🪼
noise dept.

bliss lane
The Bowery Presents

ellievsbear

★
hello vonnie
todays bird
official daine visual archive
Misplaced Lens Cap

❣ Chile in a Photography ❣
RMH
𓃗

if i look back, i am lost

titsay

Love Begins

Discoholic 🪩

PR's Tumblrdome
seen from United States
seen from Brazil
seen from Canada
seen from United States

seen from France

seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Australia
seen from United Kingdom

seen from Finland

seen from United States
seen from United States

seen from Denmark

seen from T1

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Italy
seen from Bangladesh
@404notfoundidea

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kesabaran dalam Nikmat: Ujian yang Sering Terlupakan
Source; Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Sering kali kita memahami sabar hanya dalam konteks musibah ketika kehilangan, kesedihan, atau kesulitan datang menghampiri. Namun, kali ini kita akan melihat sisi lain yang jarang disadari: bahwa kesabaran justru sangat dibutuhkan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan.
Saat keinginan terwujud, manusia cenderung terlena. Euforia datang, rasa senang meluap, dan tanpa sadar kita bisa tergelincir lalai dari perintah Allah dan abai terhadap larangan-Nya. Padahal, justru di titik itulah ujian sebenarnya dimulai.
Allah telah mengingatkan dalam QS. Al-Hadid ayat 22–23 bahwa segala sesuatu yang terjadi, baik di bumi maupun dalam diri kita, telah ditetapkan sebelum kita diciptakan. Tujuannya jelas: agar kita tidak terlalu berduka atas yang hilang, dan tidak pula berlebihan dalam kegembiraan atas yang didapat. Sebab, berlebihan dalam keduanya bisa menyeret manusia pada kesombongan.
Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa kesabaran itu berat karena ia berfungsi sebagai pengendali. Tanpanya, manusia mudah “overdosis” dalam menikmati sesuatu. Apa pun yang berlebihan bahkan yang awalnya baik pada akhirnya bisa berbalik membawa mudarat. Kenikmatan yang tidak dijaga dengan sabar akan kehilangan makna, bahkan bisa merusak.
Menariknya, setiap hal yang kita dapatkan sebenarnya memiliki “hak Allah” di dalamnya. Rezeki bukan sekadar untuk dinikmati, tapi juga untuk ditunaikan haknya. Liburan, misalnya, sering membuat seseorang lalai shalat. Padahal itu pun adalah nikmat dari Allah. Begitu juga ketika mendapatkan pasangan yang saleh atau salehah seharusnya itu mendekatkan kita pada ibadah yang lebih baik, bukan sebaliknya.
Semakin besar nikmat yang kita terima, semakin besar pula tanggung jawabnya. Harta bertambah, zakat pun bertambah. Kebahagiaan datang, syukur pun harus lebih dalam.
Kesalahan yang sering terjadi adalah kita fokus pada bagaimana cara mendapatkan sesuatu, tetapi lupa bahwa di dalamnya ada hak Allah yang harus ditunaikan. Di sinilah letak pembeda antara orang yang sekadar menikmati dan orang yang beriman. Orang beriman tidak akan tamak, karena ia sadar setiap nikmat bukan hanya untuk dirinya, tapi juga amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Akhirnya, kesabaran bukan hanya tentang bertahan dalam luka, tapi juga tentang menahan diri dalam bahagia. Karena tidak semua orang gagal dalam kesedihan banyak yang justru jatuh dalam kenikmatan.
17 Shafar 1448H
Hati bisa berkarat sebagaimana timah dan perak. Pembersihnya adalah dzikir—sebuah ingatan yang terus hidup kepada Allah. Dzikir akan membersihkan hati hingga kembali jernih, seperti cermin yang bening tanpa noda.
Berkaratnya hati terjadi karena dua hal: kelalaian dan dosa. Kelalaian sering hadir tanpa kita sadari. Misalnya, kita tidak berniat menyakiti hati seseorang, namun kata-kata yang terucap justru melukai dan membuat orang lain mempertanyakan maksud kita. Bukan karena niat jahat, melainkan karena hati sedang lalai—jauh dari ingatan kepada-Nya—hingga lisan pun kehilangan penjagaannya.
Dalam Al-Qur’an, Surah Al-Mutaffifin ayat 14 mengingatkan bahwa kelalaian yang terus dibiarkan akan menumpuk, membentuk karat pada hati. Semakin waktu diisi dengan kealpaan, semakin tebal karat itu menutup kejernihan jiwa—sebanding dengan kadar kelalaian yang kita pelihara.
Ketika hati telah berkarat, pandangan menjadi kabur. Kebenaran tak lagi tampak sebagai kebenaran, dan kebatilan pun disangka sebagai sesuatu yang benar. Hati yang tertutup kehilangan cahayanya, hingga sulit membedakan mana yang haq dan mana yang batil.
