KIROKAZE
Game of Thrones Daily
Lint Roller? I Barely Know Her
TVSTRANGERTHINGS
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

@theartofmadeline

roma★
will byers stan first human second

gracie abrams
todays bird
Show & Tell

Origami Around

Product Placement
RMH
d e v o n

Love Begins
trying on a metaphor


shark vs the universe
seen from Senegal

seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
seen from Senegal
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Germany
seen from India
@zarazasworld

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
yang harus selesai
gini loh, dek. habis menikah itu, masalah tuh tambah banyaaak, bukan jadi berkurang. kamu harus mikirin keuangan keluarga, kesehatan keluarga, pendidikan anak-anak, aktualisasi masing-masing anggota keluarga. itu dalam lingkup besarnya. dalam lingkup kecilnya? mikirin hari ini mau makan apa, jemuran sudah kering belum, pintu sudah dikunci belum. banyak yang diurus.
jadi, kalau memang niat menikah, ya kamu harus selesai dulu, dek, sama hal-hal dasar yang jadi pasaknya rumah tangga. kepercayaan, percaya nggak sama calon pasangan? kejujuran, bisa nggak kamu jujur sama diri sendiri dan sama calon pasangan? komitmen, kesetiaan, mau menerima, hal-hal seperti itulah.
kalau kamu dan calon pasanganmu sudah selesai sama hal-hal dasar itu, artinya kalian sudah siap untuk mempersiapkan diri untuk menikah. belum benar-benar siap menikah loh. kenapa? karena habis itu yang harus diobrolin masih banyak.
gimana kalian mengatur keuangan keluarga. mau tinggal di mana dengan cara apa, ngontrak kah nyicil rumah kah. gimana caranya bertukar sepatu biar sama-sama baik sebagai menantu. besok kalau punya anak gimana mendidiknya. apa bentuk melayani dan taat menurut masing-masing. rencana jangka panjang masing-masing dan gimana kalau itu harus dilebur. bahkan, bisa sampai seputar mau punya ART apa enggak. suka ngosek kamar mandi enggak. mau punya anak berapa (ini kendali Allah memang tapi bisa juga direncanakan).
juga, yang mungkin tabu diomongin di depan, seperti gimana kalau sampai terjadi masalah dan amit-amit harus berpisah. apa arti kekerasan dalam rumah tangga menurut masing-masing. dan lain-lain.
wajar sih, kalau saat mau menikah, kamu diselimuti kekhawatiran. akan langgeng nggak ya, dia akan setia nggak ya, akan bahagia nggak ya. itu memang tugasnya setan supaya yang mau menikah ragu-ragu dan nggak jadi menikah.
tapi, dek. ada banyak banget yang lebih penting dan utama untuk dipikirkan dan direncanakan daripada itu, apalagi daripada masa lalunya atau kekhawatiran tentang kesetiaan dia di masa depan.
intinya ya dek, setiap orang pasti punya masa lalu sehingga kamu nggak usah mikirin masa lalu calon pasanganmu. nggak usah, nyusahin. sekaligus, kamu jangan berharap deh bahwa kamu bisa mengubah seseorang. kalau sayang ya pasti dia menjadi dirinya yang terbaik. lagian, nggak enak menjalani hubungan yang penuh dengan tuntutan.
dah, selesaikan dulu yang dasar-dasar. kalau sudah siap untuk mempersiapkan diri untuk menikah, persiapkan diri (dan calon pasangan) untuk menikah. baru deh menikah.
prinsipnya kan, nanti gimana bukan gimana nanti. semangat persiapannya!
Menjadi seorang ibu, dan sekaligus menggantikan peran seorang ayah itu amatlah sulit. Menjalankan 2 peran dalam waktu yang selalu bersamaan. Ketika anak2nya masih kecil, penuh peluh ia mencari nafkah agar perut anak2nya tidak kosong agar bisa tidur nyenyak di malam hari. Ia bekerja tak kenal lelah menghidupi anak2nya seorang diri. Jungkir balik ia memikirkan yang terbaik untuk masa depan anak-anaknya nanti. Kini anak2nya mulai dewasa, namun bebannya tak jua berkurang. Seringkali ia termenung di sebuah kursi tua itu, melamun, kadang air matanya berlinang. Tak ada yang dipikirkannya kecuali agar anak2nya baik2 saja dan mengingat Allah. Seringkali ditelpon ia mengingatkan anak2nya agar selalu bersujud kepada Allaah. Berbagai nasehat telah tercurah, doanya telah ditumpahkan di atas sajadah, dan berbagai cara dilakukan agar anaknya menjalani hidup dengan damai, rumah tangga yang aman, jauh dari amarah dan fitnah.
