EXPECTATIONS
★
Doug Jones
h

pixel skylines

shark vs the universe
official daine visual archive
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
noise dept.

#extradirty
The Stonewall Inn
The Bowery Presents

❣ Chile in a Photography ❣
NASA
todays bird

bliss lane
KIROKAZE
Monterey Bay Aquarium
Fai_Ryy
seen from Malaysia

seen from Hungary
seen from United States

seen from Ireland

seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Bangladesh

seen from South Africa

seen from Italy
seen from United States
seen from United States

seen from Switzerland

seen from Belgium
seen from Nepal

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Indonesia
seen from United States
seen from Paraguay
seen from Hungary
@a-justafeeling

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tamasya kali ini gak cuma liat batu
Orang-orang terdekatku sepertinya sudah lelah mendengar cerita dan keluhanku. Sekarang aku mulai bingung untuk bercerita ke siapa
Tumbuh Dewasa
Saat tumbuh dewasa, lingkaran pertemanan akan mengecil. Teman-teman yang dulu mau merespon candaan-candaan receh maupun omongan-omongan tak berguna sekarang tak lagi memiliki waktu untuk merespon hal tersebut. Mereka sedang bertumbuh, mengembangkan diri mereka menjadi manusia dewasa yang mampu bertahan dalam lingkungan masyarakat. Mereka mungkin sudah lelah meladeni candaan receh ataupun hal tak berguna setelah bekerja dari pagi.
Memang sepertinya umur segini waktunya memiliki pasangan. Karena teman biasa pun sudah tak bisa benar-benar menjadi teman. Tapi apakah pasangan bisa menjadi teman hidup?
Entah mengapa ku ingin tahu kabarmu. Ku ingin tahu ceritamu selama ini. Ku cari tahu kabarmu dari sosial media milik teman-temanku yang juga menjadi teman-temanmu. Tapi tak ada satupun orang yang membagikan kabarmu. Ku ingin bertanya langsung padamu. Tapi itu terasa sangat sulit bagiku. Pernah sekali ku bertanya kabarmu. Tapi kau tak membalasnya. Mungkin waktu itu pertanyaanku terlalu aneh untukmu atau kau sudah malas berhubungan lagi denganku yang tak memberikan pengaruh apapun pada hidupmu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hei kamu yang disana! Gimana kabarmu? Syukurlah kamu sudah menyelesaikan proyekmu dan mampu mengalahkan dirimu sendiri. Aku disini masih berusaha dan memaksakan diri untuk bersemangat menyelesaikan proyek yang harus diselesaikan. Musuh terbesarku masih belum tumbang. Ia sangat berapi-api untuk menahan diriku dari berproses. Selamat kamu telah melaksanakan beberapa tahap menuju pencapaian yang sudah lama tertunda. Semoga kelak kita dapat bertemu, bercerita, dan bercanda dalam keadaan yang baik
Usaha yang sia-sia
Telah sia-sia usahaku selama ini. Usaha untuk tidak menghubungimu, usaha untuk melupakanmu, dan usaha untuk tak usah menghiraukanmu, dan semua usaha lain untuk menjauhkanku darimu.
Semua usahaku itu sia-sia ketika muncul pemberitahuan pesan masuk darimu yang muncul di layar ponselku. Mengapa kamu menghubungiku? Bukankah aku hanya orang yang mengganggu? yang menghubungimu hanya ketika aku membutuhkanmu.
Apakah kau tidak merasa terganggu akan kehadiranku? aku kira selama ini kau terganggu dengan pertanyaan-pertanyaanku.
Lalu saat kau tidak menjawab pertanyaanku seperti biasanya, aku mulai berpikir bahwa kau sudah mulai terganggu olehku, aku aku memutuskan untuk berhenti bertanya-tanya lagi denganmu.
Tiba-tiba kau menghubungiku terlebih dulu. Padahal selama ini kau sangat jarang sekali menghubungiku duluan. Karena itu usahaku selama ini langsung hancur dan sia-sia.
Kupu-kupu yang sudah meninggalkan perutku, kini kembali lagi.
Belajar mentolerir
Sekarang aku sedang belajar tinggal bersama orang lain yang cukup berbeda denganku. Kebiasaan yang berbeda, pemahaman yang berbeda, dan tentunya dari keluarga yang bebeda. Sebenarnya aku tidak begitu suka tinggal dengan orang lain, namun aku butuh berlatih untuk mentolerir orang lain dalam hidupku. Sehingga aku dapat mempersiapkan diriku lebih baik untuk kehidupan baru yang akan selalu bersama.
Memang cukup sulit untuk tinggal bersama orang lain yang cukup berbeda dengan diri kita. Apalagi jika berbeda prinsip hidup. Yang bisa dilakukan adalah saling menghargai dan memahami satu sama lain. Tidak bisa memaksakan kehendak sendiri. Kadang jika ada sesuatu yang tidak nyaman di hati, jurus terampuh adalah diam dan tidak peduli, yang penting diri sendiri tidak mengganggunya.
Dia tidak mengharapkan apapun dariku. Begitu-pun aku, tidak seharusnya mengharapkan apapun darinya. Aku menjalankan rutinitasku seperti biasa, dia juga begitu. Hanya saja kadang aku tetep mempertimbangkannya dalam pengambilan keputusanku sehari-hari.
Semoga dengan tinggal bersama orang lain ini, akan membuatku belajar mentolerir orang lain, dan dapat hidup harmonis dengan orang lain kelak.
Menghadapi Ingatan
Hari ini, aku sedang menulis sebuah cerita tentang pengalaman masa-masa SMAku. Sebuah masa yang tak ingin ku ingat. Ketika aku mengingat masa itu, hanya ada rasa perih dan amarah yang merangsak memasuki hati hingga membuat air mataku jatuh.
Sekarang aku harus mengingat semua ingatan itu. Perih, sedih, dan amarah yang masih menyisakan luka dihatiku kembali menunjukkan eksistensinya. luka yang belum sepenuhnya sembuh akan terbuka kembali.
Baru satu kalimat tentang masa itu saja sudah dapat membuat air mata di pelupuk mataku jatuh, dadaku terasa sesak, dan hariku menjadi berkabut. Aku tak yakin apakah aku bisa menghadapi ingatan itu lagi.
Aku berharap dengan menuliskan rasa sakitku dalam sebuah karya akan dapat mengobati luka hatiku. Hatiku akan dapat melepaskan rasa perih, sedih, dan amarah masa itu. Berdamai dengan semua rasa sakit itu dan mulai menghargai beberapa kebahagiaan yang sebenarnya juga ada dimasa itu, namun tertutupi oleh kenangan buruk.
Sampai tulisan ini dibuat, aku belum uga meneruskan karya ceritaku. Hatiku masih butuh waktu untuk berdamai dengan ingata itu.
This what I need right now