Ditulis ulang dari kajian ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Don’t forget to take a moment today to read Surah Al-Kahf— a beautiful reminder that brings نور (light) to your heart for the week ahead. 🤍
15Shafar1448H
Awal kekalahan untuk akhir kemenangan?
Aku sekuat tenaga untuk bisa diterima dirumah. Setelah ayah berpulang aku seakan kehilangan alasan untuk kembali. Setiap kata-kata ibuk bagaikan bola yg membentur dinding-dinding tengkorakku menggelinding keseluruh penjurunya menjadi sebuah perintah yg harus terlaksana. Tidak ada pilihan jika ingin diterima dirumah. Otakku menterjemahkan ini bertahun-tahun lamanya. Tidak ada apresiasi atas apa yg aku raih dan deretan kritik tersaji yg seringkali menjelma anak panah yg tak bisa ku cegah menghujam jantung ku ketika aku gagal meraih sesuatu. Aku terkapar mencabut paksa anak panah itu berusaha bernapas walaupun sesak mencari celah untuk bertahan. Hingga akhirnya aku dewasa dengan perasaan tak cukup baik untuk apapun dan untuk siapapun. Aku harap kamu mengerti mengapa aku belum bisa pulang
Berat sekali untuk kaki ku melangkah pulang. Ini bukan lagi seporsi kekalahan. Jangan memaksa ku ya? Aku tak cukup kuat ditempat dimana aku tak cukup baik, aku tak cukup kuat dimana hadirku tak cukup berharga. Aku tak cukup kuat jika aku tak mampu membela diriku saat seseorang menyalahkan ku atas takdir yg dengan tabah aku coba jalani. Aku sudah tidak bisa menjawab pertanyaan kapan ini? Kapan itu? Aku tak punya jawabannya. Rasanya saat ini aku tidak ingin kembali, dan tidak tau kapan aku bisa membujuk hatiku untuk pulang. Maaf ya buk, rumah ibuk terasa sangat sesak hanya sekedar buat bernapas, mungkin karena tak cukup ruang buat ku disana. Jadi aku pergi ya bu? Jangan tanya kapan kembali. Izinkan kali ini aku memilih diriku sendiri. Aku tak punya kekuatan lagi untuk membuktikan bahwa aku layak untuk diterima. Kadang aku masih berharap punya identitas sebagai manusia aku layak untuk dicinta bukan? Berbekal aku anak ibuk aku berharga ada di dunia bukan?
Buk, jangan berkecil hati ya. Mana mungkin aku menyalahkan ibuk atas segala yg ku jalani hari ini. Aku adalah seorang anak yg sepenuh hati masih percaya. Bahwa apapun yg ibuk lakukan adalah hal terbaik yang ibuk bisa untuk mendidikku. Berkali-kali aku mencoba berdiri di sepatu ibuk. Aku sedikit mengerti, menjadi ibuk juga belum tentu mudah bisa saja luka ibuk lebih parah dan belum menunjukkan tanda-tanda akan sembuh. Mungkin ibuk berharap aku obatnya, sayangnya ibuk keliru lagi. Buk, aku tidak sedang merutuki takdir buk. Mana mungkin-kan? Takdir terbaik itu adalah takdir yang aku jalani sekarang buk. Tuhan maha melihat dan mendengar. Tuhan juga maha bijaksana, aku juga tau dan percaya Tuhan tidak akan mendzalimi hambaNya.
Aku ingat tentang firman Nya dalam Qs. Al-baqarah 216
.... Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui
Semoga Allah memberikan taufik berupa kesabaran untuk menemani langkah-langkahku menapaki sisa kehidupan ini. Aku percaya bahwa kesabaran yg Allah tawarkan lebih tinggi nilainya daripada nikmat yg hilang serta nikmat yg aku harapkan. Seperti firmanNya dalam Qs. Az-zumar ayat 10;
.... Sesungguhnya hanya orang-orang yg bersabarlah yg dicukupkan pahala mereka tanpa batas
14 🆂🅷🅰🅵🅰🆁 1448
Do'a part 5.....
Alhamdulillah akhirnya di permulaan bulan mulia ini aku sampai pada do'a ini dan semoga istiqomah mengamalkannya hingga ajal menjelang. Bismillah....
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ
Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan bakhil, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan hutang dan dominasi manusia (HR. Abu Dawud 1330)
Sebelum kita diundang ke tanah Makkah buat berhaji. Bismillah kita kerjakan amalan ibadah di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah 1447H ini. Baik puasa, sholat sunnah, baca Quran, sedekah, juga Qurban maksimalkan. Semoga langkah-langkah kita membawa kita menjadi lebih dekat untuk segera bisa menunaikan ibadah yang sangat istimewa ini, ibadah yang sangat dinanti-nantikan yang merupakan rukun IsIam yang ke lima. Semoga kita dimampukan-Nya. Aaaamiin ya rabbal'alaaamiin
Welcome Dzulhijjah 1447H

