Self love and Toxic Parent (1)
(Sumber gambar: https://www.senscritique.com/serie/Battle_of_Changsha/18033737 )
Belajar dari Gu Qing Ming di film Battle of Changsa. Salah satu tentara terbaik yang awalnya di tentang oleh ayahnya untuk bertempur di medan perang. Sebagai satu-satunya anak lelaki di keluarga, Ayah Qing Ming mengirimnya ke Jerman untuk sekolah, berharap anaknya tidak ikut berperang. Namun selama di Jerman, Qing Ming diam-diam mengikuti sekolah militer. Sepulang dr Jerman, Qing Ming bergabung dengan prajurit di Medan perang, meski ayahnya melarang, dia bersikeras untuk menjadi prajurit demi membebaskan kota Changsa dari penjajahan Jepang.
Kejaralah apa yang menjadi keinginan dan mimpimu, jika ternyata orang tua tidak sejalan dengan keputusanmu pertimbangkanlah baik-baik untuk melangkah.
Pilihannya ada dua maju meski di tentang orang tua atau mundur dan kehilangan impianmu. Salah satu cara untuk menentukannya adalah melihat kembali niatmu.
Jika impianmu adalah tentang kebermanfaatan bagi banyak orang sebagaimana Qing Ming berusaha menyelamatkan negaranya, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengejar impianmu.
Namun jika impianmu adalah tentang ego, ambisi untuk dirimu dan masa depanmu sendiri, tidak mengandung unsur kebermanfaat bagi banyak orang serta berusaha mencari posisi aman untuk dirimu sendiri, maka mundurlah, lebih baik mengikuti apa yang disarankan orang tuamu.
Restu orang tua tetaplah penting, tapi jika kita paham risiko dan apa yang harus dilakukan ke depannya serta memberikan kebermanfaatan bagi banyak orang, kita harus berani untuk memperjuangkannya.