Ujian yang Tak Kunjung Selesai
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan 'kami telah beriman' dan mereka tidak diuji?
Seseorang pernah mengatakan; "Hidup ini umpama ujian kenaikan kelas. Kalau tidak lulus ujian, ujian ulang akan diberi dengan bobot dan soal yang setara. Apa mungkin yang tak lulus ujian Matematika tapi ujian ulang diberi soal pelajaran Bahasa Indonesia?"
Selama kita hidup, maka kita akan selalu diuji dengan berbagai persoalan. Untuk mengetes kita, apakah 'pelajaran-pelajaran' yang telah diberikan telah kita pelajari dan ingat baik-baik. Dengan tujuan menaikkan kita ke jenjang atau tingkat kelas yang lebih tinggi.
Sehingga, jika kita merasa seakan ujian yang sedang kita hadapi tak kunjung selesai, atau kita belum juga menemukan jawaban dari permasalahan yang sedang kita hadapi. Itu artinya masih ada yang keliru dari cara kita menghadapi ujian tersebut. Kita dituntut untuk terus-menerus mengulang ujian yang sama, sampai kita menemukan jawaban yang pasti dari apa yang sedang diujiankan.
Ada orang yang sekali diuji langsung lolos seleksi.
Ada yang perlu mengulang hingga bertahun-tahun lamanya, mengamati kesalahan apa yang membuatnya perlu mengulang, belajar dari kesalahan tersebut, hingga akhirnya menemukan jawaban.
Ada pula yang tetap bertahan dengan kesalahan-kesalahan yang sama dan masih belum lolos darinya.
Dunia ini ibarat sebuah ruangan di mana di dalamnya terisi berbagai macam 'siswa' yang sedang melaksanakan ujian secara bersamaan. Dan pelajaran yang sedang diujiankan adalah; bagaimana kehidupan masing-masing.
Tingkat kecepatan seorang siswa menjawab setiap soal tergantung dari seberapa cepat ia memahami & mengambil 'arti' dari setiap apa yang telah ia lewati. Semakin sering seseorang belajar, semakin mudah pula baginya untuk keluar dari ujian tersebut.
Semakin seseorang sering menyepelekan pelajaran yang diberi, meniru bagaimana orang lain menjawab, atau bahkan 'mencontek' jawaban orang lain semakin lama pula ia harus mengulang ujian yang sama.
Setiap bobot kesulitan ujian yang diberikan oleh Si Pemberi Ujian pasti telah Dia ukur sendiri mengenai kapasitas yang menerima ujian tersebut. Dalam artian, makin berat suatu persoalan yang diberikan untuknya, makin besar pula kepercayaan Si Pemberi Ujian tersebut terhadap kemampuannya untuk menyelesaikannya.
Semakin naik tingkatan seseorang. Semakin rumit persoalan yang akan diberi. Semakin besar pula hadiah yang akan ia raih.
Anggaplah dunia ini sebagai ruangan kita diuji dengan berbagai macam pelajaran. Yang mana kita harus terus menerus belajar untuk bisa menyelesaikan setiap 'ujian' kita dengan baik. Dan bilamana saat ini kita merasa terkurung dengan satu persoalan yang tak kunjung selesai, mungkin ada yang perlu diperbaiki dari cara kita menyelesaikan atau menjawab ujian tersebut.
Dan bila kita belum mendapatkan 'hadiah' setelah berhasil dari ujian-ujian tersebut, yakinlah... Bila bukan sekarang, pasti akan ada saatnya nanti. Bila bukan di sini, di akhirat pasti telah menanti.
Selamat menjalani setiap ujian dengan hati yang lebih lapang