Sore Hari di Jantung Kota
Sore itu, sepulang dari acara pernikahan temanku, aku pulang tanpa rencana pasti menggunakan transportasi apa. Nebeng temanpun hanya sampai Ragunan, jadi kuputuskan untuk menaiki Transjakarta Ragunan-Monas yang akan kulanjutkan Monas-Blok M-Ciledug. Mencoba mencicipi lagi Transjakarta Koridor 13 yang dekat rumah.
Sebenarnya dari TJ Ragunan-Monas aku bisa turun di Halte Sarinah atau Halte Bank Indonesia. Tapi kuputuskan untuk turun di Halte Monas. Dan, kakiku banyak mau, kakiku melangkah keluar Halte Monas mengarahkan ku ke pintu masuk ke kawasan Monas. Sore itu tidak panas, hampir hujan, namun belum saatnya. Saat itu pukul 15.48.Â
I still have time, let’s take a walk, shall we?,
And then, “talking to Myself” time begin. avoiding the crowd. Find Myself surrounded by grasses, trees, birdies and couples. Ok, i was trying to avoiding couples, let them enjoyed couple time as i do enjoyed my me time.Â
Akhirnya di menit terakhir duduk di hadapan Monumen Nasional yang menjulang. Take a few shoots dan ketika awan menggelayut hitam di sebelah selatan yang mengarah ke utara. My time was up, should go home before rain. dan Alhamdulillah hujannya cuma pas di dalam Transjakarta saja dan sudah berhenti ketika sudah sampai halte tujuan.Â
Actually, that was a magnificent sky view, I couldn’t take a shoot because my phone was shut. And then I met Yanoel and his friends.
A boy. Need to put a unused water cup in the right trash bin.Â
His friend said “It should be toss in the middle bin”
Yanoel “No, It should be on the third one (The right side), “plastic” is written here”
Jadi, di Kawasan Monas ada tiga jenis tempat sampah.Â
Merah untuk Sampah Berbahaya dan Beracun (Tertulis: Baterai dan Racun Tikus)
Hijau untuk Sampah Basah (Tertulis :sampah organik, seperti kayu, kertas, dedaunan)
Kuning untuk Sampah Kering (Tertulis: plastik, kaleng, kaca)
Karena sampah yang dipegang Yanoel adalah sampah gelas plastik (it contains water in it), temannya menyuruhnya untuk membuangnya ke Tempat Sampah Basah. Yanoel berdebat karena seharusnya dimasukkan ke Tempat Sampah Kering karena tertulis plastik. Akhirnya Yanoel memasukkannya ke Tempat Sampah Kering sehabis sesi edukasi sedikit hehe.
Perdebatan kecil karena salah persepsi. Mereka masih anak kecil sehingga wajar. And I really proud of them. They didn’t put them trash away but put in the right place. Even if they put it on the wrong bin, i still appreciate them because, you know, they contribute for better environment. Sadly, I couldn’t took a picture of them.
Persepsi, sekali lagi. Sampah basah bukanlah sampah yang dalam keadaan basah atau berair. Sampah plastik yang berair bukanlah sampah basah meskipun dalam keadaan basah. Sampah basah adalah sampah organik yang dapat membusuk dengan cepat (terutama di iklim Indonesia yang cenderung hangat).
Sedangkan sampah kering adalah sampah anorganik yang memilik waktu cukup lama untuk terurai. Seperti plastik, kaleng, kaca, logam dan sebagainya. Daun-daun yang kering tidak termasuk dalam golongan Sampah Kering ya.Â
Akhirnya hari mingguku berfaedah dengan sedikit edukasi sedikit kepada anak-anak tersebut. Sebenarnya hanya menolong agar mereka tidak berdebat yang berujung marahan. Setidaknya untuk meluruskan pengetahuan anak sedari dini. Pesanku kepada Yanoel sebelum aku pulang
“Sampaikan kepada teman-teman yang lain ya :)”
Sharing is caring. Those simple words make me real happy.