jerry Siegel sebagai penulisnya. Keduanya berusaha mendatangi penerbit National Allied Publications yang merupakan cikal bakal dari Detective Comics alias DC. Komik mereka terbit pertama kali sebagai cover untuk majalah komik nasional Action Comics No. 1 pada Juni 1938. -Wonder Woman diciptakan oleh William Moulton Marston, seorang psikolog dan penulis buku self-development. Dua wanita spesial dalam hidupnya, yaitu istrinya Elizabeth Holloway Marston dan ‘the other woman’ Olive Byrne sebagai inspirasi terbesarnya. Wonder Woman (Diana Prince) adalah Demigod pahlawan super wanita pertama dalam dunia komik. Karakter ini dibuat berdasarkan beberapa dewa dari Mitologi Yunani. Dirinya dideskripsikan secantik Aphrodite, sebijak Athena, sekuat Hercules serta secepat dan segesit Hermes. Tokoh ini diciptakan untuk membangkitkan citra perempuan di publik dan kebangkitan gerakan feminisme awal, di mana patriarki lebih dominan di masa itu. Wonder Woman diciptakan selama perang dunia II. Kita diajak mengenal Wonder Woman lebih dalam dan bahkan ada juga cerita bagaimana Gloria Steinem, seorang jurnalis dan aktifis feminis membawa Diana Prince kembali dari versi yang lemah, fashionista menjadi karakter yang kuat lagi. Dan tahun 2017 ini Patty Jenkins memilih Gal Gadot memerankan karakter superhero pertama wanita ikonik ini ke layar lebar. Aku udah nonton dan WOW filmnya luar biasa! Aku bahkan menangis saat menyaksikan keindahan sinematografi Paradise Island alias Themyscira dengan kecantikan dan kehebatan dewi-dewi Amazon-nya, akting Gal dan Nielsen (Hippolyta) di opening scene dan final battle di ending scene.. Film superhero yang menggerakkan hati untuk at least membuat aku mikir lebih dalam tentang inner strength dan menyadarkan bahwa wanita itu perlu menjadi pribadi yang tangguh serta membela kebenaran.. -Selain diciptakan untuk hiburan, komik superheroes juga diciptakan sebagai alat propaganda. Terbukti saat Captain America diciptakan oleh Joe Simon dan Jack Kirby pada Maret 1941 (sebelum peristiwa penyerangan Pearl Harbour AS oleh Jepang), setahun kemudian banyak warga negara khususnya pemuda AS dengan sukarela mendaftarkan diri di angkatan bersenjata hingga mencapai lebih dari 3 juta prajurit baik di marinir, pilot, maupun militer. Captain America diceritakan pada latar waktu perang dunia II ketika terjadi invasi militer NAZI Jerman. AS bergabung dengan sekutu untuk memerangi gerakan fasis tersebut. Muncullah karakter Steve Roger, seorang pemuda berjiwa patriotis namun memiliki keterbatasan fisik. Atas keberanian, ketulusan, dan patriotismenya yang tinggi, dia berhasil terpilih sebagai penerima serum super soldier. Sebuah serum yang diujicobakan agar membuat pasukan tentara berkekuatan super. Berkat serum tersebut Steve Rogers menjadi tentara dengan kemampuan manusia super, yang hebat dalam taktik perang dan kapten lapangan yang handal. Maka dari itu dirinya disebut Captain America. Ga heran kenapa banyak sekali dampak yang terjadi saat peluncuran komik ini terhadap dunia militer Amerika. Propaganda yang berhasil pada saat itu. -Paska Perang di Amerika Serikat, komik sempat dilarang beredar karena menurut beberapa kelompok masyarakat, terdapat konten yang tidak pantas disebarkan pada masyarakat umum khususnya anak-anak dan remaja, di mana di komik tersebut menggambarkan kekerasan dan (menurut beberapa orang) homoseksualitas. Pada tahun 1954, seorang psikiater bernama Fredric Wertham mempublikasikan buku berjudul ‘Seduction of the Innocent’ yang memperingati masyarakat bahwa buku komik adalah bentuk negatif dari literatur populer dan penyebab serius kenakalan remaja. Sejak terbitnya buku itu, mulai banyak kampanye untuk menyensor gambar dan lebih berhati-hati dalam membuat cerita di komik. Bahkan menurut Wertham, kekuatan dan kemandirian Wonder Woman dianggap sebagai ciri lesbianisme. Selain itu fakta bahwa Wonder Woman berasal dari Themyscira di mana di tempat tersebut penduduknya hanya para wanita yang lebih menguatkan kesan lesbi. Memang pada saat itu kondisi masyarakat Amerika