Rasanya kalimat diatas sangat mudah diucapkan, tapi jika di lihat lebih dalam sangat susah untuk dilakukan
Aku mungkin salahsatu orang yang "baru" mengerti dan merasakan makna ikhlas itu sendiri, padahal jika ditilik 1-2 tahun belakang, "harusnya" aku sudah paham dengan makna ikhlas itu sendiri
Ya aku paham dengan konsep tsb, tapi lupa atau mungkin abai untuk memaknainya
Jujur, memalukan jika terus selalu abai dengan hal-hal yang sia-sia, terlalu terlena dengan kenyamanan yang semu, lari dari masalah, abai dengan waktu ibadah
Aku sudah pernah melalui fase tersebut, sekarang aku sedang terbata bata, merangkak untuk keluar dari sana, doakan aku...
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَا مَكُمْ
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad 47: Ayat 7)
Ayat di atas aku temui pada awal masa kuliah beberapa tahun silam, kubaca dan kuresapi ayat itu, tapi aku lupa untuk mengamalkannya
Betapa bodohnya aku, menyia-nyiakan waktu, andai aku benar-benar menggunakan waktu hidupku dengan kebaikan mungkin aku tidak tersesat sejauh ini, tapi lagi-lagi aku lalai, lengah dan merasa "ah bisa kok nanti seiring berjalannya waktu"
Dan kesalahan kian menggunung dikala menggunakan kata "menolong" dari ayat di atas, akan tetapi tidak benar2 memaknai kata "menolong" tsb
Inti dari itu semua itu adalah setelah kelalaianku, Allah masih memberi aku jalan untuk sadar bahwa aku salah, terlalu jauh berbelok dan mulai memaknai arti ikhlas menerima tanpa harus "berandai-andai"