Manusia dan Ambisi
Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang menjadi tujuan dalam hidupnya, baik itu tujuan skala kecil ataupun skala besar. Bisa dikatakan ambisi adalah ketika seseorang tersebut memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai tujuannya, dan biasanya tujuan yang ingin dicapai tersebut adalah sesuatu yang besar dalam hidupnya.
Apakah setiap orang berarti memiliki ambisi? Jawabannya adalah belum tentu. Setiap orang memiliki tujuan itu pasti, sedangkan tidak semua orang memiliki ambisi.
Memiliki ambisi dalam hidup tampaknya menjadi sesuatu yang positif dimiliki oleh seorang manusia. Ambisi membuat seseorang memiliki motivasi yang kuat dan tidak mudah menyerah demi mencapai tujuannya. Namun sebaliknya, jika ambisi tidak diarahkan dengan baik, ambisi tersebut bisa berdampak negatif. Ambisi yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang menjadi 'rakus' dan terobsesi dengan pencapaian diri, tanpa memperhatikan dampaknya pada lingkungan sekitar. Ambisi yang berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang menghalalkan segala cara, menabrak nilai-nilai norma/etika, serta merugikan orang lain untuk mencapai tujuan mereka sendiri.
Memiliki ambisi dalam hidup pada dasarnya merupakan hal yang baik, namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita mengelola ambisi itu sendiri agar dalam proses pencapaian tujuannya tidak merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Jangan sampai ambisi tersebut berkembang menjadi tak terbendung, sehingga pada akhirnya ambisi itulah yang mengontrol manusia. Menghalalkan segala cara adalah contoh manusia tersebut sudah dikuasai dengan 'nafsu' mencapai ambisinya.
Yang perlu diwaspadai juga adalah berkembangnya sikap egois dan arogan pada diri seseorang yang memiliki ambisi yang berlebihan. Karena ambisinya, individu tersebut dapat memaksakan kehendak kepada orang lain agar dapat turut membantu mencapai tujuan pribadinya. Ia tidak akan peduli dan juga tidak mau tahu kondisi orang lain sebenarnya seperti apa, yang penting baginya adalah bagaimana orang-orang lain dapat membantu mencapai tujuannya.
Ia juga dapat menyepelekan ataupun merendahkan posisi orang lain yang mungkin tidak satu tujuan ataupun tidak memiliki kepentingan yang sama dengan dirinya. Yang pada akhirnya, memandang segala sesuatunya dari pencapaian materi, pencapaian duniawi, pencapaian yang terukur dan terlihat secara kasat mata. Padahal semua orang pasti memiliki tujuan utama yang berbeda dalam hidupnya masing-masing.
Semoga kita sebagai manusia yang diberikan keutamaan akal sehat dan hati nurani dapat membatasi diri, sehingga tahu batasan apa saja yang wajar dan tidak merugikan saat mengupayakan untuk mencapai sesuatu dalam hidup. Memiliki ambisi boleh, tetapi jangan sampai ambisi itu justru yang mengendalikan kita sebagai manusia. Seorang manusia yang sehat dan dapat berfungsi dengan baik adalah orang-orang yang mampu mengendalikan, mengontrol, mengetahui batasan apa saja yang wajar dan tidak wajar di dalam diri. Mari berdayakan diri kita selayaknya kita diciptakan sesuai kehendak-Nya.. manusia yang diciptakan oleh Tuhan dengan keutamaan memiliki akal sehat dan hati nurani. :)
*Sebuah tulisan yang sudah lama terpendam di catatan.




















