Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pain, the feeling after being heartbroken, telling people you never want to be awoken. Your heart is hurting and breaks apart, makes you feel like a broken art.
Secara pribadi saya merasa musik lokal tahun ini kurang bergairah, tapi sektor internasional justru sangat mengesankan. Namun yang harus diakui, 2016 bukanlah tahun yang buruk buat musik. So, tanpa memisahkan internasional dan lokal, berikut ini 30 album/EP terbaik 2016 versi saya!
Beach Slang - A Loud Bash of Teenage Feelings
Nothing - Tired of Tomorrow
Angel Olsen - My Woman
Basement - Promise Everything
American Football - LP2
Deftones - Gore
Bon Iver - 22, A Million
DIIV - Is The Is Are
Frank Ocean - Blonde
The Hotelier - Goodness
Japanese Breakfast - Psychopomp
Kero-kero Bonito - Bonito Generation
Kvelertak - Nattesferd
Touche Amore - Stage Four
Xiu Xiu - Plays The Music of Twin Peaks
Run the Jewels - Run the Jewels 3
Annie Hall - Sausade
The Trees and The Wild - Zaman, Zaman
Weezer - White Album
Car Seat Headrest - Teens Of Denial
Low Pink - Phases
Crying - Beyond The Fleeting Gales
Joyce Manor - Cody
PUP - The Dream Is Over
Pity Sex - White Hot Moon
Real Friends - The Home Inside My Head
Collapse - Grief
Joe Million - Vulgar
Hamilton Leithauser + Rostam - I Had a Dream That You Were Mine
Warpaint - Heads Up
ps: disusun bukan berdasarkan peringkat terfavorit dan yang dibold adalah album of the year saya.
Review: American Football - American Football (LP2)
Jangan pernah harap band yang belasan atau puluhan tahun lalu bikin album masterpiece dan ngilang gitu aja (entah vakum atau bubar) lalu balik lagi rilis album baru, karyanya bisa sebagus yang sebelumnya. Sebut aja My Bloody Valentine, Refused, atau (harusnya yang ini nggak usah dimasukin) Black Flag. Masih bisa bikin karya bagus aja harusnya kita bersyukur.
Teori itu terbukti lagi. Kali ini, "korbannya" adalah American Football. Mereka merilis album kedua pada 2016 ini, sekitar 17 tahun setelah album debut legendaris mereka dirilis. Band emo yang cukup cult ini nggak bisa mengulangi dahsyatnya Never Meant dan kawan-kawan.
Meski kurang lebih bernafas sama dengan album self-titled tersebut, album baru yang judulnya masih self-titled (agar tidak membingungkan, saya sebut sebagai LP2) ini berasa beda. Vokal Mike Kinsella kini lebih berat, ia sudah bisa bernyanyi, bahkan vokalnya sengaja ditaruh di depan karena Mike ngaku kini ia udah pede bernyanyi. Padahal, unsur shy-ness dan tidak percaya diri adalah beberapa hal yang bikin lagu-lagu mereka jadi emo anthem selama bertahun-tahun. Selain itu, unsur instrumental khas yang cukup banyak mengisi debut album mereka malah tak hadir di album kedua ini.
Kalo membandingkan dua album, memang jomplang banget. Namun sejujurnya LP2 itu cukup bagus untuk ukuran album emo. Mendengarkannya memang berasa kayak mencoba mengingat kisah-kisah cinta 17 tahun lalu. At least we got something nice from them. Ya, walau lebih terdengar Owens dibanding American Football.
Oh iya, ada hal unik di LP2. Kalo judul-judul lagu di album pertama mereka diambil dari penggalan lirik di akhir lagu, judul-judul lagu di LP2 malah diambil dari penggalan lirik di awal lagu. Well played, sir!
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
7 tahun bukan waktu yang singkat. Kalo manusia usia segitu udah masuk SD. Kutukan sial karena memecahkan cermin pun hilang dalam waktu 7 tahun. Makanya band yang cuma merilis dua album dalam rentang 7 tahun pun sering disebut kurang produktif. Kelamaan, bos.
