Our next little step
Hari ini sebenernya hampir sama dengan hari-hari lainnya. Sehari sebelumnya pun mood aku masih berantakan seperti biasa. Dan seperti biasa juga, Aa akan nyempetin jemput terus ngajak makan malem bareng sekedar untuk menaikkan mood aku. Aa ini satu-satunya laki-laki yang masih bersikap manis, meskipun aku jutek setengah mati sama dia. So where can I find someone who love me better than him? :') Where can I find someone, dimana hal-hal kecil yang dia lakukan membuat aku sangat bersyukur atas semua patah hati yang dulu-dulu? Being an unmarried-but-in-a-relationship-28-years-old-lady is super not easy. In this stage, we do have too little reasons to answer people questions "Why don't you two just get married?". And ya, me and Aa have those silly little reasons. We have this conditions of why we still have not married even if we want to. I'm not going to talk about that. At least for now. But if you think that I don't know what I'm doing, here's the answer: I knew the consequences when I decided to date him. I knew. Dan aku masih memutuskan untuk memilih Aa. Gatau kenapa, aku cuma pengen ngasih "kita" kesempatan. Bukan rasa penasaran, tapi semacam keyakinan. Karena, sebenernya kalau diceritain, banyak hal yang terlalu kebetulan antara aku sama Aa. We're too coincidental to be a coincidence. :) Tapi ya itu, setiap keputusan ada resikonya. Setiap perjalanan ga selalu mudah. Dan masa-masa sekarang adalah masa-masa yang sebenarnya bikin stres. I can't tell anyone. I don't wanna tell anyone. But, you know sometimes I reach my limit too. Sometimes I depressed. Sometimes I had this thought to just give up. And most of the times, I was scared. I was scared of the uncertainty. I was scared of many things that might or might not happen. Alhamdulillah, Aa mentalnya lebih kuat dari aku. Lebih pake kepala dingin. Lebih tau ngadepin aku pas aku lagi unstable. Dan aku baru tau, dengan hal-hal seperti itu aku merasa pantas diperjuangkan. Ga perlu surprise-surprise mewah dan mahal. Ga perlu ada adegan nangis-nangisan sambil ngejar bis atau semaleman berdiri di tengah hujan kaya di drama-drama. Kenyataannya, ketika ada seseorang yang berkeinginan mengerti posisi kita, berusaha memahami kondisi kita baik atau buruk, tapi tetap menerima kita dengan segala lebih dan kurangnya. Itulah titik dimana kita merasa he's doing his best for this to work. Balik lagi ke tanggal 23 Februari 2017. Selesai makan, sebelum nganter aku pulang, he asked me to meet his family this Saturday. Well, this is very common for most of couples out there. But for us, you don't have any idea how great it is. :) Dan kalau ditanya, gimana perasaan aku. Jawabannya gatau. That was too sudden yet too long. Hahah. Tapi ya, I'm happy. :) Dan mungkin jalan kita memang harus seperti ini. Tujuannya apa? Ujian. ;) If God made it easy, maybe we won't be able to appreciate each other this much. 💕 (To be continued)















