"Putaran roda pelangi ciptakan warna putih, hidup ini indah, engkau punya tuhan, dan ibu sebagai pengagum mu, kau tak sendiri, banyak org dijalanan, berjalan dibelakang dan didepan mu, rezeki mu ada, saat usaha mu menemui titik nya..."
- vsolensky

romaâ
trying on a metaphor
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
AnasAbdin
d e v o n
Cosmic Funnies
styofa doing anything
noise dept.

Origami Around

shark vs the universe
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

JVL
todays bird

if i look back, i am lost

@theartofmadeline

NASA
Stranger Things

Discoholic đŞŠ

Kiana Khansmith

seen from Maldives
seen from TĂźrkiye
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia

seen from TĂźrkiye
seen from Canada
seen from United States
seen from Trinidad & Tobago
seen from United States

seen from United States
seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from TĂźrkiye
@vsolensky
"Putaran roda pelangi ciptakan warna putih, hidup ini indah, engkau punya tuhan, dan ibu sebagai pengagum mu, kau tak sendiri, banyak org dijalanan, berjalan dibelakang dan didepan mu, rezeki mu ada, saat usaha mu menemui titik nya..."
- vsolensky

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Senyawa dari Surga
Harap harap yang tak kuharap
Cemas cemas tanda tuk berkemas
Angin malam harus kutempuh segera
Risau nya harus ku bayar jua
Ketepi kemari diri ini mengadu
Tak kan lama jiwa ini merindu
Menanti tapi tak terlihat
Oleh dunia dan keadaan yang jahat
Aku sadar putarannya kemana
Ke arah mu tapi tak menuju mu
Kesekian kalinya pun begitu
Tapi dunia trus berputar jua
Racun apa yang tlah kuminum tadi
Pahit manisnya menyerap luka
Ntah ini panggung milik siapa
Tapi drama ku ramu dengan fasih
Seonggok mimpi yang terang sendiri
Menanti dijadikan harap dan benci
Untuk mu yang dibawah sana
Terbang kesini bawalah dirinya
- vsolensky
Cinta Platonik
Kamu pasti pernah merasakan bagaimana mengagumi seseorang dengan tiba-tiba. Entah itu karena kamu tanpa sengaja melihatnya berlatih bola basket, membantu kedua orangtuanya berjualan, memiliki prestasi yang baik, bahkan sekadar alasan bahwa dia orang yang dingin, mampu membuat kita menaruh hati kepadanya.
Namun, seperti kata pepatah, tidak semua hal bisa kita dapatkan, begitu pun timbal balik dari perasaan suka, naksir, atau cinta kita. Kadang-kadang penolakan mentah-mentah menimpa kita seandainya berani mengutarakan perasaan kita kepada seseorang itu.
Nah, untuk menghindari bagaimana sakitnya diabaikan dan ditolak, kita bisa memakai konsep Cinta Platonik yang pernah dibicarakan oleh filsuf terkenal Plato ribuan tahun yang lalu. Berikut keuntungan Cinta Platonik yang dikembangkan dari konsep filsafat Plato.
Tidak Diungkapkan
Memendam perasaan bukan hal mudah. Kita akan selalu gelisah karena hati kita sudah jatuh kepada orang tersebut. Kita ingin si dia mengetahui apa yang kita rasakan. Tapi memilih untuk tidak mengungkapkan adalah juga pilihan yang tepat, sebab kita tidak membebankan diri kita untuk mencari banyak cara untuk bisa memilikinya. Hanya Tuhan dan diri kita sendiri yang mengetahui kadar cinta kita. Yang kita rasakan hanya kebahagiaan.
Tanpa Nafsu
Kadang-kadang kita tertarik dengan fisik seseorang. Bisa karena wajahnya yang cantik dan tampan, atau tubuhnya yang nyaris sempurna. Itu membangkitkan nafsu kita kepadanya. Lantas kita berusaha keras dengan segala cara untuk mendekatinya. Bahkan kita pun berusaha membuat diri kita tampak lebih baik meskipun menghabiskan banyak uang. Nah, dengan cinta platonik, kita dituntut untuk menghilangkan nafsu. Kita mencintanya karena cinta itu sendiri. Bahkan ada ungkapan cinta platonik hanya memandang sebatas ujung rambut kepala hingga leher orang yang dicintai.
Tidak Ada Cemburu
Saat kita memutuskan untuk mencintai dengan cara cinta platonik, kita sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa kita tidak ada hak atas dirinya. Biarkan dia tidak mengetahui apa yang kita rasakan, biarkan dia mencintai siapa pun, dan biarkan dia bahagia dengan dunianya. Beratkah cara ini? Tentu saja. Dalam cinta biasa, cemburu itu wajar, tapi dalam cinta platonik, cemburu itu mengikis cinta. Ingatlah mengapa kita mencintainya? Sebab cinta, bukan sebab cemburu.
