Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka dapat mengembalikan kamu dari agamamu kepada kekafiran (Demokrasi/jalan orang kafir dalam membuat hukum dan menentukan pemerintahan)
Banyak orang-orang ketika ia pergi ke masjid sebagai seorang muslim tetapi ketika ia keluar dari masjid menjadi bagian orang-orang kafir.
Mereka menyerukan seruan-seruan dari kaum kafir untuk menghalang-halangi manusia dari jalan Allah.
Mereka serukan toleransi, HAM, kebebasan berekspresi dan seruan-seruan lainya.
Bahkan setelah nyata kebencian dari mulut seorang kafir marcon anjing salibis yang terang-terang mendukung secara hukum terhadap para penghina Rasulullah shalallahu alaihi wa Sallam mereka tetap pada loyalitasnya mendukung dan membela dengan berbagai macam cara terhadap tindakan kaum kafir atas agama Islam.
Demikianlah orang-orang munafik yang menjadikan orang kafir dari kalangan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin dan sebagai teman dekatnya dan mereka termasuk orang-orang yang meninggalkan kaum muslimin.
Maka tidak cukup kita sebagai muslim hanya menolak produk ekonomi (barang/jasa) yang dikeluarkan oleh orang kafir sebagai bentuk peperangan terhadap penghinaan agama Allah tetapi bentuk peperangan ini jauh lebih besar dari itu yaitu penolakan atas segala bentuk ajaran, hukum, pemerintahan, wilayah yang juga digariskan oleh orang-orang Prancis dan sekutunya sykes-picot antara diplomat Prancis François Georges-Picot dan diplomat Inggris Sir Mark Sykes.
Bahkan negara Prancis (Thagut) itu merupakan salah satu pemilik veto di PBB yang merupakan badan tertinggi dunia yang seharusnya diingkari oleh setiap individu/kelompok/lembaga kaum muslimin.
Maka dengan itu memboycot dan mengingkari setiap kekafiran dan sistem kafir disetiap zaman merupakan kewajiban yang tidak bisa diwakilkan bagi setiap kaum muslimin.
Dan mereka telah lupa padahal Allah dan Rasul-Nya mengabarkan bahwa sesungguhnya orang-orang kafir akan senantiasa memerangi kaum muslimin sampai kaum muslimin mengikuti agama/jalan hidup/cara hidup mereka dalam menegakan hukum negara atau dalam mengangkat pemimpin.
Dan kebencian yang ada didalam hatinya jauh lebih besar dari pada apa yang telah diucapkan oleh mulutnya.
Sungguh telah kami terangkan ayat-ayat kami, jika kamu memahaminya (QS Ali Imran : 118)