Kadang kita sering sengaja lupa.
Ada Allah yang melihat kita.
Dan ada malaikat yang mencatat semua perbuatan kita.
Kemana rasa takut..?

#extradirty
YOU ARE THE REASON
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

roma★
Cosimo Galluzzi
Interview Vampire Daily
I'd rather be in outer space 🛸

pixel skylines
Sweet Seals For You, Always
Phantogram Three
Show & Tell
🪼
Cosmic Funnies
Mike Driver
KIROKAZE
d e v o n
art blog(derogatory)

titsay

tannertan36
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
seen from Iraq
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from Colombia

seen from Brazil

seen from United States
seen from Philippines

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Italy

seen from United States

seen from United States

seen from Colombia
seen from Peru
seen from Israel
seen from United States
@ummunaadhirah
Kadang kita sering sengaja lupa.
Ada Allah yang melihat kita.
Dan ada malaikat yang mencatat semua perbuatan kita.
Kemana rasa takut..?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Teruntuk Saudaraku”
Saya heran kepada sebagian komunitas, dimana siapapun yang berseberangan dengan sebagian pemahaman mereka pasti dianggap pengikut Rodja. Dan ini yang terjadi kepada saya, langsung mereka anggap Rodjaiyyun.
Wahai saudaraku, yang namanya jalan menuju Manhaj Salaf itu bukan dimiliki oleh satu komunitas. Bukankah manhaj salaf itu wajib diikuti oleh kita kaum muslimin? Tidak terikat dengan suatu golongan apapun? Apakah hanya karena saya tidak sependapat dengan sebagian pemahaman kalian, lalu kalian anggap saya memusuhi atau rival kalian dalam meniti jalan ini? Tidak saudaraku.
Jalan menuju manhaj Salaf itu sangat luas, para da'i yang ada di Rodja dan semisalnya itu pun hanyalah wasilah dari banyak wasilah untuk menapaki manhaj Salaf.
Kalau kalian berkumpul dalam suatu komunitas dan menyerang siapapun yang berada diluar pemahaman ulama yang kalian ikuti, lalu memvonis bahwa saudara kalian ini adalah musuh kalian, apa kabar dengan jargon manhaj Salaf yang kalian pegang? Apa kabar dengan jargon “anti hizbi” yang kalian serukan, jika ternyata menisbatkan diri hanya pada para da'i dan ulama yang kalian ikuti saja, dan baru dikatakan manhaj salaf kalau kami ikuti juga?
Apakah cara bermuamalah-nya para salafush shalih demikian kepada saudara se-iman?
Mungkin saya harus mengingatkan kembali bagaimana para Salafush Shalih memperlakukan sesamanya:
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَر
“Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dia (orang-orang beriman), adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka…” – (QS.48:29)
Sementara yang kita dapati dari para Ulama As-Safusshalih bahwa manhaj itu adalah ketentuan/jalan dalam beragama yang datang dari Allah Azza wa Jalla dan RasulNya sesuai dengan pemahaman As-salafus Shalih.
Kita meyakini bahwa “manhaj” mesti benar dan ma’shum karena datangnya dari Allah dan RasulNya, kemudian diterima dan dijalankan oleh para Ulama As-Salafus Shalih tanpa perbedaan pendapat.
Lain lagi persoalannya jika kita berbicara tentang “pendapat”, tentang madzhab, tentang masalah furu’. Dimana tidak ada jaminan bahwa pendapat seseorang – selain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam (mesti benar meskipun dia adalah seorang dari kalangan Ulama As-Salafus-Shalih).
Hebatnya para Sahabat, Tabiin dan Tabi'ut tabi'in jika berbeda pendapat, mereka saling menghargai dan meyakini bahwa pendapat siapapun (selain Rasululullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam) bisa benar dan bisa juga keliru dalam masalah ini, tidak ada pendapat yang pasti benar dan ma’shum.
Saat ini kita berhadapan dengan banyak sekali permasalahan kontemporer yang sudah jelas belum pernah terjadi di zaman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan juga di zaman 3 generasi terbaik berikutnya, sehingga mengundang para Ulama di zaman ini untuk berijtihad dan berfatwa, akibatnya terbitlah pendapat dan fatwa yang tidak dijamin benar dan ma’shum.