Jarak antara album kedua The Trees & The Wild, Zaman, Zaman, dengan pendahulunya, Rasuk, memang sepanjang itu. Padahal kehadirannya udah ditunggu-tunggu banget. Penantian fans juga jadi PR baru bernama ekspektasi.
Menurut saya, album yang dirilis dengan jarak yang cukup jauh harus beda dengan karya sebelumnya. Selain itu, harus spesial juga dong. Lalu gimana dengan Zaman, Zaman?
Album ini terdengar cukup segar. Ia muncul saat scene musik lokal isinya itu-itu aja. Mulai jarang band dengan "suara baru" yang menghiasi panggung-panggung musik, terutama ibukota. Perkiraan saya sih, ke depannya bakal banyak band-band yang berani menempelkan noise, ambient, atau suara-suara gaib lain ke karyanya. Thanks, TTATW.
Sayang, ada beberapa lagu yang saking panjangnya malah bikin jenuh. Contohnya Empati Tamako. Melodi yang diulang-ulang bukannya bikin terhipnotis, malah bikin bertanya-tanya "Klimaksnya kapan sih?"
Overall, saya suka album ini. Keberanian Remedy cs. mengubah dentingan gitar merdu dengan suara-suara yang mungkin muncul dari mimpi-mimpinya - baik indah maupun buruk - selama 7 tahun patut kita kasih tepuk tangan. Semoga nggak ada yang nganggep Zaman, Zaman ini adalah jawaban buat album yang sering disebut the best itu ya.
Hampir setiap tahun, selalu saja ada album bagus yang saya tak dengar pada tahun ia dirilis. Padahal, saya suka bikin list akhir tahun dan ketika menemukan album itu, saya selalu menyesal kenapa nggak mendengarkannya saat dirilis. Tahun 2016 ini, saya baru mendengarkan album Father John Misty - I Love You, Honeybear, yang sebetulnya dilepas 2015 lalu.
Father John Misty adalah talenta yang disia-siakan Fleet Foxes. Saat masih bergabung di grup tersebut, jarang sekali ia digunakan sebagai vokalis utama (mohon koreksi jika saya salah). Padahal, vokalnya sangat indah.
Mungkin, segala kepenatan sebagai drummer membuatnya cowok bernama Josh Tillman ini membuat alter ego bernama Father John Misty. Dengan segala kontrol, Father John Misty seakan meluapkan segala emosi dan kemampuan bermusiknya, nggak seperti ketika ia masih bersama Fleet Foxes.
Folk/baroque pop yang disajikan Father John Misty terdengar lebih segar, tak seperti band kebanyakan. Sisipan lirik humor, satir, kritik, serta kehidupan pribadi Mr. Josh membuat Honeybear nggak hanya menjual indahya vokal dan melodi Father John Misty. Kamu bakal mendengar banyak kata "fuck" yang diiringi petikan gitar atau alunan piano yang cukup kontras di I Love You, Honeybear.
Jika diibaratkan dengan koki, Father John Misty pandai meramu rasa. Lagu-lagu di album kedua Father John Misty ini terdengar sangat manis, namun ia nggak ragu untuk menyelipkan hal pahit bahkan pedas.
Siapa Pemenang dalam Pertempuran Coldplay vs. Bring Me The Horizon?
Babak baru Coldplay vs. Bring Me The Horizon. Meski Oli sadar, bahwa artwork yang diributkan sempat beberapa kali dipakai pihak lain, cowok yang tatonya nyaris seluruh badan ini terkesan masih nggak terima sama pilihan artwork cover album Coldplay.
Brixton Academy, London, 18 Februari 2016. Malam itu, perhatian dunia tertuju pada acara NME Awards 2016. Sebuah ajang anugerah musik yang diberikan oleh majalah musik New Musical Express, yang sudah berlangsung sejak tahun 1953 (dengan nama NME Polls Winners Concert), kepada musisi-musisi yang dianggap berprestasi dalam setahun terakhir. Yang jelas, bukan hanya penampilan musisi dan pemenang penghargaan saja yang jadi sorotan. Tapi juga sebuah insiden yang melibatkan dua band papan atas Inggris: Coldplay vs. Bring Me The Horizon.
