Tugas Softskill Bahasa Indonesia
“Menurut opini sekilas Sisy, U-Square sangat merepresentasikan lingkungan high society San Franciscan[1]–mengingat lapangan terbukanya dikelilingi segala macam fashion outlet mulai dari Saks Fifth Avenue sampai Chanel, serta hotel mewah Westin St. Farcis Hotel yang memang tempat langganan selebriti Hollywood.” – Sitta Karina, 2006, Putri Hujan & Ksatria Malam, Jakarta: Terrant Books.
“Ketika tatapan orang ini beradu pandang dengan Chris, ia terperangah. Ia teringat wajah sama yang pernah dilihatnya di Koran lokal Italia ketika sekeluarga berkunjung ke sana. Tentang laki-laki 19 tahun yang muncul di tengah perayaan Festino[2] bernama Lucca Sorentino. Muda, pintar, dan terkenal – namun dalam konotasi negatif.” – Sitta Karina, 2006, Putri Hujan & Ksatria Malam, Jakarta: Terrant Books.
“Mia memutuskan untuk tidak menjelaskan kepada wanita baik itu bahwa ia bukan teman Alex Hirano. Ia melangkah memasuki apartemen yang didominasi warna kayu dan pastel itu dan mencium aroma yang sangat enak. “Pollo all’arrabbiata[3]?” Tanya Mia.” – Ilana Tan, 2012, Sunshine Becomes You, Jakarta: Gramedia.
“Jawabannya iya. Yudha memeneleponku tiada henti selama tiga hari, mendatangi rumah dan kantor sampai aku harus mencantumkan namanya pada daftar persona non grata[4] di satpam lantai kantorku supaya ia nggak bisa menemuiku.” – Nina Ardianti, 2013, Restrat, Jakarta: Gagasmedia.
“Memang benar tidak ada laki-laki lain setelah hubunganku dan Max berakhir. Yaah, kalau cowok-cowok yang menangkap pandangan mataku, atau mengajak kenalan saat sedang sendirian membaca di La Trobe Reading Room[5] sih, banyak. Mereka yang kuanggap manis, ada beberapa.” – Winna Efendi, 2013, Melbourne, Jakarta: Gagasmedia.
“”Kamu kenapa memilih Negara kikkerlandje[6] ini?” Tanya Linnie sembari mengaduk sup diatas kompor. “Negara kecil, dingin, jauh pula dari negara tropismu.”” – Feba Sukmana, 2013, Holland, Jakarta: Bukune.
[1] Sebutan untuk orang San Francisco (seperti New Yorker = orang New York)
[2] Perayaan keagamaan terbesar di Palmero, Pulau Sisilia, yang bersifat tahunan. Tujuannya untuk mengenang hari pemembebasan mereka dari Black Death tahun 1624, Santa Rosalia.
[3] Ayam dengan saus tomat pedas.
[4] Istilah dalam bahasa Latin yang makna harfiahnya adalah orang yang tidak diinginkan.
[5] Ruang baca yang berbentuk kubah yang didesain berdasarkan British Library tua di London. Terletak di State Library of Victoria, sebuah perpustakaan umum di Melbourne Central.
[6] Kikkerland – negeri kodok – adalah julukan untuk negeri Belanda. Banyak versi yang menjelaskan asal mula julukan ini, salah satunya adalah karena Belanda Negara penuh air dan sering hujan, jadi penduduknya diibaratkan bagai kodok yang hidup di darat dan air.