Tanpa Batas Waktu
Cinta platonik sejalan dengan cinta sejati. Ia akan terus terawetkan, lestari, dan tanpa batas waktu. Meskpun yang dicintai telah tiada atau tubuhnya dimiliki orang lain, cinta platonik akan tetap hidup. Sejak cinta platonik dipilih seseorang untuk mencintai seseorang lain, ia akan selalu bisa merasakan kebahagiaan karena rasa syukur bahwa ada seseorang yang selalu bisa ia cintai.
Tidak Kenal Lelah Berbuat Baik Kepada Banyak Orang
Kekuatan cinta platoniknya kepada seseorang akan ia gunakan untuk berkegiatan yang positif. Atas dasar cinta yang ia rasakan, ia akan membantu banyak orang yang membutuhkan. Sebab energi positif dari cinta itu mampu menggerakannya untuk mengerjakan apa pun yang juga positif. Ia pun menerbar senyum dan kebahagiaan dirinya kepada banyak orang. Menginspirasi anak-anak muda untuk selalu berpikir positif dan melakukan kegiatan yang bermanfaat.
APAPUN SEKOLAHNYA, YANG PENTING ORANG TUANYA
Oleh : Hilmi Firdausi
âââââââââââââââââ
Senin kemarin, timeline medsos ramai sekali dengan postingan Mahmud dan Pahmud, baik yang Mahmud Pahmud ABAS (Anak Baru Satu) atau ABUBA (Anak Buanyak Banget).
Sekedar lucu-lucuan sih no problemo, apalagi kalau sekolahnya
âhigh classâ,
âsekolah elitâ,
âsekolah bonafitâ,
âsekolah unggulanâ
Ada perasaan bangga (semoga tidak bercampur ujub) pada saat mengantar anak-anaknya ke Sekolah tersebut.
Namun ada satu hal yang patut diingat dear mommies & daddiesâŚ
Sebagus atau semahal apapun sekolah anak-anak kita, sama sekali bukan jaminan untuk menghasilkan anak yang sholih dan sholihah, anak yang berakhlaqul karimah.
Saya berkata ini karena sudah hampir 15 tahun mengelola lembaga pendidikan, berinteraksi dengan banyak stakeholder pendidikan, bergaul dengan berbagai kalangan dari dunia pendidikanâŚ
Sehingga bisa mengambil sebuah kesimpulan, bahwa SEKOLAH TERBAIK ADALAH KELUARGA, terutama untuk anak-anak sampai dengan usia SD.
Adalah sebuah kemustahilan jika kita mengharapkan anak-anak kita berakhlaq baik sedangkan di rumah orang tuanya
â sering bertengkar,
â sering marah-marah
â sering berkata kasar
Juga menjadi Mission (almost) Impossible jika mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang taqwa, rajin sholat (berjamaah di Masjid bagi yang pria), mampu menghafal Qur'an dengan baik, semangat dalam menuntut ilmu terutama Ilmu Agama
Jika orangtuanya
â cuek terhadap agama
â Ayahnya malas sholat berjamaah di Masjid
â Bunda juga seringkali sholat tidak di awal waktu
â Ayah Bunda malas menuntut Ilmu Agama, menghadiri Kajian-kajian keislaman, jarang berinteraksi dengan Al-Qur'an, dsb dsb.
Perlu sahabat semua ketahui, panutan anak-anak adalah orangtuanya, bukan gurunya.
Sebagian anak-anak bahkan bercita-cita ingin seperti orangtuanya.
Ayah bagi seorang anak laki-laki adalah role model, sedang bagi anak perempuan Ayah adalah âfirst loveâ mereka.
Bunda⌠Terlebih seorang Bunda, baik anak laki-laki dan perempuan banyak yang menjadikan sosok bundanya sebagai âmalaikat pelindungâ.
Satu rahasia kecil, para ulama dan orang bijak terdahulu jika mendapati anaknya berbuat kurang baik, berkata tidak jujur, sulit diatur⌠maka mereka pertama akan menyalahkan diri mereka sendiri, bahkan menghukum diri mereka sendiriâŚ
kenapa anak-anak saya bisa seperti ini?
Apakah saya telah berbuat dosa?
Apakah ada makanan haram yang saya berikan untuk anak-anak saya?
Itulah sejatinya orangtua yang baik. Setiap ada kejadian yang kurang mengenakkan tentang buah hati, mereka langsung bermuhasabah, bukan menyalahkan si anak, bukan menyalahkan orang lain, bukan mengkambinghitamkan sekolah dan lingkungan, walau secara keseluruhan ada juga faktor-faktor pemicu kenakalan anak-anak kita, namun faktor terbesar adalah kelalaian orangtuanya.
Jadi, memang baik mencari Sekolah yang terbaik untuk buah hati kita, namun lebih dari itu semua⌠Mari kita sebagai orangtua belajar menjadi guru kehidupan buat anak-anak kita. Guru yang akan terus dikenang âbaik dan buruknyaâ oleh anak-anak kita. Guru yang tidak hanya mengantarkan anak-anak ke gerbang wisuda, tapi lebih jauh mengantarkan mereka masuk ke gerbang Surga.
