تقبل الله منا ومنکم صالح الأعمال
SELAMAT HARI RAYA IDHUL ADHA 1444 HIJRIYAH
SEMOGA ALLAH MENERIMA IBADAH KAMI DAN KALIAN
$LAYYYTER

shark vs the universe
Peter Solarz

Product Placement

★
🪼
almost home
tumblr dot com
Keni
YOU ARE THE REASON

Kaledo Art
styofa doing anything

#extradirty
Game of Thrones Daily

tannertan36

if i look back, i am lost
noise dept.
Monterey Bay Aquarium
trying on a metaphor
I'd rather be in outer space 🛸
seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Australia

seen from Netherlands

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from Italy

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Australia

seen from Australia

seen from Australia

seen from Australia
seen from Australia
@abucalico
تقبل الله منا ومنکم صالح الأعمال
SELAMAT HARI RAYA IDHUL ADHA 1444 HIJRIYAH
SEMOGA ALLAH MENERIMA IBADAH KAMI DAN KALIAN

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
تقبل الله منا ومنکم صالح الأعمال
IDHUL ADHA MUBAROK 1444 HIJRIYAH
MAY ALLAH ACCEPT US AND YOUR IBADAH
Shaykh Shoolih bin Fauzaan Al Fauzaan hafidhohullaahu ta'aala:
Starting da'wah on noble akhlaq before da'wah Tawhid is a misguidance and differs from the da'wah of the Rosul and that includes the way of hizbiyyah
===========================
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=607483871429844&id=100065047089694&mibextid=Nif5oz
Shaykh Shoolih bin Fauzaan Al Fauzaan hafidhohullaahu ta'aala:
Starting da'wah on noble akhlaq before da'wah Tawhid is a misguidance and differs from the da'wah of the Rosul and that includes the way of hizbiyyah
===========================
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=607483871429844&id=100065047089694&mibextid=Nif5oz
Asy-Syaikh Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Mas'ud Su'udi رحمه الله تعالى :
"Ketuhanan Yang Maha Esa" bukanlah Makna Tauhid dalam Islam :
https://youtu.be/dLAtaDU3hrE
Al-Koumiyyah/Nasionalisme dan Bhineka Tunggal Ika =
https://youtu.be/Ifc3kZVLl78
Al-Koumiyyah/Nasionalisme dan Negara Kafir =
https://youtu.be/x0eC92B-dC0
Khutbah Idhul Adha , Amanah Yang di tinggalkan Umat Islam •
🔈Faidah Khutbah :
🔊 ke Kufur an demokrasi dan wajib atas koum muslimin untuk menjauhinya
🔊 Pentingnya ber takwa kepada الله
=
https://youtu.be/50JbsMdIJoU