sedang mengalami homofobia. Oleh karena itu, dibuatlah Comics Code, yaitu aturan dan kode etik untuk industri komik. Ga boleh ada darah, ga boleh ada sidekick sesama jenis (cerita hubungan dekat Batman & Robin sempet dikecam juga). Sampai-sampai Marvel dan DC menciptakan sidekick superheroes baru untuk pahlawan unggulannya, seperti Batgirl untuk Batman. Bahkan DC mengeluarkan edisi komik di mana Wonder Woman (Diana Prince) mempertanyakan cintanya dan sempat terpikir untuk menikah dengan Steve Trevor (awal melemahnya karakter Wonder Woman sebelum di-redesign oleh Gloria Steinem). -Rezim John F. Kenedy disebut sebagai pemerintahan “new frontier” (perbatasan baru) atau menurut Neil DeGrasse Tyson: Achieve the unchieveable (mencapai yang tidak mungkin dicapai). Kenapa disebut begitu? Karena pada masa itu, banyak sekali perkembangan sains dan teknologi modern yang dipicu Perang Dingin, yaitu ketika kondisi dunia mengalami kecenderungan bipolar atau dua kutub antara hegemoni Amerika Serikat dan Rusia. AS mencoba mengalahkan rivalnya dengan melakukan terobosan baru ilmu pengetahuan dan teknologi salah satunya adalah peristiwa hebat sepanjang sejarah yaitu eksplorasi ke bulan oleh Neil Amstrong dan krunya dalam misi Apollo 11 pada tahun 1968 (walaupun banyak kontroversi ketidakpercayaan masyarakat dunia terhadap peristiwa ini, makanya disebut ‘achieve the unchieveable’). Dunia komik pun mendapat inspirasi dengan mengembangkan cerita tentang canggihnya teknologi seperti yang diceritakan dalam komik Fantastic Four (eksplorasi ke bulan juga). -Tahun 60-an dianggap sebagai periode di mana banyak sekali pemberontakan dan kenakalan remaja di AS. Pemuda di saat itu disebut Generasi X sebagai generasi yang lesu, sinis, penyuka hedonisme, dan anti-kemapanan. Bahkan musik rock and roll dianggap bagian dari pemberontakan itu (Periode The Beatles sedang naik daun dan tour keliling Amerika). Maka Marvel melakukan revolusi di tahun 1962 melalui kreatifitas Stan Lee dan Steve Ditko dengan menciptakan tokoh pahlawan super menangkal pemberontakan dengan memilih seorang remaja anak SMA, yang dinamai Peter Parker (Spider-Man – asalnya mau dikasih nama Insect-Man – ga keren haha) biar lebih relatable dengan anak muda dan bisa dianggap sebagai panutan yang baik. Superhero ini sangat populer tidak hanya di Amerika tetapi sampai taraf internasional. Ada satu edisi dengan pesan moral bahwa: Hanya karena memiliki kekuatan besar, bukan berarti bisa menghentikan perang. Karena dengan kekuatan yang besar itu, terdapat tanggungjawab yang besar pula. (With greatpower comes a great responsibility – Uncle Ben). -Awal 1960-an mulai muncul adaptasi cerita superhero yang nonkonvensional atau modern. Contohnya adalah dengan munculnya film serial Batman pertama di televisi. Yang jadi pemeran Batman/Bruce Wayne waktu itu Adam West. Walaupun sukses secara finansial tapi respon masyarakat tidak seperti dugaan produsernya, karena banyak fans sangat kecewa. Film ini menurut masyarakat sangat konyol, seperti mencemooh dan bahkan dianggap komedi. Kesuksesan film ini pun terhenti karena adanya perang Vietnam dan kondisi masyarakat Amerika yang tidak terintegrasi karena perpecahan golongan. -Pada tahun 1947, Orrin Evans menerbitkan sebuah komik yang hanya satu edisi berjudul All-Negro Comics. Evans menyadari bahwa bukan hanya orang kulit putih saja yang ingin melihat cerminan dirinya sebagai superhero di buku komik. Untuk mengurangi diskriminasi dan rasisme kepada masyarakat kulit hitam, maka dibuatlah produk Marvel baru salah satunya Black Panther, pahlawan super berkulit hitam pertama yang memperjuangkan hak-hak sipil dalam gerakan politik kulit hitam di Amerika tahun 1960-an. ada pula tokoh Nick Fury yang pernah digambarkan berkulit putih di TV, namun di tahun 2002 dibuat penulisan ulang tokoh ini dalam buku komik seri The Ultimates. Ia menjadi berkulit hitam. Selain itu, ada juga Falcon sebagai sidekick Captain America. Penciptaan Falcon sebagai contoh bahwa orang kulit hitam dan kulit putih bisa bekerjasama. -Adanya skandal