Title : Erenâs Play
Author : Orihara Ran
Publisher : Diva Press
Pages : 320 pages
ISBN : 978-602-391-424-1
***
Prolog
Di dalam salah satu unit gedung apartemen, terlihat tiga orang duduk berhadapan di sofa ruang keluarga. Warna putih dan silver mendominasi tempat dengan desain futuristic tersebut. Sebagian besar perabotan seperti meja dan vas bunga terbuat dari kaca kristal, menunjukkan nuansa yang minimalis, bersih, sekaligus elegan.
âDengarkan baik-baik apa yang akan kami katakan.â Setelah beberapa menit berlalu dalam keheningan, pria berusia akhir dua puluhan itu akhirnya buka suara. Sesaat diliriknya wanita di sebelahya dengan tatapan sendu, sebelum kembali memfokuskan pandangan pada putri kecil yang duduk di depan mereka berdua.
âAyah? Ibu?â Bocah berumur delapan tahun itu cuma mengerjap-ngerjapkan mata, bingung. Tidak seperti hari-hari biasanya, senyum yang selalu menghiasi wajah orang tuanya seakan telah terkikis, digantikan oleh sebuah raut tegang yang sarat kesedihan.
âBerjanjilah.â Sang ibu mencoba mengembangkan bibir, walau justru tampak seperti sedang menahan sakit.
âJanji?â Si gadis kecil memandang keduanya bergantian, mendadak saja jantungnya berdebar kencang. Ekspresi ganjil di wajah orag-orang yang sangat disayanginya membuat ia merasa takut tanpa sebab yang jelas.
Sang ibu perlahan beranjak dari sofa, memilih duduk di sampingnya, âKumohonâŚ,â dalam suara lirih, dibelainya kepala bocah itu lembut, âjangan pernah berubah, Putriku.â
***
Enomoto Eren adalah siswi yang sama sekali tidak menonjol di sekolah. Dengan kulit pucat penuh bintik merah bekas jerawat di kedua pipi, rambut kepang, dan kacamata berbingkai bulat, membuatnya semakin terlihat suram. Tapi, itu semua sebenarnya hanya riasan untuk melindungi dirinya dari sorotan.
Perjumpaan dengan Kiriya, salah satu pemuda populer di sekolah, membuat rahasia yang disimpan Eren rentan terbongkar. Daripada menentang, Eren malah menawarkan Kiriya untuk terlibat dalam permainan favoritnya: catur manusia.
Antara takjub dan penasaran, Kiriya mengikuti permainan Eren. Hingga ketika ia mengetahui rahasia Eren yang lain, sudah terlambat baginya untuk mundur dari board.
âApa pun bisa saja terjadi. Tak ada yang dapat memprediksi akhirnya. Tapi bukankah itu yang justru membuat permainan jadi terlihat menarik?â
-----------------------------------------------------------
Enomoto Eren - Siswi SMA yang sama sekali gak keliatan menarik. Kacamata tebel, bekas jerawat di mana-mana, Rambut yang dikepang dua kedepan dan Poni yang hampir nutupin mata. Tapi, dibalik kecupuannya itu dia adalah seorang gadis yang luar biasa, dia adalah salah satu model muda di Jepang yang punya popularitas tinggi. Checkmate! adalah kata-kata andalanya kalo permainan catur (manusia) nya selesai.Â
Tezuka Kiriya - Siswa cowok paling populer, yang katanya punya wajah tampan bahkan kepopuleranya itu sampe ngalahin semua senior di sekolah. Tapi walaupun populer Kiriya gak pernah mengumbar kegantengan dia di sekolah *sok cool lah pokoknya* Hahaha.. Pokoknya bayangin aja ala2 kakak kelas dulu waktu di sekolah yang lagaknya sok cool 11 12 sama si Kiriya ini
Reiga Brixton - Pemilik sekaligus Direktur Utama Moon TV *beuh tajir banget pasti* Cowok yang paling disegani di dunia hiburan. Walaupun keliatan galak macem Ketua Mafia tapi sebenernya Reiga itu penyayang dan perasa. *calon imam banget yaa? hahahaha*
Eren a.k.a Erena adalah dua sosok yang beda banget. Eren adalah gadis yang terkenal cupu, punya banyak jerawat, kacamata tebel, poni yang nutupin mata dan rambut yang dikepang dua kedepan itu sama sekali ga menarik. Sedangkan, Erena adalah gadis cantik seorang artis dan model yang lagi jadi nominator DYP ke-13 (Diamond Youth Prize). Erena mempunyai ambisi untuk menang dalam kompetisi itu, karena dia berharap dengan begitu dia bisa diterima oleh Ibunya. Namun perjuangan Eren untuk menang bener-bener gak mudah, dia harus bisa mendapatkan point dan polling tinggi. Eren yang sudah bertekad menang itu tanpa mengenal lelah berjuang untuk mimpi Ibunya itu. Dan Reiga â Sang Dirut Moon TV yang selalu mendukung Eren, dia yang tau betul alas an dibalik ambisi Eren selama ini.
Sedangkan Kiriya adalah teman SMA Eren yang punya popularitas tinggi di sekolahnya. Namun, karena rasa penasaranya yang tinggi akhirnya dia masuk ke dalam permainan yang diciptakan Eren âCatur Manusiaâ dan selama itu pula Kiriya tidak akan bisa lari dari permainan itu.
Euhhhhh.. Pertama kalian baca novel ini, pasti kalian akan berfikir alah palingan Eren nanti jatuh cinta sama si Kiriya. Kan biasanya kayak gtu? Anak cupu pacaran sama anak populer. Hahahahaha.. salah besar! Eren uda punya pacar kok, iyaa itu si Reiga *om-om muda yg ganteng banget*
Menurutku, kak Orihara Ran selalu punya harta karun di setiap karyanya. Bukan dari segi tokoh, setting tempatnya tapi dari alur cerita yang dibikin itu selalu punya nilai plus tersendiri. Kalo kalian pahami lagi, perjuangan Eren untuk diakuin sama Ibunya gak gampang, dengan mewujudkan mimpi ibunya Eren rela memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Eren disini mengajarkan untuk tetap fokus pada mimpi kita, fokus bagaimana caranya mimpi itu bisa terealisasi.
Walaupun pas hampir ending aku mikirnya wah sad ending nih, tapi enggak. Ini Happy Ending, tetapi dengan gayanya Orihara Ran yang seperti biasanya.
Hahahaha.. Dari dulu banget awal baca karyanya Orihara Ran yang judulnya â Aidoru No Sekai Ni Yoroshiku berharap banget bisa di film-in. Karena pasti keren banget..
Maafkan untuk pict yg gak banget itu yaa.. Hahahahaha
Sincerely,
Monochroom