Malam itu, Bring Me the Horizon, yang menjadi pemenang kategori NME Innovation Award 2015, mendapat jatah untuk menjadi penampil selepas menerima penghargaan. Saat membawakan lagu berjudul Happy Song, Oli Sykes, sang vokalis, mendatangi area VIP sambil bernyanyi. Tiba-tiba saja, cowok bernama lengkap Oliver Sykes ini, melompat ke atas meja yang ditempati para personil Coldplay dan menendangi gelas dan botol yang ada di sana. Sampai-sampai, gitaris Coldplay, Jonny Buckland harus menyingkirkan gelas dan botol yang berserakan itu, agar tidak pecah dan melukai rekan-rekannya.
Ulah frontman band yang baru merilis That's The Spirit tahun 2015 silam ini, jelas mengagetkan. Bukan hanya Chris Martin cs. yang terkejut. Tapi juga seisi venue yang terletak di Stockwell Road, London, Dan ini tergambar lewat cuitan yang spontan muncul dari acara itu. Entah itu tamu, maupun wartawan yang diundang langsung sibuk "melaporkan" penghancuran meja Coldplay oleh Oliver Sykes.
Teori konspirasi pun berkembang. Semua lantas mencari jawaban, apa yang menyebabkan Bring Me The Horizon, terutama sang vokalis, Oli Sykes, melakukan aksi panggung nyeleneh seperti itu.
Mungkin, kalau yang menjadi arena penghancuran bukan meja personil Coldplay, kejadiannya akan dianggap biasa. Namun, menjadi tidak biasa karena beberapa bulan silam, band yang diperkuat oleh Oli Sykes (vokalis), Jordan Fish (keyboardis), Lee Malia (gitaris), Matt Kean (basis), dan Matt Nichols (drummer) sempat ngambek kepada Coldplay, yang merupakan salah satu band terbesar di Inggris saat ini. Dan, penyebabnya nggak lain dan nggak bukan adalah seputar artwork album terbaru Coldplay yang berjudul A Head Full of Dreams.
Cover A Head Full of Dreams
Ada apa sebenarnya dengan cover A Head Full of Dreams? Kenapa juga dianggap menyulut peperangan Coldplay vs. Bring Me the Horizon?
Jadi begini. Semuanya berawal dari kicauan Oliver Sykes di akun twitter-nya, @olobersyko tertanggal 30 Oktober 2015. Sebuah kicauan yang "menuduh" Coldplay menjiplak cover album Bring Me the Horizon yang berjudul Sempiternal untuk artwork A Head Full of Dreams. Sebaris tweet yang sempat menjadi pembicaraan fans BMTH, meski akhirnya dihapus oleh Oli.
Ternyata, kicauan itu disambut oleh fansnya. Banyak yang merasa sependapat. Bahkan, mereka tak segan-segan mengutarakan kesepakatannya melalui twitter. Dan, ikut "mencolek" akun twitter Coldplay, untuk menyuarakan protes.
Sebenarnya, semirip apa sih cover album mereka? Silakan kalian lihat di bawah ini. Apa benar album A Head Full of Dreams punya cover yang sama dengan Sempiternal yang dirilis BMTH tahun 2013?
Sejarah Flower of Life
Ternyata, masalah yang mendasari perseteruan Coldplay vs. Bring Me the Horizon, adalah sebuah pola yang dikenal sebagai Flower of Life. Pola ini udah digunakan sejak ratusan atau mungkin ribuan tahun yang lalu. The Flower of Life atau Bunga Kehidupan adalah simbol religius dan spiritual yang digunakan oleh berbagai agama dan kepercayaan di seluruh dunia. Beberapa orang percaya simbol ini memiliki arti ‘geometri suci/sacred geometry’ yang mewakili bentuk dasar dari ruang dan waktu.
Lambang ini diukir pada batu di Kuil Osiris, Abydos, Mesir. Ditemukan juga di City of Ephesus, Izmir, Turki. Flower of life juga ada di Masjid dan Katedral Córdoba, Spanyol. Bahkan Sinagog kuno di Galilea dan di Mesada, Israel, kita juga bisa menemui lambang suci tersebut.
