Muharram merupakan salah satu bulan istimewa. Salah satu keistimewaannya adalah, bulan ini disebut sebagai bulan lebaran anak yatim. Mengapa bisa demikian? Rasulullah bersabda, ”Man masaha yadihi ala ra'si yatiim yaum Asyura rafa'allahu ta'ala bi kulli sya'ratin darajah," Hadis tersebut, menjelaskan bahwa siapa yang menyantuni anak yatim pada hari Asyura atau 10 Muharram, maka derajatnya akan dinaikkan Allah SWT. Namun, hadis tersebut dianggap dhaif atau lemah oleh para ulama. Bahkan ada pula ulama yang menyebut hadis itu maudhu atau palsu karena di dalam sanad hadisnya terdapat perawi yang kurang dipercaya. "Tetapi ada sebagian ulama berpendapat bahwa ini adalah (untuk) akhlak saja. Bahwa di hari Asyura, hari yang baik bagi umat Islam, lalu dijadikan momentum untuk kita mengenang dan mengikuti Rasulullah, yaitu menyayangi anak yatim," Rasulullah sangat menyayangi anak yatim. Maka, hari baik Asyura itu dipakai sebagai momentum untuk menyantuni anak yatim. Hadis tersebut untuk mengasah akhlak umat Muslim agar senantiasa memberi kasih sayang kepada anak yatim. "Sehingga, dengan hadis tadi yang ada di dalam kitab itu, kita diajari dan dimotivasi untuk menyantuni anak yatim," #Abuyatamaarisal #IndahMajuBersama #IndahCargo Team Liputan AMRIL CHANIAGO YUSWO WIYOTO (di Agen BNI46 Laku Pandai) https://www.instagram.com/p/B2h893qn-fV/?igshid=3x1wp6vsblub