“Edyta menghela napas dengan dramatis, seperti biasa. Ia kemudian menatapku sambil menyesap minumannya lalu berkata santai, “Yan, setiap orang itu patah hati.” Ia bergeser sedikit ketika Aulia semakin mendekati kami, memberikan ruang untuk Aulia dan kedua koper. Lalu ia melanjutkan, “All you have to do is move on.”” (Nina Ardianti, Restart, 2013, Hal. 51-52)
“Syiana Syahrizka Alamsjah. For me, there’s nothing cynical about love, nggak kaya kamu yang baru sekali gagal dengan alasan pahit terus jadi sinis gitu. Kalau kata ibuku sih, yang aku yakin dia mengutip dari novel-novel yang dia baca: Love is worth fighting for, risking everything for… and the trouble is, if you don’t risk everything, you risk even more.” (Nina Ardianti, Restart, 2013, Hal. 378)
“Sejak kejadian tempo hari, hanya satu hal yang kuingat: POPULARITAS adalah segalanya. Popularitas bisa bikin kamu jadi seseorang yang dipuja-puja, kehilangannya menjadikan kamu terpuruk ke tangga social paling bawah, sebawah-bawahnya. But I also did learn something: in the end you can tell who your friends really are.” (Winna Efendi, Unbelievable, 2009, Hal.256)
Contoh paragraph deduktif:
1. Sebagai tempat hidup, laut mempunyai kelebihan dibandingkan darat Kelebihan-kelebihan laut, antara lain, suhu yang kurang berubahubah, dukungan yang lebih banyak untuk melawan gravitasi bumi, air yang cukup tersedia. Dengan air yang cukup tersebut, makhluk hidup dilaut dapat menyerap air langsung masuk sistem tubuh. Makhluk hidup di laut dapat memperoleh oksigen dan karbon.
2. Obat telah menjadi bagian yang tidak terpisahkandari kehidupan manusia masa kini. Bahkan, karena begitu akrabnya, orang justru semakin tergantung pada obat, semakin terbiasa menggunakan obat. Penggunaan obat-obatan kini justru terlihat sebagai gaya hidup modern. Mereka perlu tampil seksi, bukan sehat, perlu obat kuat, bukan hidup harmonis, dan lain-lain. Faktanya zat-zat yang terkadnung dalam oat dan efeknya bagi tubuh kita sering tidak kita perhatikan kaerna menganggap obat itu menyembuhkan tanpa memerhatikan apa yang sebenarnya terkandug dalam obat tersebut. Dalam pemilihan obat harus diperhatikan adanyna kandungan bahan-bahan kimia yang justru menimbulkan dampak buruk terhadap tubuh kita.
3. Kegiatan LKMSM ( Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Siswa Muslim ) pada bulan Ramadhan sangat meriah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Siswa – siswi Kota Depok yang diadakan di sekolah SMAN 1 Depok. Dan yang dibimbing oleh Mahasiswa UI Depok. Semua Siswa – siswi yang mengikuti kegiatan tersebut sangat semangat apalagi para Panitia dan Pembimbing sudah menyiapkan Hadiah dan Sertifikat untuk Siswa yang berprestasi saat mengikuti acara
4. Penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya bagi kesehatan. Narkoba memiliki efek ketagihan dan setiap jenis dari narkoba memiliki efek yang berbeda beda diantaranya adalah dapat menyebabkan detak jantung yang lebih cepat dari normal bahkan banyak kasus orang yang menggunakan narkoba sampai mengalami kematian karena overdosis.
Contoh paragraph induktif:
1. Banyak sekali orang yang terkena penyakit sebagai akibat dari kurangya kesadaran menjaga kebersihan baik itu dari makanan, pakaian yang kita gunakan maupun lingkungan tempat kita tinggal padahal hampir semua dari kita sudah tau bahwa kebersihan itu sangat penting untuk kesehatan.
2. Suku jawa, suku madura, batak dan ambon adalah salah satu dari sekian banyak suku yang terdapat di Indonesia. Selain suku dan budaya yang beragam, terdapat pula berbagai agama dan kepercayaan maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang majemuk.
3. Narkoba memiliki efek candu yang sangat kuat dan dari jenis jenis narkoba tersebut ada yang dapat menyebabkan gairah meningkat, detak jantung meningkat, dan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan overdosis dan kematian. Menghindari narkoba adalah harga mati karena sangat berbahaya bagi kesehatan.
