Kalau semua yang dilakukan hasilnya bisa terlihat sekarang, mungkin semua orang mau melakukannya.
Tapi masalahnya kelihatannya nanti. Itupun kalau tidak menyerah di tengah perjalanan.
Karena untuk sampai di titik Z, kita harus melewati titik A, B, C, D, dan seterusnya.
Kadang malah harus mengulang, dari D kembali ke C, kembali ke B.
Diantara pengulangan-pengulangan itu ada sebuah titik jenuh yang sering kita pikir sia-sia, percuma, buang-buang waktu.
Tenaganya pun mudah sekali habis oleh omongan orang.
"Ngapain sih masih ngerjain yang engga jelas. Mending ngikutin mereka, lebih pasti, keliatan hasilnya".
Makanya di titik jenuh itu banyak yang sekali yang menyerah, banyak yang pilih berhenti dari perjuangannya.
Padahal gimana kita mau tau bakal sampai di mana akhir perjuangan kita, kalau kitanya sendiri baru memulai satu dua langkah untuk mencoba.
Keputusan-keputusan yang kita ambilpun, membawa begitu banyak pilihan. Mempertemukan dengan banyak kesempatan lain.
Coba kalau udah puter balik duluan, kita mana tau kalau ternyata di depan ada cabang jalan lain yang bisa membawa kita lebih dekat ke tujuan.
Memang akan lebih mudah mengakhiri sesuatu, daripada memulainya.
Satu hal yang sering kita lupa, bahwa memperjuangkan tidak cukup hanya dengan menginginkan dan selesai dengan memilikinya.
Tapi butuh kesanggupan dan keseriusan untuk mempertahankannya.
Di sana terletak sebuah tanggung jawab besar yang mesti kita emban.