Watergate membuat kreator Captain America membuat cerita komik edisi khusus di mana Presiden merupakan villain dan bunuh diri. Captain America mengubah identitas menjadi Nomad yang tidak memiliki kewarganegraan. Ini adalah lambang kekecewaan dan kekacauan sipil AS pada saat itu. -Pada tahun 1970-an, saat masyarakat Amerika pecah, dibuat film layar lebar Superman pertama pada 1978 yang diproduksi oleh Richard Donner, sutradara yang sedang naik daun di Hollywood pada saat itu. Siapa pemerannya? Christopher Reeves, aktor muda yang punya pendekatan baik dengan karakter yang dimainkannya. Paul Newman, Josh Brolin, Arnold Swazh, Bruce Jenner asalnya kandidat pemain Superman. -Di rezim Ronald Reagan, Frank Miller, mengembangkan cerita Batman versi lebih serius dengan dasar inspirasi kondisi AS pada masa itu dengan banyak korupsi, kriminal, kekacauan, instabilitas dan perpecahan dengan judul The Dark Knight Return. Masa ini dianggap transisi dari citra Batman di mata masyarakat akan Batman versi Adam West yang dianggap konyol dengan Batman yang lebih jauh baik. Setiap cerita di dalam komik Batman versi Frank Miller mendapat respon positif dan bahkan dianggap sebagai storyboard hingga pada akhirnya studio Hollywood setuju untuk mengangkat kisah komik tersebut memproduksi filmnya dengan sutradara Tim Burton dengan Michael Keaton sebagai Batman/Bruce Wayne. Film ini sangat sukses sehingga tokoh pahlawan super itu semakin fenomenal dan menjadi pop kultur Amerika bahkan dunia. Kemudian, seorang sutradara genius (dan favoritku tentunya) bernama Christopher Nolan me-remake film ini menjadi lebih realistis kedalam tiga film: Trilogi The Dark Knight (Batman). Respon masyarakat dunia sungguh luar biasa. Banyak sekali pujian dan penghargaan yang didapat dari versi Nolan. Bahkan sekual kedua, The Dark Knight merupakan film superhero pertama yang memenangkan piala Oscar di ajang Academy Awards (ajang penghargaan film paling elit di Amerika bahkan di dunia). Yang menjadi pemenangnya adalah untuk kategori Best Supporting Actor yang didapat oleh Heath Ledger aktor yang memerankan karakter Joker. Penampilannya sebagai supervillain psikopat 'Agent of Chaos' di Gotham city sangat luarbiasa dan fantastis. Namun ternyata, di balik kesuksesan itu, ada juga kelompok orang yang mengkritik Batman dan menyebutnya bukan seorang pahlawan super melainkan hanya orang yang mengalami masalah sosial dengan semangat membalas dendam tanpa batas. (Well, that's just an opinion.. I'm not agree) BATMAN IS MY FAV SUPERHERO FROM DC UNIVERSE! -Peristiwa 9/11 memanggil masyarakat AS untuk bersatu. Pada saat itu Marvel merilis kembali edisi komik Captain America yang dianggap sebagai ikon nasionalisme dan patriotisme serta dianggap pemersatu bangsai yang diceritakan mengalahkan kelompok teroris. -Sana Amanat, salah satu director dan editor di Marvel Comics adalah co-creator seri solo Marvel pertama yang menampilkan karakter superhero wanita remaja Muslim. Karakter tersebut adalah Ms. Marvel seorang Pakistan yang mendapatkan perhatian media seluruh dunia. Diapun salah satu yang memberi ide pengembangan karakter Captain Marvel. Sana bahkan pernah bertemu langsung dengan mantan Presiden AS Barrack Obama untuk memberikan salinan komik Ms. Marvel Vol. I dalam acara Women’s History Month KESIMPULAN: Dokumenter Superheroes Decoded bagiku sangat bagus dalam memberikan wawasan mengenai karakter-karakter fiksi legendaris Amerika dengan menarik. Selain itu, membuatku berpikir bahwa moralitas dari komik superhero umunya berdasar atas dua hal: pahlawan melawan kejahatan (baik lawan buruk). Tapi seiring dengan berjalannya waktu, jangan sampai kita mengabaikan kompleksitas sosial yang rumit dibalik penciptaannya. Banyak sekali isu-isu sosial yang direpresentasikan dalam komik ini. Semuanya kembali ke diri kita sendiri bagaimana menilai kenyataan bahwa penciptaan cerita dan karakter komik kadang tidak sesuai dengan nilai sosial dan kepercayaan yang kita yakini. Selalu ambil sisi positifnya.. thanks guys for reading my review!