Dalam kultur popular, BMTH juga bukan pengguna pertama logo Flower of Life tersebut. Udah banyak seniman lain yang menggunakannya sebelum BMTH. Kalau kamu suka baca buku, karya Dee Lestari yang berjudul Akar juga memakai simbol itu di covernya. Dan Akar udah dirilis dari tahun 2002!
Sampul Akar karya Dee.
Sebelum Coldplay merilis A Head Full of Dreams, ada rapper bernama KP Kev The Poet yang menggunakan logo tersebut pada 2014 silam untuk albumnya yang berjudul Yugen.
Dan masih banyak lagi yang menunjukkan bahwa lambang itu udah digunain di mana-mana. Wajar bila ada juga cuitan atau posting di media sosial yang membela keputusan Coldplay mengambil pola yang sama untuk sampul album terbarunya.
Lantas, apakah BMTH sadar akan hal ini? Ternyata mereka sadar, meski tetep aja ngeles.
"Itu memang pola jadul," kata Oli kepada NME. "Tapi mereka harusnya tahu, karena saat meng-google Flower of Life, gambar pertama yang keluar adalah sampul album Bring Me The Horizon - Sempiternal. Seharusnya ada yang ngasih tau mereka. Tapi, sengaja atau nggak, ya sama aja,"
Untungnya, Oli akhirnya sadar kalau gambar itu memang bukan hak paten milik mereka. Dan dia bersyukur ada band besar yang mau menggunakan simbol yang terlihat sama. Jangan-jangan, BMTH memang sedikit kegeeran dalam kasus ini.
Dendam Bring Me the Horizon
Meski Oli sadar, bahwa Flower of Life yang diributkan adalah artwork yang umum dipakai, Tapi, komentar cowok yang tatonya nyaris seluruh badan ini terkesan masih nggak terima sama pilihan artwork cover Coldplay. Dan komentar itu juga yang dicurigai banyak orang menjadi alasan insiden Coldplay vs. Bring Me the Horizon di NME Awards 2016.
Tapi, itu kan dugaan. Wajar kalau setelahnya, banyak pihak yang ingin mengonfirmasi seputar pembalasan dendam Bring Me the Horizon ini. Bukan hanya media musik saja yang penasaran. Bahkan, tabloid sekelas Daily Mail yang terbit sejak 1896, sampai tertarik untuk mendapatkan keterangan langsung dari vokalis band asal Yorkshire ini.
Namun, apa kata Oli ketika ditanya apakah aksi tersebut merupakan bentuk protes atau balas dendam? Ternyata, Oli membantah keras kalau aksi panggungnya adalah balas dendam.
"Sebenarnya kami mengincar Yoko Ono!" ucapnya sambil tertawa, seperti dikutip Daily Mail. "Tidak juga sebenarnya.Eh, memangnya terlihat sengaja ya? Nggak kok. Dia (Chris Martin) mengaku belum pernah mendengar musik BMTH, dan ingin mendengar lagu kami. Jadi gue datengin dia sedekat mungkin, Dan itu yang menjadi alasan kenapa gue mendatangi meja Chris Martin.Jadi bukan protes alasannya."
Ucapan Oli ini memang didasari pengakuan Chris Martin beberapa saat lalu. Di AltPress, cowok yang sekarang kembali lajang ini bilang kalau dia nggak pernah, sama sekali mendengar musik Bring Me The Horizon. Sepertinya, artikel ini yang dibaca oleh Oli. Dan, sebagai bentuk "persahabatan", aksi bernyanyi di atas meja Coldplay pun lahir.
Lantas, apa komentar personil band yang sempat dua kali membawa pulang dobel trofi NME Awards di tahun 2001 dan 2003 ini, setelah menikmati konser pribadi di atas meja?
"Mereka (BMTH) keren, luar biasa, sangat rock n roll," tutur Chris, seperti dikutip dari NME.com, setelah melihat aksi Oli tersebut. Sepertinya, pujiannya tulus.
Dan, bukan hanya Coldplay yang akhirnya "mengenal" BMTH. Gara-gara insiden Coldplay vs. Bring Me The Horizon ini, seisi Inggris Raya dan separuh dunia, akhirnya mencoba mencari tahu soal band pengusung metalcore yang memulai karirnya di tahun 2003. Ini terlihat dari popularitas search band ini di Google Trends yang meningkat sejak pertama kali mereka "menuduh" Coldplay mencuri artwork album mereka.
