understanding poetry is very simple. poems are good when they make you sit on your kitchen floor and scream
AnasAbdin
styofa doing anything
Keni
taylor price
we're not kids anymore.

titsay

if i look back, i am lost
Peter Solarz
Mike Driver
will byers stan first human second
Misplaced Lens Cap
dirt enthusiast

oozey mess
🪼
Lint Roller? I Barely Know Her
RMH
One Nice Bug Per Day
almost home
art blog(derogatory)
seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Czechia
seen from United States
seen from United States

seen from Hong Kong SAR China
seen from United States
@annisaerel
understanding poetry is very simple. poems are good when they make you sit on your kitchen floor and scream

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Arus Kesadaran
Rasanya menyenangkan. Seperti kejar-kejaran siapa cepat sampai ke seberang sana. Jauh kedepan. Melewati kilauan arus sungai yang cemerlang. Meskipun indah melarunginya dengan perahu karet, kau tahulah seberapa kerasnya jika kita terhempas kebawah. Dan juga ada ada saja hal-hal tak terduga yang terjadi.
Seperti diriku yang tiba-tiba entah sejak kapan mulai ikut terbawa arus perputaran, sehingga hanya ikut berputar putar putar putar. Sementara kau. Kau tak sadar jarakmu disana. Kau. Kau itu wajahmu. Wajahmu hanya tampak tersenyum dari jauh. Dan tentu saja aku ingin cepat sampai ke sana. Tepat di sebelahmu. Agar aku bisa langsung meninjumu.
[transcript: 1. “this is the year you begin. slip into the sweet mud. get dirty. stay dirty. there is nothing to forgive.” 2. “i kneel into a dream where i am good & loved. i am good. i am loved. my hands have made some good mistakes. they can always make better ones.” 3. “you do not have to be good. you do not have to walk on your knees for a hundred miles through the desert repenting. you only have to let the soft animal of your body love what it loves.” /end transcript]
jeremy radin/natalie wee/mary oliver
Aurora and the milky way over Lofoten Islands, Norway.
Earth’s Rotation around the North Star
Photographed by Freddie Ardley - Visit Print Shop

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
[transcript: 1. “this is the year you begin. slip into the sweet mud. get dirty. stay dirty. there is nothing to forgive.” 2. “i kneel into a dream where i am good & loved. i am good. i am loved. my hands have made some good mistakes. they can always make better ones.” 3. “you do not have to be good. you do not have to walk on your knees for a hundred miles through the desert repenting. you only have to let the soft animal of your body love what it loves.” /end transcript]
jeremy radin/natalie wee/mary oliver
Kok Aku merasa kurang percaya diri dengan diriku sendiri ya?
Hai guys Aku erel, kali ini di tulisanku aku mau bahas tentang kurang percaya diri dengan diri sendiri.
Pernah gak sih kita melihat ada orang-orang yang merasa kurang percaya diri, selalu membanding-bandingkan dirinya sendiri dengan orang lain, merasa kalah jauh juga dari orang lain? Atau bisa jadi sekarang diri kita sendiri yang mengalaminya.
Nah, ada dua hal yang perlu diingat teman-teman.
Pertama, hal tersebut adalah hal yang wajar. Kenapa wajar? Karena manusia bukanlah makhluk yang sempurna guys, Kita pasti ada aja salah dan kurangnya. Dan perlu diinget juga diatas langit masih ada langit. Jadi wajar aja kalau ada yang lebih dari diri Kita.
Kedua, kalau kita merasa diri kita itu inferior, kita merasa selalu saja tidak percaya diri, tidak ada yang bisa dibanggakan dari diri sendiri. Mungkin kita belum mengenali diri kita sendiri. Bagaimana sih, caranya agar kita memahami diri kita sendiri? Ada suatu hal nih yang bisa membantu diri kita untuk memahami diri sendiri agar lebih percaya diri nih, yaitu: Self Acceptance. Apa sih Self Acceptance itu?