Yuuk⌠Sahabat semua, kita berdoa untuk kebaikan anak-anak kita, dan kita juga terus bermohon agar Allah selalu memberikan kekuatan kepada kita untuk menjadi orangtua yang baik, yang menjadi uswatun hasanah buat putra-putri kita, investasi dunia akhirat kita.
Semoga Allah ijabahâŚ.
#Reminder
Ah, akhirnya aspirasi selama ini ada yang bisa menyampaikan juga. Good Point!!!
Belajar Hal Baru: Unlearn, Relearn, Measure
Belajar Hal Baru adalah poin teratas dalam daftar resolusi saya tahun 2018.
Saya ingin tahun ini jadi tahun dimana saya lebih berani mencoba hal baru untuk belajar lebih banyak hal baru. Dalam mempelajari hal baru, setidaknya ada tiga proses penting yang harus dijalani: Unlearn, Relearn, Measure.
Unlearn
Buat saya, ternyata belajar hal baru tidak semudah dulu. Bagian paling sulit dari proses ini adalah unlearn: mencoba melepaskan kembali apa yang saya tahu.
Proses ini sebenarnya impossible secara fisiologis; kita tidak mungkin menghapus memori spesifik tentang hal yang kita tahu. Tapi kita harus menciptakan mental state yang membuat kita seakan-akan melepaskan hal-hal yang kita tahu saat kita belajar hal yang baru.
Unlearn menjadi super penting karena kita terbiasa mengulang hal yang sama jika kita sudah tahu jawabannya. Jika kita tidak unlearn, pikiran kita akan selalu menolak ketika ada ide baru.
âAh kalo kayak gini mah gue udah tauâ
âUntuk masalah ini, solusinya ini. Gue udah pernah coba, dan berhasilâ
âGa perlu dicobain yang kayak gini mah, gue udah tau jawabannya salahâ
Ketika ucapan-ucapan ini muncul, di situlah kita sudah gagal di langkah pertama mencoba hal baru. Kesadaran bahwa kita sudah tahu akan menahan kita untuk belajar hal baru.
Mengutip Mordo di film Dr. Strange, âMay I offer you some advice? Forget everything you think you knowâ
Relearn
Setelah melakukan unlearn, kita akan terbuka untuk belajar kembali: relearn. Konsep Belajar Kembali ini juga susah susah gampang untuk dilakukan, karena kita terbiasa melakukan sesuatu dengan referensi pengalaman terdahulu.
Ketika melakukan proses pembelajaran kembali, kita harus membuka diri. Berpikiran terbuka dan membuka diri pada semua kemungkinan; metode baru, cara baru, pola pikir baru, dan orang-orang yang baru.
Misalnya, jika dalam belajar mengembangkan diri hanya dari seminar, mungkin sekarang harus terbuka dengan metode baru seperti mengikuti online course, mendengarkan podcast, atau subscribe artikel-artikel di blog premium.
Atau jika sebelumnya kita hanya punya 1-2 orang sebagai referensi panutan, kita harus mencari referensi panutan yang lain. Bahkan akan lebih baik jika kita mencari referensi tidak hanya dari bidang yang linear. Intinya, harus lebih haus dalam belajar dan mencoba sumber-sumber baru untuk belajar kembali.
Measure
Bagian terpenting dalam seluruh proses belajar adalah konsisten mengevaluasi sejauh mana kita sudah bertumbuh.
Dalam proses unlearn dan relearn, kita harus menuliskan Goal utama, menurunkannya dalam bentuk activity, mengukur resultnya setiap hari/pekan, dan mengevaluasi apa yang perlu ditingkatkan di hari/pekan berikutnya.
Di dunia kerja, saya menggunakan sistem OKR (Objective Key Result): sistem yang diciptakan Intel untuk mendokumentasikan progress dan goal dalam company, tapi juga bisa digunakan untuk goal personal. OKR bisa menjadi bahasan tersendiri di tulisan lain, singkatnya bisa dilihat di gambar berikut atau baca di sini.
Dengan menjalankan tiga proses tadi - Unlearn, Relearn, dan Measure - kita akan bisa fokus mempelajari hal baru dan berprogress cepat menjadi orang yang lebih baik.
Tulisan ini saya buat sebagai pengingat diri, tapi semoga juga bisa bermanfaat buat siapapun mempelajari hal baru di tahun ini.
Jadi apa hal baru yang ingin kamu pelajari di tahun ini?
Further Read:
Cara Menjadi Kreatif? Dengan Mencuri Dari Yang Lain
Melatih Kreativitas Dengan Wreck This Journal
3 Prinsip Berani Mulai Berkarya
10 Hal Yang Saya Pelajari dari Buku The Airbnb Story
Fail Fast. Suceed Faster

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
đŻMengapa senang menulis?
đ§Lalu mengapa kamu senang menggambar?
đŻKarena suka saja. Ada perasaan seperti tentram setelahnya.
đ§Sama. Percaya ga, terkadang kesemerawutan di hati & pikiran kita harus kita urai. Nah, untuk mengurainya ini yg bisa dgn apa saja. Aku dgn pena, kamu dgn kuasmu. Aku dgn alinea, kamu dgn lukisanmu. Itu semua kita lakukan untuk menjaga kewarasan kita.