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Gawatttt
oh tidak, sudah 3 hari ini aku bermimpi tentang dia, padahal aku ingin membatasi perasaan ini. Aku tak ingin melibatkan perasaanku lebih jauh. Aku tak ingin hati dan otakku terdistraksi olehnya. sudah cukup aku hanya dengan mengaguminya. Tak perlu melangkah lebih ajuh lagi.
Namun, mengapa 3 hari ini dia muncul di mimpiku? ini mimpi darimana? Apakah ini efek dari terlalu lama tidak bertemu dan berkomunikasi dengannya? Atau efek aku kesepian di rumah?
Aku hanya ingin membatasi masalah perasaan ini, tapi mengapa aku selalu bermimpi tentangnya? Bagaimana cara menghentikan mimpi ini?
Tak seperti Rumah
Rumah yang biasanya terasa nyaman sekarang malah membuat tak nyaman. Kewajiban mengerjakan tugas kuliah, belajar materi kuliah yang susah dimengerti, dan mengerjakan perkerjaan rumah membantu ibu menjadi beban tersendiri.
Diri ini sudah sangat terbebani dengan tuntutan kuliah, pikiran kalut, bahkan kadang sangking tertekannya hingga membuat pasrah. Tidak belajar tidak bisa sama sekali, namun belajar juga sama saja masih tidak bisa. Banyak sekali yang perlu dipelajari. Namun, otak ini kadang tidak sanggup. Hanya bisa mengeluh dan marah pada diri sendiri karena tak mampu paham dengan apa yang dipelajari.
Kemudian tuntutan untuk berbakti kepada orang tua salah satunya membantu pekerjaan-pekerjaan rumah juga menjadi tanggung jawab tersendiri. Tekadang aku tidak dapat menyembunyikan emosi dan juga mood yang buruk. Tetap belajar dan tetap mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah dengan wajah cemberut dan cenderung kasar.
Sepertinya mereka berdua menyadari ada yang salah denganku, kemudian setelah itu mereka tak menyuruh-nyuruhku lagi. Namun, masih saja aku merasa bersalah tidak membantu mereka karena mengerjakan tugas-tugas rumit ini. Meskipun mereka tidak menyuruhku, namun aku mencium bau kekecewaan mereka kepadaku. Kecewa bahwa anak perempuan dirumah namun tak mau membantu pekerjaan orangtua di rumah.
Ingin rasanya aku mengungkapkan semua keresahanku, bagaimana persaanku selama ini menjalani keinginan mereka yang berat ini. Bagaimana aku kehilangan harapanku akan masa depan. Bagaimana aku hanya bisa pasrah menjalani semua tuntutan itu. Namun, aku juga tidak ingin menambah beban pikiran mereka dengan keluhanku. Terkadang mereka juga tidak tahu bagaimana sulitnya menjalani keinginan mereka dan mereka hanya beranggapan bahwa itu semua dapat dijalani dengan belajar. Kemudian aku lagi yang salah. Selalu saja seperti itu. Selalu akhirnya aku yang salah dan harus memperbaiki diri karena semua itu adalah bagian dari pendewasaan diri. itu yang selalu mereka katakan padaku. Tak pernah mencoba mengerti perasaanku dan berada dipihakku. Mereka selalu menampatkan diri pada posisi netral yang kadang juga membuatku kesal dan mals menceritkan apa yang aku rasakan.
Rumah sudah tak menjadi tempat ternyaman lagi. Karena dua kepentingan dan tanggung jawab saling tumpang tindih
Tak mampu
kata orang kalau sudah basah berenang saja. Namun, bagaimana jadinya kalau tidak bisa berenang? Kemungkinan besarnya adalah tenggelam.
Sepertinya kata tenggelam itu sekarang cocok denganku. Akhir-akhir ini setiap aku menghadapi masalah yang tidak aku mengerti dan sulit untuk dipecahkan aku akan mengalami mental breakdown. Merasa diri ini paling bodoh tak mengerti apa-apa. Berusaha untuk belajarpun kadang percuma karena aku tak tahu apa yang aku pelajari.