Kesimpulannya, Coldplay mungkin tidak kalah dalam sengketa cover album A Headfull of Dreams yang dipermasalahkan Oli cs. Namun, BMTH sukses menang banyak. Selain dicari oleh pecinta musik yang bukan penikmat lagu-lagunya. Namanya juga sempat menjadi buah bibir di media-media ternama. Bisa jadi, ini adalah bentuk marketing baru yang idenya muncul saat artwork album Coldplay dibocorkan ke pasar.
Cukup ngobrolin pertempuran dua band asal Inggris, yuk kita tonton aksi Oli Sykes "menghancurkan" meja Coldplay di NME Awards 2016.
Patah hati emang nggak enak. Mau ngapain aja jadi males. Yang ada malah kepikiran doi mulu. Tapi gue menemukan hal baik dari patah hati sih. Ada beberapa album yang terdengar jauh lebih enak ketika kita mendengarnya saat patah hati. Kalo ada yang nanya apa saat gue nulis ini lagi patah hati, jawabannya iya. Tapi kayaknya nggak usah dibahas kenapanya. Anywayyyy here's the list:
1. La Dispute - Somewhere at the Bottom of the River Between Vega and Altair
Album La Dispute paling intense dan keras. Liriknya nggak perlu dibahas, udah pasti bikin pengen nusuk-nusuk diri sendiri. Gaya La Dispute yang nyanyi dengan gaya spoken plus marah, bikin makin jadi. Ditambah lo lagi patah hati? Kelar.
2. Weezer - Pinkerton
Personal favorite. Salah satu album terbaik sepanjang masa menurut gue. Tema-tema yang dibahas kena banget buat gue yang masih labil ini. Ibaratnya album ini tuh ayam KFC, terus patah hati adalah sausnya.
3. American Football - Self-Titled
Album ini dibuka dengan Never Meant, anthem patah hati/perpisahan terbaik sepanjang masa. Lalu disambung dengan lagu-lagu nggerus lain semacam I'll See You When We're Both Not So Emotional. Perfect for your sadness.
4. Bright Eyes - I'm Wide Awake It's Morning
Modern classic. Nggak semua lagunya bertema patah hati, namun vokal Conor Oberst serta sajian indie folk Bright Eyes sangat pas didengar saat sendu.
5. Beck - Sea Change
Dibuat berdasarkan kisah nyata patah hati sang penyanyi, album ini menurut gue harus didenger semua cowok yang patah hati. Nada-nada lirih seperti Lost Cause dan Lonesome Tears bakal bikin kita percaya album ini adalah soundtrack kisah cinta kita.
And also, almost everything from Dashboard Confessional, Death Cab For Cutie, and Red House Painters.
Nada-nada terbaik dari tahun 2015 yang nggak cukup didengerin sekali dua kali aja! Harusnya dibikin playlist, tapi gue males ah.
Diiv - Dopamine
Father John Misty - Blank Space
Sajama Cut - Curtains For Euro
The Garden - Crystal Clear
HKT48 - Hawaii e Ikou
Sufjan Stevens - Death with Dignity
FIDLAR - Punks
Fuzz - Pipe
Zzuf - Question Mark
Title Fight - Chlorine
Drake - Hotline Bling
Sigmun - Vultures
Panda Bear - Boys Latin
Kaveh Kanes - Tiger in Your Tank
Ikkubaru - Eve
Efek Rumah Kaca - Putih
Neon Indian - Slumlord
Heals - Void
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Awalnya saya cuma memandang sebelah mata band ini. Lokalisasi Beirut, pikir saya. Namun ternyata mereka bukan hanya versi melayu dari Gulag Orkestar.
Semakbelukar adalah band melayu paling punk, dan band punk paling melayu. Simak saja lirik Seloka Beruk, kritik mereka terhadap tatanan dunia yang korup atau Kalimat Satu, anthem perlawanan terhadap kekerasan ekstra-judisial aparat keamanan negara. Begitu juga sikap Semakbelukar untuk menolak karya mereka dijadikan soundtrack yang dibuat dengan pembiayaan dari pihak Barat.
