
祝日 / Permanent Vacation
tumblr dot com
d e v o n
trying on a metaphor

blake kathryn

Origami Around


#extradirty
Today's Document
YOU ARE THE REASON

JVL

JBB: An Artblog!
🪼

noise dept.

pixel skylines

oozey mess

Discoholic 🪩

Sweet Seals For You, Always
seen from United States

seen from TĂĽrkiye
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Singapore

seen from Malaysia
seen from TĂĽrkiye
seen from Gambia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Thailand

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@tentangdyah

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ilusi Cinta
Sudah hampir lima bulan berlalu, dan tidak satu hari pun aku berhasil berhenti memikirkanmu. Berhenti mencintaimu tidak pernah semudah memulainya. Tapi apa itu cinta?
Jika aku tidak bisa membahagiakanmu, jika aku tidak memahamimu, jika aku tidak ada disampingmu, jika aku tidak bisa menjagamu, dan membuktikannya, apa itu cinta...?
Seolah tinggal perasaan. Seperti cemburu, sepi, sedih; hanya perasaan yang mungkin sekali menipu.
Tapi kalau ini memang tipuan, kenapa ilusinya tidak juga hilang? Perlu berapa lama lagi? 5 tahun kah? 50 tahun kah?Â
Apa arti cinta bagimu, Dyah? Apa arti tanpaku bagimu?
Seperti matahari yang terbit di timur dan menghilang di barat, demikian aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu...
Takut...
Deras hujan di luar seperti suara semut TV kehabisan siaran. Waktu-waktu seperti ini pikiranku melayang ke kamu. Ingin sekali aku menanyakan kabarmu, kalau-kalau kamu dikepung banjir.Â
Tapi niat itu selalu tertahan persis sebelum aku mengirimkan pesan singkat ini. Bukan karena aku sudah tidak perduli pada dirimu, justru aku sangat mengkhawatirkanmu… Justru karena aku takut.
Ya, aku takut. Aku sendiri juga kaget, ternyata aku takut sama kamu. Aku takut dengan penolakan, takut dengan perasaan malu, takut menyakiti dan tersakiti.
Paradoks ya… Ternyata selain diri kita, kita juga bisa takut dengan orang yang kita sayangi.
Ya, aku memang yang meninggalkan kamu, tapi bukan karena aku tidak mencintai kamu. Justru aku tidak bisa, dan mungkin tidak pernah bisa melakukannya. Namun karena aku malu dan takut. Malu karena tidak bisa menepati janji-janjiku, dan takut karena mengecewakanmu….
EGO…
Laki-laki itu egois. Saat mereka merasa tersudut, mereka akan mencari kesalahan pasangannya. Ya, itu EGO laki-laki, atau mungkin itu cuma egoku. Itu yang aku lakukan dengan mengungkit masa lalu kamu….
Ya benar…. seperti kata kamu, aku cuma manusia biasa… Yang berharap bisa menjadi malaikat bagi kekasihnya, namun malah jatuh menjadi setan.
Dan setelah itu semua, aku tidak punya keberanian untuk datang kepadamu. Bukan karena gengsi, sama sekali bukan. Tapi karena aku malu. Aku takut….
Dyah… aku harap kamu aman di sana.Â

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Teringat Tentang Dyah
Seolah jenuh dengan hujan sehari kemarin, matahari pagi ini menghujam dengan segar. Mengusir awan kelabu malam menjadi pecahan-pecahan kecil sebelum menghilang dalam pagi yang cepat. Sinarnya merah keemasan, membakar hitamnya awan. Pemandangan yang dramatis.
Mungkin jika bukan pagi ini, sudah kurengguh kameraku dengan tidak sabaran untuk memotret penggalan pagi ini dan kubingkai di Instagram. Tapi aku bergeming dan menikmati pagi yang merekah perlahan dan mulai menghangatkan pipi ini.
Seperti di salah-satu scene di film The Secret Life of Walter Mitty, di mana swat Sean O’Connell menanti buruannya di pegunungan Himalaya, dan begitu hewan langka tersebut menunjukan diri, Sean malah urung memotretnya.Â
Adegan itu sangat familiar, karena mengingatkanku pada Dyah. Dyah memiliki mata yang sangat bagus. Dalam arti sesungguhnya matanya memang benar-benar indah; coklat dan dalam, mata terindah yang pernah aku lihat. Namun matanya juga sangat jeli melihat moment. Dyah tidak punya dasar teori apa-apa dalam fotografi, namun foto-foto yang diambilnya sangat menarik. Selalu takjub aku dibuatnya.
Pada satu sore yang syahdu, Dyah memekik takjub di sampingku. Matanya terpaku pada tepian cakrawala diujung laut. Lalu membisu seketika.
“Tidak kamu foto?”, ujarku sambil meliriknya.
“kadang kamua hanya perlu diam dan menikmatinya”. Lanjutnya, “yang ini terlalu indah untuk difoto”.
Itu yang aku rasakan pagi ini.
Setetes embun membasahi pipiku yang hangat.
Aku merindukanmu, Dyah…