Aqmars Planet turned 6 today!
Latepost. My Tumblr bday was on Sept 23! :D

TVSTRANGERTHINGS
styofa doing anything

shark vs the universe

One Nice Bug Per Day
trying on a metaphor

祝日 / Permanent Vacation

Janaina Medeiros
sheepfilms

titsay
Today's Document
Sade Olutola
Cosimo Galluzzi

Product Placement
$LAYYYTER
KIROKAZE

JVL

@theartofmadeline
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

seen from Netherlands

seen from Türkiye

seen from Italy

seen from Malaysia
seen from Canada
seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from United States
seen from T1

seen from Austria

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Indonesia
seen from Austria

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
@aqmarsplanet
Aqmars Planet turned 6 today!
Latepost. My Tumblr bday was on Sept 23! :D

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Wedding Ideas: Invitation (Part II)
Setelah melewati beberapa kali revisi, akhirnya undangan kami jadi. Sempet shock karena warna yang ada saat revisi dan hasil akhirnya jadi agak beda, terutama warna toskanya. Ketika sampai ke Putra Karya dan ngelihat hasilnya aku langsung terdiam, mak deg! Kok warnanya nggak bagus. Aku cerita ke suami. Awalnya suami juga ikut bingung dan minta untuk dikirimin foto hasilnya. Kemudian dia ngejelasin bahwa mesin printer produksi masal dan mesin printer biasa adalah berbeda, untuk ketajaman warna pastilah lebih bagus pake printer biasa, apalagi HP laser jet. Kalau di awal dulu pingin tau hasil cetak akhir real-nya seperti apa, ya kita harus berani bayar untuk minta dicetak satu piece undangan dengan harga bisa beberapa ratus ribu karena printer produksi masal seperti itu kalaupun kamu cetak satu buah ataupun ratusan buah, harganya sama. Itulah kenapa, semakin banyak kita pesan undangan, bisa semakin murah. Saat revisi-revisi undangan lalu, aku terpukau dengan hasil warnanya bagus karena Mas dari Putra Karya dan aku pun sendiri mencetaknya pakai printer biasa. Sempet kepikiran saat itu apa aku cetak undangan lagi ya? Kalau iya, boros. Ya sudah lah, pasrah.
Wedding Ideas: Invitation (Part I)
Hai, di postingan sebelumnya aku sudah cerita kalau aku udah nikah lho! Akad nikah kami tanggal 25 Desember 2015 dan resepsi tanggal 26 Desember 2015. Ada banyak banget yang pingin aku ceritain. Satu-satu lah ya, kali ini diawali dengan invitation alias undangan.
Kita semua tahu bahwa undangan nikah itu berakhir di TEMPAT SAMPAH. Jadi sih terserah masing-masing mau dipol-polin budget dan ide untuk undangan atau sekedar pada umumnya undangan, yang penting informasinya.
Pertama, mau pesan undangan di mana? Referensi seorang teman, pusat undangan di Jakarta yang murah itu di Pasar Tebet. Ada banyak toko yang berbentuk seperti lapak di sana. Setelah browsing, aku pun memutuskan untuk mendatangi Putra Karya karena undangan yang aku pingin pada awalnya adalah tema vintage dan bunga bentuk single board dan banyak orang pesan di sana. Berangkatlah aku dan suami ke sana. Toko di sana kecil-kecil, mengikuti saran blogger, lebih baik ke sana hari Minggu karena mesin cetak undangan pada stop produksi.
Setelah sampai, kami langsung menuju Putra Karya. Di sana kami melihat-lihat contoh undangan-undangan yang ada, memang ada banyak banget macemnya. Bisa bikin bingung milih hehe. Saat itu sudah ada contoh single board yang aku pilih. Warnanya aku suka karena turquoise dan ada bunga-bunganya.
Jenis undangan yang aku pilih (pada awalnya).
How's the residence of the planet? Are they living and prosper?
Come and visit my planet! Me as the leader of Aqmars Planet, provide free foods for my people!
January 2016′s Reading Goals

