untuk em
mungkin kau sedang berlarian di antara hujan yang belum turun sepenuhnya sore ini. atau mungkin kau sedang menikmati segelas kopi hitam dengan satu gula sembari mengisap rokok dunhill dalam—dalam. kamu selalu suka rokok dan kopi, katamu itu membantumu untuk berpikir jernih. atau mungkin kau sedang sibuk menegur laki-laki dan perempuan yang sedang bergumam di dalam perpustakaan. kau selalu benci suara bisik-bisik, kau pernah bilang perpustakaan itu tempat untuk membaca bukan mencerca. buku adalah keindahan untuk dipuji, bukan dikotori dengan perasaan tak acuh, —katamu suatu kali.
kecintaanmu terhadap buku melebihi kecintaanmu terhadap diri sendiri. banyak orang bilang, buku adalah teman yang tak akan meninggalkanmu sendiri. selalu setia mendengar tanpa menyela pembicaraan. senantiasa menasihati tanpa menggurui. buku selalu punya cara dan kaki untuk berjalan dan melangkah; menemui pembacanya sendiri. tidak ada buku yang buruk karena setiap buku punya nilai tersendiri. bisa saja bagi orang—orang buku puisi itu picisan, tapi siapa sangka bahwa bagi mereka yang sedang terluka dan jatuh cinta, itu adalah mantera paling pusaka. mungkin, itulah sebabnya kau rela mengabdikan dirimu menjadi garda paling depan untuk memberikan buku sebuah promosi. memberinya jalan untuk menemukan pembacanya sendiri.
apakah di surga kau sudah menemukan yang kau cari, Em? sebuah muara tenang yang paling kau idam-idamkan. kau selalu pintar menyembunyikan kecemasan di dalam dadamu, menggantikannya dengan lengkung paling riang sebagai tawa dan senyuman.
suatu kali, kau pernah menghilang selama dua hari. kami sangat marah karena kau meninggalkan semua beban pekerjaan kepada kami tanpa memberi kabar sama sekali. baru belakangan kami mengetahui bahwa kau menginap di rumah sakit. kami bertanya kenapa tak memberitahu, tapi bukannya merasa bersalah kau malah tertawa. katamu; cukup hal baik dan bahagia saja yang kalian tahu, sakitku tak harus menjadi beban untuk pikiranmu. kau selalu egois seperti itu, Em. membiarkan kami tertawa atas tingkahmu, lalu tak mengizinkan kami menangis bersamamu.
kini, hampir satu tahun kau pergi. meninggalkan cerita-cerita baik bagi orang-orang yang mengenal dan mengenangmu. maka, menarilah dengan gembira di surga. buatlah para penghuninya tertawa seolah-olah ini adalah hari terakhir mereka untuk berbahagia.
tenanglah di sana. dalam dekap tuhan selamanya.
A.