Self Acceptance adalah ketika kita mengetahui kelemahan dan kelebihan Kita dan menerimanya. Nah, di dalam memahami diri sendiri ini, kita perlu mengetahui apa saja yang menjadi kelemahan dan kelebihan kita. Sering kali kita tidak bisa melihat kelebihan dan kekurangan sendiri. "Aku ga bisa lihat kelemahan dan kelebihanku". Bagaimana kalau merasa seperti itu. Coba kita telaah dari yang gampang dulu deh ya, kelemahan . Karena kebanyakan dari kita lebih cepat menyebutkan kelemahan diri kita sendiri dibandingkan kelebihannya. Kelemahan itu apa sih, kelemahan itu adalah hal-hal negatif yang kurang baik seperti misalnya, tukang terlambat, pelupa, kurang pintar, pemalas, gugup di hadapan orang lain, dll. Dengan melihat kelemahan diri kita sendiri ini sebenarnya adalah hal yang lumrah yang bisa saja dimiliki oleh manusia, dan bukan sesuatu hal yang harus dikhawatirkan. Kalau semisalnya kita tidak bisa menghilangkannya atau dirasa sangat susah kita bisa kok berusaha untuk belajar mengontrol kelemahan-kelemahan kita tersebut .
Sekarang bahas yang terkadang susah untuk disebutkan yuk, yaitu kelebihan. Apa sih kelebihan kita itu.
Di dalam memahami diri sendiri, kita juga seharusnya tahu apa kelebihan kita dan bisa mudah pinpoint hal tersebut dengan lancar. Kelebihan itu sering disalahartikan jadi sesuatu yang berbau prestasi akademik saja. Eits, kelebihan itu banyak banget bentuknya bisa mencakup apa saja, seperti sifat, kepribadian, bidang belajar kamu, minat kamu, hobi kamu, ketrampilan kamu, suka berorganisasi, mudah bergaul, dsb. Kamu bisa mengingat-ngingat dan menilik lagi ke belakang apa saja ya kelebihan yang aku punya. Kamu bisa eksplor lagi ke dalam diri kamu. Kamu bisa merenung sambil menuliskan list apa saja hal-hal positif yang kamu sukai yang sekiranya nyantol banget di kepribadian kamu, itu juga bisa jadi kelebihan kamu lho. Kalau masih bingung untuk melihat kelebihanmu sendiri coba minta tolong ke orang lain bagaimana mereka melihatmu, bisa keluarga, saudara, teman dan guru. Setelah kamu menanyakan kelebihanmu kepada orang di sekitarmu tetapi kamu masih ragu dan bingung. Jangan khawatir kamu bisa ke psikolog untuk melakukan konsultasi lalu melakukan test yang sesuai dengan arahan psikolog, seperti: test minta bakat, test kepribadian ataupun test EQ.
Sehabis melakukan test itu kamu juga bisa meminta konseling lanjutan untuk memastikan kembali apa sebenarnya kelebihan di dalam kamu yang kamu punya. So, semangat terus ya kamu pasti bisa menemukan kelebihan kamu, karena semua orang punya hal positif di dalam diri mereka yang tanpa mereka sadari hal itulah yang menjadi kelebihan^^.
Tahu Basi
Seperti berada di tengah persimpangan jalan, berdiri mendirikan instropeksi, memegang tahu. Tidak perlu melangkah, jika dirasa memang belum mau berpindah. Mungkin nanti jika tahu ini basi.
sunset - Bryce Canyon - 7-01-10 06 by Tucapel

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
On the shores of Eklutna Lake, Alaska by Jason Everett
-Free of color-
Just like moons and suns, With certainty of tides, Just like hopes springing high, Still I’ll rise.
Maya Angelou (via purplebuddhaproject)
Menemukanmu Jakarta : Pusat Metropolis (Oleh @annisaerel).
Menemukanmu Jakarta : Pusat Metropolis
Genre: fiksi-sosialpolitik
-Ilynoea Dandelion
Pusat metropolis. Yang aku tahu hanya ada tragedi di dalamnya, bahkan aku tak dapat menerka sesuatu pun. Bergulir. Mungkin takdir akan kembali bergulir dan menggulingkan ku disana. Entah bagaimana, aku juga juga tidak tahu. Setelah takdir puas menggulingkan ku, aku kembali bergenangan harta. Ya, sekali lagi aku berhasil menghadapi kesulitan ekonomi ku . Sama saja rasanya. Dimanapun rasanya sama saja. Kota manapun akan terasa sama. Yang membedakan disini adalah aku kembali ke tanah di tempat aku dilahirkan. Walaupun begitu terasa sangat asing.
Inilah dia struktur dunia yang bernamakan metropolis. Jangan salah sangka, dunia ku ini benar-benar dinamakan metropolis oleh para pendahulu ku. Struktur dunia ku ini benar, ya lumayan atau bisa dibilang sangat berantakan. Kami hidup dengan berasaskan uang. Meskipun aku membaca buku sejarah, nenek moyang kami menanamkan, melaksanakan asas kekeluargaan.