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pemberian Mamaku: Hobi Membaca
Siapa yang suka baca buku ayo ngacung?!
Selama hidup sampai berumur sepermpat abad ini (hehe) aku bersyukur karena punya Mama yang sejak kecil ngajarin buat suka baca. Jadi sejak SD Mama udah ngelangganin majalah. Pernah langganan majalah Donal Bebek tapi hanya bertahan beberapa bulan karena kata Mama isinya kurang berpengetahuan hehe meskipun sampai sekarang aku pun masih suka baca komik Donal Bebek, Paman Gober, dan saudara-saudaranya.
Akhirnya Mama ngeganti Donal Bebek dengan majalah Mentari. Have you ever heard about it? Buat orang Jawa Timur bisa jadi banyak yang tahu karena majalah itu terbitan Jawa Pos Group. Majalahnya nggak banyak iklan, beda sama Bobo, itulah kenapa Mama nggak pernah ngelangganin Bobo, selain juga karena lebih mahal. Ketika jaman SD musim Amigos dan telenovela anak kecil lainnya booming di tv, majalah Mentari ikutan sering masang cover itu atau juga bonus posternya. Nggak cuma telenovela yang jadi topik bahasan hits dan bonus posternya, tapi juga demam Harry Potter dan F4! Sampai sekarang aku masih nyimpen lho bonus poster-poster itu semua! Beneran deh hahaa. Jadi inget jaman dulu, kamarku penuh segala macam poster bonus majalah, ada F4, Harry Potter, Westlife, Amigos! :D
Selain majalah, siapa dulu yang suka beli buku kumpulan cerita rakyat daerah hayo ngacung?! Jaman kecil dulu ngetrend kumpulan cerita rakyat daerah dari kota atau provinsi se-Indonesia dan aku pun ikutan beli beberapa. Atau juga kumpulan dongeng luar negeri yang bukunya sekecil buku saku sejumlah 12 buku kalau nggak salah, ditaruh di cover besar bentuk pintu gerbang istana. Jadi pingin upload deh kumpulan dongeng luar negeri itu haha someday kalau pulang kampung aku fotonya!
Beralih ke jaman SMP-SMA, Mama mulai ngeganti majalah, yaitu Gadis. Meskipun tinggal di kabupaten kecil, Mojokerto, yang akhirnya saat SMA aku pindah kota ke Kediri, berkat langganan majalah Gadis aku jadi update segala hal yang lagi hits, mulai dari info musik, film, artis hahaa. Suka juga ngeliatin finalis gadis-gadis sampul yang cantik-cantik hehe. Jadi ngikutin apa yang lagi ngetren di Jakarta (ada segmen khusus cerita tentang Jakarta, tunggu ya!). Aku ngalamin jaman Gadis masih berbentuk majalah yang lebar seperti majalah lain pada umumnya sampai yang sekarang ukurannya jadi lebih kecil sebesar novel.
Saat kuliah, mulailah beralih ke mahalah Go Girl! Bahasan Gadis yang seputar dunia SMP-SMA sudah aku rasa kurang cocok yang saat itu aku mulai proses pendewasaan di kuliah (tsaah). Artikel di Go Girl! banyak seputar mengenalkan dunia atau bidang-bidang yang bisa jadi inspirasi remaja untuk bisa menentukan mau jadi apa sih kamu. Atau juga info psikologi, traveling, dsb.
Dari Mentari sampai dengan Go Girl!, Mama nggak pernah ngelangganin resmi dari penerbitnya. Kalau yang langganan majalah pasti tahu, di setiap halaman terakhir majalah ada formulir langganan yang dikirimkan ke alamat penerbitnya. Kelebihan dari langganan resmi adalah bisa dapet bonusan semacam kaos, koper, dll. Mama beralasan, kalau langganan kayak gitu, penjual koran dan majalah yang di kantor Mama akan kurang pembeli. Jadi, meskipun sejak awal cerita ini aku bilang bahwa aku langganan, itu arti sebenarnya adalah beli eceran tapi rutin setiap edisi dibeli.
Semua majalah yang pernah jadi langgananku, masih ada di rumah lho! Aku nggak berniat ngekiloin itu semua, ya meskipun di rumah jadi banyak tumpukan majalah dan bikin ayah ngomel-ngomel hehe. Kadang kalau pas di rumah, suka buka-buka beberapa majalah cuma pingin liat apa aja sih yang dibahas di dalamnya.
Buah memang nggak jatuh dari pohonnya, hobi membaca ini akhirnya jadi hobi turunan dari Mama. Mama juga langganan majalah sejak jaman dulu banget, namanya majalah Jaya Baya, tahu nggak? Itu majalah pakai Bahasa Jawa lho. Coba deh baca dan silakan bertanya pada sesepuh kalau nggak ngerti artinya hehe. Kalau belum pernah baca, sini mampir ke rumah, ada banyak Jaya Baya! ^^
Dear Tumblr...
Hi! Long time no see my blog.. I have a news that I am married now yeay! My husband asked me to start writing anything. So many things happened during last year. I hope I will be able to write some memorable moments. Let’s get started!
Sharing the Joy of Cooking with @chinamisakamoto
For more photos and videos of Chinami’s homemade Japanese dishes, follow @chinamisakamoto on Instagram.
On New Year’s Eve, Osaka Instagrammer Chinami Sakamoto (@chinamisakamoto) was busy preparing osechi-ryori, traditional Japanese dishes featuring ingredients that have symbolic meanings to bring good luck for the new year. “There are so many things about Japanese food culture that I’m proud to share with the world,” says Chinami. “Like the seasonal and regional diversity, the way we use the ingredients to the fullest and the gentle cooking of food that sinks deeply into every fiber of your being.”
Chinami says that for her, cooking is a form of self-expression that evolved naturally into her pursuit of food photography. From colorful kaleidoscopic vegetable soup to sushi that looks as if it were plucked from a flower field, Chinami decorates her tabletop with homemade dishes that feature seasonal organic food grown in her garden and shares them on Instagram. “Through my food photos, I hope to tell the joy of cooking,” she says.
Thought via Path
Woooow Kate Middleton is pregnant #2! Prince George is going to have a little bro/sist (?) :3 – Read on Path.
Top of the Empire - NYC Lookdown