Benar saja, anak2nya kini telah dewasa, sudah bisa berfikir mana yang baik dan mana yang salah, namun tak semua nasehat yang tercurah bisa tertampung tenang layaknya dalam sebuah wadah, seringkali nasehat itu terbantah. Diganti dengan pemikiran2 yang cendrung hanya memakai logika, dan mengesampingkan perasaan. Tak peduli apapun itu, yang benar menurut logikanya, itu yang dipakai.
Saat sekarang ini, mendapatkan ilmu tidaklah susah seperti dulu, tersedia berbagai jenjang pendidikan dan media yg bisa ditempuh. Namun, adab dalam berilmu seringkali terabaikan. Dan kadang kita juga lupa, bahwa ilmu itu juga didapat dari pengalaman. Hingga seringkali menganggap nasehat2 yang disampaikan orang tua itu tidak relevan, bahkan tidak bisa dipakai. Kita lupa, bahwa pengalamannya jauh lebih banyak dari kita yg baru mengenal teori. Ia telah melewati berbagai alur rintangan, asam garam kehidupan. Dan dari pengalaman2 itulah ia belajar mengambil hikmah, kemudian menyampaikan kepada kita agar kelak bisa berguna.
Kita hanyalah manusia yaitu tempat khilaf dan salah, semoga hati lebih terbuka dalam menampung kebaikan apa2 saja yang disampaikan oleh orang2 baik kepada kita. Dan semoga dijauhkan dari segala amarah.
Bukan tidak boleh membantah, tapi hendaknya tetap disampaikan dengan kata yg halus dan sopan, tanpa amarah, dongkol dan sebagainya. Tetaplah lembut.
wahai hati melembutlah, melembutlah.
Tapi dengan semua kesedihan2 yang ia rasakan, tak ada senyuman yang lebih indah dari melihat anak laki-lakinya bangun di pagi hari untuk menunaikan sholat Subuh. Ia menyembunyikan senyumnya, tapi matanya tetap berbinar dengan indahnya.
Kematian itu sama halnya dengan rezeki, datang tiba-tiba dan dari arah yang tidak disangka-sangka. Sesak sekali pasti dadamu saat itu, saat dimana kematian lebih dulu datang daripada sejuta mimpi dan target duniamu.
Hari ini dengan banyaknya orang yang sakit, ada yang merasa dirinya tidak lagi sanggup menahan sakit, dan mulai tergambar kematian dimatanya. Ada pula orang yang sakit namun yakin bahwa tubuhnya masihlah kuat, tapi kematian datang lebih kuat dan cepat daripada kesembuhannya.
Mulailah mempersiapkan bekal untuk akherat. Sedikit demi sedikit tidak mengapa, yang penting istiqomah. Setidaknya ada bekal meski saya yakin kalau semuanya tidak ada yang benar-benar siap dengan bekal pahalanya yang sedikit untuk menghadapi kematian dan akherat.
Semoga orang-orang baik yang kembali pada-Nya, Allah berikan sebaik-baik tempat di surga dan kemudahan disepanjang perjalanan akheratnya.
@jndmmsyhd
send me a number!
ikutan, versi 40 pertanyaan :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tidak perlu sedih dengan gagalnya rencana hidup atau mungkin sebuah cerita yang harus kamu tulis ulang, bukankah hari ini ada banyak kisah yang terpaksa harus diakhiri agar bisa membuat kisah yang lebih baik?
Tidak harus selalu lurus dan mulus jalan untuk mendapatkan keberhasilan. Sengaja Allah buat jalanmu terjal dan kadang penuh jurang kanan dan kiri, agar kamu tahu apa itu harapan dan doa, agar kamu tahu apa itu kecewa dan bangun lagi. Tidak mengapa jika kisahmu terlihat lebih berat daripada yang lain, toh setiap kisah akan selalu ada penikmat dan pembacanya masing-masing bukan?
Seperti buku yang sudah penuh oleh catatan tinta hitam, entah hitam karena kesalahan dosa, atau karena kecerobohan dan ketidakhati-hatian. Maka gantilah dengan buku baru yang bersih, kembali tulislah kisah hidup dan penuhi dengan catatan kebaikan, jangan lagi jatuh pada kesalahan yang sama dan jangan lagi menaruh harapan pada manusia.