Dan tentu saja yang tak terlupakan adalah keputusan mereka menghancurkan alat musik dan membubarkan diri sebagai statement politik untuk menolak di-kooptasi oleh mesin produksi industri musik yang hanya mendewakan profit, tepat di saat mereka sedang naik daun dan baru saja merilis album yang sudah sangat ditunggu penikmat musik!
Rilisan-rilisan ini adalah musik yang sering saya dengarkan kurang lebih setahun terakhir. Ya standar sajalah, list tahunan yang seakan jadi kewajiban padahal mengerjakannya pun malas-malasan. Itulah kenapa review-nya cuma satu-dua kalimat. Ini dia daftarnya!
Panda Bear - Panda Bear Meets the Grim Reaper
Mengobati kerinduan akan karya Animal Collective.
Sajama Cut - Hobgoblin
Karya termegah, terumit, teramai dari Sajama Cut.
Tame Impala - Currents
Kevin Parker cs. tak pernah mengecewakan.
Tricot - AND
Mereka makin dikenal dunia setelah merilis album ini.
A City Sorrow Built - AI
Tebal, trengginas, bising, dan tentu saja penuh sayatan.
The Garden - haha
Duo paling badass tahun ini.
Deafheaven - New Bermuda
Cuma New Bermuda yang bisa bikin Sunbather jadi terdengar jelek.
Jamie XX - In Colour
Not your usual electronic shit.
Desaparecidos - Payola
Karya terbaik Conor Oberst setelah I'm Wide Awake, It's Morning.
Nogizaka46 - Toumei na Iro
Sepertinya saya sudah beberapa kali membahas kelompok ini di sini. Kamu bisa baca di post-post sebelumnya kenapa mereka keren.
OneManKaraoke - Friends United
Buat kamu yang suka Weezer, Ozma, atau The Adams.
Godspeed You! Black Emperor - Asunder, Sweet and Other Distress
Orkestra akhir jaman yang selalu bisa menggambarkan bahwa dunia tak sebaik yang kamu kira.
Plastic Girl In Closet/The Evening Primrose - Split
Shoegaze dari Jepang dan Hong Kong dengan vokalis perempuan, saya sering sebut dengan "kawaii-gaze"
Spool - Discography
Underrated shoegaze trio from Japan.
Polka Wars - Axis Mundi
Lewat album ini mereka terbukti sudah pantas bermain di luar Indonesia.
HKT48 - 12Byou
Mayoritas EP/single idol group hanya 1-2 lagu saja yang bagus. Tapi di 12Byou, semuanya bagus.
Title Fight - Hyperview
Ketika band melodic hardcore bermain-main dengan efek-efek shoegaze.
Tarrkam - Trancend Massive Culture
Hardcore yang bukan sekedar power chord. Banyak genre lain yang ikut nyempil di lagu-lagu Tarrkam.
Various Artist - Holy Noise
Salah satu kompilasi indie lokal terbaik tahun ini. Eh emang ada lagi ya?
Mbongwana Star - From Kinshasa
Musik paling menarik tahun ini justru berasal dari Kongo!
Beach House - Depression Cherry
Seperti judul albumnya, depresi dan buah ceri. Terdengar kelam namun juga manis secara bersamaan.
Flukeminimix - From Spaces to Space
Bukti bahwa masih ada band “post-rock” lokal yang menarik di telinga.
Sufjan Stevens - Carrie & Lowell
Saya punya hubungan yang sangat dekat dengan ibu dan album ini sangat membuat hati saya tersentuh.
Efek Rumah Kaca - Sinestesia
Jelas bukan ERK yang dulu, mereka kini menjelma menjadi sesuatu yang lebih membius dan semoga ini bukan "final form" mereka.
Kaveh Kanes - Capital
Makin matang dari karya mereka sebelumnya!
PENS+ - OUR Days.
Mengingatkan saya akan The Cab (RIP), tapi lebih anak muda.