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pdf Terjemah
Hukum Takfir Mu'ayyan , Asy-Syaikh Ishaq bin Abdurrohman Alu Syaikh رحمه الله :
https://t.me/tauhid_tujuan_kita_diciptakan/299
.
Pdf terjemahan kitab Al furuq
Taqdim Syaikh Sholih Alfauzan حفظه الله . :
https://t.me/tauhid_tujuan_kita_diciptakan/300
.
S : Apakah tepat jika dikatakan bahwa asy'ariyah dan maturidiyah termasuk ahlus sunnah dalam hal hal yang mereka mencocoki Ahlus sunnah ?
J : Katakan saja, mereka mencocoki Ahlus sunnah dalam hal demikian dan demikian. Jangan katakan, mereka termasuk bagian dari Ahlus sunnah dalam hal yang mereka memcocoki Ahlus sunnah. Karena tidak ada satupun sekte dari 72 sekte dalam Islam melainkan memiliki kecocokan dengan Ahlus sunnah dalam sebagian materi Aqidah, toh demikian ke 72 sekte itu bukan bagian dari Ahlus sunnah, tetapi mereka ahlul bid'ah, sekte sesat.
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Unaisah Jabir حفظه الله
Tanggal : 7 Februari 2023
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1465537723979067&id=100015685594811&mibextid=Nif5oz
Urgensinya Membaca Kitab-kitab Salaf
-------------
Asy-syaikh Ishaq bin 'Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahhab berujar :
"Barang siapa yang hanya membekali diri dengan ucapan ulama belakangan tanpa memperhatikan bimbingan kitab-kitab ahlus sunnah yang familiar semisal kitab As-Sunnah karya 'Abdullah bin Al-Imam Ahmad, kitab As-Sunnah karya Al-Khallal, kitab As-Sunnah karya Al-Imam Al-Lalikaa-i dan lainnya, maka ia akan tetap berada dalam kebingungan dan kesesatan"
Ad-Durar As-Saniyyah hal. 338 jilid 3
Kitab-kitab ulama mutaqaddimin acap kali hadir dalam ushlub dan kosa kata yang sulit, ta'bir yang sulit dicerna bagi pemula (macam saya). Maka solusinya ialah dengan membaca penjelasan dan tahqiq dari para ulama belakangan yang akan mengurai dan memudahkan sehingga karya mereka tetap dapat dipahami.
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Hanifah Jandriadi Yasin
Tanggal : 12 Juli 2019
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=724016048052376&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz
Al-'Allamah Asy-Syaikh 'Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin 'Abdil Wahhab (penulis Fathul Majid dll) berujar :
فإذا قُلنا : لا يُعبد إلاَّ الله ولا يُدعى إلاَّ هو، ولا يُرجى سواه ولا يُتوكل إلاَّ عليه، ونحو ذلك من أنواع العبادة التي لا تصلُح إلاَّ لله، وأن من توجه بها لغير الله فهو كافر مشرك، قال ابتدعتم وكفرتم أمة مُحمد، أنتم خوارج، أنتم مبتدعة "
Jika kita menyatakan kepada mereka : Tidak boleh ada yang di ibadahi kecuali hanya Allah ! Tidak ada tempat berdoa kecuali hanyalah Allah ! Tidak boleh berharap kecuali hanya kepada-Nya Tidak boleh bertawakal kecuali hanya kepada-Nya dan semisalnya dari berbagai jenis ibadah yang tidak boleh diperuntukkan kecuali hanya kepada Allah. Barang siapa yang memberikannya kepada selain Allah maka ia kafir musyrik.
Maka serta merta mereka berkata : "Kalian telah melakukan kebid'ahan, kalian telah mengkafirkan ummat Muhammad shalallahu alaihi wa sallam. Kalian adalah khawarij, kalian adalah ahli bid'ah'
Ad-Durar As-Saniyyah jilid 11 hal. 488-499
Mengkafirkan pelaku dosa besar ialah manhaj khawarij, mengkafirkan Musyrikin ialah muwahhidin ahlis sunnah wal Jama'ah
