PUSING MENGELOLA KARYAWAN ?
Banyak pelaku UKM yang ‘kurang sabar’ dalam arti mereka menginginkan dalam waktu singkat langsung dapat menemukan karyawan yang mumpuni, sekaligus loyal. Hal ini tentu tidak mudah. Kemampuan bisa langsung terlihat dalam waktu singkat. Tapi loyalitas-termasuk diantaranya kejujuran, akan terlihat seiring berjalannya waktu. Saya percaya jika Anda memperlakukan karyawan dengan baik, pasti akan ada orang loyal yang tahan di perusahaan Anda bahkan sampai belasan atau puluhan tahun, sementara yang lain keluar masuk silih berganti. Itu wajar saja. Tapi sekali lagi, butuh waktu yang lumayan panjang untuk mendapatkan orang-orang loyal tersebut.
2.     PENDEKATAN PERSONAL
Karyawan di level bisnis UKM membutuhkan pendekatan personal yang ekstra karena banyak dari mereka tidak dibekali pendidikan tinggi. Kewajiban Anda bukan hanya memberikan upah, namun juga bisa menjadi teman sekaligus pengayom bagi mereka. Anda harus bisa menunjukan bahwa Anda berempati pada apa yang mereka alami. Baik peristiwa gembira ataupun sedih. Dengan demikian mereka bisa merasa nyaman di tempat kerja Anda, bukan sekedar bekerja untuk mendapatkan gaji semata.
3.     PELATIHAN DAN ORIENTASI
Sesungguhnya tidak ada karyawan yang siap pakai 100%. Semuanya memerlukan pelatihan serta orientasi mengenai perusahaan Anda. Bahkan ketika si karyawan sudah sangat mumpuni dalam bidangnya pun, dia tetap perlu orientasi mengenai profil usaha Anda dan budaya yang ada di dalamnya. Orientasi termasuk juga pengenalan rekan kerja sehingga dia akan lebih cepat beradaptasi dan bekerjasama dengan rekan kerjanya.
Sering terjadi usaha ketika ditunggui pemiliknya berjalan dengan baik, ternyata ketika ditinggal beberapa lama, omsetnya turun. Penyebabnya bervariasi dari mulai pelayanan ke pelanggan menurun, kualitas produk tidak terjaga, sampai ke uang yang di tilep oleh kasirnya. Untuk itu supervisi tetaplah perlu. Nantinya Anda bisa mengkader seorang atau beberapa orang supervisor yang diambil dari kerabat atau orang kepercayaan Anda. Tapi selama belum mendapatkan supervisior yang bisa di percaya, mau tak mau Anda sendiri yang harus terjun mensupervisi karyawan anda.