Jaman sekarang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya-biaya pengeluaran yang tak terduga makin membengkak, sehingga seorang istri dulu tinggal di rumah. Suami pergi bekerja, Sekarang sama-sama pergi kerja. Logikanya, lelah juga sama banyaknya.
Namun sesampainya di rumah, sang istri pun tak membuka jilbabnya.. Ia langsung menuju dapur.
Ambil beras dan masukkan ke dalam rice cooker...
Buka kulkas, keluarkan ikan dan rendam. Ambil sayuran dan semuanya, lalu potong untuk dimasak.
Pada saat yang sama, sang istri masuk ke kamar dan mengumpulkan pakaian bau di badannya dan segera memasukkannya ke dalam mesin cuci. Tuang sabun, tekan tombol dan langsung ke dapur lagi.
Tumis bawang bombay, tumis lauk pauk dan lain sebagainya.
Suaminya mana? Berbaring di sofa sambil memainkan ponsel.
Anaknya mana? Berbaring di depan TV menonton drama Korea.
Tunggu sampai makanan disajikan, lalu semua orang bangun.
Halo guys! Istri dan ibu bukanlah pencari nafkah. Dia bukan robot. Apakah kamu tidak merasa kasihan pada ibumu?
Tunggu, setelah makan.. bahkan tidak ada yang mau mencuci satu piring pun. Taruh saja di wastafel seperti itu. Itu bisa mematahkan tulang selangkanya.
Bahkan sampah di dapur pun mau tidak mau harus dibuang.
Kalau berisik bagaimana cara mengucapkan kata-kata yang keras...
Mari kita semua membantu. Tidak harus diberi tau. Kita memiliki otak untuk berpikir.
Seorang istri dan ibu, Tuhan memang memberikan kekuatan untuknya. Kita hanya perlu memahami bahwa dia juga lelah sama seperti kita dan dia juga bisa sakit.
Aku hanya ingin memesan satu,
Jangan menunggu sampai dia sakit dan tidak bisa berbuat apa-apa. Saat itu kita akan menyesal.
Sayangilah dan cintailah sepenuhnya istri dan ibumu jika masih ada sebelum terlambat. Jangan sepertiku yang sudah ditinggalkan oleh kedua orang tua.๐ญ