đ§Hidup kita ini sudah terlalu banyak masalah, banyak tuntutan, terlampau sesak terhimpit, kita hanya butuh melegakannya sedikit. Laiknya bernafas, tidak bisa terus-terusan menarik oksigen tanpa mengeluarkan karbondioksida, paru-paru kita akan kepenuhan, alih-alih bekerja dengan baik & benar. Beberapa hal butuh siklus, begitupun dgn diri kita ini.
đŻSejak kapan memilih menulis sebagai media, kalau begitu? Karena, katanya pasti ada alasan orang memilih kesenangan mereka sendiri.
đ§Sejak aku menyadari bahwa kemampuanku berbahasa melalui verbal tidak baik sempurna. Kamu tahu sendiri, aku anaknya suka canggungan. Jika tidak dekat mana mau aku bercerita panjang lebar seperti denganmu kini. Aku cenderung pemilih jika menyangkut berkomunikasi, sekiranya satu frekuensi aku akan bisa berbusa mengobrol, tapi jika tidak atau aku melihat gelagat penerimaan yg kurang aku akan menyerupa tembok. Diam seribu bahkan berjuta bahasa
đŻMemangnya benefit apa yg kamu dapati jika gemar menulis?
đ§Sejauh ini sih yg aku rasa selain ketenangan itu sendiri, aku bisa belajar membaik dan mendewasa. Beberapa tulisan yg berani aku terbangkan, aku bagikan di media sosial. Ajaibnya tulisan itu hidup lebih lama dari ingatan, bahkan jika aku sudah tiada, tulisan akan hidup lebih lama dari raga penulisnya. Ketika ada orang lain yg me-notif tulisan lamaku, seketika aku ditarik kembali ke masa itu. Jika beruntung, aku akan ditampar oleh aksara-aksaraku sendiri ketika perasaanku saat membaca sama percis dgn saat menulis dulu. Di dalam hatiku seperti ada anak kecil yg berteriak âHal seperti itu sudah pernah kamu lalui & kini kamu baik-baik saja, sekarang bertemu lagi dgn hal yg sama, seharusnya kamu bisa lebih tahu & lebih pintar mengendalikannya!â Sederhananya, tulisan bisa jadi pengingat.
#30hbc1811 @30haribercerita
I wish my arms were longer.
Suatu hari seseorang menitipkan rahasianya kepadamu, kemudian hari ia hilang dari hidupmu. Dan kamu masih menyimpan rahasianya, semestanya yang pernah dipercayakan kepadamu. Langitnya yang dibirukan kepadamu. Luas samuderanya yang tak dibiarkannya menenggelamkanmu. Kepercayaan itu masih ada sekalipun ia tidak lagi ada di jalan ceritamu.
"Bagiku, saat sendiri, saat aku bisa mendengar suara nafas ku sendiri, saat itulah aku memulihkan energi, melepaskan toxin yang ada dalam diri. Namun saat aku keluar, ada atau tidaknya atap dikepala, selagi keramaian masih mengelilingi, aku akan selalu kehilangan energi, walau yang kulakukan hanya seperti yang org lain kebanyakan lakukan, tapi percayalah menjadi yang terbaik dimata semua orang itu melelahkan."
- VS
Inspirasi dari Banda Neira
Dalam dunia permainan yang gelap, dunia dimana saya menunda-nunda pekerjaan yang belum saya mulai sama sekali, saya menulis ini. Saya hanya ingin berbagi saja bahwa ya, saya jatuh cinta pada Banda Neira. :)
Saya sudah kenal mereka semenjak setahun atau dua tahun yang lalu. Namun, entah kenapa baru sekarang saya benar-benar menaruh perhatian pada musik mereka. Mungkin memang kita belum berjodoh pada waktu itu.
Teman satu lab saya menyodorkan saya pemutar kaset beserta isi kaset itu, kaset live Banda Neira. Saya pun jatuh cinta pada salah satu lagu mereka yang berisi alunan piano. Saya bahkan belum hafal apa judul lagu itu. Nanti, saya tanyakan kepada yang punyanya.
Hari ini, saya ingat mereka. Saya dengarkan lagu-lagu yang mereka bagikan secara online. Dan akhirnya saya jatuh cinta mereka secara utuh (haha, awalnya kan satu lagu saja yang saya suka). Jiwa saya melayang mendengarkan keindahan lagu-lagu mereka. Saya merasa berada di pinggiran pantai yang dingin tanpa matahari.