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Do'a part 4.....
Aku masih dan akan berusaha tetap untuk berdo'a, hari ini takdir membawaku menemukan do'a dalam Qs. Al-ahqaf ayat 15
رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِىٓ ۖ إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ
Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepada ku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhoi; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh aku bertobat kepada Engkau, dan sungguh aku termasuk orang-orang yg berserah diri
Semoga kita cepat menghapalkannya. Aaamiin...ya Rabb. Bagaimanapun juga do'a adalah kekuatan tak terlihat untuk kita bisa melanjutkan hari dengan santai tapi tetap percaya diri.
Tidak bisa dipungkiri do'a juga merupakan harapan yang terus menerangi ditengah gelapnya langkah-langkah kaki kedepannya. Jadi, apapun yang terjadi tetaplah berdo'a. Allah tak sedikitpun mendzolimi hamba-hambaNya
𝘑𝘶𝘮'𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘣𝘢𝘳𝘰𝘬;28𝘋𝘻𝘶𝘭𝘬𝘰'𝘥𝘢𝘩1447𝘏
Gimana? Qiyamul Lailnya udah?
katanya mau meet up...
wkwkwkwk
Duhhhh.... Masih remedial, masih sering jadi bangkai dihadapanNya (⅓ malam terakhir) Astaghfirullah..... Astaghfirullahalazim......
Do'a... Part3
Aku pernah melangitkan namamu di sepertiga malam terakhir, meminta mu dengn suara lirih kepada sang pemilik hati agar aku bersamamu dimasa depan nanti. Aku percaya bahwa aku adalah seseorang yang berharga lalu layak untuk diperjuangkan. Aku menjaga hatimu dengan sungguh walaupun dari jauh. Aku menulis puisi-puisi indah harapan tentang kebersamaan kita dimasa depan yang aku pikir sebentar lagi nyata. Apalagi yang dilakukan seseorang yg jatuh cinta? Berkhayal melintasi kabut pagi sambil menggendong ransel? Berkhayal menyeduh hot chocolate di Segera anak, bola matamu berbinar ditimpa cahaya mentari pagi. Dilain waktu mungkin kita akan menyesap americano sambil menatap jutaan bintang-bintang yang tumpah ruah di Ranu kumbolo. Apalagi? Aku pernah berkhayal tentang itu semua
Masih banyak lagi, tapi kenyataannya sudah berlalu beberapa tahun mimpi-mimpi itu masih ada. Dia tidak lenyap hanya karena kamu memilih pergi. Sulit aku percaya bahwa aku masih meyakini hal yang sama. Bahkan mungkin akan lebih indah dari mimpi yang pernah aku bayangkan. Lebih indah dari do'a yang pernah aku panjatkan. Mimpi ku akan jadi nyata walaupun bukan dengan mu, tidak mengapa bukan?
Aku teringat nabi Allah Zakaria AS yang do'a beliau diabadikan dalam surah Maryam. Betapa husnuzon beliau dengan takdir Allah. Betapa beliau tidak putus asa dengan rahmat Nya.
قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا
Qs. Maryam 4
Dia (Zakaria) berkata, "wahai Tuhan ku sesungguhnya tulang ku telah lemah, kepalaku telah dipenuhi uban dan aku tidak pernah kecewa berdo'a kepada Mu"
Keteguhan hati, keyakinan nabi Zakaria terhadap do'a nya dijawab Allah dengan kuasa-Nya lahirlah Yahya AS. Seorang nabi bahkan belum pernah seseorang menamai itu sebelumnya. Seorang yang bertaqwa dan sangat berbakti kepada orang tua. Saat nabi Zakaria sempat meragukan jawaban atas do'a nya. Allah SWT katakan dalam surat Maryam ayat 9 "Hal itu mudah bagi-Ku"
Setelah menghafalkan do'a-do'a aku pikir tugas berikutnya berdo'a dengan sungguh-sungguh lalu husnuzon dengan do'a yang kita panjatkan. Ingat baik-baik tugas kita bukan kecewa dengan do'a yang belum terwujud apalagi putus asa dan meninggalkan do'a. Berdo'alah itu bukti kita percaya bahwa kehidupan kita di bawah kendali Nya
𝟮𝟭𝗗𝘇𝘂𝗹𝗸𝗮'𝗱𝗮𝗵 𝟭𝟰𝟰𝟳𝗛
: اللهم إني أعوذ بك من عذاب جهنم، ومن عذاب القبر ومن فتنة المحيا والممات، ومن شر فتنة المسيح الدجال"
((رواه مسلم)).
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka jahanam dan siksa kubur. Dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Dajjal."
Lagi semangat²nya belajar do'a. Kalo ini do'a setelah tasyahud akhir sebelum salam. Semoga Istiqomah 。◕‿◕。