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Is it possible for home to be a person and not a place?" - Stephanie Perkins. #vscocam #vsco #plane #cloud #sky #blue #mudik (at Somewhere Under The Sky)
Kebun Teh
Halo halo Bandung!
Aku suka ke Bandung. Kenapa? Selain kota besar dan banyak tempat tujuan jalan-jalan, di Bandung banyak tempat wisata, kotanya dingin, banyak spot yang hijau-hijau semacam kebun teh. Sebenarnya masih ada banyak destinasi di Bandung yang belum aku kunjungi, bertekad untuk menyicil jalan-jalan di Bandung mumpung masih ada pacar di sana yang bisa diajak kemana-mana & temen-temen SMA.
Oke, mari kita ke kebun teh! Waktu yang pas ke kebun teh sebenernya adalah berangkat pagi jam setengah 6 lah, sampai di sana masih belum panas. Aku berangkat ke sana hari Minggu jam 9 pagi, agak siang sih karena aku habis belanja-belanja di Gasibu hehe. Tour guide ke sana adalah Ubed.
Seru naik motor, jalanan Bandung yang berbukit-bukit, lokasi kebun teh ada di Lembang. Perjalanan kira-kira satu jam. Kata Ubed, masih ada kebun teh yang lebih bagus, masih di Lembang tapi naik ke atas lagi. Karena sudah siang, kami mampir di kebun teh yang pernah didatangi Ubed, lokasinya pinggir jalan. Matahari lumayan terik tapi awannya cotton candy plus langit biru cerah.
Aku pernah liat di foto, ada lokasi kebun teh yang lebih mistis, maksudnya adalah kabut bener-bener tebel dan ke sana harus pagi banget. Semoga masih dikasih kesempatan buat hunting kebun teh yang lebih pedalaman.
I am refreshed!
Look at the sky! It's so blue and cotton candy!
Me and my bf, Faisal, plus Ubed & Yusy
Green!
Bosscha Observatory
Visiting Bosscha!
Keturutan masuk Bosscha lagi setelah yang terakhir ke sana pas jaman study tour SMA. Pingin ke Bosscha lagi karena dulu ke sana pas malam hari jadi belum tau view-nya kayak apa kalau pagi. Berkat bantuan adik kelas SMA yang kuliah di jurusan Astronomi ITB, Ubed, jadi mudah masuk Bosscha. Ke sana barengan sama temen-temen SMA & beberapa temen baru.
Di sana, kami keliling taman & bangunan, rumputnya hijau bener, jadi seger. Klise sih, liat bunga juga. Salah satu tujuan ke Bandung ya ini, bukan shopping di sana sini tapi lebih ke wisata, apalagi masih banyak temen di Bandung jadi bisa rame-rame.
Sayang, karena week end & karena belum terlalu prepare, jadi gak bisa masuk ruang teleskop terbesar. Kalau week end & hari libur memang ruang observatorium dikunci tapi sebenarnya bisa masuk kalau seandainya aku prepare dari awal dan bilang sama Ubed biar minjamin kunci hehe. Someday masih pingin ke sana lagi, liat bintang di langit pakai teleskop Bosscha, amin ^^
Halo Bosscha! (photo by Rizza)
Mad n Chez: 3 Years and Still Doin Stuff
ilysm ^^
Like - 140618

