#work #workinterview #grindtime #letsdothis #selfie #monday #mondaymotivation https://www.instagram.com/p/BrOPP6enFRa/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1iiocsob0n2jh
seen from United States
seen from Mexico

seen from Mexico

seen from Ireland
seen from United States

seen from Mexico

seen from United States

seen from Mexico
seen from Ireland
seen from Peru
seen from China

seen from Mexico

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from India

seen from Brazil
#work #workinterview #grindtime #letsdothis #selfie #monday #mondaymotivation https://www.instagram.com/p/BrOPP6enFRa/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1iiocsob0n2jh

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Do’s and don’t for interviews
We’ve all been their, going to an interview with the feeling of butterflies in your stomach. While some of our interviews have gone great I’m sure each of us has also walked away from an interview not feeling to confident that you’ll get the job. We’ll start of with what to do before an interview and end with the don’ts.
TOP 5 JOB INTERVIEW TIPS If like me you get a bit nervous going to those interview rooms here are my top 5 tips to prepare you for the day ! Good luck ! 🍀 #jobs #jobhunting #jobhunt #interview #jobinterview #nerves #nervous #jobsearch #work #workinterview
Nervioso :( #WorkInterview
Akhirnya udah gemesh banget pingin nulis tentang ini. By the way, kenapa gambar yang gue upload adalah cover Curriculum vitae gue, karena kali ini gue mau bahas tentang tips and tricks work interview (based on my experience). Bukan tentang cara membuat CV yang baik dan menarik ya readers.
Sebenernya bukan tentang tips atau trik biar keterima kerja juga sih, cuma lebih ke sharing pengalaman gue dalam menghadapi wawancara kerja. Ini gue tulis berhubung dengan ada beberapa adik kelas yang nanya-nanya tentang itu. Okay let’s get started.......
Pengalaman wawancara kerja gue yang pertama adalah perusahaan perkebunan nanas yang sebenernya sampai sekarang masih bikin gue penasaran. Wawancara dilakukan di kampus dan pesertanya banyaaaakkkk banget. See,sebenernya waktu itu gue telat nyerahin aplikasi, tapi modal pede gue dateng aja ke seminar dan workshop nya hari itu. Semua dilakukan dalam satu hari, dari pagi hingga sore. Dari mulai niat gak niat, jadi diniatin beneran.
Step 1: Psikotes
Psikotes dilakukan dengan teknik yang biasanya banyak dilakukan, dan kebetulan psikotes saat itu tipenya hampir sama kaya waktu gue ujian masuk ke beberapa perguruan tinggi termasuk UTM IPB. Hal yang selalu gue pegang ketika ngerjain soal psikotes adalah FOCUS. Yeah fokus. Psikotes adalah bukan masalah benar atau salah, so? Do answer all of the questions. Selama waktu belum berhenti kerjakan soal sebanyak mungkin. Menurut info yang gue tau tentang psikotes, itu adalah test yang melihat kepribadian kita. Setiap perusahaan bisa punya standar psikotest yang berbeda, disana pola pikir dan kepribadian kita bakal tergambar. Jadi jangan terlalu kuatir selama kepribadian lo masih berada di tahap normal. Hehe no offense :D. That’s the tips, and the tricks are.....
1. Kemampuan membaca cepat adalah hal yang dibutuhkan untuk beberapa soal dengan basic bacaan.
2. Fokus dengan logika adalah hal yang dibutuhkan untuk soal basic gambar, biasanya sih gambar dibalik-balik atau peluang gambar yang seperti apa yang akan muncul. Yeah peluang, I hate that part of mathematic. Okay next!
3. Menghitung cepat. Menghitung cepat adalah teknik yang dilatih kalo menurut gue. Rata-rata soalnya biasanya tentang deret geometri atau aritmatik. Dan model perhitungan sederhana, tapiiiiiii kalo gak teliti will be your problem. Jadi poin teliti bisa ditambahkan di nomor 3 ini.