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Do'a part 2....
Seindah ini ciptaanNya. Lalu bagaimana dengan wajah-Nya? Aku pernah membaca bahwa salah satu nikmat yg paling luar biasa yg diperuntukkan bagi penduduk surga adalah melihat wajah-Nya tanpa perantara. Semoga kita menjadi bagian dari yg merasakan nikmat itu nanti nya. Aaaamiinn. Btw, ini salah satu pantai di Belitung. Tapi aku lupa namanya. Saat aku dan teman ku mencari penginapan bertepatan sekali dengan mentari yg bersiap tenggelam dibatas cakrawala menyisakan jingga yang sayang untuk dilewatkan
Perjalanan belajar menghapalkan do'a berbahasa Arab akhirnya membawa ku bertemu dengan do'a ini;
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Ya Allah, dengan rahmat-Mu aku berharap, janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau. (HR. Abu Daud)
Indah sekali bukan? Do'a itu penghubung yang membawa harapan, kekuatan dan ketenangan karena kita tahu dan sadar betul sudah bersandar kepada Dzat yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dzat yang hati kita ada dalam genggaman tangan Nya. Dzat yang tidak akan mendzolimi hamba-hambaNya
Aku teringat ayahku yg belum genap setahun berpulang kepangkuan Nya. Jika tidak ada do'a seperti apa aku akan melanjutkan bakti ku kepada beliau? Aku banyak kurangnya, aku bahkan belum sempat bertanya seperti apa anak yg beliau inginkan? Jika tidak ada do'a bagaimana jika sesekali aku rindu? Jika tak ada do'a bagaimana aku mengatakan bahwa aku selalu cinta walaupun raga kita tak mungkin berjumpa. Ayah memang sudah tiada, tubuhnya mungkin telah melebur bersama tanah tapi dengan do'a ayah selalu hidup dalam hati dan pikiranku. Ayah,...yang tenang ya disana. Semoga rumah ayah yang baru penuh dengan segala bentuk kenikmatan. Tidak ada lelah, tidak ada kesedihan, tidak ada kecewa. Semoga yg ada hanya bahagia. Aaamiin
Sholawat serta salam kepada Rasulullah SAW manusia teragung sepanjang masa. Berkat perjuangan dan jerih payah mu wahai Rasulullah. Umat mu yang banyak lalai ini mengenal do'a. Allah humma sholli 'alaal Muhammad
⓿➐🅓🅩🅤🅛🅠🅐🅘🅓🅐🅗 ➊➍➍➐🅗
Do'a
(Karena kita hamba-Nya)
اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، وَلَا تَجْعَلْهُ مُلْتَبِسًا عَلَيْنَا فَنَضِلَّ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami yang batil itu batil dan berilah kami kekuatan untuk menjauhinya. Dan janganlah Engkau jadikan yang benar itu samar bagi kami sehingga kami tersesat, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa."
Aku sedang jatuh hati dengan maknanya. Semoga selama nya aku senantiasa berdo'a meminta petunjukNya. Aku sedang belajar lagi berdo'a. Menghapalkannya perlahan-lahan. Menggunakan lagi otakku yg aku pikir sudah mulai bebal karena terlalu sering scrolling ketimbang menghabiskan waktu sedikit lebih bermanfaat untuk ketenangan hati, untuk kehidupan yg abadi nanti