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pulau Pari (II)
Hari kedua dimulai!
Bangun pagi, mandi cepet terus naik sepeda kenceng ngejar liat sunrise. Lihat sunrise di Pantai Pasir Perawan. Sampai di sana, pantainya bersih, pasir putih, dan ada hutan bakau. Matahari naiknya cepet yak! Perasaan waktu itu baru muncul tapi udah sampai ke atas aja, makin terik. Dikasih tahu sama Mbak Uchi, kalau ke Pantai Pasir Perawan bisa keliling hutan bakau naik perahu, biayanya Rp 30.000,00 tapi waktu itu aku gak bawa uang. Pinjam lah uang ke temenku, dia cuma bawa Rp 30.000,00 pas, padahal yang pingin naik perahu kami berempat. Akhirnya kami gak jadi keliling hutan bakau. Sesampainya di penginapan, aku dikasih tahu temen kalau biaya Rp 30.000,00 itu untuk per kapal bukan per orang! Kyaaaaaa sedih & menyesal gak keliling bakau T_T
Hutan bakau di Pantai Pasir Perawan.
Sunrise.
Selesai lihat sunrise, kami sarapan terus siap-siap karena mau banana boat! Woaaah rasanya seru dijatuhin 2x! Pertama, dijatuhin di tengah laut agak jauh dari dermaga, lautnya biru gelap, aku berasa kecil dan menakutkan di tengah-tengah laut kayak gitu. Kedua, dijatuhin di deket dermaga. Air masuk hidung blurp blurp! Tanning mode: on.
Banana boat.
Akhirnya, liburan telah usai. Pas berangkat wajahku masih bersih eh jadi hitam deh hehe. Tanganku belang. Makasih banget buat Mbak Uchi yang udah nge-arrange liburan, terima kasih juga buat temen-temen baru, seru banget! Jadi inget gimana hebohnya main kartu sama kalian sampe malem banget!
Semacam logo Pulau Pari.
Ujung dermaga, biasanya jadi tempat mancing.
Nahkoda kapal menuju Muara Angke.
Aqmars & Ogut (photo by Ardhi).
Masih kompakan buat lunch bareng sebelum berpisah ke rumah masing-masing.
See you when I see you! Happy holiday! ^^
Pulau Pari (I)
Halo..
Bulan April lalu ada long week end, so kepikiran buat liburan kemana gitu. Browsing lah aku dan dikasih tau temen kalau Pulau Pari di Kep. Seribu bagus. Akhirnya aku dan beberapa temen MK fix pingin ke sana. Aku browsing di internet, masih bingung mau pake jasa tour yang mana. Gak disangka, temennya temenku ternyata nge-arrange juga ke Pulau Pari bareng sama orang-orang BI, OJK, dll. Kami akhirnya join sama mereka biar pasukan lebih rame dan agak murah hihii. Koordinator yang nge-arrange namanya Mbak Uchi, harga paketan ke Pulau Pari Rp 340.000,00 fasilitas: PP kapal, tempat penginapan AC, makan siang dan malam (hari Jumat), makan pagi (hari Sabtu), barbeque, snorkling, banana boat, sepeda buat keliling pulau, foto-foto underwater.
Perjalanan pun dimulai. Kumpul Jumat pagi jam setengah 6 di Gedung MK, kami berangkat menuju Muara Angke, ketemuan sama genk BI cs di sana. Ternyata sampai Gerbang Muara Angke udah macet banget, aku dan temen-temen turun lah dari mobil, jalan ke pelabuhan yang ga begitu jauh. Berasa seru soalnya saat itu orang-orang pun yang kejebak mobil pada turun dari kendaraannya masing-masing, ngejar waktu biar gak ketinggalan kapal. Buat saran aja, yang pingin berangkat dari Muara Angke, minim usahain sampai sana jam setengah 6 pagi lah. Pertama kali itu aku ke Muara Angke. Hehe tempatnya gak bagus, ya secara tempat buat cari ikan. Awalnya deg-degan mau naik kapal. Secara, seingetku terakhir kali aku naik kapal kayaknya pas SMP, pas ke Bali. Aku gak bisa renang pula, kalau kapal tenggelam gimana zzz. Hari Jumat itu kebetulan ada headline news kapal Korea Selatan tenggelam dan banyak yang meninggal -__-
Kapal nelayan untuk transportasi menuju dan dari Kep. Seribu.