Gak pernah terpikir untuk bikin resolusi tahunan tapi di pertengahan tahun 2018 ini tiba-tiba aja ada keinginan untuk achieve suatu goal gw yaitu Traveling.
Dimulai dari trip pertama kali tahun ini ke Kuala Lumpur. Waktu itu bukan yang pertama kalinya pergi kesana but it was my first time to bring my mom and sister using my own money. Bangga rasanya bisa bawa jalan-jalan mama dan adik walaupun mereka gak terlalu seneng banget sama yang namanya traveling.
Dari situ kepikiran untuk coba menyisihkan uang untuk pergi ke tempat-tempat yang dari dulu selalu pengen gw datengin. So far sih belum banyak since terkahir ke Malaysia di Februari kemarin. Tapi akhirnya berhasil coret salah satu bucket list gw yaitu, Nusa Penida. Even though kemarin ke Nusa Penida gak bisa explore semua tempat but at least half of the islands sudah tersambangi and sekarang lagi cari waktu yang tepat lagi untuk menyisiri bagian timur nya Nusa Penida.
Dalam traveling beberapa akhir ini, tepatnya since tahun lalu sih. Tahun lalu gw ke Bali 3 kali dan itu dalam keadaan yang gak punya uang banyak banget. Tapi akhirnya I went anyway dan sadar bahwa apa yang kadang hold us back dalam traveling itu saat kita mikirin budget untuk beli souvenir which could be quite big.
Emang suatu tradisi dan bisa nunjukin thoughtfulness kita ke orang lain saat kita bawain mereka souvenir tapi apakah kebaikan orang hanya dinilai dari situ saja?
Tentunya enggak. So gw eliminate tuh budget buat souvenir dan actually other than the fact I was short on money dan bukan karena gw pelit (disclaimer boleh kan? hehe), tapi I traveled there because I wanted to see the place not to buy souvenirs.
Kalau ada rejeki dikit ya why not? Balik lagi ke kalian yang punya budget.