Dulu, aku lebih sering berdo'a dengan bahasa Indonesia, belakangan aku mulai belajar menghapalkan do'a berbahasa Arab. Terjemahan nya terasa sangat dalam. Lebih power full aja rasanya. Do'a² bahasa Indonesia ku hanya dipermukaan saja. Curhat-curhat ku kepada Allah menguap begitu saja. Aku tau bahasa apapun di mengerti Allah SWT, tapi mulai saat ini aku mau belajar do'a-do'a dari bahasa Arab
Aku pernah menyesal mengapa baru tahu do'a;
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yg baik dan amalan yg diterima
Aku baru tahu Rasulullah SAW pernah mengajarkan do'a ini. Indah sekali. Tidak apa walaupun terlambat aku akan belajar dan insyaallah senantiasa mengamalkannya
Sejujurnya di usia-usia menuju tua ini aku sudah tidak ingin sok tahu lagi dengan hidup ku. Aku ingin Allah membimbingku, aku ingin senantiasa terhubung dengan Allah SWT yang dimana 24 jam setiap keputusan yang aku ambil aku ingin Allah ikut memutuskannya untuk ku. Biar tidak ada lagi penyesalan kedepannya. Biar otakku tidak terlalu sibuk memperbaiki masa lalu yang udah pasti tidak bisa diperbaiki. Biar otakku tidak sibuk berandai-andai yang membawa ku tenggelam dimasa lalu dan tidak melakukan apa-apa hari ini. Aku ingin menjalani hari-hari dengan tenang karena sudah berdo'a. Aku ingin selalu percaya takdir apapun yang sedang aku jalani adalah takdir terbaik yang dirancang Nya untuk ku karena aku sudah berdo'a dan pasrah padaNya
Bismillah, aku memulai hari dan menutup hari dengan do'a. Semoga langkah kecil ini membawaku Istiqomah hingga nanti aku kembali padaNya
;Assalamu'alaikum 03 Dzulqaidah 1447H/20260420
اللهم أعني على ذكرك، وشكرك، وحسن عبادتك". رواه أبو داود بإسناد صحيح.
𝙔𝙖 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝, 𝙩𝙤𝙡𝙤𝙣𝙜 𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙠𝙪 𝙖𝙜𝙖𝙧 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙙𝙯𝙞𝙠𝙞𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙈𝙪, 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙮𝙪𝙠𝙪𝙧 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙈𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙥𝙚𝙧𝙗𝙖𝙜𝙪𝙨 𝙞𝙗𝙖𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙥𝙖𝙙𝙖𝙈𝙪
Berisik
Kemaren, aku sempat berbuka puasa diluar. Aku ikut kakak ku tetangga sebelah mengundang berbuka diluar. Aku disuruh memilih menu. Aku memilih nasi goreng kampung plus minum es macha. Sejujurnya ingin pesan es kopi, es kopi di kedai ini meninggalkan candu yang sulit untuk dielakkan, apalah daya sekarang Ramadhan aku khawatir tidak tidur hingga fajar datang menjelang. Jadilah aku minum macha dengan kadar manis yang berlebihan itu
📍Cibatu Lippo Cikarang
Selama puasa aku sedang belajar mengurangi asupan gula kedalam tubuhku. Sesekali ngga papalah bisikku. Lagi-lagi aku memaklumi diriku lebih sering dibanding ngasih uzur ke orang lain. Harusnya ngga gini, tapi sudah lah. Cuaca terasa sendu, diluar sedang gerimis saat semua makanan sudah terhidang sebelum azan Magrib bergema. Kita berdo'a meneguk air mineral dan mulai sibuk menyantap makanan kecil, ada cireng dan pisang goreng sebagai pembuka
