"Ngetik Keroyokan" (part 1)
sebelumnya aku benar-benar mengacungkan jempol buat perkembangan media sosial sekarang ini.
ini juga berawal dari the power of medsos. Ngeliat dari medsos (lupa antara twitter atau instagram) tentang "ngetik keroyokan" yang bakal diadakan di Tobucil & Klabs.
langsung tertarik buat ngikutin karena "nganggur" (aslinya sih ga juga, ingat tanggungan ya neng *ngomong sama diri sendiri*) dan salah satu resolusi tahun ini ikut dalam kegiatan sosial, maka langsunglah mengubungi CPnya teteh Reita Ariyanti.
Hari Minggu, 08 Maret 2015 kemarin akhirnya ikutan ngetik keroyokan di Tobucil. Jadi, ngetik keroyokan ini adalah mengetik ulang buku-buku untuk kemudian dijadikan buku braille untuk teman-teman tuna netra. Dari ceritanya teh Rere dan hasil kepo sana sini karena penasaran, kegiatan ini awalnya sudah telah terlebih dahulu dilaksanakan pada Oktober 2014 lalu oleh Komunitas Fency di Jakarta. Komunitas Fency ini berafiliasi dengan Yayasan Mitra Netra yang merupakan organisasi nirlaba yang memusatkan programnya pada upaya meningkatkan kualitas dan partisipasi tunanetra.
Di ngetik keroyokan ini, kita diajak untuk mengetik ulang 4 halaman buku saja (lebih juga boleh kok, malah senang banget klo lebih). Percayalah 4 halaman itu berasa kurang kok, saya malah ngambil beberapa halaman buat di-PR-kan, hihihi. Klo 1 orang aja minimal ngambil 4 halaman dan kemudian ada paling tidak 50 relawan saja maka akan ada 200 halaman buku yang sudah terketik dalam 1 hari. Semakin banyak yang terlibat akan semakin banyak pula buku yang terketik ulang kan. Jadi, yuk rame-rame ngeroyoki buku-buku itu!
Jadwal ngetik keroyokan di bulan Maret ini 15 Maret 2015 di Kunsthouse Jatinangor (di dekat pangkalan Damri) pukul 11 siang sampai 3 sore 22 Maret 2015 di Tobucil & Klabs Jl. Aceh No 56 Bandung pukul 3 sore. Kegiatan ngetik keroyokan ini juga sudah diliput di sini lho. :)