Namun ternyata, sayang sekali ternyata. Mereka telah bubar atau vakum (saya harap begitu) semenjak setahun yang lalu. Kemudian saya tahu bahwa tahun 2016, tahun dimana Rara dan Ananda memutuskan untuk menghentikan aktivitas mereka dalam Banda Neira, adalah tahun yang paling kelam untuk Ananda. Dua orang terkasihnya meninggal dunia saat dia merilis album kedua sekaligus terakhirnya. Saya yakin untuk seorang Ananda yang baik hatinya pasti merasa sangat terpukul karenanya. Saya bisa merasakan perasaan sedihnya. Kematian adalah suatu hal yang paling berat untuk diterima manusia. Saya juga tidak akan mampu berdiri bertahan jika orang yang saya cintai meninggal dunia⌠:(
Saya yakin, Ananda ingin beristirahat melepaskan semua beban-bebannya, meskipun dia sangat mencintai Banda Neira. Melakukan semua aktivitas pasti terasa berat. Mungkin karena itu. Mungkin juga ditambah keinginan Rara yang ingin bersekolah lagi, tidak mungkin dia menghalang-halangi. Namun, saya yakin suatu saat nanti, Ananda akan berkarya lagi. Tidak mungkin seorang yang mencintai musik akan meninggalkan musik. Seperti apa yang telah terjadi kepada Yoshiki dan X-Japan. Bagi pecinta Banda Neira lainnya, saya yakin, ini bukan akhir dari semuanya.
Ananda menginspirasi saya bahwa seorang rendah diri bisa berkarya, meskipun itu berarti harus keluar dari kenyamanannya. Saya juga mempunyai inferior complex atau itu yang teman katakan kepada saya karena saya selalu mengatakan bahwa saya jauh lebih rendah dari orang lain.
Saya harap suatu hari nanti bisa seperti Ananda, bisa berkarya dengan tenaga saya sendiri, bisa bangkit dalam keterpurukan, bisa menyembuhkan diri saya, seperti pada salah satu lirik lagu mereka,
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh âkan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Kita Sama-Sama Suka Mengenang Banda Neira.
Yang, yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang sia-sia akan jadi makna Yang terus berulang suatu saat henti Yang pernah jatuh âkan berdiri lagi Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
***
Tak ada yang pernah mengira lantunan lagu dari duo Rara - Nanda, akan merebut hati banyak orangâbahkan mereka berdua sendiri pun tak mengiranya. Bermula dari ketidaksengajaan, semesta kemudian merestui lahirnya keindahan baru dalam diri mereka berdua. Duo nelangsa pop asal Bandung ini menamai diri mereka Banda Neira, diambil dari nama pulau tempat dibuangnya Syahrir dan Hatta.
Agustus 2012, Rara Sekar dan Ananda Badudu sepakat merekam 4 lagu yang mereka miliki (Di Atas Kapal Kertas, Ke Entah Berantah, Rindu, dan Esok Pasti Jumpa), kemudian mengunggahnya ke Soundcloud. Tak ada harapan muluk-muluk, sekadar ingin berkarya saja. Tapi siapa kira, berawal dari keisengan di paruh waktu, Banda Neira kemudian beranjak menjadi sesuatu yang terus berjalan lebih jauh.
Akhir 2012, Rara dan Nanda melengkapi repertoar untuk album perdana mereka dengan membawa enam materi baru. Hanya butuh 2 jam proses rekaman untuk menghasilkan karya yang mampu memporak-porandakan perasaan banyak orang.
Secara tidak sengaja, saya menemukan lagu Hujan di Mimpi kala berselancar di kanal YouTube. Tak pernah mengenal nama mereka, padahal saat menemukannya, dua tahun sudah mereka berkarya. Tapi entah mengapa sejak pertama kali memutar musik mereka, secara emosional saya langsung terikat dengan musik mereka.
Meski sekadar diiringi petikan gitar sederhana dengan bakat seadanya, penggalan lirik yang ditulis Rara  dan Nanda bisa menghasilkan lagu yang sarat kedalaman makna.
Butuh berkali-kali mendengarkan untuk bisa mencerna kedalaman makna yang ingin disampaikan melalui lirik lagunya. Hingga pada akhirnyaâentah dalam repetisi ke berapaâpenggalan lirik, âSepi itu indah, percayalah. Membisu itu anugerah.â Terasa begitu monohok di hati.
Untuk seseorang yang selama bertahun-tahun selalu terintimidasi dengan perasaan kesepian dan kekosongan, penggalan lirik itu seperti sokongan yang sangat berarti. Â Saya benci menyampaikan hal ini karena membuat saya tampak menye-menye. Tapi ya itulah kenyataannya.
Tahun 2014, saat pertama kali menemukan Banda Neira, Saya sedang dalam fase hidup di level paling bawah. Perjuangan yang bertahun-tahun dikerjakan tiba-tiba dimentahkan, mimpi sederhana telah dipatahkan, bahkan sedikit harapan tempat berpegang kemudian ditumbangkan. Saat hidup mulai terasa begitu kacau, rasa kesepian yang dulu sempat meneror tiba-tiba datang lagi mulai meracau.
Hujan di Mimpi adalah pemberi kekuatan kala hati Saya mulai dirundung sepi. Alih-alih dipaksa meninggalkannya, Banda Neira justru menyarankan untuk menikmatinya. Meringsak di pojokan kafe sendirian, dengan headset tertancap di telinga, kemudian memutar lagu ini untuk merayakan sepi.