Sangat sulit untuk diwujudkan sekarang. Diibaratkan sebuah sistem, sebuah sistem diciptakan dan dinamakan kekeluargaan, sistem tersebut yang berada pada abad-abad silam itu membeku dan mengerut bentuknya. Tetap ada keberadaanya di belahan dunia ini tapi tersusut dan mungkin ada di sudut bagian dunia , entah dimana. Mungkin juga sistem itu ada di setiap pelosok tapi tersudut dimana-mana. Ya mungkin.
Meskipun aku sering membaca buku sejarah, aku selalu malas menghapalnya. Karena aku tahu sejarah hanya bisa membekas tapi tidak bisa merubah apapun yang ada sekarang ini. Aku turut bersimpati dengan para pendahulu. Nah. Aku tahu, mungkin jika mereka sekarang diizinkan oleh Tuhan untuk mengintip kemajuan dari dunia yang dulu mereka bangun. Perut-perut mereka akan terasa mulas, sakit , dan perih. Tiada hentinya mereka mencari WC umum, hanya untuk membuang kotoran-kotoran mereka. Mungkin akan terjadi seperti itu.
Semua dimulai ketika aku berusia bayi, ya sudah jelas kan aku lahir di pusat metropolis itu. Kota itu bernama Jakarta. Sekitar 23 tahun yang lalu saat aku hanya bisa mengerang, menjerit dan merengek, tentu saja dengan bahasa bayi, kota itu tampak menyenangkan. Tapi tentu saja waktu bayi aku belum bisa melihat apapun. Bahkan ada ungkapan buta seperti bayi yang baru lahir.
Aku tinggal di pusat metropolis selama kurang lebih sepuluh tahun. Semua baik-baik saja dengan masa kanak-kanak ku, hanya saja aku tidak dapat mengingat dengan jelas seperti apa masa kanak-kanak ku itu. Oke. Oke. Akan coba kuingat-ingat lagi. Baiklah, setelah kucoba mengingat-ingat. Tampaknya hanya ada ingatan tentang ayah dan ibu yang berpisah. Saat aku tiba-tiba ditanyai oleh seorang wanita yang sangat kurus tapi tetap terlihat cantik dan memesona, aku terdiam. Dan aku juga baru sadar kalau dia itu dari tadi sudah menangis. Aku mulai ikut menangis. Kau tahulah wanita itu siapa, iya dia itu ibuku.
Waktu itu angin berhembus sangat kencang dan dingin, aku tengah bermain bola diluar rumah. Tepat di taman dekat pekarangan rumah. Ya, memang rumahku berhadapan langsung dengan taman. Taman sangat sepi kala itu. Cuma ada aku, bola, angin dan beberapa anak remaja yang hanya duduk-duduk sambil sesekali tertawa riang.
Tiba-tiba wanita itu datang dan bertanya padaku. Iya, maksudku wanita itu ibuku.
“Kamu mau ikut ayah atau ibu?”
Aku terdiam, kaget dengan intonasi yang keluar dari wanita itu. Tegas dan spontan.
Dia mulai membuka mulutnya lagi, kali ini sangat lebar tapi dia tidak bersuara. Wanita itu mulai menyeka salah satu pipinya. Entah pipi kiri atau kanan, aku lupa.
Dia kembali memantapkan intonasi dari nada suaranya.
“Kamu mau ikut ayah atau ibu?”
Jika ditanya aku lebih pilih ayah atau ibu aku tentu saja akan lebih pilih ibu. Tapi ya, waktu itu aku baru berumur 8 tahun, masih innocent lah . Spontan aku langsung menjawab dengan nada bicara datar.
“Emang kalian mau pergi? Ibu pergi kemana? Ayah mau kemana? Kita mau liburan ya? Ibu sama Ayah pasti  lagi bertengkar mau liburan kemana”.
Aku mulai ikut menangis karena tiba-tiba wanita yang sedang menangis itu tersenyum. Jadilah ia tersenyum sambil menangis. Aku ikut menangis bukan karena sedih. Tapi karena ekspresi wanita itu terlihat menyeramkan dan mengkhawatirkan. Iya, aku memang salah satu tipe lelaki yang peka sejak kecil, aku tahu bahwa wanita bisa jadi sangat menyeramkan, jika sedih atau marah. Tapi aku tidak terlalu bangga akan hal itu.
Baiklah kembali membahas soal Metropolis. Tadi sudah sedikit kujelaskan dari segi historis, sekarang dari  geografis. Metropolis adalah suatu kesatuan benua yang tergolong atas daerah selatan, utara, tengah, serta timur-barat. Timur dan barat menyatu hanya dipisahkan sebuah sungai yang sangat deras dan besar, aku lupa namanya apa. Ilinoisu kalau tidak salah, mirip namaku. Dan di tengah adalah pusat metropolis, disana terdapat ibukota sebagai center dengan nama Jakarta.
