1. Tidak menyaring informasi. Dengan kemudahan memperoleh informasi, tantangan terbesar ibu milenial adalah menyaring informasi yang benar dan baik diterapkan. “Karena terlalu banyak informasi, terkadang ibu kewalahan. Kadang ibu lupa, tidak semua hal bisa dan tepat diterapkan untuk anak. Sebelum menerapkan metode apa pun dalam mengasuh anak, seorang ibu harus mengenal anak terlebih dahulu. Usia anak berapa, kemampuan yang harus dicapai anak sesuai usia perkembangan apa saja. Sering kali ibu berpatokan pada orang lain, melihat anak-anak seleb, ingin ikut-ikutan. Padahal ibu seharusnya menyaring dan mempertimbangkan informasi yang didapat,” urai Vera ketika ditemui di acara penutupan kampanye Mothercare “Senangnya Jadi Ibu” di Djakarta Theater, Jakarta. . 2. Menggunakan gawai tanpa batas. Gawai bagian tak terpisahkan dari kehidupan ibu milenial dan anak-anak mereka. Meski mulai banyak orang tua menyadari penggunaan gawai berlebih dapat membahayakan anak, nyatanya masih banyak anak yang terkena dampak negatif penggunaan gawai sejak dini yang tidak dibatasi dengan baik. “Masalah yang sering terjadi pada anak-anak yang terlalu banyak bermain gawai adalah terlambat bicara,” kata Vera. “Jangan terlena dengan gawai. Anak boleh bermain gawai dan memang tidak mungkin untuk menghindari gawai di era digital ini, tetapi berikan batas.”. . 3. Terlalu berusaha menjadi ibu sempurna. Media sosial banyak memamerkan kehidupan ibu dengan anak yang terlihat sempurna, sehingga tanpa disadari membuat para ibu milenial memaksa diri menjadi ibu yang sempurna—seperti apa yang mereka lihat di medsos. “Padahal tidak ada orang yang sempurna. Jangankan ibu baru, ibu yang sudah punya anak dua atau tiga pun pasti berbeda pengalaman. Jangan berusaha keras menjadi ibu yang sempurna, tetapi jadilah ibu yang baik,” saran Vera. . (lanjut dikolom komentar) #tipsasuhanak #tipskeluarga #keluargamilenial #ibumilenial #mamahmuda #tipsmamahmuda #mamahmilenial #relationship #tahu_nggak https://www.instagram.com/p/B2QD8oCgF1q/?igshid=sn1iwgkz7436
Loading...