Lagu Rindu menjadi pelengkap playlist kala itu. Musikalisasi puisi dari Subagio Sastrowardoyo ini tampak nyata menggambarkan perasaan Saya. âAdalah teman bicara, Siapa saja atau apa.â Sunyi, menyayat seperti belati.â
Apakah kalian pernah mendengarkan sekumpulan lagu, yang saat disusun sedemikian rupa, rasanya seperti soundtrack pengiring kondisi hidup? Itu yang Saya rasakan saat menyusun beberapa lagu dari Banda Neira.
Saya seringkali meletakkan lagu Rindu dalam nomor putar pertama, Hujan di Mimpi pada urutan selanjutnya, kemudian berlanjut Ke Entah Berantah, Esok Pasti Jumpa, dan Berjalan Lebih Jauh.
Rasanya seperti sedang diajak berdamai dengan diri sendiri, kemudian bersamanyaâBanda Neiraâdituntun dan ditemani untuk berjalan perlahan menuju kondisi yang lebih baik. Dari fase ke fase, lagu-lagu Banda Neira ini benar-benar hadir sebagai kawan. Mengiring. Menemani. Mendukung.
Saat pertama kali menemukan Banda Neira, Saya merasa seperti anak kecil yang kegirangan karena menemukan koin di saku celana. Sebuah bahagia sederhana yang disimpan karena keberhargaannya.
Saat Konser Kita Sama-sama Suka Hujan mulai ramai di pemberitaan, ada rasa bangga yang saya rasakan. Bersama Gardika Gigih, Layur, Suta Suma, dan Jeremia Kimoshabe, duo Rara-Nanda serasa telah memasuki level baru secara musikalitas. Hype konser kolaborasi ini juga menunjukan bahwa eksistensi Banda Neira lebih banyak lagi diterima. Banda neira sudah menjadi milik lebih banyak orang.
Terlebih saat Banda Neira mengumumkan sedang melakukan proses pembuatan album kedua. Siapa yang tak girang. Tak seperti album pertama yang terkesan seadanya, album kedua itu digarap dengan lebih totalitas. Rara dan Nanda pun sampai tak mengambil pekerjaan serius selama kurang lebih 5 bulan, demi menggarap album ini.
30 Januari 2016. Kabar bahagia akan rilisnya album baru Banda Neira diiringi dengan kepiluan. Dalam konser rilis kecil-kecilan yang mereka buat di Tangerang, Rara mengumumkan akan melanjutkan sekolah ke New Zealand. Konser tadi menjadi panggung terakhir Banda Neira yang entah kapan akan manggung lagi.
Tak hanya pengunjung Kedai PGP Cafe, Tangerang kala itu yang merasa pilu. Saya dari kejauhan juga merasakan pilu. Banyak kesempatan kala Banda Neira mampir mengisi acara di Jogja, sayangnya waktunya selalu tak sesuai.
âNontonnya nunggu mereka bawa materi baru album kedua aja,â pikir Saya kala itu, mengobati sedikit rasa kecewa. Tapi entah kapan lagi bisa melihat Banda Neira kembali mengisi panggung.
16 Februari 2017. Perilisan album fisik Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti membuat riuh penggemar Banda Neira. Benar saja, lagu-lagu di album kedua terasa lebih mewah dibanding lagu-lagu di album pertama. Aransemennya begitu megah. Kekuatan pada penulisan liriknya tetap tak berubah. Level musikalitas Rara dan Nanda benar-benar naik pesat. Banda Neira mulai bermain di ranah yang lebih kompleks. Kompleksitas yang indah dalam 15 track.
Selepas itu akun YouTube resmi Banda Neira pun merilis beberapa video musik seperti Pelukis Langit, Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti, hingga Sampai Jadi Debu yang begitu sendu. Mungkin ini dimaksudkan sebagai pelepas rindu bagi para penikmat karya Banda Neira.
Masih ada sedikit rasa optimisme dalam diri saya. Rara pasti pulang dan bersama Nanda mereka berdua akan kembali menghiasi panggung-panggung musikâdan saya sangat menunggunya kembali menyambangi Jogja.
Ingin sekali rasanya melihat secara langsung mereka berdua memainkan lagu-lagu di album kedua ini. Mengajak penonton bernyanyi âpap-para-parararapâ di lagu pelukis langit. Menyerukan âLa historia me absorveralâ di lagu Tini dan Yanti sembari mengenang kejahatan kemanusiaan 65. Bersama string section menyanyikan Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti. Berkolaborasi dengan Gardika Gigih membawakan Sampai Jadi Debu sembari merakit sendu bersama-sama penonton.
23 Desember 2016. Banda Neira melalui akun FB resmi mereka mengumumkan bubar. Perahu Kertas yang telah berjalan jauh mulai merapat ke dermaga. Berhenti. Sementara atau selamanya? Tak ada yang bisa menebaknya. Semesta memang kadang sebajingan itu. Dia mempertemukan kita dengan sesuatu yang berharga, kemudian mengambilnya begitu saja tanpa aba-aba. Ada rasa getir saat Saya membaca pengumuman ini. Bahkan Saya sempat meneteskan air mata.
