Self Thought
Hai aku, hidup yang lagi terasa berat ini sepertinya tidak hanya terjadi di dirimu. Orang lain juga, tapi kamu tidak tahu. Tidak perlu memberi ruang untuk kecemasan tentang apa yang sudah terjadi kemarin-kemarin. Yang sudah berlalu, ya sudah. Perlakuan orang lain di masa lalu, biarkan, cukup jadikan itu sebagai pengetahuanmu tentangnya agar di masa datang tidak bertemu lagi dengan orang serupa. Atau, kamu tidak menjadi sepertinya.
Hai aku, tidak perlu khawatir tentang masa depan. Fokus saja dengan apa yang bisa diupayakan sebaik mungkin saat ini, hari ini. Kalau hari ini, kamu kehilangan "spark" dalam hidup. Itu tidak boleh menjadi validasimu untuk berleha-leha dan berhenti. Teruslah berjalan.
Bukankah kamu tahu, kalau pertolongan Tuhan itu seringkali berada di garis paling ujung? Saat kamu benar-benar merasa tidak ada jalan keluar, saat semua terasa begitu samar. Tiba-tiba, pintu-Nya terbuka.
Jadi jangan pernah berpikir untuk berhenti. Apa yang sedang terjadi ini sementara, tidak ada yang kekal di dunia ini. Kesedihan bakal hilang, kekhawatiran tidak akan menetap selamanya. Semuanya bakal silih berganti, jadi wajar saja.
Hanya saja, kali ini mungkin menetapnya agak lama. Tapi itu bukan berarti selamanya.
Hai aku, kamu sudah cukup hebat bisa membuat keputusan besar. Saat keputusanmu dipertanyakan banyak orang, bahkan dianggap sebagai pengkhianatan. Kamu tahu betul, kenapa keputusan itu diambil. Kamu yang paling memahami, kenapa keputusan itu penting untuk kamu buat.
Dan satu hal terakhir, kamu tidak perlu membuktikan apa-apa ke siapapun. Karena tidak perlu menyimpan luka dan dendam. Hidup ini dijalani dengan rasa syukur dan penerimaan, karena orang-orang yang benar-benar baik bakal datang dengan sendirinya.
Ruh manusia itu akan berkumpul dengan yang sejenis sifatnya. Ya, perbaiki sifatmu sebaik-baiknya :)
KG


