Jangan sampai berteriak “hizbi” kepada yang lain, sementara secara nyata kotak hizib mulai dibentuk dengan komunitas tertentu dikaitkan untuk kemudian dilakukan “filterisasii” dikalangan para asatidz, jika tidak sependapat dengan para asatidz nya dianggap tidak semanhaj.
Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika melepas sahabat berdakwah dibekalinya arahan yang mendekatkan orang kepada Islam dengan ungkapan “bassyiro wala tunaffiro”, sehingga orang merapat kepada kebenaran Islam dan bernaung dibawah payung Ahlussunnah wal-jamaah.
Semestinya kitapun bersikap demikian, sehingga umat Islam ini dirangkul dan didekatkan untuk kemudian kita jelaskan kepada mereka apa itu manhaj dan menyeru mereka dengan adab dan akhlak yang baik. Sehingga dakwah itu sampai dengan baik.
Kita saat ini hidup di zaman yang penuh dengan fitnah, sehingga jurus “Tahrisy” (adu-domba) yang dikhawatirkan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam akan digunakan oleh Setan dalam memecah belah umat Islam, pada saat ini benar-benar jadi kenyataan dan telah bertebaran kemana-mana.
Alangkah indahnya, kalau saja dakwah ini tidak dikaitkan dengan kelompok tertentu dan ustadz-ustadz tertentu, maka tidak akan timbul sikap hizby yang akan memecah belah para pengusung dakwah ini, bahkan semua bisa bekerjasama dan saling membantu untuk menjadi semakin kuat. Untuk bersatu merangkul umat. Kesampingkan perbedaan dalam ranah furu'iyyah. Yang mana perkara furu’ seakan menjadi persoalan manhajiyyah.
Kitapun tentunya harus bisa membedakan bahwa suatu komunitas dakwah dalam Islam ataupun kita yang tidak berada dalam suatu komunitas, hanya sekedar “alat dakwah”. Sehingga dalam prakteknya juru dakwah diperintahkan untuk mengajak dan menyeru orang kepada Allah, bukan kepada kelompok tertentu ataupun orang tertentu.
Lain lagi jika suatu organisasi/kelompok memiliki sifat Ashobiyah dan hizbi, ini yang tidak boleh dan tercela.
Yang mengaku dirinya tidak berorganisasi atau yang tidak berada dalam kelompok dakwah pun bisa terjebak lingkaran “ashobiyah dan hiszbiyyah” dikarenakan “fanatik” terhadap komunitasnya saja. Dengan bermudah-mudahan menilai orang lain telah keluar dari manhaj, sementara merasa diri dan komunitasnya saja yang berada diatas Al-Haq. Wa iya Dzubillah.
Dan sangat disayangkan jika ada yang menempatkan ayat atau hadits atau kisah yang semestinya mengatur hubungan dengan orang kafir namun ditempatkan kepada sesama mukmin. Seolah karena berbeda pandangan, menjadikan seolah-olah bagimu agamamu bagiku agamaku.
Bersikap adil di zaman ini memang sulit. Lebih sulit lagi, bagi orang yang sudah tertutupi syubhat fanatisme buta tanpa ia sadari.
Mungkin kita sering mendengarkan slogan ini:
أهل السنة أعلم الناس بالحق ، وأرحم الناس بالخلق.
Ahlus sunnah itu orang yang paling tahu tentang kebenaran, dan orang yang paling kasih sayang terhadap makhluk.
Tanyakan kepada diri sendiri, saudara kita di samping, saudara nan jauh di sana, apakah mereka merasakan kasih sayang itu dari kita ataukah sebaliknya?
Bagaimana salafush shalih mengaplikasikan kasih sayang kepada makhluk itu? Apakah mereka tidak mau berbaur sama sekali dan menjauhi serta membuka keburukan sesama mukmin ataukah sebaliknya? Bagaimana salafush shalih atau ulama setelahnya berinteraksi kepada kaum mukmin yang keliru?
Apakah menasihatinya secara sembunyi-sembunyi dahulu atau sebaliknya? Silakan cari jawabannya. Tentu salafush shalih versi salaf terdahulu bukan versi kita.
Jika komunitas kalian, kalian namakan sebagai “wasilah”, maka gunakanlah wasilah wasilah itu sebagaimana mestinya, dengan tanpa perlu untuk bersikap ghuluw. Karena Manhaj Salaf lah yang menjadi tujuan utama kita, bukan afiliasi wasilah yang menjadi tujuan.
Kekhawatiran yang mendalam dari diri saya terhadap umat akhir zaman, adalah vokal menyatakan dirinya seorang Salafi. Namun cerminan sikapnya belum sesuai dengan makna Salafi itu sendiri.
Maka dari itu, tugas kita.. bukan untuk melabeli. Tapi mengajak satu sama lain agar belajar bersama dan menemukan karakter seorang salafi sejati, hingga menancap dalam tiap-tiap umat.
