
art blog(derogatory)

Discoholic 🪩
todays bird
The Stonewall Inn
KIROKAZE
I'd rather be in outer space 🛸
almost home

pixel skylines

tannertan36
EXPECTATIONS
Sweet Seals For You, Always

PR's Tumblrdome
h

One Nice Bug Per Day
d e v o n
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Spain
seen from Vietnam
seen from Argentina
@zulfahmihammam

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Saat punya bisnis. Sodara2 minta kerjaan. Udah direkrut karena jalur orang dalem, dikasih benefit & gaji layak, eh malah performanya gak seperti yang diharapkan. Dikasih training supaya punya kompetensi & daya saing, eh malah males-malesan. Akhirnya setelah 3 bulan & evaluasi yang sangat matang, sodara itu dipecat demi kebaikan & kelancaran bisnis.
Kebanyakan polanya selalu demikian. Kita yg udah bantu, malah dianggap jahat. Dan begitulah akhirnya, mengapa beberapa orang hidupnya tetap sangat berkecukupan meskipun keluarga besarnya menganggap dia miskin karena penghasilan hanya umr pinggiran kota. Padahal ada hal-hal yang sebaiknya tidak dibicarakan agar beberapa hal tetap berjalan sesuai rencana.
Marcus Aurelius wrote this over 1800 years ago: “Until death, all defeat is psychological.”
Marcus Aurelius wrote this over 1800 years ago: “Until death, all defeat is psychological.”