Aku hidup berpindah-pindah sejak aku menginjak umur  7  tahun, dari Jakarta ke Alabaman, Jakarta ke Estroillse,  Jakarta ke Artmeic, Jakarta ke Nesbingeland, Jakarta ke Kongo, Jakarta ke Beltian. Dan pasti selalu kembali ke Jakarta lagi. Kami berpindah-pindah karena Ibu adalah seorang jurnalis. Ibuku adalah seorang jurnalis internasional terkemuka. Seluruh Metropolis bahkan mengenalinya. Sedangkan ayahku juga jurnalis, tapi ia hanya sekedar jurnalis harian lokal yang bertempat di pusat metropolis, dimana lagi kalau bukan Jakarta.
Semenjak tinggal dengan Ibu pun aku juga jadi lebih sering lagi, bepergian ke banyak tempat . Karena aku mulai terbiasa dengan tinggal berpindah-pindah. Seperti hobi yang sudah mendarah daging bagiku.
Suatu ketika aku kembali menginjak kota bernama Alabaman , aku betah tinggal disana. Ibuku tidak masalah aku menetap disana. Lalu ibu memasukkanku ke asrama dan meninggalkanku untuk bepergian, lagi. Di Alabaman aku menetap sejak umur 10 tahun, aku suka disana. Ya suka saja. Aku sangat termotivasi untuk dapat beradaptasi dimana pun. Tapi Alabaman memang tempat yang asyik. Teman-teman sangat meyenangkan. Aku menetap selama hampir 6 tahun di Alabaman. Syukurlah, aku pintar aku dapat beberapa kali loncat kelas dan juga mendapat beasiswa, untunglah. Lumayan untuk uang jajan tambahan. Dan aku juga sering dapat uang kiriman dari ibu dan ayah. Meski mereka berpisah, mereka selalu kompak untuk dapat memberiku kiriman. Kiriman bulanan mereka kadang datang bersamaan. Ya, tentu saja itu cukup menyenangkan bagiku.
Sampai pada akhirnya aku lulus sekolah menengah pertama atau SMA pada umur 16 tahun. Dan aku memutuskan untuk mencari kerja, bosan mencari cara untuk menghabiskan waktu. Karena pada saat aku ingin lanjut ke universitas, Metropolis mewajibkan umur minimal 18 tahun untuk dapat bisa masuk. Setelah kupikir lagi, kenapa harus begitu peraturannya. Sangat mendiskriminasi.
Selama kerja part-time di Alabaman, aku tak henti-henti nya membaca. Aku membaca banyak buku. Dari sejarah hingga sastra klasik.Semenjak bertatapan dengan buku sejarah aku penasaran bagaimana bentuk Jakarta sekarang. Tapi aku malas jika harus pergi langsung kesana, disana ada ayah. Ya, ayah memang baik tapi dia juga sangat keras. Aku takut dilahapnya apalagi dengan sifat ku yang pemberontak dan tak suka diatur ini, bagaimana mungkin kami bisa akur .
Umur 17 tahun aku mulai bosan dengan keramah tamahan Alabaman lalu aku mulai menjejakkan kaki ke Estroilse. Jiwa pemberontak ku mulai muncul , mungkin. Dan aku juga ingin membuktikan bahwa seperti halnya yang aku baca Estroilse ini merupakan kota paling asyik di dunia. Banyak sekali tempat nongkrong yang tidak mementingkan uang tetapi kebersamaan. Aku mencobanya, mungkin karena pubertas. Aku jadi suka coba-coba. Aku mencoba untuk menjelajah banyak profesi disana. Aku pernah jadi tukang es krim, instruktur skateboard, instruktur senam, instruktur olahraga untuk anak Tk, pustakawan, penjual burger keliling, penjaga pintu taman, banyak hal yang aku coba dan itu seru. Meskipun Estroilse merupakan kota dengan penuh kebebasan dan banyak anak muda berseliweran, sering pulang malam. Estroilse merupakan salah satu kota paling disiplin. Tidak ada free-sex dan drugs untuk remaja dibawah umur 20 tahun. Kalau sampai terkena jeratan hukum maka akan berlaku hukum yang sangat tegas. Ya, aku juga tidak tahu apa itu. Tapi patroli polisi sering sekali  mengelilingi kota. Mereka terlihat menyeramkan. Tidak ada satupun orang yang berani terhadap mereka, baik itu politisi, ilmuwan, atau bahkan anggota fraksi mana pun. Mereka kesatuan elite yang berintegritas. Mereka berpenampilan sederhana tapi tampak tegas, keras, disiplin dan rapih. Mereka biasa naik sepeda ataupun berjalan kaki beriringan.