Bukanlah musik yang membuat AKB48 dan para sister group-nya menguasai chart musik Jepang. Iming-iming jabat tangan selama sepuluh detik per CD atau berfoto bersama sang idola lah yang membuat mereka sering sekali menguasai chart penjualan fisik rekaman. Dari semua lagu-lagu keluarga 48, memang nggak semuanya bagus. Tapi sebenarnya ada belasan hingga lusinan lagu emas di antara - maaf - sampah yang berserakan.
Meski hampir semuanya berformula sama, ada beberapa yang tampil beda dan berhasil menjadi sebuah "karya". Karya dalam artian bahwa lagu-lagu ini memang layak di dengar, bukan sekedar overdosis-gula dan penarik perhatian telinga saja.
Salah satunya adalah Virginity. Single NMB48 ini dibalut dengan sedikit gaya latin dan suara terompet yang nggak hanya jadi pelengkap lagu tapi juga menjadi salah satu unsur terpenting.
Masih dari NMB48, ada juga Zetsumetsu Kurokami Shoujo dengan nada funky, bahkan struktur lagunya sedikit beda dari lagu j-pop lain, yang nggak mungkin bakal kamu dengar sekali saja.
Sementara AKB48 punya Sugar Rush, lagu terbaik Shonen Knife yang nggak pernah mereka garap.
HKT48 ada Rock Da Yo, Jinsei Wa. Lagu dengan unsur punk/rock n roll dengan dosis "party" berlebih. Mungkin ini adalah karya Andrew WK yang nggak dipakai, lalu diubah sebisa mungkin oleh Yasushi Akimoto menjadi lagu j-pop.
SKE48 punya Escape. Lagu elektronik yang lebih bagus dari karya David Guetta manapun.
Futari Wa Deshiteru, Kibouteki Refrain, Hawaii E Ikou, Hohoemi Popcorn, Nagiichi, juga boleh didengar kalau mau mencoba terjun ke 48-an. Kecuali kamu nggak terbiasa mendengar vokal cewek Jepang yang cenderung cempreng, kamu pasti suka.
Beberapa bulan belakangan saya justru tertarik dengan musik idol group dari Jepang. Banyak orang yang berkata mereka hanya j-pop biasa (mungkin mereka hanya dengerin JKT48/AKB48), tapi saya menemukan hal lain di dalam musik mereka: sesuatu yang mungkin bikin kamu suka sama musik jenis ini. Banyak idol group yang memang terdengar sebagai pengekor AKB48, tapi banyak juga yang beda dari biasanya. Berikut beberapa favorit saya:
Nogizaka46
Musik yang cukup minimalis untuk ukuran idol group dengan pendekatan kepada musik Jepang 80-90an. Melodi yang dihasilkan pun "nyaman" di telinga. Saya sangat suka suara synth dan brass section rival AKB48 ini. Di beberapa single awal, mereka malah terdengar seperti band indie pop.
Dempagumi.inc
Kalau boleh bikin genre baru, mungkin mereka adalah "freak j-pop". Reaksi mendengarkan musik mereka mungkin sama saat mendengar Animal Collective untuk pertama kali: aneh, agak ganggu, namun perlahan menarik dan malah jadi ngefans. Unsur elektronik sangat kental di lagu-lagu mereka. Di album WWDD, mereka agak berubah jadi progresif dengan unsur intrumen tradisional Jepang di beberapa lagu.
BiS
Bukan idol, tapi anti-idol. Mereka melakukan apapun yang berlawanan dengan kelakuan idol, termasuk dalam hal musik. Kalau menurut kamu musik Babymetal sudah ekstrim, maka kamu harus dengar BiS yang lebih nekat lagi. Dari extreme metal, harsh noise, hingga shoegaze sudah dipraktekkan oleh mereka.
Kyary Pamyu-Pamyu
Dari The Rapture hingga Skrillex bisa kamu temukan di musik Kyary Pamyu-Pamyu. Mungkin bakal ada perasaan geli ketika mendengar musik cewek ini, tapi kalau diperhatikan ada melodi pop yang indah serta musik yang cukup kompleks di lagu-lagunya.