4. Tenang dan tidak terburu-buru. Bohong banget sih ini, gimana mau tenang puluhan soal dikerjain hanya dalam waktu 10-20 menit dengan asumsi 1 soal bisa cuma 30-60 detik. Tarik nafas, free your mind, dan jangan mikirin orang lain. Biasanya panik itu bisa dipicu oleh mikirin orang lain, aduh yang lain udah belum ya, yang lain kayanya lebih ini itu, bla bla bla. Believe your self, the resullt will follow your effort. So just do the best. Walaupun sebesar apapun usaha, hasilnya serahkan pada Yang Maha Kuasa :)
Step 2: FGD atau LGD
Focus Group Discussion atau Leadership Group Discussion pada dasarnya adalah hal yang sama. Cuma garis besar atau temanya yang berbeda.
FGD: Just IMHO, focus means kita terpaku pada sebuah tujuan biasanya moderator hanya menjelaskan sebuah studi kasus atau mungkin permasalahan tapi biasanya permasalahan lebih ke LGD. Dari studi kasus tersebut kita harus mengembangkan kepada sebuah visi, misi, perencanaan, strategi, langkah-langkah, hingga goals yang kita dapatkan. Beberapa kali FGD gue selalu menjalankan trik yang sama, yaitu gue tidak pernah memulai pembicaraan tentang topik. Ketika ada orang yang angkat bicara biasanya bakalan ada orang yang menanggapi. Saat seperti itu adalah saat kita untuk fokus dengan pembicaraan mereka plus kita harus mikir suatu pendapat. Kurangi pendapat yang egois atau memunculkan konflik, kalo gue sih selalu ingin berperan menjadi mediator atau penengah. Saat menyampaikan pendapat cari pendapat orang yang sesuai dengan yang kita pikirkan, daaannnn saat menyampaikan pendapat biasakan untuk me-mention pendapat sebelumnya. Karena apa, saat itu moderator akan menilai bahwa kita adalah orang yang menghargai dan memperhatikan saat orang lain berbicara. Setelah mencapai mufakat berusahalah menjadi orang yang dapat mengambil kesimpulan hingga akhirnya seluruh peserta menyetujui. I’m not the pro of FGD, but I have did it, and it’s work.
LGD: Secara garis besar hampir sama dengan FGD. Pembedanya lebih ke sebuah permasalahan dan kriteria yang dinilai moderator atau tim penilai adalah bagaimana kepemimpinan kita. Apakah mendominasi, demokratis, bijaksana, ya semua sifat pemimpin idola. Jika kita memposisikan sebagai seorang pemimpin, jangan bertele-tele, menghargai pendapat orang lain, gak labil, dan tegas mengambil keputusan sesuai dengan mufakat.
For the conclussion, secara umum intinya jangan jadi orang yang terlalu aktif, terlalu pasif, terlalu mendominasi, terlalu resesif, dan sampaikan pendapat dengan bahasa yang baik dan elegan. Fokus kepada diskusi jangan terlalu menghiraukan pengawas atau penilai. Tunjukan bahwa lo emang masuk ke dalam FGD atau LGD itu.
Step 3: Interview
Ada beberapa jenis interview yang pernah gue alami, dan info dari pengalaman temen-temen juga. Interview HRD (first interview) dan interview user (final interview). Biasanya interview HRD dilakukan untuk melihat performa awal kita, seperti appearance, how’s speak, face expression pokonya gak memungkiri ada pernyataan love at the first sight. Kesan pertama yang tidak menyenangkan dapat memastikan lo gagal di tahap awal (btw, gue punya kenalan HRD dan biasa nge-interview orang, jadi gue sedikit tau info tentang itu). Jadi berpenampilan semenarik dan seberwibawa mungkinlah saat datang untuk wawancara. Dan dulu gue pernah di wawancara by phone sama perusahaan pestisida, waktu itu gue masih kerja, dan karena kondisinya gue lagi riweuh banget dan gak fokus ngejawab pertanyaan seputar kerjaan gue saat itu, gimana kerjaannya, ngapain aja, ada masalah apa, gimana suasananya, sampe urusan gaji dan tunjangan. Gue dinyatakan gagal, dan gue memaklumi. Interview user biasanya lebih dalam ngebahas kerjaan, apa yang bakal dikerjain nanti ketika lo diterima dan bagaimana lo siap atau gak menghadapi kerjaan itu nanti. Ada dua tipe:
Tipe untuk fresh graduate: waktu wawancara kerja pertama gue di perusahaan kebon nanas gue gagal, karena gue ragu untuk penempatan yang nun jauh disana. Dan gak memungkiri gue sekarang bersyukur gak diterima, karena emang itu jauh banget kalo liat di peta. Btw, agak melenceng dulu. Sebelum interview user disini gue ada tes tambahan lagi, yaitu tes aplikasi Microsoft excel sama essai bahasa inggris. Gue lemah di excel karena gak paham sama penggunaan formula-formula rumus gitu, soalnya itu penting buat kerjaan nanti. Dan itu dibahas sama usernya. So, gue gagal pada pengalaman pertama, bukan malam pertama ya catet!!! Pengalaman kedua, gue wawancara di perusahaan pest control di Jakarta sekaligus tempat kerja pertama gue. Entah kenapa waktu itu gue gak ada interview HRD, tapi sekaligus diinterview langsung sama HRD, USER, GM, dan DIREKTUR. Weh wawancara apa mau keroyokan nih, oke just kidding :D.
Pertama yang biasanya ditanyakan adalah apa yang kamu ketahui tentang perusahaan itu, bidang yang digeluti, sampai ke teori dasar tentang itu kalo lo berasal dari jurusan yang satu line sama kerjaan itu. Waktu itu gue browsing company profile, sampai belajar lagi teori waktu kuliah. Kalo wawancara berjalan lancer biasanya bakal dinilai gimana kesiapan kamu menghadapi pekerjaan disana, siap atau gak siap. Dan biasanya ekspresi meyakinkan bakal dinilai kamu adalah orang yang siap dan pantas diterima. Bahasan kemudian baru bicara soal gaji, untuk lo yang baru cari kerja jangan dulu nuntut macem-macem, seimbangkan hak dan kewajiban, tapiiiii jangan juga memasang tarif rendah. Sesuaikan standar seorang lulusan sarjana yang emang belum berpengalaman bekerja. Diakhir ada pertanyaan klasik tapi biasanya selalu ada adalah why we should hire you? Berikan alasan tentang diri lo kalo lo itu emang berkualitas dan bakal memberikan yang terbaik untuk perusahaan. Yeah you should need speak treatment at that time. Wkwkwk bedakan dengan cari muka oke.
Tipe untuk yang sudah pernah bekerja: wawancara selanjutnya pasca resign adalah di perusahaan pestisida milik asing. Ya asing, berarti gue harus mempersiapkan bahasa inggris tentunya. Hal yang menakutkan sih pada awalnya, disini buat gue yang belum expert ngomong cas cis cus sama bule bikin deg degan. Dan langkah awal adalah gue tanya embah Google how to speak English well for the interview, tips and tricks work interview by English, etc. Terus gue latihan depan kaca, dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, seputar company profile, kelebihan dan kekurangan lo, kenapa minat kerja disana, alasan kenapa resign, kerjaan sebelumnya, dan lain-lain. Itu memang pertanyaan yang kebanyakan ditanyakan, kalo kerjaan dan kuliah lo satu line lagi dan ada hubungannya, biasanya lo bakal ditanyain tentang seputar perkuliahan lo juga. Tapi taraaaaa ternyata di hari H, hasil latihan gue gak sama sekali ada saat wawancara.
Tips kalo lo wawancara dengan bahasa inggris tapi belum cas cis cus, tetep fokus, pahami apa yang interviewer tanyakan, jawab dengan rasa percaya diri, jangan pernah menyampaikan secara to the point lo gak bisa bahasa inggris bahkan sebelum lo mencobanya. Oh ya kalo lo me-mention resign saat wawancara harap dijawab dengan bijak, tunjukan bahwa apapun alasannya lo resign karena hal yang baik, dan jangan pernah membahas perusahaan lo sebelumnya bagaimana. Fokus dengan pandangan ke depan dan apa yang bakal lo kasih buat perusahaan itu kalo lo diterima. Dan closing statement biasanya masih sama, yakinkan pewawancara mengapa mereka harus menerima lo.
Oke, it’s the end. Alasan gue nulis tentang ini semata-mata hanya untuk sharing pengalaman gue sendiri. Mungkin ada sedikit tambahan pengalaman temen gue juga. Tapi balik lagi everyone have the different ways to face their problem, because they have different skills, experiences, and different ideas. So, it’s just from me, you can explore yourself to better than me. But one thing and it’s very important, you have to be yourself and believe yourself. Peoples will respect you after you respect yourself. Okay thank you for the kind attention. Good luck J
**Notes: CV juga salahsatu elemen penting, buat CV yang merangkum dan menggambarkan diri lo sebaik mungkin, dikemas lebih menarik bisa bikin perusahaan minat ngelirik lo. Tapi jangan lebay oke ;)
.5��x�

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Si me peinó! 😜👠👌 #workinterview #ootd #grandota #milkaventuras #wishmeluck !!🙈
Bekerja Part 1 (Mengenang masa-masa interview)
Kemarin salah seorang teman kuliah yang akan mengikuti wawancara di sebuah perusahaan Jepang, bertanya mengenai kisi-kisi *udah kaya ujian aja haha* pada saat wawancara.
Waktu jawab pertanyaan dari dia, gwe jadi inget 2 tahun yang lalu, waktu pertama kali gwe ikut wawancara di perusahaan tempat gwe kerja sekarang. Terus akhirnya mikir deh, sepertinya seru ya menulis kembali pengalaman saat job interview.
Jadi begini ceritanya, sebelum gwe diterima di perusahaan yang sekarang ini, gwe sempat mengikuti wawancara di beberapa perusahaan.
Salah satunya adalah perusahaan yang bergerak di bidang web design.
Sebut saja perusahaan itu adalah PT. Dududu. Sekitar bulan November 2011 awal, gwe dipanggil untuk interview di perusahaan Dududu. Lokasi perusahaan di Kuningan Jak-Sel. Tau lah ya daerah perkantoran elit itu loh :). Bangunan tempat di mana si Dududu itu ada juga keren banget. Di lantai 1 nya aja ada kedai kopi berlogo putri duyung kembar, semua orang yang kerja di sana pakaiannya kece-kece. Pokonya sangat elit. Saat itu mikir, kayanya kalau bisa kerja di perusahaan Dududu seru banget ya…
Singkat kata, setelah gwe di-interview, gwe langsung diberikan jawaban hari itu juga kalau gwe diterima dan bisa langsung mulai kerja hari Rabu minggu depannya. Saat itu gwe antara seneng dan kaget. Segampang itu kah diterima kerja *sombong :)*. Kenapa gwe mikir gampang banget, soalnya tidak ada tes-tes yang lainnya. Sedangkan, kalau denger teman-teman, tes kerja itu ribeeeeet nya setengah mati. Dari mulai psikotes lah, tes tulis lah, tes ngitung lah, tes urin lah *eh* haha…
Nah ini, masa gwe sekali doang ketemu langsung diterima. (Oh iya, FYI saat itu gwe di-recruit untuk menjadi penerjemah Bahasa Jepang.) Sebenernya sempet ragu juga waktu nerima job yang itu, agak kurang sreg sama salary nya. Kurang memadai untuk ukuran kawasan elit Kuningan. Tapi setelah berdiskusi dengan keluarga, akhirnya gwe memutuskan untuk mengambil peluang itu. Kalo kata mama "yaa,,, lumayan lah buat mecahin 'telor' dulu. Dari pada nganggur wkwkwkw".
Tapi, sepertinya Allah berkehendak lain. Gwe inget banget, hari Senin pas lagi nonton Breaking Dawn part 1 di JATOS a.k.a Jatinangor Town Square sama Risma *temen kuliah* (waktu itu gwe emang ada di Jatinangor untuk mengurus beberapa dokumen), ada nomor tak dikenal telpon. Firasat gwe adalah itu panggilan kerja lainnya, makanya langsung gwe angkat. Dan… ternyata benar ! Telpon itu datangnya dari HRD sebuah perusahaan Jepang ternama di Indonesia.
Dia bilang, gwe diminta untuk pre-interview untuk posisi junior secretary. Padahal gwe engga inget pernah ngelamar ke sana. Karena gwe takut ini penipuan berkedok mama minta inteview *aiiish*, gwe memastikan lagi sama si mbak-mbak itu. Gwe tanya "Mbak dari mana ya dapat no telpon saya ?". Si mbak menjawab dengan ramah "Dari JobsDb mbak". Ooooh gwe baru inget, kalau gwe memang memasukkan beberapa lamaran via website itu. Tapi mungkin karena saking banyaknya gwe apply , gwe sampe lupa nama perusahaannya.
Di telpon gwe sih bilang kalau sudah diterima di perusahaan Dududu dan hari rabu sudah janji akan masuk.