Suara ombak di pantai terdengar hingga ke telinga. Beberapa pedangang oleh-oleh dan makanan berjejer rapi di sepanjang jalan. Wajah-wajah dari berbagai macam negara terasa akrab di mata. Begitulah suasana liburan di Pulau Bali saat ini.
Teknik pengukuran bersifat mengukur karena menggunakan instrument standar atatu telah distandarisasikan, dan menghasilkan data hasil pengukuran yang berbentuk angka-angka. Secara garis lebih rinci perbedaan antara instrument pengumpulan data (nontes) dengan instrument pengukuran (tes) dapat dilihat dalam table berikut.
Perbedaan Karakteristik Instrumen Tes Dengan Non Tes
b. Ada hasil pengukuran berbentuk data angka ordinal, interval atau rasio,
c. Perlu standarisasi instrument (pengujian validitas empiris, reliabilitas, analisisbutir soal),
d. Digunakan dalam penelitian kuantitatif: eksperimental, korelasional, komparartif, dan sejenisnya.
2. Ada hasil penghimpunan berupa data naratif atau data angka nominal,
3. Tidak perlu standarisasi instrument, cukup dengan validitas isi dan konstruk.
4. Di gunakan dalam penelitian kualitatif, kuantitatif, deskriptif, survai, expost facto, penelitian tindakan.
Instrument yang bersifat mengukur secara umum dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu: tes dan skala.
Tes umunya bersifat mengukur, walaupun beberapa bentuk tes psikologis terutama tes kepribadian banyak yang bersifat deskriptif, tetapi deskripsinya mengarah kepada karakteristik atau kualifikasi tertentu sehingga mirip interpretasi dari hasil pengukuran. Tes yang digunakan dalam pendidikan bias dibedakan antara tes hasil belajar (achievement tests) dan tes psikologis (psychological tests).
Tes hasil belajar kadang-kadang disebut juga tes prestasi belajar, mengukur hasil-hasil belajar yang dicapai siswa selama kurun waktu tertentu. Menurut waktunya dibedakan dalam rentang : satu pertemuan (tes akhir pertemuan), satu pokok bahasa (tes akhir pokok bahasan), satu minggu (tes mingguan), setengah catur wulan/semester (tes tengah cawu/tengah semester), satu cawu atau satu semester (tes akhir cawu/tes akhir semester), satu jenjang pendidikan (tes atau ujian akhir pendidikan). Tes hasil belajar juga dibedakan menurut materi yang diukur, sesuai dengan nama-nama mata pelajaran atau bidang studi yang dipelajari, seperti tes matematika, kimia, biologi, bahasa, sejarah, geografi, dll.
Menurut tujuan dan fungsinya tes hasil belajar ini juga dibedakan antara tes diagnostic, penempatan, formatif dan sumantif. Tes diaknostik ditujukan untuk mengukur/ mendiagnosis kelemahan atau kekurangan siswa yang digunakan untuk memberikan perbaikan. Tes penempatan mengukur penguasaan atau keunggulan siswa, digunakan untuk menempatkan siswa sesuai dengan tingkat penguasaan atau keunggulannya. Tes formatif mengukur tingkat penguasaan siswa dan posisinya baik antarteman kelas sekelas maupun dalam penguasaan target materi. Hasil tes formatif digunakan untuk perbaikan program atau proses pembelajaran. Tes sumatif ditunjukkan untuk mengukur penguasaan siswa pada akhir periode pendidikan, akhir cawu, semester atau tahun, dan digunakan untuk mengukur keberhasilan belajar siswa dalam periode waktu tersebut.
Tes psikologis digunakan untuk mengukur atau mengetahui kecakapan potensial dan karakteristik pribadi dari para siswa. Individu termasuk para siswa dan mahasiswa memiliki kecapakapan (ability). Kecakapan ini dibedakan anatara kecakapan potensial atau kapasitas (capacity) dan kecapakan nyata (achievement). Kecakapan potensial merupakan suatu kecakapan yang dimiliki individu dari kelahirannya, atau disebut juga kecakapan bawaan. Kecakapan ini masih bersifat potensial, bakal atau kemungkinan dan dikembangkan menjadi kecakapan yang sudah dikuasai, sudah bisa dinyatakan, dilakukan sekarang dan dikembangkan/ berkembang dari kecakapan potensial.