Pahami saja, setiap cerita itu akan selalu berbeda alurnya, dan akan selalu berbeda cara mengakhiri dan menutup kisahnya. Kamu dan hidupmu, kamu dan sepenggal kisah masa lalumu yang kini sudah lebih baik.
Semangat!
@jndmmsyhd
Beberapa hari lalu, calon ibu mertuaku memutuskan hubunganku dan mas calon yang tinggal 2 bulan lagi menikah.. hanya karena perbedaan pemikiran tentang konsep pernikahan yang belum ditabayyunkan. Beliau dan keluarganya kekeuh tidak mau diajak diskusi oleh keluarga kami.
Camer khawatir kalau aku dan orangtuaku akan menuntut-nuntut nantinya. Padahal nggak ada pemikiran seperti itu sama sekali. Kepikiran pun nggak pernah sama sekali, apalagi sampai muncul niatan.
Tapi, hal ini ternyata bikin aku jadi merasa insecure sama diri sendiri. Berkali-kali aku bertanya-tanya, "Apa iya aku tampak memiliki sifat yang seperti itu?" "Apa iya aku punya potensi yang demikian nantinya ke suami?"
Sesuatu yang sama sekali nggak merasa kumiliki selama ini. Ku pikir lagi berkali kali, dan hasilnya nggak juga. Aku bukan orang yang seperti itu.
Tapi di sisi lain, aku juga kepikiran kalau insting seorang ibu biasanya ada benernya. Honestly, aku jadi bingung sama diri sendiri, Kak. Karena aku cukup terbuka dengan masukan orang lain sebagai bahan koreksi diri. Tapi, saking kepikirannya malah jadi insecure. Ada saran, Kak?
Afwan mba, saya ndak punya saran apa-apa. Tapi mungkin jawabannya adalah karena belum jodohnya, sesederhana itu. Semangat ya mba, semoga Allah melapangkan hati juga melipat gandakan kesabaran☺🌻
Masa Lalu
Percayalah, kawan. Akan ada seseorang yang kelak menerimamu dengan begitu tulus, setulus tatapan mata, damai tutur, serta lakunya. Tidak peduli seberapa amburadul dan tidak berbentuknya dirimu di masa lalu. Pun tidak peduli seberapa hitam dan pekatnya masa lalumu, dia dengan ketulusan dan penerimaannya akan selalu bersedia melihat satu titik putih di antara ratusan titik-titik hitam yang memenuhi jejak perjalanan hidupmu.
Kawan, sosok demikian sungguhlah ada. Seseorang itu tengah menantimu pada satu persimpangan jalan takdir. Dia dengan tatapan teduh dan damainya tengah berusaha terus berjalan pun menerus melangitkan asa dan harapnya kepada Robb yang Maharaja.
Seperti dirinya, jangan berputus asa, kawan. Tetaplah berjalan, tetaplah percaya, dan tetaplah menggantungkan doa menuju langit pengabulanNya. Suatu hari pasti doa-doa itu akan kembali sebagai jawaban yang begitu mendamaikan, menentramkan.
Seperti dua garis sejajar yang melaju saling berdampingan namun tidak bertautan, suatu hari dua garis itu atas izinNya akan bertemu pada persimpangan titik takdir yang tidak terduga dan tertebak sebelumnya. Mudah bagiNya menjadikan hal muskil menjadi nicaya. Tetaplah yakin, tetaplah percaya.
—Sebab, kita sama-sama yakin akan dipertautkan dalam satu garis takdir yang sama. Garis takdir yang menjadikan Aku dan Kamu tiada, lebur dalam satu asa, satu rasa, rasa karsa... menjadikan Aku dan Kamu menjelma Kita, selamanya hingga kembali membersamai di Jannah Al Firdaus milikNya.
Semoga itu aku yang bertulus hati mencintai dan menyayangimu tanpa mempermasalahkan masa lalumu. Pun semoga itu kamu yang bertulus hati menerimaku sepaket dengan kebengkokan-ku sebagai seorang perempuan.
Fath D. Humairah || Pelataran Rindu, Syawal 1442H.
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya .
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain.
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an.
Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu.
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah.
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu.
Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab. Ia tidak lain adalah Imam Ahmad .
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya . Seperti Ummu Habibah . Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya .
Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya :
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam ! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu . Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu . Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya . Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin !”.
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya: Imam Syafi’i .
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman .
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu .
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak .
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil haram…”, sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan .
Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani .
Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais.
~ Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses . Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu . Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamar anak itu .
Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri . Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor . Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia .
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999
Semoga terinspirasi…
✍🏻 WA BIS ( Belajar Ilmu Syar'I Akhwat )
🍂🍃Untuk para ibu dan calon ibu
MasyaaAllah
Aku kalo lagi forum
Nyari duduk paling aman, kalo bisa paling belakang biar ketutup ama teman yang depan dan keliatan nggak ada.
Kalo lagi diskusi tuh, pura pura jadi pendengar setia aja. Misalnya kayak diskusi something yang kamu sebwnarnya tau detail, dan teman2 pada nggak tau, tapi lebih milih diam karena gak berani bicara dan rasanya percuma juga, karena menurut kamu itu hal umum dan sepele yang tak perlu di diskusikan.
Kalo lagi sesi pertanyaan gitu pura2 mikir dan sibuk sendiri, padahal nggak.
Trus kalo ditanya, gimana pendapatnya, ya jawabnya pasti "pendapat saya sama kayak si fulan". Walaupun nggk sependapat2 amat dengan pendapat si fulan.
Ooo introvert introvert, segitunya ya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pada akhirnya
Kita semua pasti punya yang namanya teman akrab, atau setidaknya sekedar teman saja, gak pake akrab.
Tapi akhirnya kita memang harus hidup masing-masing dan mau tak mau harus keluar dari zona tersebut kemudian lebih sibuk mengurus keluarga saja.
Namun akhirnya, sebagian keluarga juga memiliki hidup masing- masing. Begitulah dunia.
Dan pada akhirnya masing-masing kita juga akan pulang sendiri, tanpa teman, tanpa keluarga, tanpa siapa-siapa, kembali ke haribaanNya.
Tips menghapalkan Al Qur-an ala Ustadz Adi Hidayat.
Sudah mau berlalu lagi satu tahun, mungkin juga kamu tahun lalu berjanji ke diri sendiri untuk bisa menghapalkan Al Qur-an, kali ini kuatkan dan mantapkan niat ya.
Jangan kasih kendor :D
#disclaimer ini bukan tulisanku ya :) semoga pemilik tulisan ini berlimpah pahalanya Aamiiin
Awalnya iseng aja baca puisi beliau, tapi lama-lama puisinya merasuk dalam jiwa, dan akupun jatuh cinta terhadap karyanya.
https://open.spotify.com/episode/3rUEu4nIIDqGypRnEaEqIE?si=I6O43RLSSMWwTZatr6kRZg&utm_source=copy-link
Listen to this episode from Yuliza Parmadani on Spotify. Ini berisi kumpulan karya puisi Sapardi djoko damono. Meskipun telah tiada, namun k
Episode untukmu… Puisi Sapardi djoko damono episode Yuliza Parmadani
https://open.spotify.com/episode/3rUEu4nIIDqGypRnEaEqIE?si=PJUwquc3RGuTE-0aLs8xgg&utm_source=native-share-menu
Detik Kamu Berhenti, Detik Kamu Terkejar
@edgarhamas
Yang paling bahaya dalam fase karir seseorang, bukan ketika ia memulai, bukan juga ketika ia sedang krisis. Tapi pada fase dimana ia merasa aman setelah peluh dan lelahnya, hingga akhirnya rasa amannya menipunya dan membuatnya tak mau berbenah.
Sudah banyak contoh kasus yang seperti ini. Nokia yang sudah menggurita merasa aman-aman saja bahkan meremehkan android. Kini Nokia sudah hilang dari pasar persaingan gadget yang makin berdarah-darah.
Taksi-taksi konvensional merasa di atas angin dan bercukup diri dengan strateginya mangkal di berbagai titik. Namun, rasa amannya menipunya, tetiba tanpa dirasa muncul tranportasi online yang tak punya armada, tapi untungnya selangit dan merebut mangsa pasar.
Rasa aman membunuhmu. Dan itulah yang membuat banyak sekali karir manusia, perusahaan bahkan peradaban hancur. Roma tidak runtuh dalam semalam, tapi ia hancur karena orang-orang di dalamnya tak sadar sedang terlena di ujung jurang bencana.
Di detik ketika kita merasa aman dan memutuskan untuk berhenti berbenah, maka di detik yang sama kita sudah memutuskan untuk dikejar oleh orang lain, disalip oleh mereka yang lebih siaga, dan dihancurkan oleh kompetitor baru yang lebih mengerti cara kerja dunia.
