Mungkin disana ada luka yang masih menganga, tangis yang sebenarnya belum sepenuhnya reda, serta masih banyak lagi hal yang membuat kita belum bisa berdamai dengan keadaan dan diri sendiri.
Aku tau kalau kita semua tau bahwa solusinya hanya perlu ‘menerima’. Di tambah dengan kata ‘ikhlas’ dan ‘karena semuanya sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa’.
Aku tau kalau kita semua tau bahwa kalimat-kalimat syukur itu sangat ringan di ucapan, tapi tidak dalam tindakan.
Aku tau kamu sudah berusaha sekuat itu untuk akhirnya berhasil menjalani hari demi hari.
Dengan beragam usaha untuk mencari sumber bahagiamu kesana kemari, dan mencari sumber luka yang sebenarnya agar kemudian dapat menemukan obat yang tepat.
Dari banyaknya jenis manusia yang di temui rasanya tidak ada orang yang bisa mengerti, alih-alih bisa ikut andil menyembuhkan. Beragam aktivitas yang di lakukan, rasanya juga tak kunjung mengantarkanmu kepada bahagia.
Agaknya kamu terlalu jauh mencari, sampai-sampai lupa melihat ke dalam dirimu sendiri. Bahwa sumber bahagiamu ada di dalam hati yang terbiasa menerima dan bersyukur, di dalam dada yang luas untuk memaafkan, serta pikiran yang jernih untuk fokus terhadap hal-hal baik yang menghampiri.
Tentu 2019 kita tak hanya soal luka,
Ada begitu banyak hal bahagia yang menghampiri tanpa di duga.
Pencapaian yang berhasil di dapatkan, tantangan yang berhasil di taklukan, penantian yang berhasil di temukan ujungnya, perubahan yang berhasil dilakukan, dan masih banyak lagi hal-hal bahagia yang tak terdefinisikan.
Karena nikmat dari-Nya tak hanya yang ‘terbungkus’ bahagia. Seperti isak tangis pada dua rakaat sepertiga malam, doa-doa yang lebih panjang dari biasanya, serta air mata yang membuat khusyuknya shalat menjadi lebih terasa.
Semoga rasa syukur untuk setahun kebelakang membuat kita semakin bertanggung jawab atas segala nikmat dan amanah di tahun yang akan datang.
Semoga kita semakin bijak dan selalu melibatkan Allah dalam setiap keputusan.