Kecakapan potensial atau kapasitas biasa dibedakan dalam dua kategori, yaitu kecakapan potensial umum (general potensial ability) atau disebut juga kecerdasan atau intelegensi (intelligence), dan kecakapan potensial khusus (special potensial ability) atau bakat (aptitude). Dewasa ini berkembang konsep multi kecerdasan (multiple intelligence) yang maknanya hampir sama dengan bakat. Bakat sendiri ada dua macam, yaitu bakat sekolah (scholastic aptitude), seperti bakat dalam matematika, fisika, bahasa, sejarah, dll. Dan bakat pekerjaaan (vocational aptitude) seperti bakat dalam peranian, teknik, perdangan, guru, kesehatan, dll.
Untuk mengukur kecapakan potensial baik umum maupun khusus digunakan tes standar (standardized test). Tes ini disebut tes standar karena sudah distandarisasikan melalui kegiatan uji coba. Standarisasi tes minimal meliputi pengujian validitas, reliabilitas dan analisis butir soal yang mencakup analisis daya pembeda dan tingkat kesukaran tes .
Tes hasil belajar umumnya dikelompokkan sebagai tes buatan guru (teacher made tests), atau tes yang tidak distandarisasikan (non standardized test).
Skala merupaka teknik pengumpulan data yang bersifat mengukur, karena diperoleh hasil ukur yang berbentuk angka-angka. Skala berbeda dengan tes, kalauy tes ada jawaban salah atau benar, sedang skala tidak ada jawaban salah-benar, tetapi jawaban atau respon responden terletak dalam satu rentang (skala). Titik pada rentang yang dipilih menunjukkan posisi responden. Ada beberapa macam skala, yaitu skala : deskriptif, garis, pilihan wajib, pebandingan pasangan dan daftar cek.
Skala deskriptif (decriptive rating scale) mengikuti bentuk skala sikap dari libert, berupa pertanyaan atau pernyataan atau yang jawaban berbentuk skala persetujuan atau penolakan terhadap pertanyaan atau pernyataan. Penerimaan atau penolakan dinyatakan dalam persetujuan, yang dimulai dari sangkat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju samapi sang tidak setuju.
Contoh skala deskriptif : sikap terhadap belajar
1. Belajar menentukan keberhasilan masa depan kita
2. Saya berusaha belajar meskipun sedang sakit
3. Belajar menguras banyak energy
Model skala deskriptif dari likert seringkali juga digunakan untuk mengetahui atau mengukur segi lain yang bukan sikap. Sejalan dengan aspek yang diukurnya, maka deskripsi responnya juga disesuaikan contoh berikut.
Contoh skala deskriptif : kegiatan belajar kelompok
1. Kesungguhan belajar BS B C K KS
2. Kemampuan menyatakan pendapat BS B C K KS
3. Kemampuan menganalisis masalah BS B C K KS
Skala garis (graphic rating scale) hampir sama dengan skala deskriptif, respon dari responden tidak dalam bentuk persetujuan, tetapi bisa bervariasi sesuai dengan rumusan pertanyaan atau pernyataan. Respon juga tidak perlu seragam seperti dalam skala garis, bisa berbeda-beda sesuai rumusan pertanyaan atau pernyataan.
