Gentigaan: Berliku, Berbatu, Berduri
Oke brow, rasanya udah lamaaaa banget ga nulis artikel di blog idol-idolan ini. Kali ini cuma mau cerita dikit seputar tren kekinian di fandom JKT48 yang sudah berjalan lebih dari setahun yaitu: GENTIGAAN. Tren ini merebak semenjak JKT48 generasi 3 mulai diperkenalkan di Flying Get HS Festival bulan Mei 2014 lalu. Kenapa gen 3 disambut dengan begitu antusias olah fans JKT48? Padahal, seperti yang kita tahu, dulu gen 2 sempat dapat sambutan kurang baik dari fans. Mulai dari mention-mention tidak mengenakkan di social media, show teater yang sepi (pake banget), skip hi-touch, dan lain-lain. Lalu kenapa gen 3 nasibnya kontras sekali bedanya? Kenapa?
Faktor pertama mungkin karena fans sudah mulai sadar dan dewasa kalau generasi di JKT48 pastinya lebih dari satu. Dulu kan suka ada aja yang protes, “buat apa sih ada gen 2, JKT48 yang gue kenal itu cuma gen 1!” Tapi sejak gen 2 berhasil meraih sukses berkat setlist Boku no Taiyou, pandangan fans pun nampaknya berubah menjadi lebih acceptable terhadap generasi baru dari JKT48. Faktor kedua tentu saja dari gen 3 itu sendiri yang memang lucu-lucu dan cantik-cantik, sekuat apapun “iman” fans generasi lama, pasti pernah lah ngelirik-lirik gen 3 hehehe. Faktor ketiga nampaknya kejenuhan sebagian fans terhadap generasi lama yang dianggap mulai stagnan. Masa-masa perkembangan pesat mereka sudah lewat sehingga fans tergoda untuk mendukung generasi baru yang baru mulai dari nol. Jangan lupa, yang dijual di bisnis idol ini adalah PROSES (dan waro hehehe). Idol berkembang bersama fans. Asik dah..
Nah, saya sendiri juga “korban” dari fenomena ini hehehe. Waktu itu awalnya lirik-lirik Okta karena cantik, manis, dan (ternyata) tinggi bener yaa Rabb.. Jadilah beli handshake Okta di Flying Get HS Festival alias HS Festival pertama yang diikuti gen 3. Ketika masuk antrian sesi 1, ternyata sepi banget bro, kosong bahkan. Saya jadi berpikir, “hah seriusan nih cuma gue doang? Pertamax dong hhe..” Handshake pun berlalu, masih kaku, maklum namanya juga gen 3 baru pertama kali.
Bulan berikutnya (Juni) saya pertama kali nonton tim putih karena sebelumnya selalu nonton tim merah saja. Waktu itu penasaran sama Nadse dan ternyata waduh cantik bener ini anak hehe. Tapi tidak disangka-sangka, ada member yang perform-nya berhasil mendistraksi saya yaitu Stefi. Awalnya penasaran, ini siapa sih namanya, pas MC baru deh tahu kalau itu Stefi. Sejak itu saya mulai melirik tim putih karena ternyata gak kalah menarik dari tim merah walaupun dari segi performa masih unggul tim merah. Sejak itu saya baru sadar kalau kedua tim ini punya image yang berbeda. Tim putih image-nya cantik, lucu, dan friendly. Tim merah image-nya cool, strong, dan entertaining. Ya soal performa saya memang lebih suka tim merah, misalnya unit Junjou Shugi ada Manda, Tya, Farin. Itu Junjou Shugi terbaik yang pernah saya tonton (seriusan).
Gentigaan berlanjut, dan tetap masih lebih sering nonton tim merah karena ada Okta yang cantik dan juga Desy yang kocak MC nya. Akhir tahun 2014 tiba, muncul acara Yokoso JKT48 di sebuah stasiun televisi swasta. Saya duduk manis menyimak dan mendapati ada satu member gen 3 yang lucuu banget. Yak, dia lah Andela. Sejak itu saya jadi tidak mau ketinggalan nonton Yokoso ini, sampai bela-belain streaming pakai handphone di bus hehehe. Penasaran pun berlanjut, saya kembali apply teater gen 3 tim putih, verif, lalu duduk manis di teater. Saya fokus ke Andela dan ternyata sama sekali gak mengecewakan. Bagus. Banget. Dia punya semua yang wajib dimiliki seorang idol, mulai dari paras cantik menarik, keunikan (logat medoknya), sampai stage presence yang umumnya cuma dimiliki member-member senior seperti Melody misalnya.
