Putri Asya Tidak Mengambek Lagi
Alkisah di Kerajaan Kinijaya, hiduplah 30 orang pangeran dan putri. Salah satu diantaranya adalah Putri Asya.
Putri Asya sebenarnya adalah anak yang ceria. Senyumnya, suaranya dan tingkah lakunya dapat membuat orang-orang tertawa. Ikut merasakan kebahagiaannya.
Namun Putri Asya memiliki satu kekurangan. Ia mudah ngambek! Putri Kamila mencubitnya, ia ngambek. DItegur ibunya, ia ngambek. Wah kalau dia sudah ngambek, semua orang dibuat pusing! Diajak bermain tidak mau, diajak bicara diam saja. Belum lagi bibirnya itu, maju 5 centimeter. Matanya juga berkaca-kaca menahan tangis. Wah, pusing! pusing!
Hari ini saat sedang bermain di taman bersama kakak-kakak kesayangan pangeran dan putri. Tiba-tiba Asya mendekati Kakak Biru dan duduk di pangkuannya. Kakak Biru memperhatikan wajah Asya. Wah, Asya ngambek lagi! Ada apa ini?
“Lho Asya kenapa?” tanya Kakak Biru
Mata Asya berkaca-kaca menahan tangis. Bibirnya semakin maju. Tapi ia tidak berkata apa-apa. Kakak Biru semakin bingung.
“Sticker Asya hilang,” Kata Kakak Kajool.
“Oooh jadi begitu. Yuk kita tanya Mas Yora. Siapa tau Mas Yora masih punya stikernya,” kata Kakak Biru sambil berusaha mengangkat Asya.
Tapi Asya tidak mau dan malah menangis.
“Eeeh, Asya kok menangis? Seorang putri tidak boleh sering menangis dan ngambek. Nanti orang lain pusing dan sedih.”
Tapi Asya tidak mengerti. Ia malah semakin menangis. Kakak Biru garuk-garuk kepala. Pusing juga!
“Eh eh, kalau Asya mengambek dan menangis itu seperti kalau mendung dan hujan. Waah tidak seru sekali! Asya tidak bisa bermain keluar! Hanya di kamaaaaar sajaaa,” kata Kakak Biru sembari mengusap kepala gadis berkerudung putih itu.
“Kalau Asya menjadi matahari yang cerah ceria. Orang-orang akan senang dan menyayangi Asya! Seperti di hari yang cerah, Asya bisa bermain bersama kakak-kakak dan bersenang!”
Perlahan Asya mengusap air matanya.
“Nah pintar sekali Asya berhenti menangis! Yuk sekarang beri kakak senyuman matahari dulu dong! Senyum selebar-lebarnya sehingga giginya bersinar! Ayo senyum!”
Asya ikut tersenyum bersama Kakak Biru. Mereka berdua tertawa sembari berpelukan.
“Asya tidak mau mengambek dan menangis lagi Kakak Biru! Asya ingin menjadi matahari! Terus Asya bisa bermain terus!!” kata Asya sambil tertawa.
Setelah itu, Asya mendapatkan lagi stikernya dari Mas Yora. Ia bahkan kini mendapatkan 3 stiker! Wah senang sekali ya bila Asya tidak mengambek!