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Marcus Aurelius wrote this over 1800 years ago: “Until death, all defeat is psychological.”
Memang kalau dilihat-lihat lagi, dari tahun ke tahun ini tiket udah makin mahal. Mau travelling ke 38 Provinsi aja butuh duit yang bikin banyak2 elus dada pas budgeting. Sementara di negara tetangga (SEA), dengan budget yg sama, bisa dikatakan, sudah puas untuk berkeliling. Gak cuma 1 negara aja, tapi udah pindah-pindah negara level travellingnya, terlebih disana tidak ada pungli dan sebagian tempat wisata tidak dipungut biaya. Kurangnya cuma satu aja sih, uang gua baru kekumpul mapuluhribu😂
I'd rather stack BTC in my cold wallet than chase social validation by hanging out everywhere.
-Silent Builder
bagaimana caramu?
mereka bertanya bagaimana caramu bertahan. bagaimana caramu menavigasi hidupmu. bagaimana caramu membuat keputusan ketika tidak ada pilihan yang enak. bagaimana caramu mengemas kembali, menata lagi.
jawabanmu satu: kamu membiarkan dirimu sembuh. lebih tepatnya, kamu memutuskan untuk sembuh.
kamu membuka hatimu lebar-lebar. kamu meyakini bahwa Allah-lah yang menghendaki setiap kejadian. bahwa Allah menyayangimu dengan cara-Nya. bahwa Allah tidak pernah meninggalkanmu.
kamu belajar untuk menerima kebaikan dan ketulusan. tanpa berprasangka, tanpa curiga, tanpa ada tapi-tapinya. kamu belajar untuk memaafkan berulang-ulang. bukan memaafkan orang lain atau sesuatu lain, melainkan dirimu sendiri. kamu memaafkan dirimu setiap hari.
kamu belajar tertawa untuk gurauan yang mungkin tidak sepenuhnya lucu. kamu belajar membuat lelucon. kamu belajar meromantisasi hal-hal sederhana di kehidupan sehari-harimu: hangatnya matahari, wangi selimut yang baru dicuci, ketuk ketik keyboard ketika kamu menulis, lembutnya sajadah yang menampung air matamu.
kamu belajar mensyukuri setiap karunia. kamu belajar melihat, menilai, dan menerima segalanya seapa-adanya. kamu belajar tidak tergesa-gesa. kamu belajar menikmati setiap gerakan, sentuhan, tarikan napas, langkah.
kamu belajar hidup lagi.
Mungkin bukan siapa saya dan background saya apa, tapi ini lebih kepada siapa kamu dan sedekat apa hubungan kamu dengan TuhanMu. Apa yang saya lakukan hanyalah bagian kecil dari apa yang disebut Hablumminannas.
Segala nikmat dunia dan kebahagiaan batin yang bisa kamu nikmati saat ini semoga memang buah dari kedekatan hubungan kamu dengan Allah Subahanau wa Ta'ala.
Kamu hanya sedang ditemui takdir bahwa makhluk perantara yang Allah kirim untuk membawa kabar gembira itu kepadamu adalah saya. Pujilah TuhanMu dengan hebat. Karena segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kekuatan bisa menguasai beberapa bahasa ini cukup mengesankan juga. Polyglot/HyperPolyglot. Sederhananya kalau lu Polyglot secara gak langsung security hp bisa naik levelnya. Tinggal ubah pengaturan bahasa ke Arab, Mandarin, Thailand, Hindi, Yunani atau Russia. Dalam sekejap, siapapun orang di circle lu mau minjem hp lu, pasti migrain dulu. Hal yang sama juga bisa dilakuin di Laptop & Tablet. Terlebih di circle lu cuma ada orang-orang yg cuma punya basic English.
Pernah Gak Terpikir Kenapa Rumah Tangga Itu Dinamain ‘Rumah Tangga’?
Rumah + tangga
Rumah itu berarti setelah menikah kamu dan pasangan ‘punya’ rumah yang kalian pegang kendali penuh di situ. Rumah di sini tak selalu dimaknai rumah fisik, melainkan juga bangunan abstrak bernama keluarga yang terbentuk setelah sahnya pernikahan.
Sedangkan tangga itu berarti tahapan. Bayangkan tangga darurat sebuah gedung pencakar langit. Seperti itulah ‘tangga’ dalam rumah tangga. Harus dilalui selangkan demi selangkah, dan rasanya lebih berat daripada berjalan di bidang datar.
Tangga inilah yang harus dilalui jika ingin rumahmu tumbuh jadi rumah yang besar, aman, dan nyaman.
Ingat, ini rumah tangga, bukan rumah eskalator atau rumah elevator. Gak ada jalan pintas untuk naik dari satu tahapan ke tahapan berikutnya. Setiap anak tangga harus dilalui satu demi satu. Harus ada effort. Harus ‘capek’ seperti naik tangga yang bikin kita ngos-ngosan. Tidak seperti orang naik eskalator yang hanya perlu melangkah satu kali, lalu dalam satu menit kurang lebih sudah sampai di lantai berikutnya.