Oke, perjalanan mencari oshi gen 3 ternyata berhenti di situ. Sama sekali gak nyangka nemunya malah di tim putih padahal awalnya saya di kubu tim merah hahaha.. Mulai lah intens Andela-andelaan, mulai dari mention di twitter, nonton show yang ada Andela, sampai ikutan voting juga. Lalu sousenkyo 2015 pun tiba, hasilnya sangat sangat mengejutkan. Andela ternyata berhasil meraih peringkat empat, hanya kalah dari Veranda, Melody, dan Haruka yang notabene member papan atas yang rasanya tidak mungkin tergoyahkan dari tiga besar. Saya speechless, apalagi ketika Andela berambisi menjadi center di sousenkyo tahun depan. Banyak yang bilang Andela adalah penerus Melody, dan rupanya sudah mulai terlihat tanda-tandanya di sousenkyo single ke-10 JKT48.
Andela berhasil jadi front liner sejak single Pareo wa Emerald (sebelum sousenkyo) dan berlanjut di single ke-10 yaitu Kibouteki Refrain. Saya sangat menikmati gentigaan ketika itu, Andela jadi sering perform dimana-mana, makin terkenal. Wah, saya bener-bener salut deh. Tapi kemudian saya menyadari, kok kayaknya Andela makin kurus ya? Kantung mata makin tebal, muka sering terlihat pucat. Is she alright? Mungkin hanya perasaan saya saja, pikir saya waktu itu. Saya lanjut aja nonton setlist TwT hingga bulan Juli.
Tanggal 28 Juli 2015 saya nonton show TwT dimana Elaine saat itu akan tampil sebagai member tim T untuk terakhir kalinya karena ia ditransfer ke tim J ketika shuffle team di konser “buah-buahan” tanggal 13 Juni 2015. Dapat bingo hijau nomor 21 alias rame bener memang waktu itu, padahal itu weekday lho, hari Selasa pula. Sebenarnya saya bisa first row waktu itu karena bingo hijau 21 dipanggil pertama, tetapi karena saya telat datang ke lobby teater, jadinya gak dapat deh, ya sudahlah (sad).
Saya duduk di row 7 menyimak show teater TwT malam itu. Banjir eyelock dari Andela dan Elaine bro.. Manatap deh pokoknya heheh. Tidak terasa sudah lagu terakhir, Tooku ni Itemo. Suasanya teater sangat emosional kala itu, karena ini show perpisahan Elaine sebagai member tim T. Elaine sempat menitikkan air mata, lalu membalik badan ke belakang, dan kembali tersenyum menatap penonton. Benar-benar professional. Show yang sangat berkesan buat saya. Benar-benar gak nyangka bisa se-enjoy ini menonton tim T.
Tak lama setelah show itu, JOT mengumumkan kalau Andela harus beristirahat sementara karena kondisi kesehatannya sedang tidak memungkinkan. Seminggu berlalu, belum ada tanda-tanda nama Andela bakal muncul lagi di list member show TwT. I have a bad feeling about this (* Obi-wan style). Tanggal 10 Agustus 2015, yang tidak akan saya lupakan, Andela tiba-tiba mengumumkan kelulusannya via Twitter, pada pukul 15.15. Jam yang bagus, kata Andela, tapi tidak untuk fans-nya. Saya hanya melongo saja membaca timeline karena gak nyangka bakal secepat ini Andela grad.
Drama berlanjut, JOT memutuskan untuk membujuk Andela untuk bertahan di JKT48. Hasilnya, Andela tetap ikut Kibouteki Refrain HS Festival yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 2015. Sebuah angin segar bagi fans-nya walaupun tentunya masih harap-harap cemas. Saya pun tidak jadi refund atau menukar tiket handshake Andela dengan member lain. Ketika di bilik handshake Andela, saya pegang dua tiket saja, lalu sedikit mengobrol:
“Halo Andela, gimana kabarnya?”
“Hmm gimana nih ndel rencana ke depannya..? Padahal saya nonton TwT karena ada kamu, ndel..”
“Maaf ya kak… Oh iya beli DVD nya yaa kak..”