Harapan ku abis meneguk air mineral kan sholat Magrib, tapi harapan tinggalah harapan aku lanjut menyantap nasi goreng yang sudah dihidangkan. Suasana terasa hangat karena makan sambil bercerita. Seperti yang sudah-sudah aku selalu bagian yang banyak mendengarkan. Tentu saja yang paling heboh adalah kedua ponakanku yang baru usia 6 dan 8 tahun. Adek kakak ini ribut karena kehabisan stock cireng. Aku tak menyentuh cireng sama sekali, hanya mengambil pisang goreng
Tante, tetangga yang ngajak bukber bilang "Lili, kerupuknya dimakan itu kerupuk nasi goreng" Aku mengangguk dan bilang iya tante, tapi aku masih tetap menyendok nasi goreng di piring ku hingga habis. Alhamdulillah kenyang, porsi gede begitu membuat mata ku berat seketika. Aku izin menunaikan sholat Maghrib lebih dulu sedangkan yang lain masih sibuk mengunyah makanan
Setelah selesai sholat, semuanya kembali ke meja makan, aku menyesap macha perlahan-lahan. Menikmati manisnya melewati kerongkongan ku. Tante tadi kembali mengingatkan "Lili kerupuknya ngga di makan? Aku tanpa mikir langsung ngomong " Berisik tante " Kontan tawa mereka pecah berbarengan. Diluar dugaanku, terlebih Om Aan yang sebelumnya hanya menimpali beberapa kata saat tante dan kakakku cerita. Beliau hanya sibuk bermain game dari layar gawainya. Seru sekali sepertinya
Berisik? Kalo berminyak aku masih bisa terima ya? alasannya ngga nyambung Liii, harusnya kalo makanan ditanya ngga dimakan itu hubungannya dengan rasa bukan dengan suara. Aku hanya menahan tawa, mau bagaimana-pun itu adalah alasan jujur dari diriku. Ya, aku jujur mau diterima atau ngga sama orang lain itu urusan belakangan. Om Aan juga menimpali kebetulan yang memesan nasi goreng cuma aku berdua dengan om Aan. Berarti pas aku mengunyah kerupuk tadi kamu terganggu ya? Tapi karena aku yang traktir kamu diem aja? Hahaha tawa nya merekah lagi. Aku mengulum senyum. Aku tidak lagi memberikan alasan
Peraturan berisik itu hanya berlaku untuk diriku. Orang lain yah tidak masalah. Aku khawatir suara berisik saat aku mengunyah kerupuk menarik perhatian orang lain. Aku malu menjadi pusat perhatian. Lagian kerupuk bukanlah makanan yang harus ada di piring ku. Sendirian pun rasanya aku nyaman jika tidak harus mengunyah kerupuk. Aku suka suasana hening. Aku benar-benar ingin hadir untuk diriku bahkan disaat aku juga sendirian. Duh, astaghfirullah mungkin karena kepalaku sudah cukup berisik jadi aku mengusahakan ketenangan yang bahkan sulit untuk dipahami orang lain. Kamu tidak keberatan bukan?
𝟮𝟱𝗥𝗮𝗺𝗮𝗱𝗵𝗮𝗻 𝟭𝟰𝟰𝟳𝗛
اللهم إنك عَفُوٌ تُحِبُ العَفوَ فاعفُ عَنِّي
Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa`fu annee
O Allah,indeed You are the Pardoner,You love to Pardon,so Pardon me