Jadi apa artinya? Artinya jangan cuma bayangkan bagian enaknya berumah tangga. Sadari pula bahwa begitu detik pertama kamu menikah, peran dan tanggung jawab lebih besar sudah dipikul. Kamu bukan hanya kamu sendiri, tapi kamu adalah penghuni sebuah rumah yang harus terus kamu jaga, rawat, dan terus bangun sampai akhir hayat.
Jangan bayangkan bahwa tangga yang harus dilalui itu hanya yang sifatnya materil saja seperti punya anak, punya kendaraan, punya rumah, menyekolahlan anak, dan punya uang banyal, melainkan juga tangga-tangga kualitas seperti kebahagiaan dan kedewasaan kita yang harus terus naik nilainya.
Semakin lama kamu menikah kamu akan merasa cinta itu semakin abstrak, sedangkan yang kongkrit adalah tanggung jawab. Dan pada akhirnya kita akan jatuh cinta sekali lagi kepada kesungguhan dan tanggung jawab pasangan kita dalam menjalani perannya dengan sebaik-baiknya. Dari sini, keutuhan rumah tangga itu dipertahankan bukan dengan cinta, tapi dengan kesungguhan dalam menjaga tanggung jawab.
Berangkat dari kesadaran ini saya menyadari bahwa sangat mungkin rumah tangga ini kelak akan dihadapkan pada situasi-situasi yang tidak ideal. Karena itu, ikhtiar paling logis yang bisa saya lakukan untuk menjaga keutuhan rumah tangga ini adalah dengan mengisi peran saya sebagai suami, kepala keluarga, dan ayah sebaik-baiknya.
Meski kadang rasanya lelah juga, sering patah juga, tapi menyempurnakan ikhtiar dalam mengisi peran setidaknya akan memperkecil probabilitas datangnya penyesalan di kemudian hari.
@taufikaulia
Do it like a flower; break through the cement and thrive.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Membaca Pola-Nya
Kayaknya, kurasa, apa yang lagi kujalani sekarang ini akan menjadi titik balik hidupku. 11 tahun yang lalu aku mengalaminya, waktu tiba-tiba ditengah gelapnya pandanganku tentang masa depan, tulisan yang kubukukan laku di pasaran. Dan itu menjadi jalanku hingga sekarang. Tidak pernah ada dalam rencana hidupku sama sekali, tapi untuk sampai hal itu, 5 tahun aku ditempa kebingungan dan kehilangan arah selama kuliah.
Kayaknya, aku melihat pertanda yang mirip dengan saat itu. Dan satu hal yang kutandai adalah ternyata selama 5 tahun ke belakang, aku tengah dibentuk dan disiapkan untuk berada di depan persimpangan yang lebih besar. Rasa kalut, bingung, bahkan hampir putus asa tetap menampakkan dirinya. Tapi aku kini menemukan bahwa aku tengah hampir menemukan pintunya! Beberapa value yang dulu kuyakini, dijungkir balikkan selama setahun terakhir ini. Beberapa sudut pandangku telah berganti. Bahkan aku merasa, keberanianku untuk mengambil keputusan yang lebih besar terasa lebih berani. Aku merasa semakin dekat dengan jalan keluar. Aku merasa jarakku dengan solusi, hanya berbilang hari. Aku hanya perlu bersabar lagi dengan segala dinamika yang terjadi. Karena aku yakin, ini tidak selamanya, tidak akan seumur hidup.
Mimpi-mimpiku yang dulu kuangan, samar kulihat jalannya di depan. Dulu aku tidak tahu bagaimana cara mewujudkan mimpiku yang begitu besar, ternyata jalan yang harus kutempuh adalah jalan yang tak pernah kubayangkan sama sekali. Melalui sebuah cara yang bahkan tidak semua orang akan mau menjalaninya, tapi aku dipaksa menjalaninya dan tidak menyediakan opsi untuk menyerah! Tapi aku menyadari sesuatu, kenapa aku mau menjalaninya meskipun saat ini juga tidak terbayangkan bagaimana menjalaninya. Lima tahun terakhir, aku disiapkan untuk menjalani hal yang kini kujalani. Jalan yang kelihatannya begitu membingungkan, tapi menyediakan kemudahan. Kemudahan berupa kehadiran orang-orang baik yang memberiku nasihat dan sudut pandang, bahkan bantuan. Hal yang amat kubutuhkan saat ini, ditengah keterbatasan ilmu dan sudut pandanganku. Pelajaran penting yang bisa kusimpulkan adalah : - jangan berkecil hati dengan dinamika hidup yang lagi kita jalani. - setiap masalah menyediakan kemudahan, hanya saja kemudahan itu bisa jadi tidak kamu temukan jika kamu terlalu fokus pada masalahnya saja. - belajar memetakan setiap jalan yang pernah kita lalui untuk membaca pola nya, agar ke depan, kita punya kepekaan sama pertanda Tuhan.