-gibraltarsilene
When Sharing Becomes Oversharing
When Sharing Becomes Oversharing
“Shoutout to the low-key people. People who don’t have to be center of attention ALL the time. People who stay in their lane and minds their own business. People who’s circle is smaller than a cheerio and they wouldn’t have it any other way. I see you…..” -Unknown
Teman saya, seorang ummahat, pernah bercerita.. Beberapa saat setelah ia mengupload foto buah hatinya yang lucu, anaknya tiba-tiba…
View On WordPress
Aku sedang dalam proses menjadi lebih baik lagi..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Apa kau masih ingat tentang mashyurnya sebuah kalimat perihal setiap tangan yang menengadah ke langit lalu ia melirihkan sebuah doa, maka ia tidak akan dibiarkan kembali dalam keadaan kosong?
Kau tersenyum, lalu melihat kelangit seraya mengatakan bahwasannya kau tidak hanya ingat namun kau percaya.
Lantas aku tertegun dan bertanya dalam hati. Keyakinan seperti apa yang membuatmu bisa yakin akan sebuah kalimat mashyur itu.
Lalu kau tengadahkan tanganmu seraya melangitkan sebuah doa, “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami diatas agamaMu”
Dan sejak saat itu keyakinanku bertambah-tambah padaNya. Bahwa setiap lirihan doa yang kita langitkan, Ia Maha Mendengar dan mengabulkan setiap pinta yang meminta padaNya..
Adab Dulu, Baru Ilmu
Adab Dulu, Baru Ilmu
“Baru awal-awal menuntut ilmu, kemudian dia sibukkan dirinya dan gurunya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti,
“Apa pendapat Anda tentang si Fulan?”, “Bagaimana fatwa Anda tentang si Fulan?”.
Sibuk untuk menggolong-golongkan manusia padahal baru saja menuntut ilmu adalah tanda-tanda kebinasaan.”
— @dr_almuqbil – Syaikh Dr. Umar Al Muqbil hafizhahullahu ta’ala, dosen hadits di Fakultas Syari’ah…
View On WordPress
Menilai dunia
Aku heran dengan mereka yang selalu melihat dari segi duniaku yang bahkan tak aku lihatkan.
Allah jadikan indah duniaku di mata mereka.
Alhamdulillah.
Sungguh hanya Allah Yang Maha Kuasa berbuat demikian.
Dan aku sungguh tak ingin menilai mereka, dari dunia yang mereka tak pernah lihatkan.
Dan..
Dan tetangga yang selalu memberi makan kucing itupun pindah..
Tetangga yang selalu terdengar suara jeldelanya dibuka ketika azan subuh akhirnya meninggalkanku..
Mereka pindah..
Pagi ini tak terdengar suara keributan mereka..
Satu lagi nikmat tetangga yang berasa begitu nikmat Allah berikan selama ini..
Alhamdulillah..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“Untukmu yang setia mencuri hati lewat doa, tetaplah disana.. meski harus sembunyi. Karena hati ini akan mengerti.”
— And let me be your guardian with my pray. (via gsatriaandika)
Ketika
Ketika tumblr hanya bisa di buka dengan wifi kantor..
Selamat pagi..
Ada cerita panjang yang terlewat kutulis di sini
Antara Mengkafirkan dan Menjelaskan Penyimpangan Suatu Pemahaman atau Golongan
Antara Mengkafirkan dan Menjelaskan Penyimpangan Suatu Pemahaman atau Golongan
Bermudah-mudahan dalam mengkafirkan sesama Muslim itu bukan ajaran Islam. Ada syarat-syarat tertentu yang menjadikan seseorang batal syahadatnya atau keluar dari Islam.
Dan sama sekali bukan wilayah kita untuk mengatakan si alan dan si fulan kafir, keluar dari Islam. Bahkan terang-terangan menghujat pemerintah dan mengkafirkannya. Serta merencanakan pembangkangan atas mereka.
Mengkafirkan…
View On WordPress
Jum'atku hari ini terasa berbeda.
❤️

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Jum'atku selalu sama.. "
❤️
Ketika kita memutuskan pergi dari hidup seseorang, itu artinya kita telah memiliki alasan yang cukup untuk diri kita. Alasan itu tak semata bukan karena ia tidak baik untuk hidup kita, bukan pula ia banyak kurang, bukan pula ia tidak sempurna. Bukan, bukan karena itu semua. Tapi karena kita paham, bahwa perasaan kita tidak akan bisa berjalan beriringan dengan hidupnya. Kita memahami sekali bahwasanya memaksakan bersama hanya akan meninggalkan luka yang menyakitkan saja.
Dan itu aku, seseorang yang jalan takdir hidupnya tidak ingin bersinggungan dengan jalan takdirmu..