Disitulah cobaan dan godaan datang menghampiri. Si mbak bicara "Oooh gak mau coba di kita dulu ya mbak ?". Saat itu gwe pengen banget nyoba interview. Secara kalo dari segi nama besar perusaan sih si PT. Dududu ini gak ada apa-apanya. Dari segi sejarah dan kualitas perusahaan juga jauh banget. Tapi yang bikin gwe engga enak adalah, gwe sudah janji sama perusahaan Dududu buat masuk hari Rabu.
Akhirnya, gwe minta si mbak kasih waktu ke gwe 1 jam buat ambil keputusan. Walhasil, breaking dawn part 1, tidak khusyuk gwe tonton ! ha ha ha. 1 Jam kemudian, setelah keluar dari bioskop, ada telpon dari perusahaan itu. Tapi kali ini yang menelpon sepertinya ibu-ibu. Bukan mbak-mbak yang tadi. Si ibu meyakinkan gwe untuk coba interview di sana. Mungkin si Ibu sangat tau bahwa muka gwe adalah muka duit, sehingga dia nanya "emang dikasih berapa mbak sama yang di sana?" #eaaaaaaa. Lalu gwe menyebutkan sejumlah nominal, dan lantas dengan bangga dia bilang "Hmm,,,kita sih bisa kasih lebih". BAIKLAH ! ini godaan terhebat ! Salary ! yes Salary ! Engga munafik lah ya, kalau kita memilih tempat yang salary nya lebih baik… *mencari pembenaran wkwkwk*.
Saat itu gwe sih bilang "hmm tapi saya engga enak sama yang di sana, sudah janji masuk kerja soalnya….. *mikir* Eh tapi boleh deh saya coba" hahahaha. Plin plan sangat !
Sore nya gwe langsung naik bus ke Jakarta, karena mereka minta gwe datang hari Selasa pagi untuk interview.
Selasa, jam 5 pagi gwe diantar papa ke sebuah daerah bernama Cibitung. Gwe sih engga yakin nama tempat ini ada di peta. Untuk lebih detail mengenai kota ini, akan gwe sampaikan di post-post gwe yang lain. Sampe di Cibitung, kira-kira jam 7, which is pagi bener. Gwe janji interview itu jam 8:30. Tapi karena mengantisipasi kemacetan, jadi kita memutuskan untuk berangkat lebih pagi.
Akhirnya gwe sampe di sebuah kawasan industri. Isinya pabrik-pabrik. Dan gwe sama papa melongo. Luas beneeeeer kawasannya. Dan kita engga tau pabrik tempat gwe interview di mana. Akhirnya setelah nanya ke satpam, sampailah gwe di pabrik ini.
Jujur, gwe melongo waktu pertama kali liat pabrik ini. Gede, bersih dan teratur ! Engga semua orang bisa masuk. Ketat bro …
Setelah menuliskan nama di buku tamu, gwe pun melangkah menuju ruangan HRD. Saking luasnya nih pabrik, gwe engga ngerti ruang HRD itu ada di mana wkwkwkw…
Ada sebuat pintu bertuliskan B+ *yang belakangan gwe tau itu adalah gudang arsip, dimana hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk situ wkwkwkwk*, dengan sekuat tenaga gwe dorong-dorong itu pintu, tapi tetap tidak terbuka. Hingga akhirnya seorang satpam baik hati menunjukkan jalan yang benar ! *thanks bro…*
Pertama kali liat ruangan HRD nya sih biasa aja,,, tidak ada yang spesial. Cuma, yang spesial adalah semua orang pake seragam ! udah kaya anak sekolahan hihihi *tapi keren loh…*.
Lalu, seorang mbak-mbak berperawakan mungil menghampiri gwe dan meminta gwe untuk menunggu sebentar.
Ternyata si mbak adalah yang orang yang menelpon gwe kemarin. Tidak lama setelah itu, seorang ibu-ibu (mungkin ini ibu-ibu yang menodongkan pertanyaan 'salary' itu haha) menghamipiri, dan mengantar gwe masuk ke sebuah aula.
Di sana sudah menunggu seorang laki-laki berkulit cokelat -sawo matang-, berambut pitih, berkaus kaki putih *salah fokus haha* berusia sekitar 50 tahunan. Tidak lama ada seorang wanita, bermata sipit, berkulit putih, berambut pendek.
Sang wanita bicara ke laki-laki itu "Osokunatte, sumimasen" (maaf saya terlambat). Sang laki-laki pun menjawab sambil menggelengkan kepala-nya "iie,iie daijyoubu" (tidak apa-apa). Tidak lama setelah pembicaraan singkat itu, si ibu-ibu HRD pun bicara,
"Kita mulai ya interview nya…"