Salah satu humor yang masih melekat hingga detik ini yaitu humor Gus Dur, Presiden RI ke-4 yang mengatakan, "Ada tiga polisi jujur di Indonesia, yaitu polisi tidur, patung polisi, dan Jenderal Hoegeng." Jenderal Hoegeng yang menolak keras tindakan korupsi, pernah melempar barang yang diberikan cukong keluar jendela. Selain itu ia juga tidak segan-segan untuk memarahi bawahannya yang membeli rumah dan mobil mewah. “Memangnya gaji polisi cukup untuk bermewah-mewah?” Tidak heran jika kita mengenal ungkapan, “Selesaikan tugas dengan kejujuran karena kita masih bisa makan nasi dengan garam." Hal ini ia ungkapkan sebab ia tahu betul dengan tradisi menjilat di kalangan pejabat Orde Baru. Demi bisa mendapat jabatan dan kekuasaan, banyak yang menarik simpati Presiden Soeharto meski harus mempermalukan diri sendiri. Jenderal Hoegeng dipensiunkan pada Oktober 1971, banyak yang mengira dikarenakan kasus Sum Kuning di Jogja. Tidak heran jika dugaan tersebut muncul kepermukaan sebab ia dan Soeharto sudah sejak lama menunjukkan ketidakcocokan. Lebih memilih melukis dan genjrang-genjreng ukelele berirama hawai daripada menerima tawaran Presiden Soeharto untuk menjadi duta besar Indonesia di Belgia. Menurutnya, ini kebiasaan yang dilakukan oleh Pemerintah Orde Baru untuk menutup mulut mereka yang kritis dengan kebijakan mereka. Dan di hari kemerdekaan RI yang ke 77 ini kami sengaja sowan kesini, di tempat pemakaman umum rakyat biasa (bukan Taman Makam Pahlawan), peristirahatan akhir damai nan tenang yang memang sengaja engkau pilih. Ijinkan kami memberi sedikit penghormatan, merayakan hari kemerdekaan bersama, dan memberi literasi pada anak kami tentang sosok "real hero" sebenarnya di jaman Gen Z pasca Covid ini, teladan dalam sosok kepahlawanan sebenarnya (bukan pahlawan MARVEL) dan bagaimana cara berjuang di jalan kebenaran, jalan yang sebenarnya sepi dan sunyi dari kesuksesan materi, apalagi garasi yang ramai penuh koleksi LEXUS. “Baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik." Setelah membuktikan bahwa imannya benar-benar sentosa sampai akhir hayatnya, Jenderal Hoegeng baru mau menyertakan dan merasa pantas menyandang nama lengkapnya. **** (di Makam Giri Tama,Tonjong.Bogor) https://www.instagram.com/p/ChX54VWhymL/?igshid=NGJjMDIxMWI=