Itulah yang membuat kita butuh mental siaga. Singapura sadar di tahun 2006 laju ekonominya mangkrak, maka rasa amannya buyar seketika dan berubah menjadi siaga 1 di penjuru negeri mereka. Tahun depannya, ekonomi mereka meroket 12% dengan fantastis.
Jauh di 1400 tahun lalu, Rasulullah sepulang dari pertempuran Khandaq, ketika beliau sudah merasa aman dari serangan koalisi pasukan Arab dan berniat menanggalkan baju zirahnya, Jibril malah datang sembari berkata, “engkau sudah menggantung senjatamu, demi Allah kami (malaikat) tidak akan menggantung senjata kami. Keluarlah menuju Bani Quraidzah!”
Jibril mengingatkan Rasulullah ﷺ bahwa rasa aman bukanlah sikap yang tepat, ketika di saat yang sama masih ada tantangan dan rival yang sewaktu-waktu amat siap menusuk dari arah yang tidak diduga. Itulah yang kemudian membuat Rasulullah ﷺ berangkat bersama para sahabatnya menuju Bani Quraidzah, tak lama setelah kaum Muslimin memenangkan Khandaq.
Sebab rasa aman, akan membunuhmu sewaktu-waktu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Belajar cara memaafkan
Ada suatu kisah yang sangat menarik tentang kisah memaafkan. Kisah ini adalah kisah dari seorang ulama bernama besar bangsa ini yaitu Buya Hamka. Sekitar tahun 1963 adalah masa yang amat sulit bagi perpolitikan di Indonesia. Terjadi pergolakan di kalangan tokoh-tokoh di Indonesia karna usaha Presiden Soekarno dengan politik empat kakinya berencana untuk memasukkan tokoh-tokoh PKI dalam kabinet serta berusaha menjadi Presiden seumur hidup. Banyak tokoh yang kemudiam dipenjarakan jika berbeda pandangan politik. Hal itulah yang mendapat penolakan dari tokoh-tokoh Masyumi.
Perseturuan antara Masyumi dan PKI tidak hanya terjadi dadalam parlemen. Bahkan para tokoh dan pendukung PKI turut menyerang tokoh-tokoh Masyumi. Salah satunya perseteruan antara Pramoedya Ananta Toer dan Buya Hamka. Perseteruan di antara Hamka dan Pram bermula pada awal tahun 1963. Pegiat sastra di Indonesia digemparkan oleh dua surat kabar di Jakarta, yakni Harian Rakyat dan Harian Bintang Timur. Kedua koran tersebut berafiliasi pada Partai Komunias Indonesia (PKI) di masa itu. Keduanya memberitakan karya Hamka yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van der Wijck merupakan hasil jiplakan. Rubrik Lentera dalam koran Harian Bintang Timur yang diasuh Pramodya Ananta Toer, secara detil mengulas cara Hamka mencuri karangan itu. Karya tersebut diduga milik sastrawan asing, Alvonso Care. Berbulan-bulan lamanya kedua koran tersebut terus menerus memojokan Hamka. Bahkan, kedua koran itu tak hanya mengkritik karya Hamka. Mereka juga menyerang Hamka secara pribadi (dalam Buku Ayah karya Irfan Hamka)
Selain itu Buya Hamka pernah dituduh oleh Pramoedya Ananta Toer akan memberontak kepada Presiden Soekarno. Berbagai macam tulisan tentang tuduhan itupun tidak hanya sekali, tetapi beberapa kali. Hingga akhirnya ia harus di penjara selama 2 tahun 6 bulan karna dianggap memberontak kepada pemerintah yang sah.
Masa terus berlalu hingga akhirnya rezim berganti. Peristiwa G30SPKI merubah banyak wajah perpolitikan di Indonesia. Partai Komunis yang sebelumnya mendapat tempat yang cukup baik harus menghadapi kenyataan bahwa mereka sekarang menjadi buruan rezim berkuasa. Hingga akhirnya Pramoedya Ananta Toer diasingkan ke Pulau Buru. Beberapa tahun kemudiani akhirnya Pramoedya Ananta Toer bebas namun Buya Hamka sama sekali tidak pernah mengusik hal itu. Apalagi berencana untuk membalas dendam.
