Surat untuk Bapak
Assalamualaikum Bapak... Bapak setelah kalimat ijab itu kau ucapkan dihadapan seorang pria yang kini menjadi ayah dari putriku, maka beralihlah semua tanggung jawab yang selama ini kau pikul tentang aku. Bapak aku ingin kau tahu, aku kini bahagia. Sungguh betapa aku ingin kau tau bahwa pria itu yang ketika ibundanya menyematkan cincin di jari manis-ku sebagai tanda ia memintaku padamu, hanya bisa tertunduk syahdu. Kini begitu memuliakanku. Aku bahagia bapak, jika bukan karena ridha mu merestuinya menikahiku, aku takkan merasakan perasaan indah ini. Bapak kau besarkan aku, menyayangi aku, penuh peluh mu siang malam berdagang, semata mata ikhtiar untuk memenuhi kebutuhanku hingga aku tak pernah merasakan kekurangan. Kau tinggikan pendidikanku, karena ikhtiar dan doa mu jadilah aku seorang sarjana, tersematlah gelar dibelakang namaku. Namun kini datang satu masa, pria itu membawa ku jauh darimu untuk mendampinginya, mungkin orang akan berkata sia sia ikhtiarmu meninggikan ilmuku jika kini aku hanya berdiam di rumahnya. Namun Bapak aku ingin kau tau, jika bukan karena ikhtiarmu meninggikan ilmuku diperguruan tinggi itu aku takkan bertemu pria istimewa ini, yang kini sungguh memuliakanku kataku, menjadi teladan menawan untuk aku dan putriku. Bapak ia memintaku berdiam di rumah sungguh untuk memberi ruang yang luas untuk aku menjalankan kewajibanku, yaitu menjaga amanah anugrah terindah dari Alloh, menjaga cucu-mu, menjadi madrasah pertama untuknya. Pria itu Bapak, menjaga ku dengan baik disini, memenuhi semua kebutuhanku, ia selalu membantuku Bapak. Lelahnya ia sepulang dari kantor tak pernah lelah wajahnya untuk kami, semangat ia membantuku mengganti popok cucu-mu menggantikan aku yg harus sholat terlebih dahulu, paginya sebelum ia berangkat ikhtiar ia sempatkan membantuku, mengepel isi rumah dan pekarangan. Ia lelah Bapak, mungkin sama sepertimu dahulu bekerja keras untuk keluarga tapi tak pernah Ia berkeluh kesah bapak, yang ada ia selalu mengecupku memberi semangat. Bapak aku bahagia. Sungguh Bapak, dari ikhtiar mu lah meninggikan ilmu ku membuat aku mengerti bahwa menuruti kebaikan yang diminta suami adalah yang utama untukku, semoga menjadi pengundang keridhaan Alloh untuk-mu. Semoga karena itu Alloh berkenan memanjangkan usia ibadahmu, memberkahkan rezekimu, kelak menghadiahkanmu syurga tanpa hisab. Aku takkan henti mendoakanmu Bapak, doa takkan terhalangi oleh jarak. Bapak bahagiaku semoga menjadi bahagiamu. Bandung, 9 November 2017 A.K