Ada rasa marah dan kecewa, tapi hati ini tak pernah mampu untuk membenci. Saya berusaha untuk memaklumi. Diskusi perihal pembubaran Banda Neira sudah dilakukan selama kurang lebih satu tahun. Hal ini tentu lebih berat lagi bagi mereka. Akhirnya Saya hanya bisa menerima, seperti halnya mereka juga menerima. Seperti yang mereka isyaratkan dalam lagu mereka, karena yang hilang akan berganti. Hanya ada ucapan #terimakasihbandaneira untuk setiap keindahan yang telah mereka bagikan.
31 Desember 2016. Nanda menuliskan empat babak ucapan perpisahan yang begitu emosional. Di babak ke II, ada sepenggal kalimat yang membuat Saya bergetar. Nanda menuliskan, âOleh seorang teman, setelah pengumuman bubar, saya sempat ditanya apa arti Banda Neira bagi saya. Saya jawab, Banda Neira itu memulihkan.â
Saya merasakan apa yang dirasakan Nanda. Banda Neira hadir sebagai pemulihan. Nanda bisa sedikit pulih dari sikap inferiorârendah diriâkarena Banda Neira, Saya bisa pulih dari perasaan kosongâyang sempat hilang dan kembali mengancamâjuga karena Banda Neira. Badan Saya benar-benar bergetar saat membacanya.
Banda Neira memiliki arti besar tak hanya bagi Rara Sekar dan Ananda Badudu. Banda Neira memiliki arti besar untuk banyak orang. Saya kira ada banyak orang juga diluaran sana yang merasakan pemulihan melalui Banda Neira.
Hari ini, 23 Desember 2017, tepat 1 tahun Banda Neira mengumumkan pembubaran. Eksistensi Banda Neira sebagai sebuah grup musik mungkin tak lagi ada. Tapi izinkan saya untuk tetap berharap suatu saat nanti Rara-Nanda bisa kembali bersama meski entah kapan adanya.
Banda Neira tidak akan pernah hilang. Meski zaman demi zaman berlalu, akan ada sekumpulan orang yang akan terus memupuk ingatan tentang Banda Neira, tentang bagaimana luar biasanya mereka mengkoyak-koyak hati dengan lagu-lagunya.
Kelak saat era telah berganti, saat anak saya luluh dengan musik-musik di zamannya, saya akan mengenalkan Banda Neira sebagai suatu kenangan yang istimewa.
Sekali lagi #terimakasihbandaneira. Saya jadi salah satu orang yang akan memupuk ingatan tentang Banda Neira. @dibandaneira
+ Kau mengabaikanku.
- Yang kulakukan hanya memerdekakanmu.
+ Maksudmu?
- Aku menjauhimu agar kau lebih jernih lagi melihat dunia.
"Tanyakanlah, apa aku berpura-pura siap menghadapi ini semua?, Sekelebat saja... fikiran yang entah datang dari mana, tapi kurasa masa lalu dan masa depan itu sama saja, karena jika aku takut menghadapi masa depan, yg aku lakukan barusan ini apa, masa depan ku beberapa saat yg lalu kan? Telah kulalui, dan semuanya telah kuhadapi... Seabstrak dan semenakut apapun itu, cukup mulai dengan basmalah dan akhiri dgn hamdalah... Karena bagiku serumit apapun manusia memandag masalah, sederhana saja bagi Allah penyelesaian, cukup percaya. InsyaAllah~"
- VS
Al Quds adalah tanah suci yang penuh berkah. Al Quds tanah para nabi. Allaah menjadikannya kiblat pertama Muslim. Kesinilah wajah menghadap saat sholat dahulu.
Rasulullaah shallahu allaihi wassalam memerintahkan Usamah bin Zaid ra membawa pasukan untuk membebaskannya. Dibawah kekhalifahan Umar bin Khaththab ra, Al Quds bebas dari penguasaan Romawi, hingga Yahudi bisa masuk kembali dan kesucian Nasrani tetap utuh.
Sholahuddin Al Ayyubi kembali mencontoh Umar, membebaskannya dari The Crusaders, kaum salib Eropa sehingga Al Quds kembali menjadi pusat ilmu dan peradaban Islam.
Saat Zionist Internasional mengirimkan Yahudi Eropa ke Palestina pada tahun 1900-an, jumlah Yahudi di Al Quds tak sampai 10%. Mayoritasnya adalah Muslim.
Dimana logika pembenaran Al Quds/ Yerusalem dijadikan Ibu Kota Penjajah yang tidak punya hak berdiri di tanah suci?!
SAY NO!!! to Al Quds/ Yerusalem for Israel!!!
â
Šsmart_171
#respect
Di titik tertentu aku ingin menyendiri saja; memikirkan masalah yang kuhadapi sendirian. Mencoba mengurai dan mencari cara agar semua yang kuhadapi selesai. Aku benar-benar ingin belajar melepaskan diriku dari belenggu yang mengikat tubuh dan tabahku.