 Pada bulan Februari akhir, mendekati tahun ajaran baru. Aku mulai menapaki Artmeic. Artmeic terkenal dengan edukasi nya. Di Artmeic hampir semua universitas sangat mahal, tapi keluaran universitas apapun di kota Artmeic dijamin unggul dan berkelas. Tidak ada pengangguran dari lulusan universitas Artmeic.  Karena lulusan kerja mereka diterima di belahan Metropolis mana pun. Sekali mengeluarkan kartu mahasiswa saja katanya bisa mendapatkan beberapa diskon di beberapa toko. Mengerikan , sangat materialis memang. Tapi aku ingin menantang diriku untuk tetap bisa hidup sederhana disini. Aku berhasil lagi,beasiswa lagi. Aku  mendapatkan beasiswa dari pembuatan karya tulis mirip seperti artikel berita tentang seluk beluk dari Metropolis. Aku memilih sudut pandang dari segi historis dan dicampur dengan opini publik dan juga opini ku. Serta beberapa fakta yang ada. Aku meramu nya dengan ciamik. Dan tercipta lah komposisi yang apik. Karya tulis ku mendapat penghargaan. Lagi-lagi penghargaan. Ya , ampun. Aku mulai bosan dengan dunia akademik.
Aku melanjutkan studi di salah satu universitas ternama di Artmeic, Metropolis. Aku anggap bisa menyelesaikan hanya dalam 2,5 tahun. Karena masih ingin bepergian lagi ke banyak tempat di Metropolis. Tetapi karena peraturan nya sangat ketat disini aku harus sama seperti yang lain. Merampungkan studi ku dalam 3,5 tahun. Ya, ampun dunia akademik memang sangat membosankan dan aku sudah gerah. Aku ingin mencoba merambah ke dunia lain. Musik? Suara ku bahkan mungkin bisa meledakan laboratorium kimia. Aku mulai berpikir tentang olahraga. Kekuatan fisik yang kupunya sangat terlatih karena mungkin aku sering terbiasa bekerja keras  sewaktu di Estroilse. Ada satu ungkapan yang pas untuk seluruh aktivitas ku di Estroilse: Play Hard Work Hard. Ok. Aku mengerti akan memilih apa. Olahraga, aku mulai tertarik dengan panahan. Kenapa panahan? Karena aku ingin mencoba seperti di dalam film Hunger Games. Aku pikir itu keren. Memanah.
Dan akhirnya aku lulus dengan nilai memuaskan dari universitas meskipun bukan Cumlaude , karena panahan ku mungkin.
Umur 21 tahun aku memutuskan untuk menyumbangkan semua harta benda ku ke beberapa yayasan sosial dan yatim piatu. Diumur ku yang ke-20 aku sudah mewanti-wanti ke Ayah dan Ibu kalau aku sudah cukup dewasa dan tidak perlu lah dikirimi uang bulanan lagi, semacam anak kecil saja.
Aku ingin berpetualang lebih dan lebih lagi. Backpaker , tentunya. Semakin matang usia ku membuat aku ingin kembali mencicip bagaimana rasanya kampung halaman. Tempat ayahku berada, Jakarta. Mungkin Ibu juga sedang sibuk disana.
Aku memulai rute aman dari Artmeic ke Kongo terus ke Beltian terus menyebrang melalui sungai besar raksasa menuju ke Nesbingeland setelah itu mungkin perjalanan akan mudah karena Nesbingeland ke Jakarta hanya berjarak 10 jam naik mobil.
 Disaaat rute rute perjalanan mulai mengerut dan peta-peta penunjuk arah kusut . Kukira ku takkan bisa kembali. Tapi kutahu papan penunjuk jalan itu bisu, tetap bisa mengantarkan ku kembali. Kembali menemukanmu, Jakarta.
Monte Hermoso, Argentina
(this is where I spend most of my summers)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Yes, Of Course
Menemukanmu, Jakarta
Disaaat rute rute perjalanan mulai mengerut dan peta-peta penunjuk arah kusut . Kukira ku takkan bisa kembali. Tapi kutahu papan penunjuk jalan itu bisu, tetap bisa mengantarkan ku kembali. Kembali menemukanmu, Jakarta.