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
📍Jonggol, Jawa Barat ID
Udara pagi lumayan sering menyapaku belakangan ini. Aroma tanah basah membuat ku bersemangat untuk sekedar berjalan-jalan. Tidak punya target banyak cukup 6 ribu langkah perhari. Sekalian ngasih makan kucing jalanan. Setidaknya melakukan hal sederhana itu membuat hidup ku sedikit terasa lebih berguna. Kadang aku bingung, suatu ketika aku ingin tidur lebih lama. Di-lain hari aku ingin bangun lebih pagi untuk memastikan kucing-kucing liar tidak perlu repot mengais sampah untuk makan. Membawanya ke rumah? Itu berkali-kali ku pikirkan. Sayangnya aku menumpang tinggal bukan tinggal di rumah sendiri. Jadi, itu tak mungkin aku lakukan karena tidak semua orang menyukai makhluk lucu itu
Mengisi waktu kadang sambil berjalan aku mendengarkan ceramah. Mencari celah untuk bersyukur karena masih diberikan kesempatan hidup, menemukan harapan untuk tetap melanjutkan hidup lebih baik. Jika tidak mendengar ceramah, aku sibuk menerka-nerka pikiran pejalan kaki lainnya. Lebih banyak yang tua sih daripada yang muda. Beberapa anak muda juga ada tapi ngga banyak. Aku merasa mereka keren punya kesadaran untuk berolahraga lebih awal. Apalagi yang usia-usia SMP-SMA keren banget punya kesadaran buat olahraga disaat tubuh mereka lagi sehat-sehatnya
Usia-usia 30 itu mengapa olahraga? Kalo aku pribadi kayak ditampar kenyataan pahit ngeliat ibuk yang udah tua ngga bisa sholat dengan tumakninah, rasanya sedih tapi ngga bisa berbuat banyak selain mendoakan yang terbaik. Harusnya ideal masa tua dalam pikiran ku adalah masa-masa berdo'a paling nyaman, paling lama, paling khusu' dan paling dalam. Biar kita bisa berpulang dalam keadaan paling baik juga paling istimewa dimata-Nya. Bagaimana-pun yang terdekat itu mati kan? Bagaimana-pun dunia ini ngga abadi-kan? Sebenarnya aku ingin mengatakan olahraga adalah sebuah usaha agar tubuh tetap sehat lebih lama. Biar kebiasaan tuma'ninah yang kita biasakan dalam sholat bisa dipertahankan hingga kita berpulang kepada-Nya
Sebenarnya usia 30 bukan lagi muda untuk membiasakan olahraga. Udah harus sebenarnya, disamping usia yang menua juga akan memperlambat fungsi organ tubuh kita. Membentuk habit yang baik itu tidaklah mudah. Jadi mari perlahan-lahan bergerak lebih banyak dari yang sudah-sudah
Bicara soal kesadaran. Aku juga kayak orang yang terlambat sekali menyadari bahwa mengerjakan sholat sunnah itu ibadah yang harus diusahakan juga dibiasakan. Mencapai usia baligh harusnya belajar ya. Dulu aku pikir orang yang sholat sunnah rawatib itu hanya orang-orang tua yang butuh pahala lebih banyak karena mereka mungkin sebentar lagi akan berpulang, ya karena begitu yang aku lihat dilingkungan tempat aku bertumbuh. Aku juga pernah berpikir sunnah ditinggalkan tidak apa-apa. Padahal sebenarnya terjadi adalah merugi ketika kita tidak menyempatkan diri mengerjakan yang sunnah. Rugi karena mengabaikan kesempatan punya pahala lebih. Toh, yang butuh pahala bukan orang tua yang bakalan meninggal besok pagi aja kan? Kan sayang siapa tau kita meninggal lebih dulu. Sayang kesempatan tawaran punya pahala lebih dibiarkan berlalu begitu saja
Mumpung Ramadhan, aku sedang belajar lagi mengerjakan sholat sunnah. Motivasi ku sederhana, bulan ini mulia dan segala ibadah mendapatkan pahala berlipat ganda. Anak-anak muda, adek SMP dan SMA yang sholat sunnah rawatib nya terjaga sungguh aku cemburu melihat kalian punya kesadaran belajar ta'at lebih cepat dari diriku. Bagaimana orang tua kalian mendidik kalian? Semoga aku belum terlambat walaupun baru memulainya dan semoga akan menjadi kebiasaan hingga nanti aku kembali lagi pada-Nya. Aaamiiinn
𝟭𝟭𝗥𝗮𝗺𝗮𝗱𝗵𝗮𝗻 𝟭𝟰𝟰𝟳𝗛
I'm in love with this quote;
"To some, Allah gives things quickly, and for some, Allah wants to listen to their voice again and again."