Suatu hari saat ia sedang duduk di rumahnya, datang seorang lelaki dan perempuan kerumahnya. Masa itu ia telah dibebaskan dari masa tahanannya. Kedua orang tersebut akan menikah dan ingin belajar agama islam kepada Buya Hamka. Sang lelaki adalah seorang mualaf. Setelah memperkenalkan diri keduanya, baru diketahui bahwa wanita tersebut adalah anak dari Pram dan lelaki tersebut adalah calon menantunya. Si perempuan bernama Astuti. Si pria bernama Daniel Setiawan. Astuti mengaku ia adalah anak sulung dari Pram, dan menemani Daniel guna menemui Hamka. Maksud kedatangan mereka berdua adalah agar Daniel mempelajari Islam sekaligus menjadi muallaf. Bahkan Pram sendiri yang menyuruh mereka belajar islam kepada Buya Hamka. Beberapa pendapat mengatakan bahwa ini adalah bentuk permohonan maaf Pramoedya Ananta Toer kepada Buya Hamka. Cukup kaget Buya Hamka mendengar nama Pram disebutkan. Tetapi dengan legowo Buya Hamka bersedia mengajarkan islam kepada calon menantu Buya Hamka meskipun calon mertuanya adalah orang yang telah memfitnahnya dengan keji.
Saat itu Pram ditanya mengapa beliau mengirimkan calon menantunya kepada Buya Hamka, mengapa tidak kepada ulama lain. Beliau menjawab kurang lebih seperti ini “Soal jalan politik memang kami berbeda, tetapi soal pengetahuan tentang tauhid aku pikir Hamka terbaik”
Suatu ketika di sebuah majelis Buya Hamka ditanya tentang pendapatnya atas kejahatan rezim termasuk orang-orang yang telah memfitnahnya. Beliau menjawabnya “Aku lebih dulu telah memaafkannya”. Begitulah Buya Hamka bersikap memaafkan kepada orang yang telah menyakitinya, tanpa menyisahkan dendam, meskipun ia mampu membalasnya saat rezim berganti.
Perseteruan ideologi bukan alasan untuk tidak saling memaafkan. Kedua tokoh dengan kegigihannya pada ideologi masing-masing akhirnya berdamai dengan jalan Islam. Begitupun dengan Buya Hamka, tokoh islam yang tidak perlu lagi ditanyakan besarnya rasa nasionalisnya dengan lapang dada memaafkan lawan politiknya dengan jalan yang sangat indah. Dengan jalan Dakwah.
Jawaban Al Qur'an Atas Resahmu
@edgarhamas
Ketika kamu merasakan kesedihan, melihat kebenaran tak kunjung menang dan bahkan semakin hari semakin membuatmu bergeleng kepala menyaksikan kecurangan-kecurangan yang tiada putus,
“Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (Al Baqarah 214)
Ketika kamu dipertontonkan laga manusia berlomba-lomba mencari dunia demi dunia. Duduklah dan dinginkan matamu dengan,
“Dan kehidupan dunia ini hanya senda-gurau dan permainan. Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (Al Ankabut 64)
Ketika kamu mengira bahwa dunia itu tujuan utama sehingga kamu harus banting tulang mengumpulkannya, dan ketika ada yang membisikkan bahwa akhirat bukanlah segalanya, ternyata terbalik,
“Dan carilah negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia..” (Al Qashash 77)
Ketika kamu gemetar menyangka orang-orang zalim akan berhasil membuatmu tak berdaya, kamu mengira bahwa mereka begitu rapi menciptakan tipu daya, ternyata kenyataannya adalah,
“padahal Allah mengepung dari belakang mereka” (Al Buruj 20)
Lalu mereka mengira bahwa dusta-dusta dan makar mereka akan terlupakan. Mereka yakin orang-orang beriman mudah melupakan kejahatan dan tak akan menuntut apa yang telah mereka lakukan, nyatanya
“dan Tuhanmu tidak lupa.” (Maryam 64)
“Tapi, kita kan lemah, kita tak ada apa-apanya dibandingkan kehebatan mereka menguasai sumber-sumber kekuatan”, begitu kamu bergumam. Tapi Al Qur'an sudah bilang,
“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi bumi.” (Al Qashash 5)
Al Qur'an memberikan energinya pada siapa yang mau datang padanya. Semakin kau dekat, semakin kau kuat. Itulah yang membuat mereka selalu mencari cara menjauhkanmu dari energi Qur'ani,
“Dan orang-orang yang kafir berkata, “Janganlah kamu mendengarkan (bacaan) Al-Qur'an ini dan buatlah kegaduhan terhadapnya, agar kamu dapat mengalahkan (mereka).” (Fusshilat 26)