MENJADI KEKASIH YANG BAIK
Masih sama mauku, seolah yang pernah lapang masih dadaku yang sesak sebab ingin menemui sekali lagi meski hanya angan yang ingin melepaskan dirinya.
Aku tidak pernah membiarkanmu pergi, meski selangkah. Mengharapkan hadirmu yang berulang adalah kalah yang sama. Hatiku terus memihakmu, ruang kosong dalam hatiku begitu perasa. Aku masih menantimu sampai ke masa depan.
Apa hall ini yang paling benar dari melepaskan?
Aku tak lagi berdebar ketika mendengar namamu. Tanganku tak gemetar lagi mendengar lagu-lagu yang mengarahmu. Tapi, apa dayaku bila ingat ini masih sama perihal kau?
Apa kau terus berdoa sembari menyebut namaku? Apakah merindukanku begitu sering sebab kau terus datang dalam mimpi meski telah kuihklaskan kita yang dulu?
Aku rak lagi berharap padamu, bagiku perasaan ini adalah hakku!
Aku ingin menyesali beberapa hal, tapi apa yang mesti kusesali bila pernah menjadi yang terbaik bagimu?
Aku mengusahakan banyak hal sebelum meninggalkanmu! Aku percaya bahwa pilihan kita masih sama. Kau ingin bebas lantas aku pernah memintamu untuk tinggal sedikit lebih lama.
Sayang, apa yang salah pada kita? Pada cinta yang kita rawat dan tumbuh menjadi kebimbangan ini?
Adakah kita yang pernah kau sesali walau sekali atau apa membahagiakanku masih belum selesai bagimu?
Doa apa yang kau panjatkan setiap mengingatku hingga kekasih yang lain selalu gagal mengetuk?
Ikhlaskan aku seperti yang kulakukan untukmu. Aku juga ingin merasa gembira lagi, bahagia yang masih kuimpikan sebab tak pernah selesai kau wujudkan.
Aku ingin melulis mimpi yang lain bersama selain kau!
Sebab itu, meski sulit mohon lupakan aku sebentar saja.
Biarkan yang lain merindukanku lebih lama dibanding kau.
Maafkan kita yang pernah sebab hanya memimpikan rumah yang hangat bagi satu sama lain meski tak pernah kira bangun.
Aku bahagia untukmu, jadi mohon bahagialah untukku juga meski sekali.











