Tentang hari ini, entah kenapa aku ingin menulis begini... 13 tahun lalu, kita diperingatkan bahwa mati tak pernah tahu diri. Ia mampir kapan pun ia menginginkan kehadiran diri. Kini kita terus diperingatkan perihal ini, setahun sekali. Bahkan hingga hari ini. Tsunami mengajarkan kita begini. Tapi bagi saya, dan mungkin sebagian orang lainnya yang bernasib sama dengan saya. Peringatan itu telah datang bertahun-tahun yang lalu. Ya. Sebagaimana mati. Peringatan hari kelahiran adalah sebuah jalan untuk mengingatkan. Bahwa kita semakin dekat dengan kesendirian. Entah berapa lama lagi, ia akan semakin dekat mendekap kita. Perlahan, menuju kematian. Atau bahkan hal itu mesti kita lewatkan. Tetaplah tegar lalui semua, nikmati prosesnya. Kelak, mau tak mau kita mesti kalah dengan telak. Namun setidaknya, kita masih menyempatkan tawa penuh gelak. Kepada sesiapa saja yang bernasib sama dengan saya. Selamat memperingati hari di mana kebahagiaan orang-orang di sekitar kita dulu kala, kini menjadi bagian sejarah luka bagi bangsa dan dunia. Setidaknya, dari mereka kita belajar. Peringatan ini bukanlah kebahagiaan. Tapi jalan kita yang semakin dekat dengan kesendirian. Gambar milik @debyfirdaa #tsunamiaceh #peringatandiri #pengenceritaaja #sajakliar #kumpulanpuisi #ulangtahun