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Hanifah Jandriadi Yasin
Tanggal : 3 Januari 2020
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=863186257468687&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
PENTINGNYA TAUBAT DARI DOSA-DOSA
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata,
عليك أيها المسلم أن تتوب إلى الله عز وجل، حتى يصلح لك ما كان فاسداً، ويرد عليك ما كان غائباً، وقد صح في الحديث عن رسول الله ﷺ أنه قال: «إن العبد ليحرم الرزق بالذنب يصيبه»
"Wahai seorang muslim, hendaknya engkau bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, agar Dia memperbaiki untukmu apa yang rusak, dan mengembalikan untukmu apa yang hilang. Dan telah shahih dalam hadist dari Rasulullah ﷺ bahwasanya beliau bersabda: "Sungguh seorang hamba benar-benar dihalangi dari rezeki karena dosa yang dia perbuat."
📚 Majmu'ul Fatawa, V/174
Ulama terdahulu kebanyakan membagi manusia menjadi dua : awam dan Mujtahid (dengan segala jenis Mujtahid). Sebagian lagi menambahkan dengan muttabi', bukan awam namun pula bukan Mujtahid. Thayyib, anggaplah pendapat terakhir ini yang kita berlakukan. Apakah kita sudah keluar dari status sebagai awam ?
------------
Apakah anda mengetahui bahwa penuntut ilmu itu ada yang awam ? Atau anda tidak mengetahui hal ini ?
Asy-Syaikh DR. 'Abdullah bin 'Abdirrahim al-Bukhari berujar :
"Seandainya seseorang menisbahkan dirinya kepada thalibil Ilmi. Maka tidak semua yang menisbahkan dirinya kepada thalibil Ilmi adalah otomatis sebagai orang yang berilmu. Oleh karena itulah para penuntut ilmu derajat mereka berbeda-beda.
Janganlah anda angkat status ke-awaman diri anda hanya karena anda telah belajar satu, dua, sepuluh atau dua puluh tahun lamanya dalam belajar. Selama-lamanya status awam tidak akan bilang dari diri anda jika hanya karena telah belajar. Namun yang mengangkat status awam dari diri anda ialah dengan anda menempuh jalan para ulama dalam belajar, beramal, beristidlal dan berjalan diatas metode tersebut. Anda akan mengetahui kadar diri anda dengan hal ini.
Berdasarkan keterangan diatas, maka kami mengatakan bahwa status awam akan terangkat dari anda sedikit demi sedikit. Tidaklah seorang yang tawadhu' karena Allah melainkan Allah akan mengangkat derajatnya. Setiap kali bertambah ilmunya, semakin ia bersikap tawadhu'. Apabila anda melihat bahwa ternyata diri anda sebaliknya, maka anda mengetahui bahwa diri anda masih dalam kubangan dasar yang anda tidak dapat naik ke atas untuk keluar dari kubangan dasar tersebut setelahnya.
Kita memohon hanya kepada Allah keselamatan
Diterjemahkan secara bebas oleh orang awam selepas ngupi malam di Taman Sakinah, Kampung Siluman Tambun Selatan
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Hanifah Jandriadi Yasin حفظه الله
Tanggal : 21 Juli 2019
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02LuTxNkbEVNye2aF5Xt65BWxPeAQJagi3vjSkYnB5Ni7aQ6LCqVZKro1ujedvNUMtl&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz
Ulama mutaqaddimin membagi manusia menjadi dua saja : mujtahid dengan segala tingkatannya dan awam. Gak ada yang namanya muttabi'.
Maka tepatlah apa yang dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab dalam buku beliau "bantahan terhadap kaum yang mengikuti selain 4 imam madzhab" dan ulama lainnya bahwa yang keluar dari 4 madzhab saat ini adalah kalangan miskin ilmu, madzhab gegayaan tarjih padahal tarjih hak para mujtahid