1) Perencanaan pembelajaran sangat lengkap lengkap kurang lengkap tidak lengkap
2) Sistematika penyampaian bahan sangat sistematik lengkap kurang sistematik tidak sistematik
Skala pilihan wajib (force choice) biasanya digunakan untuk mengukur minat. Skala ini berbentuk pernyataan yang diikuti oleh sejumlah alternative jawaban atau respon yang berkenaan dengan minat, minat bekerja, belajar, dsb.Alternatif jawaban harus ganjil, biasanya tiga atau lima pilihan atau option.
a. Saya lebih senang memperhatikan pemandangan alam
b. Saya lebih senang memperhatikan orang-orang yang sedang bekerja
c. Saya lebih senang memperhatikan bangunan-bangunan perumahan kantor
· Skala perbandingan pasangan
Skala perbandingan pasangan (paired comparison) juga biasanya digunakan untuk mengukur persepsi, penilaian atau minat terhadap suatu objek yang berbentuk kegiatan, instituis, organisasi, benda kesenian, kebudayaan, dsb.
Contoh skala perbandingan pasangan
a, Sepak bola b. bola basket
a, Sepak bola b. bola voli
a, Sepak bola b. soft ball
a, Bola basket b. bola voli
a, Bola basket b. soft ball
Bentuk skala yang berisi sejumlah pernyataan singkat yang harus direspon dengan membubuhkan tanda cek. Penggunaan daftar cek sangat luas bias mengukur pendapat, persepsi, kegiatan, kebiasaan, pengalaman, juga untuk pengidentifikasi sesuatu.
Contoh daftar cek masalah yang dihadapi siswa
3. Tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar
4. Tidak ada semangat belajar
SKALA NOMINAL (SKALA LABEL)
Skala ini menempatkan angka sebagai atribut objek. Tidak memiliki efek evaluatif karena hanya menempatkan angka ke dalam kategori tanpa struktur, tidak memiliki peringkat dan tidak ada jarak.
Contoh Data Variabel :
· Pria = 1 dan Wanita = 0
· Hitam = 1, Abu-abu = 2, Putih = 2
Angka tidak bermakna matematika. Analisis statistik yang dapat digunakan berada dalam kelompok non-parametrik yaitu frekuensi dan tabulasi silang dengan Chi-square.
SKALA ORDINAL (SKALA PERINGKAT)
Skala ordinal memiliki peringkat, tapi tidak ada jarak posisional objektif antar angka karena angka yang tercipta bersifat relatif subjektif. Skala ini menjadi dasar dalam Skala Likert.
Contoh Data Variabel :
· Sangat Tidak Setuju = 1
Tidak Setuju = 2
Tidak Tahu = 3
Setuju = 4
Sangat Setuju = 5
· Pendek = 1
Sedang = 2
Tinggi = 3
· Tidak enak = 1
Ragu-ragu = 2
Enak = 3
Angka 1 lebih rendah dari angka 2 dalam peringkat, tapi tidak bisa dilakukan operasi matematika. Data ordinal menggunakan statistik non-parametrik mencakup frekuensi, median dan modus, Spearman rank-order correlation dan analisis varian.
SKALA INTERVAL (SKALA JARAK)
Skala interval adalah skala ordinal yang memiliki poin jarak objektif dalam keteraturan kategori peringkat, tapi jarak yang tercipta sama antar masing-masing angka.
· Umur 20-30 tahun = 1
Umur 31-40 tahun = 2
Umur 41-50 tahun = 3
· Suhu 0-50 Celsius = 1
Suhu 51-100 Celsius = 2
Suhu 101-150 Celsius = 3
Angka 3 berarti lebih tua atau lebih panas dari angka 2 setara dengan angka 2 terhadap angka 1, bisa operasi penjumlahan dan pengurangan. Statistik parametrik yaitu deviasi mean dan standar, korelasi r, regresi, analisis varian dan analisis faktor ditambah berbagai multivariat.
SKALA RASIO (SKALA MUTLAK)
Skala rasio adalah skala interval yang memiliki nol mutlak.
· 0 tahun, 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, ..... dst.
· ..... -3C, -2C, -1C, 0C, 1C, 2C, 3C, ..... dst.
· ..... 0,71m ..... 5,38m ..... 12,42m ..... dst.
Berlaku semua operasi matematika. Analisis statistik sama dengan skala interval.