Harus kutorehkan pada siapa lagi luka ini, jika tak kutorehkan pada sang pembuat luka? Haruskah pada senja? Atau mungkin hujan? Kamu ingin aku menorehkannya pada siapa? Aku tetap bersikeras untuk mendapatkan perhatianmu. Berusaha walau aku tahu, bahwa kamu takkan pernah menatapku di belakang punggungmu. Kamu menatap ke depan, lurus dengan wanita yang tak pernah menoleh padamu. Aku berusaha menggapaimu, kamu berusaha menggapainya. Seseorang benar, bahwa cinta tak selamanya berakhir bahagia..