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Hanifah Jandriadi Yasin حفظه الله
Tanggal : 9 Januari 2023
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid0pgkRhVNYD3N55gPRwF24pk92hnYSCPkzySWej9G8HPJogXKUuKTvzASp9M9VysS6l&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz
Gak pernah bersatu pada qalbu seorang salafy, antara tauhid & nasionalisme.
Gak usah ikutan soekarno dah
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil As-Salafiy حفظه الله
Tanggal : 8 Februari 2021
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1416565035464137&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz
====
Nasionalisme adalah paham kekufuran
Oleh karena itu Asy-Syaikh Bin Baz, Asy-Syaikh Al-Fauzan dan lainnya mengatakan bahwa kaum nasionalis ialah murtaddun. Asy-Syaikh Al-'Utsaimin mengatakan mati berperang di jalan nasionalisme ialah mati Jahiliyah.
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Hanifah Jandriadi Yaain حفظه الله
Tanggal : 8 Februari 2020
Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1171320129988630&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz
*Imamah & Wilayah*
Ahlussunnah wal Jama'ah have agreed on the obligation to appoint a leader for muslimin.
Leadership applies to one of the following three cases :
*1- Shura.* Namely through the election of _ahlul hal wal 'aqd_ from ulama, umara, people in positions, community leaders and respected people in society.
As the leadership of Abu Bakr _Radhiyallahu 'anhu_ who was appointed by way of shura based on ijma'.
Likewise, like the story of the appointment of Uthman _Radhiyallahu 'anhu_ by way of shura from six shahabat appointed by Umar _Radhiyallahu 'anhu_ to choose the next leader.
And like the story of the appointment of Ali _Radhiyallahu 'Anhu_ who was got bai'at by ummat Islam after Uthman _Radhiyallahu 'Anhu_ was killed.
Notes : Democracy is not shura, because it is built on broken foundations;
1. That the law is in the hands of the people whereas in Islam law belongs to Allah alone.
2. Equalizing between Muslim and kafir, men and women, intelligent and stupid. This is because democracy stands on the principle that society is a source of power
*2- Al Istikhlaf.* That is the legitimate leader appoints someone who will replace him later.
This is like what Abu Bakr _Radhiyallahu 'Anhu_ did, who handed over leadership afterwards to Umar _Radhiyallahu 'Anhu._
*3- Al Ghalabah.* That is someone with his strength who succeeded in usurping the power of a country until the situation was under control and led them by Islam law.
When that happens, his leadership takes effect,bai'at is achieved and it is forbidden to rebel against him as the words of Nabi _Shallallahu 'Alaihi Wasallam_: "When you are led by a curly African slave, listen and obey him while he leads you with kitabullah."
So when a person succeeds in becoming a leader in one of these three ways, it is obligatory for a Muslim to pledge his allegiance as a Muslim wali or amir (leader).
Faidah study of Kitab Aqidah Imam Sufyan Ats-Tsauri, musnadan
By : Al-Ustadz Al-Fadhil Jafar Shalih حفظه الله
Date : March 6, 2023
Translated by : Hilal Kurniawan
Source : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1887908064907845&id=100010660082711&mibextid=Nif5oz

