Ketika kita mengadu kemampuan anak dengan anak yang lain dalam suatu kontes - entah itu adu mengeja, mengumpulkan paling banyak bintang di kelas, atau pekan kreasi(yang sebenarnya merupakan kontes kemampuan kreatifitas), dari lomba menangkap bola hingga lomba mewarnai, ataupun kontes siapa yang paling banyak membaca buku - jika tanpa memberikan penjelasan tentang makna kegiatan tsb, maka tanpa sadar kita telah mengajarkan kerancuan pada anak, antara kemampuan mereka dengan keinginan untuk menang, sehingga yang tertanam dibenak mereka satu-satunya cara melakukan sesuatu dengan baik adalah dengan melampaui/mengalahkan orang lain. Menyemangati mereka untuk mengukur nilai kemampuan diri dengan banyaknya orang yang sudah mereka kalahkan, yang mana hal seperti ini bisa berpengaruh buruk pada kesehatan mental mereka kelak. Mengarahkan mereka untuk melihat isi kelompoknya sebagai saingan, bukan sebagai calon teman-teman yang bisa diajak bekerjasama dengan baik di masa depan, melainkan sebagai rintangan yang bisa menghalangi prestasi pribadi. Yang paling parah, menggiring anak-anak untuk menganggap aktifitas apa saja yang mereka lakukan - menggambar, membaca, merancang percobaan sains - sebagai cara untuk mencapai akhir dimana mereka adalah pemenangnya. Dengan begini, aktifitas melukis, membaca ataupun merancang menjadi hilang nilai maknanya dalam benak anak-anak, dan dianggap tidak bermanfaat jika tidak ada persaingan di dalamnya. Duhai ayah bunda, jangan jadi orangtua yang seperti ini ya. Ajarkan anak-anak kita, untuk melakukan aktifitas apapun yang dirasa bermanfaat namun sesuai dengan yang mereka sukai dan mampu lakukan tanpa tekanan harus menjadi yang terbaik bagi penilaian orang lain. Namun lakukan sebagai sarana untuk menumbuhkan minat belajar, menjadi terbaik sesuai penilaian diri mereka sendiri, tanpa meredam keinginan mereka untuk mencoba hal-hal baru yang mengusik rasa ingin tahu mereka. Tumbuhkan kesadaran tentang peran dirinya, maka kelak mereka akan memahami sendiri tentang kebermanfaatan mereka bagi sekelilingnya. #badparenting #toxicparenting https://www.instagram.com/p/CSArxTyhHiZ/?utm_medium=tumblr