Jangan curiga dulu. Tidak mengikutsertakanmu dalam persoalan ini, bukan berarti aku tidak percaya padamu. Bukan berarti aku tidak mau berbagi persoalan yang sulit denganmu. Aku hanya ingin mencoba memberi tantangan pada diriku. Agar aku bisa menjadi lebih dewasa dalam urusan-urusan yang mendera hidupku.
Tetaplah memberi perhatian seperti seharusnya. Jangan berlebihan mengkhawatirkan aku. Semua akan baik-baik kembali. Ini hanya perkara bagaimana aku belajar dari perjalanan hidup ini. Biarlah aku tumbuh di bagian-bagian yang memang harus kuselesaikan sendiri.
âboycandra
Pas.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
"Kau pernah menjadi apa yang aku harapkan pagi lakukan untukku, begitupun juga aku sedia menjadi selimut malam penuh gemintang penenang gundah dan resahmu~"
- VS
Percakapan yang Hangat
Kemarin malam, sebelum saya merasa energi terkuras. Saya telah bersedia memaklumi diri saya sendiri dengan cara menurunkan ego. Saya menyalami ego teman saya dan mengenalkan diri saya yang baru; yang sedang belajar mencintai apapun. Meski kadang saya juga mengingat bahwa cara mencintai saya juga dengan menganugerahi sekeliling dengan dingin juga gerah.
Saya tentu tidak memiliki kuasa untuk membuat hati orang kain tergetar dan berempati dengan usaha saya.
Malam sebelumnya, dia masih bersikukuh dengan egonya. Dari matanya saya tahu dia sedang berusaha membenci saya dan merasa menang dengan itu. Saya terus menikmati setiap menit pemakluman atas diri tadi. Saya menghabiskan malam dengan tertawa, mendengar diskusi, sesekali menyambung kalimat, sesekali mengajukan pendapat. Malam itu saya merasa hangat.
Esoknya, kebencian tidak memiliki waktu lama membungkus perasaan manusia. Kebencian bisa kalah. Entah dengan kesadaran, kasih, dan kebencian itu sendiri. Dia membuka percakapan; bisa bicara sebentar?
Kami melangkah keluar, ke tempat yang jauh dari riuh, tempat yang tidak dijangkau oleh mata-mata yang terlalu ingin tahu.
Dia mengawali semuanya dengan minta maaf. Dia menceritakan keadaannya, lukanya, kesepiannya, ketidakterimaannya, kebenciannya, hingga akhirnya semua ucapan-ucapan tadi ditutup dengan kasihnya sendiri yang menerobos pertahanan dirinya.
Boleh saya pegang tanganmu?
Di antara berbagai macam pilihan yang bisa saya berikan sebagai bantuan dia memilih itu. Saya ulurkan tangan saya. Kami bersalaman dua menit. Saya katakan cukup. Dan dia tak bergeming.
Kemudian saya meminta izin untuk bicara. Saya sampaikan pula kemarahan saya. Saya katakan bagaimana kondisi saya. Saya ceritakan bagaimana saya yang tidak begitu senang dengan kelakuannya. Sampai akhirnya saya katakan yang mestinya sudah dia dengar jauh bertahun lalu bahwa dia tidak boleh menyayangi orang lain dengan menyakiti diri sendiri.
Jangan hiraukan saya. Isilah hidupmu sendiri. Nikmati. Jika kamu tidak ada, ada banyak yang mempedulikan saya. Jika saya tidak mencintai kamu, akan ada yang menyayangi kamu. Tapi bukan saya. Bukan kamu orangnya.
Dia menatap saya lama dan dalam.
Tidak apa-apa. Sebelum kamu pergi saya akan bahagiakan kamu lebih dulu. Tidak apa jika memang bukan saya orangnya. Tapi bagi saya kamu orangnya.
Saya menangis di hadapannya. Menangis untuk semua kelalaian saya dalam berteman. Untuk semua pemberiannya yang saya sembunyikan jauh. Untuk semua kesia-siaan. Untuk ketidaktahuan saya.
Dia mendekat. Saya mengambil jarak. Saya katakan tentang betpa dia tidak memiliki kewajiban untuk membahagiakan semua orang. Dia memiliki dunia sendiri yang hendaknya dia isi dengan segala kebahagiaan.
Saya kemudian berkisah. Betapa tidak perlu lagi kami melakukan hal-hal bodoh seperti berkorban bagi pertemanan. Mengkhawatirkan hal-hal remeh dan tidak memberikan dampak apapun. Betapa pertemanan adalah lahan yang ditanami kesakitan.
Dia gelisah. Saya terus menghapus air mata.
Kami menutup perbincangan dengan diam.
Di dalam diri saya hangat itu menelusup. Hidup ini memang begitu lucu. Di hadapanmu ada seseorang yang bersedia menghabiskan waktu untukmu, memperjuangkan segala hal untukmu.
Sembari kamu memperjuangkan orang lain.
Dan ketutup kedua jendela kamar di malam hari,
Dalam sela nya, angin malam berbisik pada ku,
"Mimpi siapa lagi yg ingin kau datangi?"