Sepulang dari venue HS, mulai ada perasaan gak enak karena baru sadar “kode” dari Andela yaitu dia minta maaf. Berarti, kemungkinan besar Andela gak akan lanjut di JKT48. Dua minggu berlalu, rasanya lamaa bener entah kenapa, tiba-tiba JOT merilis artikel berjudul “Mengenai Andela Yuwono.” Per tanggal 4 September 2015, Andela resmi grad. Noooooo.. ( * Darth Vader style). Sedih rasanya, Andela harus grad secepat ini karena kondisi kesehatannya yang nampaknya tidak mampu mengimbangi push dari JOT. Mirip film Star Wars, gentigaan saya waktu itu mulai memasuki dark side (lebay sih, hehehe).
Gara-gara Andela grad, lagu Tooku ni Itemo jadi berasa sedih banget. Gimana gak sedih, liriknya aja tentang perpisahan gitu bro. Saya memutuskan cari pengganti Andela sebagai oshi gen 3, pilihan jatuh kepada Nina. Kesannya out of nowhere ya, hahaha, memang saya merasa Nina menarik karena cantik, tinggi, performnya bagus dan selalu tersenyum. Waktu show TwT tanggal 15 Agustus lalu pun, saya sudah mulai tertarik dengan Nina. Show waktu itu sepi banget kalau menurut saya, padahal itu weekend lho. Bangku aja gak full, ada 2-3 row yang kosong. Separah inikah efek absennya Andela? Well, ga tau juga, saya sih lihatnya begitu.
Tapi lagi-lagi, ada aja aral melintang. Tanggal 18 September 2015, beredar foto skandal Nina yang sedang pacaran di dalam mobil. Semua akibat laki-laki berinisal RW yang begitu narsis mengabadikan kemesraan mereka bermodalkan kamera GoPro mahal miliknya. Bete campur sedih juga sih ya hahaha gak nyangka Nina yang kelihatan polos ternyata sudah bermesraan sejauh itu dengan seorang laki-laki tajir. Yah, September 2015 lalu memang bukan bulan yang ceria, terutama bagi yang gentigaan.
Oke, saat itu saya mulai berpikir, lanjut nonton TwT gak ya? Setelah dipikir-pikir, saya akhirnya mencoba nonton TwT lagi tanggal 2 Oktober (seitansai Okta) dan 23 Oktober 2015. Hasilnya? Hmm okelah, mereka masih bagus, tapi bagi saya belum ada yang bisa menggantikan Andela (setidaknya di hati saya hehe). Okta & Desy ada cukup banyak peningkatan, terutama Okta yang ekspresinya udah gak sedatar dulu lagi. Desy masih tetap kocak, tapi performnya belum ada peningkatan signifikan. Stefi juga bagus, walaupun perkembangannya masih agak stagnan juga.
Saya pun ikut mengamati Shani & Gracia yang lagi naik daun pasca grad-nya Andela. Shani ternyata perkembangannya boleh juga, meningkat jauh dibanding tahun lalu. Dulu Shani ya gitu, kalau MC diem aja, waktu perform juga ekspresinya kadang kosong / sedikit panik karena lupa gerakan. Tapi tahun ini beda banget bro, jujur saya cukup terkesan dengan performanya. Boleh juga nih dijadikan pertimbangan. Walaupun sebagai center Ame no Pianist, Shani belum sebagus Andela, IMO. Apalagi pas bagian interlude-nya, gerakan tangannya agak aneh plus ekspresinya kayak bingung gitu. Gracia ya, hmm secara penampilan dan ekspresi, Gracia ini cantik dan lucu banget apalagi kalau dilihat dari samping. Benar-benar cute. Tapi.. performnya Gracia masih di bawah rata-rata, IMO. Stamina dia cepat ngedrop, timing gerakan juga sering nyeleneh, haha. Kemudian di show TwT 23 Oktober, Manda ternyata menarik juga. Dance paling oke dibanding member lain, IMO. Eyelock juga bagus, lama dan tajam. Plus ternyata dia penggemar Star Wars juga hehehe leh uga nich. Jadilah waktu HS Halloween Night saya handshake sama Manda juga, dan tentunya ngomongin soal Star Wars. Mumpung lagi hype juga nih jelang Star Wars Episode VII heheh. Tapi ya.. saya merasa ini cuma euforia sesaat aja, belum ingin dukung dia sebagai oshi gen 3.
Terus gimana nich kelanjutan gentigaannya? Hmm.. sementara ini saya mau cooling down dulu dari gentigaan ini karena memang belum menemukan alasan untuk menonton TwT (baca: oshi gen 3). Jadi intinya.. vakum dulu gentigaannya. I’ll be back when I’m ready. See you later, gen 3! ;)