NMB48
Mungkin sekilas mereka sama dengan AKB48. Yang menarik dari NMB48 sebenarnya adalah fakta mereka dari Osaka, dengan logat Kansai yang kental. Sehingga cukup berpengaruh dalam musik dan lirik mereka. Beberapa lagu mereka juga terasa "Jepang banget" (Well, I actually don't know how to describe it) yang bikin saya tertarik dengan mereka.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality
Anya is LIVE right now
FREE
Free to watch • No registration required • HD streaming
Twitter, Fanbase, Watermark, and The Power of Wotas
Kekuatan social media nggak perlu diragukan lagi. Yap, saya membuktikannya sendiri. Selain the power of social media, saya juga menemukan the power of wotas.
Ya, dampak yang ditimbulkan solidaritas antar wota plus dukungan social media patut diacungi jempol. Akun flickr dan twitter bisa sekejab raib! Apa sih maksudnya? Gini nih ceritanya:
Semua berawal ketika fanbase bernama @JKT48Guild mengunggah ulang foto-foto saya yang ditampilkan di Hai-Online.com. Masalahnya, fanbase itu malah menambahkan watermark di foto-foto saya. Saya pun melontarkan sebuah kicauan seperti ini:
Seketika, kicauan tersebut meraih banyak retweet (nggak tau muncul darimana, yang retweet rata-rata fans JKT48)
Nggak hanya retweet, yang mention membela saya pun cukup lumayan jumlahnya.
Kena 'teror' seperti itu, @JKT48Guild raib saudara-saudara! Akun twitter dan flickr-nya hilang. Eits, tapi nggak selesai di situ aja...
Ternyata akun tersebut reborn jadi ini:
Begitu deh. Lalu ia melontarkan cuit ini:
Si reborn ini kayaknya nggak ngerti apa arti watermark di sebuah foto. Kayaknya otak beliau juga nggak encer. The power of wotas kembali beraksi, dan ini hasilnya:
Doi juga mention gue, bro!
Hahaha, yap begitulah ceritanya. Dengan permintaan maafnya itu saya anggap semua masalah selesai.
Pelajaran nih, jangan main-main di internet! Yup, netizens itu berpengaruh, bro!
Pelajaran juga bagi saya, foto dicolong di internet memang sudah resiko, apalagi nggak ada watermarknya (padahal nggak pake watermark maksudnya baik lho, biar nggak ganggu hehehe)
Dan jangan anggap remeh solidaritas wota!
Anyway, buat yang nggak suka dipanggil wota maaf ya. Peace!
Jepang memang selalu menarik buat dibahas. Entah makanannya, kotanya, acara televisinya, dan musiknya nggak pernah membosankan buat diperhatikan.
Beberapa minggu belakangan gue lagi suka menelusuri musik-musik Jepang. Banyak unit menarik yang gue dapatkan: dari shoegaze, emo, new wave, hingga psychedelic rock.
So, inilah beberapa musisi Jepang yang gue dengarkan selama beberapa minggu terakhir:
Speed, Glue & Shinki
Unit psychedelic/hard rock/heavy blues/proto-stoner jadul dari Jepang. Dari nama bandnya, kamu sudah menduga musiknya seperti apa kan?
Acid Mothers Temple & The Cosmic Inferno
Psychedelic/space rock dengan sentuhan kraut rock dan durasi yang panjang. Di setiap album, band ini selalu berganti nama dan musik.
Yukihiro Takahashi
Bayangkan Mac DeMarco main new wave, mungkin jadinya seperti Yukihiro Takahashi. Tapi Yukihiro sudah bermusik jauh sebelum Mac terkenal.
Sora
Screamo/emo dari Jepang selalu asik! Setelah Bluebeard, As Meias, the legendary Envy, kini gue suka Sora.
Cruyff in the Bedroom
Japanese shoegaze. Sepertinya nggak perlu penjelasan, nikmati saja kebisingannya.
Nogizaka46
Aneh memang melihat Nogizaka46 di post ini. But hell, gue memang telat mendengarkan Nogizaka46 dan menurut gue musik mereka bagus. Penggunaan orkestrasi dan instrumen-instrumen nggak umum bikin lagu mereka menarik. Bisa disebut baroque/chamber pop? Oh iya, mereka jarang menggunakan solo gitar annoying yang biasanya muncul di musik idol group lain.