βSemoga Allah mudahkan bulek untuk meninggalkan βkajianβ UHA.β adalah kalimat pertama setelah Assalamu'alaikum yang dikirim seseorang via direct message IG.
Sebelumnya sudah lihat sekilas tentang klarifikasi UHA, tentang pemilihan kata dalam dakwahnya.
Ketika baca message itu, aku langsung sedih. Disuruhnya aku meninggalkan UHA, βpintu pertamaβ kalau kata Thalhah. Pintu pertama orang awam kayak aku mulai mendengar kajian, menggali lebih dalam ilmu agama.
Pernah suatu ketika seorang teman bilang bahwa yang aku lakukan adalah βharamβ, tanpa penjelasan mendalam, tanpa menanyakan alasan. Tercengang. Hal yang aku kira 'biasaβ itu ternyata memang bisa dinilai haram, tapi ada 'jika'nya setelah aku baca-baca dan menanyakan kepada beberapa orang.
βMBAK, ITU KAN HARAM!β katanya. Beb, orang awam kek aku yang lagi kebingungan cari jalan, dibilang kek gitu kaget loch.
βMBAK, TINGGALKAN USTADZ HANAN. BELIAU MENCELA NABI!β katanya. Sayangku, dari beliau aku tambah kagum terhadap apa-apa yang para pejuang Allah perjuangkan jaman dulu. Jaman dulu, kejadian-kejadian jaman dulu dak terbayang sama otakku yang entah seberapa ini. Beliau sampaikan dengan bahasa yang bisalah aku tangkap sikit-sikit. Jadi banyak βooooooh gituβ-nya.
Di sini aku tambah sadar tentang bahaya bahasa. Jadi ingat, kemarin aku sempat ngepost tentang perbedaan bahasa Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bakwan di Gresik namanya ote-ote. Ada yang nyaut, βBulek, ote-ote itu artinya telanjangβ. Entah dalam bahasa apa. Tidak dijelaskan dan tidak aku tanyakan.
Aku post lagi tentang cuci piring. Di Magelang disebut βasah-asahβ, sedangkan di Gresik disebut βkora-koraβ. Ada lagi yang nyaut, βIsah-isah bulek, bukan asah-asah.β katanya. Setelah aku tanya, ternyata di Sidoarjo namanya βisah-isahβ. Aku menjelaskan bahwa di Magelang disebutnya asah-asah. Barulah ia paham, bahwa yang aku maksud adalah sebutan cuci piring di Magelang.
Salahku adalah aku tidak membuka postingan dengan penjelasan bahwa aku akan memberi contoh perbedaan bahasa di Jawa Tengah dan di Jawa Timur yang aku tahu (sekali lagi, yang aku tahu aja wkwk). Jadinya, muncul banyak komentar yang kadang penyampaiannya juga tidak lengkap seperti informasi yang mereka tangkap.
Ini juga bahaya pengetahuan yang setengah-setengah. Note to myself.
Kita datang dari berbagai kalangan, berbagai level pemahaman. Dak semua orang bisa langsung lari, kami merangkak dulu. Kami yang merangkak ini, jangan kalian harap bisa langsung sampai ke tujuan dengan waktu yang bersamaan dengan yang bisa berlari.
Kami sedang mengenal huruf, sedang kalian menuntut langsung bisa baca
Semoga yang sedang mengenal huruf, dilancarkan belajarnya. Semoga ketika sudah mengenal kata tak berhenti belajar hingga bisa membaca. Semoga yang sudah bisa membaca, memahami apa yang sedang dibacanya. Semoga yang sudah paham bacaan bisa menyampaikan kepada orang-orang terdekatnya. Semoga yang sudah bisa menyampaikan makna, tak lupa bahwa masih banyak yang butuh bantuan dalam mengenal huruf, tak meremehkannya, tak meninggalkannya.