Buku-buku itu menggunakan bahasa para penyihir yang tak aku mengerti. Aku harus membaca buku panduan lain untuk bisa memahami buku-buku yang harus aku pelajari;. intinya, aku harus belajar banyak sekali. Aku harus mengejar ketinggalanku yang berarak 4 tahun dari pada temanku yang lain. Sedangkan sekarang aku hanya idberi waktu 2 tahun untuk mengear ketinggalan dan menyelesaikan tugas besar baru.
Ketika aku belajar dan aku tak mengerti apa yang aku pelajari. rasanya aku ingin muntah saja. Ingin aku muntahkan semua yang aku baca itu agar sekalian hilang dari ingatanku.
Hati, jiwa, pikiran, dan mentalku tak sekuat yang dulu lagi. Aku yang sekarang rapuh. hanya dengan satu stimulus kecil saja aku sudah merasakan mental breakdown yang sering membuatku ingin menyerah.
Memang tujuanku mengambil jalan ini bukan karena keinginanku sendri. Banyak pengaruh dari orangtua. Sekarang setelah merasakan melewati jalan ini. Aku sudah tidak memiliki harapan apapun di ujung jalannya. Aku hanya ingin membahagiakan orang tuaku, berbakti kepada mereka, dan menuruti setiap perintah mereka.
Tak ada motivasi lain selain hal itu. Aku tak tahu entah jadi apa aku kelak, rasanya aku tak mampu untuk merencanakan apapun. Aku hanya bisa menjalani apa yang ada dengan semampuku.
00.11 : Berjuang
Kita belajar untuk bisa melewati banyak sekali keadaan, kalau kita tak mampu melewatinya. Kembali, belajar lagi, meluangkan waktu untuk mencari letak kesalahan-kesalahan yang sudah kita lakukan, perbaiki. Kemudian kita coba lagi.
Begitu seterusnya.
Yang menentukan batasnya adalah kita sendiri, mau seberapa banyak memperjuangkannya hingga kemudian kita memutuskan berhenti jika tak kunjung mampu melewatinya. Kemudian, memilih jalan yang lain.
Setidaknya, kita sudah berjuang.
@kurniawangunadi | Yogyakarta, 31 Maret 2020
Sate Padang yang melemahkan
Sudah dua bulan aku berada di tempat perantauan baru. Bertemu dengan banyak orang baru dan beradaptasi dengan budaya yang sedikit berbeda dari tempat yang lalu. Aku belum mengenal dengan baik tempat ini, bahkan tempat makan aku juga belum tahu.
Suatu ketika kita belajar bersama, aku menginginkan sate padang dan aku belum tahu dimana tempat menemukannya. Tiba-tiba saja kau menawarkan untuk kita makan sate padang bersama. Sebenarnya saat itu aku sangat senang karena akhirnya bisa makan sate padang enak,, karena sebelumnya aku hanya memesan sate padang lewat aplikasi online dan rasanya tidak sesuai dengan harapan.
Aku menikmati rasa sate padang itu. sambil duduk disebelahmu dan makan kerupuk pedas yang kau berikan kepadaku.
Saat itu yang aku rasakan hanya senang karena makan saja. Namun, pulang dari sana aku merasa hal yang berbeda tentang dirimu. Aku yang semula menghormati dan menghargaimu sebagai senior yang baik berubah menjadi rasa yang membuat hatiku berdebar.
Dia memang orang yang baik. Tapi dia uga baik ke semua orang, bukan hanya aku. Namun, entah mengapa kau bisa luluh hanya dengan makan sate padang.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Melepaskan tidak selamanya buruk. Terlebih lagi jika apa yang kita lepaskan memang sudah tidak lagi baik untuk kita.
I loved you and I’ve lost you, you won’t be back so it’s time for me to let you go. // A. W. (via surat-pendek)
Hai, bolehkah aku menghubungi ponselmu lagi? Aku sudah tidak ingat bagaimana suaramu terdengar saat kau menyebut namaku.
“Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi, mohon periksa kembali.” // A. W.
Bandung, Oktober 2017.
(via surat-pendek)