Aku rasa, ujung dari dinamika ini akan terlihat sebentar lagi. Aku hanya perlu lebih bersabar.
Istriku memang pelupa, sering banget dari lupa kunci, lupa kalau lagi masak sampai panci gosong, lupa naruh barang, dan lain-lain. Tapi itu sama sekali tidak mengurangi nilainya dariku sebagai orang yang amat bersyukur ditakdirkan menikah dengannya. Melalui tulisan ini, aku ingin sekali mengabadikan rasa syukurku agar nanti - kalau lagi sebel karena dia lupa lagi - aku tahu, aku selalu punya alasan yang lebih besar untuk tetap mencintainya. Agar tulisan ini juga bisa dibaca siapapun yang sedang dalam perjalanan mencari pasangan hidup, yang dilanda ketakutan "salah pilih pasangan". Karakter itu akan melekat, kita nggak akan bisa mengubah pasangan kita karena cinta, nggak akan bisa mengubahnya sehari semalam. Untuk itu, sejak awal. Sadari bagaimana karakternya. Aku pun sulit mengubah karakter istriku yang sering lupa, akhirnya aku berdamai dengan mengubah kunci-kunci rumahku dengan kunci elektronik. Aku yang menempatkan dan mengatur barang-barang di rumah. Menyiapkan keperluanku dan keperluannya jika bepergian. Dia juga mungkin sulit mengubahku pada hal-hal yang ia kurang berkenan. Tapi, ia mampu menerimaku yang demikian itu bukan hal yang mudah. Bukankah ia luar biasa? Ia berlapang dada menerimaku yang penuh kekurangan. Bukankah ia begitu luas penerimaannya? Sembilan tahun ke belakang, perjalanku dengannya penuh dinamika. Setiap tahun selalu ada. Dan obrolan kami beberapa waktu terakhir menyimpulkan bahwa kami selalu berhasil melewatinya, dan hikmahnya, setiap dinamika itu membangun pondasi keluarga kami semakin kuat. Ibarat kata, mau bikin "rumah tangga" 100 lantai sama 2 lantai, tentu pondasinya berbeda. Kami menyadari bahwa mimpi kami berdua, sejak awal kami membuka pembicaraan sebelum menikah, mimpi kami begitu besar. Kini kami sadar kalau mimpi besar itu konsekuensi-nya mahal sekali untuk bangun pondasinya. Mirip sekali kayak bangun rumah. Di tahun kesembilan ini, ternyata kami masih bangun pondasi. Jadi, kalau kamu punya mimpi - carilah pasangan yang bersedia untuk ikut bersama-sama menanggung risiko dari mimpi itu, tidak hanya bersedia mewujudkannya, tapi juga menanggung risikonya :) Salah satu hal terbaik yang kami miliki saat ini adalah kepercayaan. Aku percaya dia mampu, begitupun sebaliknya. Aku percayakan semua hal kepadanya, begitupun sebaliknya. Belajar untuk saling bergantung, bukan justru merasa harus "independen" - berdiri sendiri-sendiri. Agar rasa cinta, rasa kasih, terus bertumbuh. Karena membangun keluarga membutuhkan kesalingan.
Selama sembilan tahun terakhir pula kami hidup dengan mode freelancer, sebuah pilihan yang membuat kami terbiasa dengan ketidakpastian. Tapi, kepercayaannya padaku saat kondisi finansial lagi naik dan turun adalah hal yang amat berharga. Karena menyadari bahwa keluarga ini adalah satu tim. Bukan masing-masing. Akhirnya keyakinan kita tumbuh, kita nggak menyadarkan diri pada materi. Ketidakpastian telah menempa kami bahwa rezeki akan datang dari banyak arah, dan arah-arah yang tak terduga.
Sembilan tahun dan seterusnya, aku merasa banyak sekali hal yang telah kami pelajari. Apa ditulis jadi buku tersendiri aja ya? (melanjutkan buku Menentukan Arah yang ditulis 9 tahun yang lalu saat kami menikah) Oh ya, sama satu hal lagi. Jangan pernah iri sama keluarga orang lain. Karena, hal yang bisa kita kendalikan adalah keluarga kita sendiri. Fokuslah untuk menjadi apa yang kita impikan. Fokuslah untuk membuka jalan, memulai pembicaraan, mewujudkan keluarga impianmu sendiri. Karena kalau kita hasad/iri sama keluarga orang lain, kita akan menghabiskan banyak energi yang sebenarnya bisa kita pakai untuk memperbaiki keadaan diri dan keluarga. Tugas laki-laki sebagai kepala keluarga itu berat banget (Surah At-Tahrim ayat 6 ), maka kalau kamu mau berkeluarga, siaplah sama tugas itu (kalau kamu cowok), dan bantulah tugas itu (kalau kamu cewek). Pasangan yang baik itu menenangkan, sama-sama belajar bisa menjadi orang yang menenangkan. Karena gejolak kehidupan luar sana, jangan sampai menggoyahkan ketenangan keluargamu :) Semangat!