Catatan Tentang Keluarga #1
Kadang-kadang, ada pertengkaran yang muncul dengan keluarga kita, orang-orang yang kita sayang. Saat itu terjadi, jangan dengarkan hanya apa yang kau dengar, jangan melihat hanya apa yang kau lihat, jangan mempercayai apa yang seseorang katakan padamu saat ia dilanda amarah.
Mungkin, di sana ada kebenaran, bagian dari fakta yang sebelumnya ia pendam, yang kemudian muncul saat kendali emosinya terlepas akibat amarah.
Tapi, dengarkan suara hatinya yang mungkin selama ini kau abaikan.
Mungkin ia tengah merasa sendirian. Mungkin selama ini ia merindukanmu, namun kau terlalu sibuk dengan hal lain. Mungkin ia tengah dirundung masalah berat, yang perlu bantuanmu untuk menyelesaikannya. Mungkin ia sedang lelah. Bersedih.
Tatap apa yang ada di balik matanya. Ingat-ingat tatapan hangat yang sebelumnya setia ia layangkan untukmu.
Ia menyayangimu. Kamu menyayanginya. Hanya saja, emosi negatif sering menutupi perasaan itu hingga lambat dikenali.
Maka, rengkuhlah ia kembali dalam pelukanmu.
Tenangkan dirimu.
Kau tentu tak ingin ia terluka karena ketidakmampuanmu mengendalikan emosi. Jika pun ada kalimat-kalimat tajam yang kau lontarkan, maafkan dirimu, lalu minta maaf padanya.
Kalian tengah belajar untuk menjadi keluarga terbaik bagi satu sama lain.
Cheers.
-----
Catatan ini dibuat setelah menonton film "We Bought A Zoo".
















