Merawat Kegelisahan #1
Kenapa kita hari ini harus mengalami quarter life crisis?
Sedang fase hidup yang Allah sebut secara jelas dan berulang kali hanya usia baligh? Ditambah usia 40 tahun di Q.S. Al-Ahqaf : 15 ?
Kenapa kita hari ini harus mengalami quarter life crisis?
Bahkan Allah mention sunnatullah kehidupan kita secara fisik dengan kata "dha'fa" dan "quwwata" tanpa deskripsi usia.
Kenapa kita hari ini harus mengalami quarter life crisis?
Karena so sad banget buat menuliskannya.
Karena kita hari ini terlambat mencapai aqil, sedang usia balighnya terus melaju lebih dini. Yang jelas tidak terjadi di generasi keren-nya "syabab" Muslim sebelum kita. Yang kita tau sirah gemilangnya di usia muda.
Kenapa kita hari ini harus mengalami quarter life crisis?
Terlambat mencapai aqil. Saat pertanyaan kegelisahan akan apa sesudah kuliah dan jadi sarjana? Apa akan lanjut kuliah atau bekerja? Akan memilih dia calon jodoh, seperti apa? Seakan hidup mandeg-no idea-mau apa?
Apa saya juga tidak mengalami? Pun SAMA. Hanya saya benturkan semua kegelisahan itu dengan pertanyaan besar, dimanakah posisi saya ditengah ummat-dimana sekeliling kita yang kita tau sebenarnya jauh dari kata : baik-baik saja.
Karena sungguh gelisahmu hari ini, kalo hanya soal pekerjaan, soal jodoh kapan datang-kalo kata Ustadz Budi-ngga ada menarik-menariknya. Sama sekali.
Tapi iya, jangan dipungkiri. Kita saat ini hidup di dunia yang tersistem agar "syabab"nya, pemuda Muslimnya, terlambat mencapai aqil.
Dan ngobrolin ini akan jadi bahasan panjang-efek domino yang tidak bisa kita kendalikan. Karena semakin jauh gapnya, parahnya na'udzubillahi ancaman arus zina dan kesia-siaan.
2 tahun ini bagi saya, tahun yang cukup terjal dalam pencarian jawaban, untuk semua kegelisahan yang bisa sampe bikin nangis atau bad mood setelah pulang koas dari RS, kalo habis ketemu pasien dan fenomenanya.
HCU Anggrek 2, monitoring pasien plasmapheresis, 8 hari menuju Ramadhan 1443 H.


