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pemimpinmu tidak sedzalim Hajjaj bin Yusuf. Terbalik Mas !!! Jangan Halu !!!
Hajjaj dahulu tidak pernah membiarkan sihir dan perdukunan, apalagi sampai memberikan payung hukum untuk asosiasi perdukunan di Kemenhumkam. Hajjaj adalah penghafal Al-Qur'an, ia biasa mengkhatamkan Al-Qur'an dalam 2 hari.
Hajjaj dahulu berhukum dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, Hajjaj tidak pernah menjadikan selain Al-Qur'an dan Sunnah sebagai asas hukum. Hajjaj mengetahui firman Allah :
ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الظالمون
"Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang dzhalim"
Tidak sebagaimana penguasa sebuah negeri sekuler ortodok yang justru melakukan juhud bagi sesiapa yang hendak mengganti UU positif mereka dengan mengancam akan menggebuk kepada sesiapa saja yang hendak mengganti UU positif merka
Hajjaj dahulu tidak pernah memelihara pencela Islam, sebagaimana rezim ortodok di sebuah negeri. Hajjaj dahulu tidak pernah melegalkan khamr, karena ini adalah kekufuran yang nyata. Hajjaj dahulu tidak pernah membiarkan ada salam kekufuran lintas agama, dll.
Atas jasanya Al-Qur'an diberi tanda harakat (dhmmah Fathan kasroh, sukun, tasydid) untuk memudahkan dibacah. Ini jasa Hajjaj yang sangat besar bahkan untuk diri kita. Hajjaj juga berjasa atas beberapa penaklukkan wilayah sehingga wilayah-wilayah tersebut menjadi negeri Islam dengan mengirim pasukan ke timur (sampai ke wilayah China) dan barat hingga ke Andalusia.
Dalam jihad, Hajjaj berjasa atas penghalauan serangan musuh-musuh Islam, terutama serangan pasukan Hindu dari arah India. Di masa pemerintahannya, ia menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi. Di masa pemerintahannya ia -sebagaimana penguasa Islam lainnya- memungut jizyah bagi para dzimmi dan tidak membiarkan kafir dzimmi menampakkan kekafiran mereka (membiarkan mereka memakai salib misalnya). Hajjaj pun tidak pernah sekalipun mengucapakan selamat natal kepada para kafir dzimmiy yang merayakan natal di gereja mereka dalam wilayah kekuasaan Hajjaj.
Namun walau demikian, Hajjaj tetap di doakan keburukan oleh para salaf semisal Al-Hasan Al-Bashri, dilawan oleh sebagian para sahabat dan tabi'in dan bahkan dikafirkan oleh sebagian salaf. Oh ya, para salaf tidak pernah memvonis yang melawan, Mendokan keburukan dan mengkafirkan Hajjaj sebagai khawarij atau Takfiri.
Maka hentikanlah halu-mu itu ! Jangan kau bayangkan jika pemimpin sekulermu itu berada di masa salaf. Hentikan halu-mu ! Kasihanilah dirimu.
*Kesesatan penguasa tidaklah mengharuskan adanya pemberontakan, karena hal itu berkaitan dengan mashlahat dan mafsadat.
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Hanifah Jandriadi Yasin حفظه الله
Tanggal : 28 Februari 2018
Sumber :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1184438685343441&id=100013319622062&mibextid=Nif5oz
*Imamah & Wilayah*
Ahlussunnah wal Jama’ah telah sepakat akan wajibnya mengangkat pemimpin bagi muslimin.
Kepemimpinan berlaku dengan salah satu dari tiga perkara berikut;
*1- Syura.* Yaitu melalui pemilihan _ahlul hal wal ‘aqd_ dari para ulama, umara, orang-orang yang berkedudukan, pimpinan-pimpinan masyarakat dan orang-orang terpandang di masyarakat.
Sebagaimana kepimpinan Abu Bakr _Radhiyallahu ‘anhu_ yang diangkat dengan jalan syura berdasarkan ijma’.
Begitu juga seperti kisah diangkatnya Utsman _Radhiyallahu ‘anhu_ dengan jalan syura dari enam orang shahabat yang ditunjuk oleh Umar _Radhiyallahu ‘anhu_ untuk memilih pemimpin setelahnya.
Dan seperti kisah diangkatnya Ali _Radhiyallahu ‘Anhu_ yang dibai’at ummat Islam setelah Utsman _Radhiyallahu ‘Anhu_ terbunuh.
Catatan; Demokrasi bukan syura, karena dibangun di atas pondasi yang rusak;
1. Bahwa hukum ada di tangan rakyat. Sedangkan dalam Islam hukum hanya milik Allah semata.
2. Menyetarakan antara muslim dan kafir, laki dan perempuan, berakal dan bodoh. Hal ini karena demokrasi berdiri diatas prinsip bahwa masyarakat adalah sumber kekuasaan
*2- Al Istikhlaf.* Yaitu pemimpin yang sah menunjuk seseorang yang kelak akan menggantikannya.
Hal ini seperti yang dilakukan Abu Bakr _Radhiyallahu ‘Anhu_ yang menyerahkan kepemimpinan setelahnya kepada Umar _Radhiyallahu ‘Anhu._
*3- Al Ghalabah.* Yaitu seseorang dengan kekuatannya yang berhasil merampas kekuasaan suatu negeri sampai keadaannya terkendali dan memimpin mereka dengan syariat Islam.
Kapan hal itu terjadi kepimpinannya berlaku, bai’at tercapai dan haram memberontaka kepadanya sebagaimana sabda Nabi _Shallallahu ‘Alaihi Wasallam_: “Apabila kalian dipimpin seorang budak Afrika keriting dengar dan taatlah kepadanya selagi ia memimpin kalian dengan kitabullah.”
Maka kapan seseorang berhasil menjadi pemimpin dengan salah satu dari tiga cara ini wajib atas muslimin untuk membai’atnya sebagai wali atau amir (pemimpin) yang muslim.
Faidah kajian kitab Akidah Imam Sufyan Ats-Tsauri, musnadan
Oleh : Al-Ustadz Al-Fadhil Jafar Shalih حفظه الله
Tanggal : 6 Maret 2023
Sumber :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1887908064907845&id=100010660082711&mibextid=Nif5oz